Anda di halaman 1dari 40

Kelompok

1. Dwi Novi Z.J (16.14.02.007)


2. Dwi Novita Sari (16.14.02.008)
3. Diah Ayu Sugita (16.14.02.009)
4. Fransiska Ega (16.14.02.013)
5. Fiqta Khoirun (16.14.02.012)
6. Fepy Sisiliay (16.14.02.011)
7. Linda Silviya (16.14.02.017)
8. Wildha Adita (16.14.02.039)
9. Yesi Diah (16.14.02.035)
Definisi Syok
Syok adalah keadaan di sebabkan gangguan
sirkulasi darah ke dalam jaringan sehingga
tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan
nutrisi jaringan dan tidak mampu
mengeluarkan hasil metabolism.
Sedangkan menurut Chapman (2006 : 304),
syok adalah keadaan ketika ibu mengalami
deteriorisasi ke keadaan setengah sadar atau
tidak sadar, kolaps.
Jenis dan Etiologi
Syok Hemoragik
Syok hemoragik adalah syok yang disebabkan oleh
perdarahan yang banyak akibat perdarahan pada
kehamilan muda

Syok Neurogenik
Syok neurogenik yaiti syok yang terjadi karena rasa sakit
yang berat disebabkan oleh kehamilan ektopik yang
terganggu

Syok Kardiogenik
Syok kardiogenik yaitu syok yang terjadi karena kontraksi otot
jantung yang tidak efektif yang disebabkan oleh infark otot
jantung dan kegagalan jantung sering di jumpai pada penyakit-
penyakit katup jantung

Syok Endotoksin/Septik
Syok endotoksik yaitu syok yang terjadi karena suatu
gangguan menyeluruh pembuluh darah di sebabkan oleh
lepasnya toksin
lanjutan...
Syok Anafilaktik
Syok anafilatik yaitu syok yang terjadi akibat
alergi/hipersensitif terhadap obat-obatan

Inversio uteri
Dijumpai 50% menyebabkan syok karena perdarahan,
kolaps vasomotor, dan karena adanya tarikan kuat
pada ligamen serta peritoneum

Syok postural
Bila ibu hamil berada dalam posisi supine sering terjadi
hipotensi akut yang ditandai dengan andi cepat, pucat
keringat dingin, dan syok.

Emboli udara
Bisa terjadi karena sesudah partus pembuluh – pembuluh darah
terbuka dan bila tekanan luar tinggi maka udara masuk dalam
pembuluh datah atau karena kurang hati-hati dalam pemberian
infus sehingga udara masuk dalam pembuluh darah
Lanjutan...
Kolaps vasomotor postpartum
Ibu hamil dengan toksemia gravidarum sering mengalami
syok pada 24 jam postpartum. Sebab-sebab mungkin karena
pelebaran mendadak dari pembuluh darah spalangnikus
karena dekompresi abnominal setelah persalinan

Syok spinal
Syok spinal berhubungan dengan vasodilatasi sekunder
akibat penghentian mendadak dari kontrol saraf.

Syok obstruktif
Syok obstruktif dapat timbul sekunder akibat obstruksi
mekanis dan aliran balik vena ke jantung seperti pad
tamponade jantung dan tension pneumotoraks.
Klasifikasi

Berdasarkan tingkatannya menurut Sofian


(2013 : 267) syok dapat dibagi :
A. Syok dapat pulih dini (early reversible shock)
B. Syok dapat pulih lambat (late reversible
shock)
C. Syok refraktor (refractor shock)
D. Syok tidak dapat pulih (irreversible shock)
Gejala Klinik
Gejala klinik syok pada umunya
sama pada semua jenis syok
antara lain tekanan darah,
menurun nadi cepat, dan lemah
akibat perdarahan jika terjadi
vasokontriksi pembuluh darah
kulit menjadi pucat, keringat
dingin,sianosis jari-jari kemudian
diikuti sesak nafas,penglihatan
kabur,gelisah oliguria/anuria dan
akhirnya bias menyebabkan
kematian ibu
Penanganan Syok dalam Kebidanan

