Anda di halaman 1dari 59

BIOKIMIA TULANG &

BIOKIMIA OTOT

dr. Sri Julyani


FK – UMI
2010
1. Biokimia tulang :
matriks ekstraseluler
tulang
tulang rawan
2. Biokimia otot :
sintesis dan hidrolisis Ach
protein otot
sumber energi kontraksi
 Protein Struktural
(kolagen; elastin, fibrilin)
 Protein Khusus
(fibrilin; fibrinektin; laminin)
 Proteoglikan
 Definisi: Substansi interselluler yg kompleks.
Menempati celah interselluler jaringan.

 Komponen Matriks ekstraselluler terdiri atas:


1. Kolagen, yang mempunyai daya rentang
2. Protein Jangkar ,membuat hubungan antar
komponen matriks ekstraselluler,
fiksasi sel-sel pada matriks intraselluler
Terdiri atas: Laminin, fibronektin, elastin.
3. Proteoglikan, yang mengisi ruang.
1. Membuat hubungan mekanik antar sel
2. Membentuk struktur dengan sifat
mekanik khusus seperti tulang, tulang
rawan tendon dan persendian
3. Memisahkan sel-sel dan jaringan-jaringan
(melonggarkan persendian dan migrasi
sel)
4. Menunjukkan jalur orientasi migrasi sel
(perkembangan embrional)
5. Melindungi sel dr molekul / partikel asing
 Komposisi protein terbanyak, ± 25% total
protein tubuh
 Kolagen fibriler khas ta satu triple heliks
(rantai ) yg disatukan oleh ikatan H
 td 3 rantai polipeptida yg melilit
 supercoil : tropokolagen
 Terdapat pd ; tulang, tendon, kulit,
pembuluh darah,
kornea mata
 Ketiga rantai polipeptida mengandung
urutan yang karakteristik yaitu, Gly - X – Y
dengan beberapa pengulangan.
 Asam amino ini terbentuk dari hidroksilasi
rangkaian pepetidanya selama biosintesis.
 Komposisi : 31% glisin.
21% prolin , hidroksiprolin
 Peran biologik kolagen tu dapat
dilihat dari banyaknya cacat
genetik akibat mutasinya.
 Biosintesis Kolagen membutuhkan
vit. C
 Kekurangan vit.C 
hikroksilasi prolin dan lisin tgg
tdk ada pbtk ikatan H
molekul kolagen tdk stabil
Gen / Enzim Penyakit
Osteogenesis imperfecta
Col 1 A1 ; 1 A2 Osteoporosis
Sindrom Ehlers – Danlos Tipe VII A; VII B
 Kondrodisplasia berat
Col 2 A1
 Osteosrthitis
Col 3 A1 Sindrom Ehlers – Danlos Tipe IV
Sindrom Alport (termasuk bentuk autosomal
Col 4 A1 - 4 A6
atau X
Col 7 A1 Epidermolis bulosa distrof
Col 10 A1 Kondiodisplasia mettaplasia Schmid
Hidroksilase Lisil Sindrom Ehlers – Dddanlos Tipe V
Prokolagen
Sindrom Ehlers – Dddanlos Tipe VII C
Proteinase – N
Tidroksilase Lisil Sindrom MenKes (def. C)
Jenis Gen Jaringan
I Col 1 A1 ; 1 A2 Penyambung (Tulang)
II Col 2 A1 Kartilago ; cairan vitreus
III Col 3 A1 Kulit; paru-paru; pembuluh darah
IV Col 4 A1 - 4 A6 Membran basalis
Komp kecil dlm jaringan (Kol.
V Col 5 A1 – 5 A3
Tipe I)
Sebagian besar jaringan
VI Col 6 A1 – 6 A3 penyambung
VII Col 7 A1 Serabut pengikat
VIII Col 8 A1 – 8 A2 Endotelium; jaringan lain
IX Col 9 A1 - 9 A3 Kolagen tipe II
Kartilago yang mengalami
X Col 10 A1 Hipertrofi
XI Col 11 A1; 11A2; 2A1 Kolagen tipe II
XII Col 12 A1 Kolagen tipe I
XIII Col 13 A1 Banyak jaringan
XIV Col 14 A1 Kolagen tipe I
XV Col 15 A1 Banyak jaringan
XVI Col 16 A1 Banyak jaringan
XVII Col 17 A1 Hemidesmosom kulit

XVIII Col 18 A1 Banyak jaringan (hati;ginjal)


