Anda di halaman 1dari 31

USIA KEHAMILAN

(PRETERM, ATERM,
DAN POST TERM)
Rizki Putri Andini R
1310211099
Usia kehamilan
Preterm

• <37 minggu

Aterm

• 37-42 minggu

Postterm

• >42 minggu
KEHAMILAN PRETERM
DEFINISI
• Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum
usia kehamilan 37 minggu.
EPIDEMIOLOGI
• 5% di negara maju dan 25% di negara berkembang
• Persalinan preterm spontan sebanyak 40-50%, 25-40% akibat
ketuban pecah dini preterm (PPROM) dan 20-25% persalinan
preterm atas indikasi obstetrik
KLASIFIKASI
• Persalinan preterm pada usia kehamilan 20-27 minggu
(extremly preterm)
• persalinan preterm pada usia kehamilan 28-32 minggu (very
preterm)
• persalinan preterm pada usia kehamilan pada 33-36 minggu
(preterm)
ETIOLOGI
• Indikasi medis dan obstetris: preeklamsia, distres janin, solusio
plasenta, hipertensi kronik, malformasi kongenital
• Ketuban pecah dini preterm: infeksi intraamnion, status
sosioekonomi rendah, IMT rendah, riwayat ketuban pecah dini
preterm
• Persalinan kurang bulan spontan:
- Withdrawal progesteron
- Inisiasi oksitosin
- Aktivasi desidua
FAKTOR RISIKO
• Faktor gaya hidup: merokok, pertambahan BB ibu tdk adekuat,
narkoba, usia ibu terlalu tua atau terlalu muda, kerja berat
• Sosioekonomi dan tingkat edukasi rendah
• Ras kulit hitam
• Cacat lahir
• Riwayat kelahiran kurang bulan
• Infeksi intrauterin: Ureaplasma urealyticum dan Mycoplasma
hominis
• Vaginosis bakterialis: flora vagina normal yg dominan
Lactobacillus digantikan Gardnerella vaginalis, Mobiluncus
species, Mycoplasma hominis
• Inkompetensi serviks
MANIFESTASI KLINIS
• Kontraksi uterus disertai nyeri/tidak
• Penekanan panggul
• Kram
• Cairan vagina encer
• Nyeri pinggang belakang
DIAGNOSIS
• Kontraksi min setiap 7-8 menit sekali atau 2-3 kali dalam 10
menit
• Nyeri pada punggung bawah (low back pain)
• Perdarahan bercak
• Perasaan menekan daerah serviks
• Pembukaan serviks ≥2 cm dan penipisan 50-80%
• Persentasi janin rendah, sampai mencapai spina ischiadica
• Selaput ketuban pecah
• Usia kehamilan 22-37 minggu
DIAGNOSIS
Indikator utk meramalkan persalinan preterm
• Indikator klinik: kontraksi, pemendekan serviks, ketuban pecah
dini
• Indikator laboratorik: leukosit dlm air ketuban (≥20/ml), CRP
(>0,7 mg/ml), leukosit serum ibu (>13.000/ml)
• Indikator biokimia:
- Fibronektin janin: pada kehamilan ≥24 minggu, kadar
fibronektin janin 50 ng/ml atau lebih menindikasikan risiko
persalinan preterm
- CRH meningkat dini atau pada trimester 2
- Sitokin inflamasi (IL-1β, IL-6, IL-8, TNF-α) sintesis
prostaglandin
TATALAKSANA UMUM
• Tatalaksana utama mencakup pemberian tokolitik,
kortikosteroid, dan antibiotika profilaksis.

• Terapi konservatif dengan tokolitik, kortikosteroid, dan


antibiotika jika syarat berikut ini terpenuhi:
- Usia kehamilan antara 24-34 minggu
- Dilatasi serviks kurang dari 3 cm
- Tidak ada korioamnionitis (infeksi intrauterin), preeklampsia,
atau perdarahan aktif
- Tidak ada gawat janin
TATALAKSANA KHUSUS
• Tokolitik diberikan 48 jam pertama. Obat-obat yang
digunakan:
- Nifedipin: 3 x 10 mg per oral, ATAU
- Terbutalin sulfat 1000 µg (2 ampul) dalam 500 ml larutan infus
NaCl 0,9%: dosis awal pemberian 10 tetes/menit lalu
dinaikkan 5 tetes/menit tiap 15 menit hingga kontraksi hilang,
ATAU
- Salbutamol: dosis awal 10 mg IV dalam 1 liter cairan infus 10
tetes/menit. Jika kontraksi masih ada, naikkan kecepatan 10
tetes/menit setiap 30 menit sampai kontraksi berhenti atau
denyut nadi >120/ menit kemudian dosis dipertahankan
hingga 12 jam setelah kontraksi hilang
TATALAKSANA KHUSUS
• Kortikosteroid untuk pematangan paru janin (perlu diberikan bila
usia kehamilan <35 minggu).
- Deksametason 6 mg IM setiap 12 jam sebanyak 4 kali, ATAU
- Betametason 12 mg IM setiap 24 jam sebanyak 2 kali

• Antibiotika profilaksis diberikan sampai bayi lahir. Pilihan


antibiotika yang rutin diberikan untuk persalinan preterm (untuk
mencegah infeksi streptokokus grup B):
- Ampisilin: 2 g IV setiap 6 jam, ATAU
- Penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam, ATAU
- Klindamisin: 3 x 300 mg PO (jika alergi terhadap penisilin)