Penanganan syok dalam kebidanan menurut


Sofian (2013 : 269) adalah sebagai berikut :
1. Pemberian oksigen, stimulansia, dan
kardiotonika.
2. Pemberian cairan infus dan tranfusi darah
harus sangan hati-hati karena beban
jantung akan bertambah berat.
3. Bila ada kelainaan pembekuan darah
berikan fibrinogen.
4. Untuk trombosis emboli berikan heparin
Syok Hemoragik
Syok Hemoragik adalah suatu syok yang
disebabkan oleh perdarahan antepartum
seperti plasenta previa, solusio plasenta, dan
rupture uteri juga disebabkan oleh
perdarahan pascapersalinan seperti Antonia
dan laserasi servick/vagina. Gejala klinik jsyok
hemoragik bergantung pada jumlah
perdarahan yang terjadi mulai dari yang
ringan sampai berat (Prawirohardjo, 2014 :
403).
Fase syok

Fase
kompensasi

Fase
kerusakan
Fase
jaringan dan
dekompensasi
bahaya
kematian
penanganan
• Cari dan hentikan segera penyebab perdarahan
• Berikan saluran nafas dan beri oksigen atau pasang
selang endotracheal
• Naikan kaki ke atas untuk meningkatkan aliran darah ke
sirkulasi sentral
• Pasang 2 infus set atau lebih untuk tranfusi, cairan
infus dan obat-obat I.V pasien yang syok. Jika sulit
mencari vena,lakukan atau pasang intrafemoral
• Kembalikan volume darah
• Teriapi obat-obatan
• Monitoring
Syok Endotoksik (Syok Septik)
etiologi
Syok septik dapat terjadi karena infeksi atau
bakteri gram positif, virus atau jamu.
Kebanyakan syok septik karena bakteri gram
negative yang mengeluarkan endotoksin
adalah fosfo-lipo-polisakarida yang lepas dari
sterokokus beta hemolitik, anaerob, dan
klostridia (Prawirohardjo, 2014 : 406)
Penyebab obstetrik
• Abortus septik
• Ketuban pecah yang lama atau koriuma
amnionitis
• Infeksi pascapersalinan,manipulasi dan
instrumentasi
• Trauma
• Sisa plasenta
• Sepsis kuerperalis
• Pielonefritis akuta
Gejala Klinik
Gejala klinis syok septik (endotoksik)
terjadi dalam dua fase yaitu fase
reversible dan fase irevesible, sedangkan
fase reversible terjadi atas fase panas
dan dingin fase panas disertasi dengan
gejala-gejala hipotensi takicardi dan
menggigil fase dingin dijumpai dengan
gejala dan tanda-tanda kulit dingin dan
mengeriput sianosis purpura penurunan
kesadaran yang prpgesif dan koma
(Prawirohardjo, 2014 : 407).
Penanganan

• Pengembalian fungsi sirkulasi dan oksigenasi

• Eradikasi infeksi

• Koreksi cairan elektrolit


Emboli Air Ketuban
Definisi
Masuknya cairan amnion kedalam
sirkulasi ibu menyebabkan kolaps
pada ibu pada waktu persalinan
dan hanya dapat dipastikan
dengan autopsi (Prawirohardjo,
2014 : 409).
Gejala Klinik

Kejadian akut dengan tiba-tiba kolaps,


sianosis, dan sesak napas berat. Segera
diikuti twitching, kejang dan gagal
jantung kanan akut, dengan takikardia,
edema paru, dan suptum berwarna
kotor (frothy sputum). Jika tidak
berakhir dengan kematian, DIC akan
terjadi dalam 1 jam dan menyebabkan
perdarahan umum (Prawirohardjo,
2014 : 409).
Pemeriksaan
• EKG : bukti adanya gagal jantung kanan
• X-Ray : tidak ada tanda-tanda spesifik pada
dada
• Scanning paru: dengan teknetium-99m
albumin menunjukkan defek perfusi.
• Tes laboratorium : adanya DIC
Pengobatan
• Oksigen
• Aminofilin
• Isoprenalin
• Digoksin dan atropin
• Hidrokortison
• Larutan bikarbonat
• Dekstran berat molekul rendah
• Heparin
• Persalinan pervaginam
Syok Kardiogenik
Penyebab
Penyebab utama ayok kardiogenik adalah
penyakit pembuluh darah yang berat. Pada
syok kardiogenik ventrikel kiri tidak mampu
memompa darah yang cukup untuk
kebutuhan jaringan.
Gejala Klinik