XIX Col 19 A1 Sel-sel Rabdomio Sarkomma
No Kelas Tipe
1 Pembentuk fibril I, II, III, V, XI
2 Seperti jaringan kerja IV, VIII, X

3 FACITs (Fibril Associated Collagens IX, XII, XIV,


with Interupted triple helics) XVI, XIX
4 Filamin bermanik-manik VI
5 Serabut pengikat (anchoring fibrils) VII
6 Domain Transmembran XIII, XVII
7 Lain – lain XV, XVII
1. Elastisitas :
 Paru, pembuluh darah, ligamen elastik.
 Kulit, kartilago telinga, dll

2. Disintesis sebagai tropo elastin yang


monomer solubel (70 kDa)
No Kolagen Elastin
1. Jenis gen banyak Satu tipe gen
2. Bentuk gulungan acak –
Triple Heliks
peregangan
3. (Gly – X – Y )n Tidak ada
4. Ada hidroksilin Tidak ada
5. Ada karbohidrat Tidak ada
6. Ikatan silang Aldol intra Ikatan silang demosin
molekul intramolekul
7. Ada peptida diperpanjang Tidak ada selama
selama biosintesa biosintesa
Protein (glikoprotein) = 350 kDa ; imunohistokimia

Sindrom Marfan:
 mutasi gen (kromosom 15) untuk fibrilin;
autosomal dominan
 Dislokasi lensa (ektopia lentis)
 hiperekstensibilitas sendi;
araknodaktili (kerangka dan jari-jari panjang);
tunika media aorta lemah (dilatasi ao. ascendens)
Mutasi gen (kromosom 5) ; araknodaktili
kontraktur kongenital
 Terdiri dari 2 subunit; BM : 230 kDa
dihubungan oleh –s-s- , dekat ujung
terminal karboksil
 Gen kode: 50 ekson dan 20 mRNA yang
berbeda dalam berbagai jaringan
 Mengandung 3 tipe berulang (I,II,III)
yang mengikat heparin; fibrin; kolagen
dan DNA.
 Interaksi dgn proteoglikan dan melekat ke
protein membran sel
 Lamina glomerulus renal pada ginjal terdiri
dari lembran sel endotel dan sel epitel –
membran glomerulus.
 Terdiri dari 3 protein (lamina basalis) yi :
laminin;
endaktin dan kolagen IV;
glikosaminoglikan heparin /heparan sulfat
 850 kDa ; panjang 70 nm
(terdiri dari rantai A;B1;B2)
ENTAKTIN
 Terikat pada laminin
 Glikoprotein mengandung RGD ;
arginin, glisin dan aspartat
 Penting pada filtrasi di glomerulus kecuali
Albumin (69 kDa) karena adanya muatan
negatif heparan sulfat dan glikoprotein
yang mengandung asam sialat pada
lamina basalis .
 Protein yg mengandung banyak rantai
glikosaminoglikan (mukopolisakarida)
 Terdpt pd cairan sendi, cairan vitreosa
mata, ddg arteri, tulang, dan tlg rawan.
 Komponen proteinnya dibtk di retikulum
endoplasma (glikolisis) dgn bantuan enzim
glikosiltransferase
 Setelah dibtk diekskresi dari sel dan
berfungsi di luar sel sbg saringan molekuler.
Glikosaminoglikan Fungsi
Asam hialuronat Migrasi sel dlm embryogenesis,
morfogenesis, penyembuhan luka
Kondroitin sulfat Pbtk tulang, tlg rawan, kornea
Keratin sulfat Kejernihan kornea
Dermatan sulfat Kejernihan kornea, pengikatan LDL ke
ddg plasma
Heparin Antikoagulan, pelepasan lipoprotein lipase
dr ddg kapiler
Heparin sul;fat Komponen fibroblast kulit, ddg aorta
Glikosaminoglikan (GAG)

 Tersusun dari mol disakarida berulang :


Asam uronat (glukoronat/Iduronat)
Hexosa/galaktosa dan Hexosamin (galaktosamin /
glukosamin)
Sulfat
 GAG utama : CS, DS, H, HS, HA, KS (I, II)
 Disintesa oleh kerja enzim glikosiltransferase,
epimerase, sulfotranferase
 Diurai oleh enzim Hidrolase
 GAG terikat dgn jaringan ikat lain
Tulang : Kol I dan hidroksiapatit
Kartilago: Kol II dan Proteoglikan
Fungsi glikosaminoglikan (GAG)
dan/atau Proteoglikan

