Anda di halaman 1dari 15

ARIXTRA DAN LOVENOX

ARIXTRA
• Komposisi : Fondaparinux Na
Indikasi :
• Terapi angina tidak stabil atau infark miokard
tanpa peningkatan segmen ST (NSTEMI) pada
pasien yang tidak diindikasikan untuk segera
(<120 menit) menjalani penanganan invasif.
• Mencegah kejadian tromboemboli vena pada
pasien yang berisiko mengalami komplikasi
tromboemboli.
• Cara kerja
Arixtra merupakan fondaparinux sodium yang
bekerja menghambat sintesis melalui faktor X
teraktivasi (Xa). Natrium fondaparinux
menghasilkan molekul C31H4N3Na10049s8
dengan berat molekul 1728
Farmakokinetik dan Farmakodinamik
• Aktivitas antitrombotik dari natrium
fondaparinux merupakan hasil inhibisi selektif
antitrombin III (ATIII) selektif dari Faktor Xa
yang secara selektif mengikat ATIII.
• Fondaparinux sodium memiliki kemampuan
sekitar 300 kali untuk menetralisasi Faktor Xa
oleh ATIII serta mengganggu koagulasi darah
sehingga membentuk kaskade yang dapat
menghambat pembentukan trombin dan
pengembangan trombus.
• Waktu paruh eliminasi adalah 17-21 jam
DOSIS
• Angina tidak stabil / NSTEMI : 2.5 mg 1x/hari
SK hingga 8 hari.
• STEMI : 2.5 mg 1x/hari. Dosis pertama
diberikan secara IV selanjutnya diberikan
secara SK hingga 8 hari.
KONTRA INDIKASI
• Perdarahan aktif yang bermakna secara klinis.
• Endokarditis bakterial akut.
• Gangguan ginjal berat (bersihan kreatinin <20
ml/mnt).
EFEK SAMPING
• Anemia
• Perdarahan
• Purpura
INTERAKSI OBAT
• Risiko perdarahan meningkat pada pemberian
bersama obat yang dapat meningkatkan risiko
perdarahan (desidurin, obat fibrinolitik,
antagonis reseptor GP IIb/III a, heparin,
heparinoid, heparin dengan berat molekul
rendah); antiplatelet, dan OAINS.
SEDIAAN
• Prefilled syringe 2.5 mg/0.5 ml
LOVENOX
• Komposisi : Enoxaparin Na
Indikasi :
• Terapi angina tidak stabil dan infark miokard
gelombang non-Q jika diberikan bersama dengan
asetosal.
• Profilaksis penyakit tromboembolik vena pada
pasien yang harus berbaring terus di tempat tidur
dengan faktor risiko sedang sampai tinggi.
• Mencegah trombosis pada sirkulasi
ekstrakorporal selama hemodialisa.
DOSIS
• Pada angina tidak stabil dan infark miokard non-Q
wave 1 mg/kg SK tiap 12 jam diberikan bersama
asetosal oral 100-325 mg 1x/hari. Terapi harus
diberikan minimal 2 hari sampai keadaan klinis
stabil (biasanya 2-8 hari).
• Terapi trombosis vena dalam 1 mg/kg SK 2x/hari.
• Profilaksis pada pasien yang harus berbaring
terus di tempat tidur 40 mg 1x/hari SK selama 6-
14 hari.
KONTRA INDIKASI
• Riwayat trombositopenia selama terapi
dengan enoxaparin
• Kecenderungan perdarahan
• Lesi organik yang cenderung berdarah
• Endokarditis bakterial akut
• Gangguan pembekuan darah mayor
• Stroke
• Ulkus gastrointestinal akut
EFEK SAMPING
• Gejala perdarahan
• Trombositopenia
• Hematoma
• Nekrosis kulit di tempat injeksi
• Reaksi alergi sistemik
INTERAKSI OBAT
• Meningkatkan risiko perdarahan : AINS,
tiklodipin, kortikosteroid, dekstrose 40%.
• Meningkatkan efek antikoagulan oral.
• Menghambat agregasi platelet.
• Antagonis Vit K.
SEDIAAN
• Pre-filled syringe 20 mg/0.2 ml (2000 anti-Xa)
• Pre-filled syringe 40 mg/0.4 ml (4000 anti-Xa)
• Pre-filled syringe 60 mg/0.6 ml (6000 anti-Xa)