• Antibiotika yang diberikan jika persalinan preterm disertai dengan


ketuban pecah dini adalah eritromisin 4×400 mg per oral
PERENCANAAN PERSALINAN
• Usia gestasi 34 minggu atau lebih: dapat melahirkan di tingkat
dasar/primer prognosis relatif baik
• Usia gestasi <34 minggu: harus dirujuk ke RS dengan fasilitas
perawatan neonatus yg memadai
TATALAKSANA KHUSUS
• Untuk menghangatkan bayi,
perawatan metode kanguru dapat
dilakukan dengan syarat:
- Bayi tidak mengalami kesulitan
bernapas
- Bayi tidak mengalami kesulitan
minum
- Bayi tidak kejang
- Bayi tidak diare
- Ibu atau keluarga bersedia, dan tidak
sedang sakit
PENCEGAHAN
• Hindari kehamilan ibu terlalu muda <17 tahun
• Hindari jarak kehamilan terlalu dekat
• Periksa kehamilan & ANC
• Tidak merokok dan konsumsi narkoba
• Hindari kerja berat & cukup istirahat
• Kenali & obati infeksi genital/saluran kemih
KEHAMILAN ATERM
DEFINISI
• Kehamilan aterm ialah usia kehamilan 38-42 minggu
• Bayi yg dilahirkan kemungkinan besar tidak mengalami
gangguan, pertumbuhan organ & proses penulangannya
sudah sempurna, BB mencapai kisaran 2500-4000 gr
KEHAMILAN POST TERM
DEFINISI
• WHO mendefinisikan kehamilan lewat waktu sebagai
kehamilan usia ≥42 minggu penuh (294 hari) terhitung sejak
hari pertama haid terakhir.
EPIDEMIOLOGI
• Insidensi berkisar dari 4-19%
• 6% dari 4 juta bayi yg lahir di AS selama tahun 2006
ETIOLOGI
1. Pengaruh progesteron
• Masih berlangsungnya pengaruh progesteron melewati waktu yg
semestinya
2. Teori oksitosin
• Rendahnya pelepasan oksitosin pd usia kehamilan lanjut
3. Teori kortisol/ACTH janin
• Rendahnya/tdk adanya produksi kortisol janin menurunkan produksi
prostaglandin
• Anensefalus
• Hipoplasia adrenal
• Tidak adanya kelenjar hipofisis janin
ETIOLOGI
4. Saraf uterus
• Tidak terdapatnya tekanan pd ganglion servikalis dari plexus
Frankenhauser yg membangkitkan kontraksi uterus
• Kelainan letak janin
• Tali pusat pendek

5. Herediter
• Ibu yg pernah mengalami kehamilan postterm memiliki resiko lebih
tinggi
• Kemungkinan anak perempuannya akan mengalami hal yg sama
MANIFESTASI KLINIS
• Sindrom postmaturitas: kulit keriput terutama telapak tangan dan
kaki, tidak merata, terkelupas, tubuh panjang dan kurus (wasting),
mata bayi terbuka, tampak tua, hilangnya verniks kaseosa dan
lanugo
• Oligohidramnion
• Mekonium yang dilepaskan ke dlm cairan amnion yg sudah
berkurang menyebabkan mekonium kental dan tebal sehingga dapat
mengakibatkan sindrom aspirasi mekonium
DIAGNOSIS
• Riwayat haid
• Ibu harus yakin betul dgn HPHTnya
• Siklus 28 hari dan teratur
• Tdk minum pil antihamil setidaknya 3 bulan terakhir
• Riwayat px antenatal
• Tes kehamilan  bila dilakukan sesudah terlambat 2 minggu, diperkirakan
kehamilan sdh berlangsung selama 6 minggu
• Gerak janin umumnya dirasakan ibu pada 18-20 minggu (primigravida 18
minggu, multigravida 16 minggu)
• DJJ  dgn stetoskop leannnec 18-20 minggu, dgn doppler 10-12 minggu
• Kriteria postterm  3 atau lebih dari pernyataan berikut
• Telah lewat 36 minggu sejak tes kehamilan positif
• Telah lewat 32 minggusejak DJJ pertama terdengar dgn doppler
• Telah lewat 24 minggu sejak dirasakan gerakan janin yg pertama kali
• Telah lewat 22 minggu sejak terdengarnya DJJ pertama kali dgn stetoskop
leannec
DIAGNOSIS
• Px lab
• Aktivitas Tromboplastin Cairan Amnion (ATCA)
• Cairan amnion akan mempercepat pembekuan darah
• ATCA 45-65 detik  umur kehamilan 41-42 minggu
• ATCA < 45 detik  umur kehamilan > 42 minggu
Penatalaksanaan
• Induksi partus dgn pemasangan balon kateter Foley
• Induksi dgn oksitosin  Oksitosin 5 IU dlm infus dextrose 5 %
• Bedah SC
• Insufisiensi plasenta dgn keadaan serviks blm matang
• Pembukaan yg blm lengkap, partus lama, dan gawat janin
• Primigravida tua, kematian janin dlm kandungan, pre eklamsia,
hipertensi menahun
• Bila nilai pelvis (PS) > 8 induksi persalinana kemungkinan
besar akan berhasil
• PS 5  drip oksitosin
• PS <5  Pematangan serviks terlebih dahulu pengukuran PS
LAGI
REFERENSI
• Ilmu kebidanan Sarwono
• WHO 2013
• Obstetri williams
• Repository USU