1. Komponen struktural dari matriks


ekstrasel
2. Berinteraksi khusus dgn kolagen;
elastin; fibronektin; laminin dan
protein lain matriks
3. Sebagai polianion,mengikat
polikation dan kation
4. Karakter turgor pd berbagai jar.
5. Sebagai saringan dalam matriks
6. Memfaslitasi migrasi sel (HA)
7. Berperan dalam daya tekan
kartilago
8. Berperan pd transparansi kornea
(KS I dan DS)
9. Berperan pada Sklera (DS)
10.Sebagai antikoagulan
11.Komponen plasma membran (HS)
12.Menentukan sifat selektif
glomerulus ginjal (HS)
13.Komponen Vesikel Sinaptik (HS)
Kolagen:
1. Tipe I : 90% total protein (α1 dan α2)
2. Tipe II : Minor

Protein Non Kolagen:


1. Protein plasma: Campuran
2. Proteoglikan
CS-PG I (biglikan) : 2 Rantai GAG dlm
jaringan lain
CS–PG II (Dekorin): 1 rantai GAG dlm
jaringan lain
CS-PG III ; ?????
3. Protein tulang SPRAC (Osteonektin kaya
sistein) : mengandung α-Carbonic
Glukose, berikatan dgn hidroksiaptit.
Osteokalsin : Khusus untuk tulang
Osteopontin : Bukan khusus tulang;
terglikosilasi dan terfosforilasi
4. Sialoprotein tulang : khusus utk tulang,
sebagai lokasi nukleasi Ca2+  kerangka
mineralisasi.
Jaringan ikat yang mengalami mineralisasi
pada tulang
 Organik : protein
 Non organik : mineral  kristal
hidroksiapatit (Ca10[PO4]6[OH]2) + Na++ ;
Mg ++ Carbonat; F, 99% Ca++
menyebabkan kekuatan dan lentur
 Remodeling :  Sel Utama
Resorpsi : Osteoklas
Endapan : Osteoblas
Osteoklas Osteoblas
Sel Multinuklear Sel mononuklear
Sel induk hemopoetik Prekursor mesenkim
pluripoten pluripoten
Endapan matriks tulang
Peran resorpsi tulang – baru (ostoeid) dan
domain membran optikal – mineralisasi – mengatur
tepi kerut Ca++ dan PO4 lewat
membran
Mengandung enzim
alkalifosfatase – fostat
anorganik
Perangsang ostoeblas:
 PTH
 1,25 dihidroksikole kalsiferol
 T3; T4
 hGH : IGF - 1
 PGE2
 TGFβ dan Estrogen
Menghambat Osteoblas : Kortikosteroid
Merangsang osteoklas :
 PTH
 1,25 dihidroksikole kalsiferol
 IL-1 ; IL-6
 TNF
 TGFα

Menghambat Osteoklas
 Kalsitonin
 Estrogen
 TGFβ
 INFα
 PGE2
Protein Kolagen:
Tipe II : 90 – 98% kartilago artikuler terdiri
dari 3 rantai α1 (II) V; VI; IX; XC; XI;
IX dan II berikatan silang,
XI membantu pengaturan diameter
serabut tipe II
Non Kolagen

Proteoglikan ;
 Agrekan : non kolagen utama
 Bukan agrekan ; pd bbrp tipe kartilago
 DS – PG I (biglikan) mirip di tulang
 DS – PG II ( dekorin) mirip di tulang
Kondronektin : mengikat tipe II pada
permukaan kartilago,
Ankorin C II : mengikat tipe II pada
permukaan kondrosit.
 Osteogenesis Imperfecta : Sklera tipis,
tembus, biru
 Mutasi gen Col1A1 & Col1A2  sintesa &
struktur kolagen I
 Osteoporosis : massa jaringan tulang/unit
volume menurun
◦ pasca menopause (>>)
◦ Mutasi gen Col1A1 dan Col1A2 (<<)
 Osteoarthritis : CS  , KS & HA , mutasi
gen Col2A1 (<<)
 Akondroplasia tanatoforik : mutasi gen kode
FGFR 3
ASETILKOLIN :
• Merupakan Neuroransmitter
• Disintesis pada terminal presinaps neuron
kolinergik
• Disimpan dalam vesikel
• Disekresi secara eksositosis

• Rumus kimia :
(CH3)3-N+-CH2- C2H2- O-C- CH3
O
Stuktur kimiawi, sintesis dan Hidrolisis
Asetilkolin pada Neuro Muskular
Junction :