Kardiomiopati

Penyakit arteri
koroner
Cardiac Arrest (Henti Jantung)
Definisi
Henti jantung adalah suatu keadaan kolaps
sirkulasi yang tiba-tiba karena kegagalan
jamtung untuk memompakan darah secara
adekuat. Ada beberapa tipe henti jantung
menurut Prawirohardjo (2014 : 412)
Penyebab
• Perdarahan berat
• Hipoksia karena eklampsia
atau anestesia
• Sindrom medelson : aspirasi
lambung dengan
pneumonitis
• Emboli dengan segala
penyebabnya
Diagnosis atau Gejala
Kolaps yang tiba-tiba dari sistem srikulasi
disertai dengan kehilangan kesadaran,
nadi tidak terba (karotis maupun femur),
apnea dan sianosis dan dilatasi pupil
yang menetap. Segala usaha untuk
auskultasi jantung, untuk monitor
tekanan darah atau EKG adalah usaha
yang sia-sia kecuali memang sudah
dimonitor pada waktu operasi
(Prawirohardjo, 2014 : 412).
Penanganan atau Pengelolaan
• A – Airway
• B – Breathing
• C - Cardiac massage
• D - Drip and Drugs
• E – Elektrokardiogram
• F – Fibrillation treatment
Maria : Pada pengobatan emboli ketuban hanya pada umumnya saja, sebagian yg
diberikan obat-obatan. Apakah semua obat diberikan? Obat mana yg menajdi
prioritas? Apabila emboli terjadi ktk kita menolong di BPM, maka pertolongan
pertama & stabilisasi saat rujukan?
Layudha : Bagaimana cara menanganinya bila menggunakan
persalinan pervaginam pada emboli air ketuban?
Pengobatannya bagaimana?
Silfana : Bagaimana cara pencegahan dan deteksi dini
serta askeb emboli air ketuban?
Nanik : Jelaskan gejala klinik dari henti
jantung dan penangannya!
• Gejala :
– Kolaps yang tiba-tiba dari sistem sirkulasi disertai
dengan kehilangan kesadaran, nadi tidak terba
(karotis maupun femur), apnea dan sianosis dan
dilatasi pupil yang menetap. Segala usaha untuk
auskultasi jantung, untuk monitor tekanan darah
atau EKG adalah usaha yang sia-sia kecuali
memang sudah dimonitor pada waktu operasi
(Prawirohardjo, 2014 : 412).
• Penanganan atau pengelolaan
Letakkan pasien dalam posisi dorsal (telentang) di atas
lantai yang keras. Dengan satu ibu jari satu tangan yang
tertutup di atas sternum cukup untuk memperbaiki
keadaan, kemudian dilanjutkan dengan : tindakan/langkah
ABCDEF.
– Airway
• Bersihkan jalan nafas dari muntah,darah, gigi, benda asing, dan
lain-lain.
• Pertahankan jalan napas
– Breathing
• Lakukan salah satu dari tindakan berikut :
• Respirasi mulut ke mulut
• Pasang sungkup dan ambubag ( Balon resusitasi) dengan oksigen
100%
• Pasang pipa endotrakeal dan lakukan ventilasi tekanan positif
yang intermiten
• Cardiac massage
– Dengan meletakkan kedua pergelangan tangan
diatas sternum, lengan dalam keadaan lurus
(ekstensi) berikan tekanan dengan seluruh berat
badan ke atas sternum.
– Lakukan sampai pembuluh darah femoral dan
karotid dapat dipalpasi.
– Tekanan yang optimal 60 x permenit dengan
pernapasan buatan 15 x atau 4 : 1
– Drip dan drugs
• Berikan larutan sodium bikarbonat 8,4% : untuk mengatasi
asidosis metabolik. Berikan dosis awal 100 ml dan
selanjutnya 10 ml tiap menit selama sirkulasi belum
adekuat
• Cardiac stimulants ( inotropic drugs) : dapat diberikan
secara IV atau intrakardiak. Andrenalin, atropin, dopamin,
Kalsium Klorida
– EKG
• Untuk menentukan keberhasilan penanganan dan respons
terapi.
– Fibrillation treatment
• Lakukan defibrilisasi langsung (direct current)
Adek : Bagaimana cara penanganan syok septik dan
eradikasi infeksi dan contohnya?