Anda di halaman 1dari 11

KOMPAS GEOLOGI

PENGGUNAAN KOMPAS GEOLOGI


Ada dua tipe kompas geologi yang dikenal, yaitu kompas
tipe Azimuth dan tipe Kuadran. Tipe Azimuth atau Tipe 360°
adalah kompas dimana lempengen skala dibagi menjadi 360°
dan diukur dari North ke East. Sedangkan Tipe Kuadran adalah
kompas dimana lempengan skala dibagi menjadi empat
kuadran, yaitu kuadran NE (North-East), NW (North-West), SW
(South-West), dan SE (South-East), dimana masing-masing
kuadran besarnya 0° sampai dengan 90° diukur dari North dan
South, baik kearah East maupun West.
Misalnya :
North ke West untuk yang berada pada kuadran NW, misalnya
N 45° W, N 60° W, dsb.
South ke East untuk yang berada pada kuadran SE, misalnya S
12° E,S 60° E, dsb.
Cara Mengukur Jurus dan Kemiringan.
Ada dua cara untuk mengukur jurus dan kemiringan lapisan
batuan. Cara pertama yang dibaca adalah arah jurusnya, dan cara
kedua yang dibaca adalah arah dari kemiringan.

Apabila dibaca arah dari jurusnya, maka:


Pengukuran dilakukan dari lapisan bagian atas. Kalau yang tersingkap
bagian bawah, maka sambunglah bidang perlapisan tersebut dengan
clipboard an pengukuran dilakukan di atas clipboard.
Tempelkan sisi E kompas pada lapisan batuan sambil kompas
dihorisontalkan dengan gelembung horizontal (horizontal bubble)
sehingga berada di tengah. Kalau kompas sudah horizontal, bacalah
ujung utara. Maka arah ini adalah arah jurus dari lapisan. Arah
kemiringannya adalah 90° searah jarum jam.
Ukur besar kemiringan menggunakan klinometer, caranya: kompas
diletakkan miring pada sisi yang ada skala klinometer dalam arah tegak
lurus, kemudian baca besar sudut kemiringannya.
Apabila dibaca arah dari kemiringannya, maka:
Pengukuran tetap dilakukan di atas lapisan batuan.
Tempelkan sisi S kompas sambil kompas dihorisontalkan seperti
pada cara pertama.
Setelah kompas sudah horizontal, baca ujung jarum utara, maka
arah ini adalah arah kemiringan lapisan.
Ukur besar kemiringan dengan klinometer.
Arah jurusnya harus tegak lurus arah kemiringan tersebut.
Kedua cara pengukuran jurus dan kemiringan yang telah
diuraikan di atas berlaku untuk kompas tipe Azimuth maupun
tipe Kuadran.
Cara menggunakan kompas geologi :
1. Periksa Inklinasi dan Deklinasinya apakah sudah disesuaikan
dengan daerah kerja.
Inklinasi : adalah keadaan dimana jarum magnit tidak berada
dalam keadaan horizontal. Dan kalau diletakkan horizontal, maka
ujung jarum akan menyentuh kaca penutupnya, akibatnya
pembaca akan terganggu dan dapat menimbulkan kesalahan
yang fatal.
Cara mengatasinya adalah dengan menggeser bobot pada
tangan-tangan jarum keujung atau ketengah. Untuk daerah di
Lintang selatan Indonesia pada tangan utara jarumnya.
Deklinasi : adalah besarnya sudut penyimpangan yang terbentuk
antara arah utara magnetis dengan arah utara sebenarnya (True
North).
Besarnya sudut deklinasi untuk tiap-tiap daerah (local
declination) selalu berbeda. Dapat dilihat pada salah satu tepi
dari peta. Kompas yang digunakan harus disesuaikan dengan
deklinasi setempat dengan cara memutar lingkaran berderajat
dari kompas itu ke kiri atau ke kanan sesuai dengan arah
Magnetic North terhadap True North. Titik nol disesuaikan
terhadap “indeks pin” pada kompas berdasarkan besarnya
deklinasi.

Contoh : Diketahui deklinasi 5º sebelah barat dari True North.