 Hubungan syaraf otot-otot Neuro Muskular


Junction atau motor end-plate
 Hubungan saraf otot ini terjadi di tengah
otot sehingga aksi potensial pada searbut
otot dapat menyebar ke semua arah
serabut otot sampai ke ujungnya
1. Sintesis Ach dalam sitosol terminal saraf,
Kolinasetiltransferase
Asetil-KoA + Kolin  Asetilkolin + KoA

2. Ach disimpan dalam Vesikel sinaps


3. Pelepasan Ach dari vesikel ke celah sinaps
dengan eksositosis menghasilkan potensial
end plate miniatur (depolarisasi) 
membuka saluran Ca2+  Ca2+ ke ruang
sinaps
4. Ach terikat pada reseptor menuju
aliran kation melintasi membran .
Na+ influks , K+ eksfluks 
depolarisasi  potensial aksi +
kontraksi otot
5. Ach dihidrolisasi setelah saluran
reseptor menutup sbb:
asetilkolinesterase
Ach + H2O  Asetat + Kolin
6 Kolin didaur ulang dalam terminal
saraf untuk sintesis Ach kembali
Tiga (3) Tipe otot :
 Otot rangka/skeletal volunter
 Otot jantung striata
 Otot polos non striata
involunter

Gambaran mikroskop elektron dari protein


kontraktil otot rangka terdiri dari pita gelap
dan pita terang silih berganti
 Otot Lurik :
Miosin, Aktin, tropomiosin,
Troponin I, T, C, (3 protein utama)
 Otot Polos : Tanpa Troponin  Kalmodulin

Aktin :
• BM 45.000 Da, awal sintesis bulat : aktin
globuler
• Sesudah mengikat ATP dan mol Ca2+ 
serat  Aktin F
• Bentuk heliks ganda superkoil
 Tropomiosin : molekul fibrosa
ta : 2 rantai ß dan 
melekat pd heliks aktin F
 Troponin :
Terdiri atas 3 polipeptida
Tipe T : mengikat molekul tropomiosin
Tipe I : mencegah interaksi miosin –
aktin
Tipe C : mengikat ion Ca2+ utk mulai
kontraksi
• Protein terbanyak dalam semua otot ± 55 %
• BM : 460.000 Dalton
• Ta. : 3 pasang protein :
1 pasang rantai panjang 200.000 Da,
2 pasang rantai pendek 20.000 Da
• Struktur sekundernya heliks dgn residu prolin
• Rantai pendek mempunyai kegiatan ATPase
 penting untuk kontraksi otot
• Molekul heksamer asimetrik
Miosin + Tripsin  2 Meromiosin

LMM  α heliks tdk larut


tdk mempunyai aktivitas ATPase
tdk terikat F-aktin
HMM  Fibrosa + globuler
mempunyai aktivitas ATPase
Terikat F-aktin

+ Papain  Fragmen S1 dan S2


tdk mempunyai aktivitas ATPase
tdk terikat F-aktin
PROTEIN TEMPAT FUNGSI
Titin Menjangkau garis Protein terbesar dlm
Z-M tubuh – relaksasi otot

Nebulin Dari garis Z sepjg Mengatur pbtk dan


filamen aktin panjang filamen aktin

α Aktinin Pengait aktin ke Menstabilkan filamen


filamen aktin aktin
Desmin Disamping filamen Melekat pada
aktin plasmalemma
Distrofin Melekat pada Defisiensi pd distrofi
plasmalemma muskular tipe Duchene
1. Fase relaksasi : ATP-miosin  ADP-miosin
+ Pi dgn melepas H2O
2. ADP-miosin +Pi dgn aktin  Aktin-Miosin
ADP-Pi
3. Aktin-Miosin ADP-Pi  Aktin-Miosin dgn
melepas ADP + Pi
4. Aktin-Miosin + ATP  Aktin Miosin ATP
5. Aktin Miosin ATP  ATP-miosin dgn
melepas Aktin
ATP sebagai sumber energi konstan untuk siklus
kontraksi dan relaksasi dapat dihasilkan melalui
4 cara :
1. Glikolisis yakni metabolisme glukosa
menghasilkan piruvat dan laktat
2. Fosforilasi Oksidatif
3. Kreatin fosfat
4. Dari 2 mol ADP yg dikatalisasi enzim
adenilatkinase
1. Sarkoplasma otot skeletal  deposit
glikogen dalam granul dekat pita I
2. Pelepasan glukosa dari glikogen bergantung
pd enzim glikogen fosforilase otot spesifik yg
dpt diaktifkan oleh ion Ca2+, epinefrin, AMP
3. Glukosa 6 fosfat  glikolisis stlh terjadi
fosforilase ol enzim fosforilase-ß –kinase,
mengaktifkan fosforilase  fosforilase 
4. Ion Ca2+ meningkatkan interaksi dan
aktifkan lintasan energi
5. Epinefrin  aktifkan glikogenolisis otot
6. ADP diproduksi dari pemecahan ADP
tanpa fosforilase
• Perlu pasokan O2
• O2 terikat oleh mioglobin
• Mioglobin >>  otot merah
<<  otot putih
• Glukosa  glukosa darah
Glikogen endogen
Asam Lemak  TG (Adiposa)