Sehingga lingkaran berderajat harus diputar sampai indeks
menunjukkan angka 5º sebelah barat titik nol.
Menentukan arah (Azimuth)
Yang dimaksud dengan arah adalah arah lokasi titik yang akan dituju
dari titik lokasi dimana kita berdiri.
Caranya adalah sebagai berikut :
- Pegang kompas dengan tangan kiri setinggi pinggang atau dada
- Cermin (tutup kompas) dibuka ±135º dan menghadap kedepan.
- Bila menggunakan kompas merek Brunton, maka “sighting arm”
dibuka horizontal dan “peep sight” ditegakkan.
- Putar kompas sedemikian rupa sampai ke titik yang dimaksud tampak
dalam cermin dan berimpit dengan ujung jari “Sighting arm” dan garis
hitam cermin.
- Bila nivo leveling (nivo mata lembu) sudah berada ditengah, baca
jarum utara kompas dan catat angka yang ditunjuknya.
Mengukur sudut lereng (slope)
Besarnya sudut lereng dapat diukur menggunakan kompas dengan
cara membaca klinometer. Ketelitian pembacaan sudut lereng dengan
kompas Brunton adalah seperempat derajat (15 detik).
Caranya adalah sebagai berikut :
- Buka tutup kompas hingga membentuk sudut ± 45 º. Tangan-tangan
penunjuknya dibuka dan ujungnya ditekuk 90 º.
- Pegang kompas dengan tangan yang ditekuk ±90 º dan pada posisi
vertikal.
- Bidik titik yang dituju melalui lubang “peep sight” dan “sighting
window” dimana titik tersebut tingginya harus sama dengan mata dan
atur dengan menaik turunkan kompas.
- Gerakkan klinometer dengan memutar pengatur datar yang terdapat
dibagian belakang kompas, sehingga gelembung dalam nivo lonjong
berada ditengah dapat dilihat melalui cermin.
- Baca dan catat angka yang ditunjukkan oleh klinometer.
Mentukan beda tinggi
- Baca dan catat besarnya sudut lereng
- Ukur jarak dari titik kita berdiri ketitik yang kita bidik dengan
langkah atau roll meter (50 meter).
- Beda tinggi didapat dengan rumus :
Beda tinggi = jarak x Sin sudut lereng (β)
ΔH = L sin β.
Mengukur jurus dan kemiringan
Mengukur jurus dan kemiringan pada bidang perlapisan, bidang
kekar, bidang sesar dan sebagainya dapat dilakukan dengan cara
seperti petunjuk dibawah sedangkan mengarahkan jurus/strike dari
tempat kita berdiri kesuatu titik yang jauh dapat dilakukan dengan
cara :
- Mengukur jurus/strike
a. Letakkan sisi yang bertuliskan E pada bidang yang diukur
b. Atur nivo mata lembu sampai gelembungnya berada di tengah
c. Baca jarum utaranya
- Mengukur kemiringan/dip
a. Letakkan sisi yang bertulis W tegak lurus jurus yang sudah kita
ukur (tanda garis yang sudah kita buat).
b. Atur gelembungnya sampai gelembung pada nivo lonjong
berada di tengah. Baca angka yang ditunjukkan pada skala clino.
Cara menulisan hasil pembacaan
a. Untuk kompas dengan sistem kuadran misalnya hasil pembacaan
jurus 45º kemiringan 25º, maka tata cara penulisannya adalah : S 45º
W / 25º NW, dimana NW menunjukkan arah kemiringan.
b. Untuk kompas dengan sistem azimuth misalnya hasil pembacaan
jurus 50º dan kemiringan 42º, maka tata cara penulisannya : N 50º N
/ 42º.

Menentukan kemiringa lapisan yang mempunyai sudut 5º


Untuk lapisan yang mempunyai sudut kemiringan 5º sukar diukur
dengan teliti.
Untuk mengatasi hal ini dilakukan prosedur berikut :
- Putar klinometer sehingga menunjukkan angka nol.
- Kompas dalam keadaan terbuka penuh, tempelkan W pada bidang
perlapisan hingga gelembung pada nivo lonjong berada ditengah.
- Tandai garis potong antara bidang lapisan dan kompas, ukur
jurusnya melalui garis ini.
- Letakkan kompas tegak lurus garis tersebut, baca kemiringan.