Substrat utama bagi metab aerob dari otot


Simpanan energi utama dalam otot :
Kreatinfosfat
ATP + Kreatin
(Otot Relaksasi)

Kreatinkinase

Mencegah deplesi ATP yang cepat dg


Penyediaan P untuk menghasilkan
ATP dari ADP
Adenilatkinase mengkatalis pbtk 1 mol ATP
dan 1 mol AMP dari 2 mol ADP
 ADP + ADP ATP + AMP
 AMP + H2O IMP + NH3
 IMP + H2O Adenosin + Pi
 Adenosin + H2O Miosin + NH3
 AMP, Pi, NH3 aktifkan PFK-1
(Fosfofruktokinase) Peningkatan
kecepatan glikolisis otot pada sprinter.
 Pelari cepat menggunakan kreatin
fosfat (4 – 5 detik pertama) dan
glikolisis anaerob dimana glikogen
otot sebagai sumber glukosa

 Pelari marathon menggunakan


fosforilase oksidatif dg metabolisme
aerob untuk sumber ATP dan
Glukosa darah dan Asam lemak
bebas dari trigliserida (Adiposa
sebagai bahan bakarnya).
OTOT RANGKA :

 Lurik dan Tidak ada sinsitium, ada troponin


 Tubulus T kecil
 Pompa Ca2+ bekerja dg cepat
 Plasmalemma tdk memiliki byk reseptor hormon
 Rangsangan saraf mengawali kontraksi
 Ca2+ cairan ekstraseluler tidak penting untuk
kontraksi
 Kaldesmon tidak terlibat
 Siklus jembatan-silang yang sangat cepat
OTOT JANTUNG

 Lurik , Bersinsitium, ada sistim troponin


 Tubulus T besar
 Pompa Ca2+ bekerja relatif cepat
 Plasmalemma memiliki berbagai reseptor
(mis,adrenergik α dan β)
 Memiliki irama intrinsik
 Ca2+ cairan ekstraseluler ptg utk kontraksi
 Kaldesmon tidak terlibat
 Siklus jembatan-silang relatif cepat
OTOT POLOS
 Polos , Bersinsitium, biasax Tubulus T rudimenter
 Pompa Ca2+ bekerja lambat
 Plasmalemma memiliki berbagai reseptor
(mis,adrenergik α dan β)
 Kontraksi diawali dg rangsangan saraf, hormon.
 Ca2+ cairan ekstraseluler ptg utk kontraksi
 Tidak ada sistem troponin : menggunakan kepala
pengatur dari miosin
 Kaldesmon mrpk protein pengatur yg penting
 Siklus jembatan-silang yg lambat  kontraksi
panjang yg lambat dan kurangnya pemakaian ATP
OTOT LURIK
Protein pada filamen otot Aktin, Miosin (heksamer)
Tropomiosin, Troponin
(TPL, TpT, TpC)

Interaksi spontan antara F-Aktif Ya


dan miosin (aktivasi spontan
ATPase miosin oleh F-aktin)
Inhibitor interaksi F-aktin- Sistem troponin (Tpl)
miosin (inhibitor aktivasi
ATPase yg memerlukan F-aktin)
Otot Lurik
Kontraksi yang Ca2+
diaktifkan oleh

Efek langsung Ca2+ 4 Ca2+ terikat dg TpC

Efek Ca2+ terikat protein TpC.4 Ca2+


mengantagonisisr inhibisi
interaksi F-aktin-miosin
(memungkinkan aktivasi F-
aktin pada ATPase)
OTOT POLOS
Protein pada filamen otot Aktin, Miosin,
Tropomiosin,
Interaksi spontan antara F- Tidak
Aktif dan miosin (aktivasi
spontan ATPase miosin
oleh F-aktin)
Inhibitor interaksi F-aktin- Rantai ringan-p miosin
miosin (inhibitor aktivasi yang tidak mengalami
ATPase yg memerlukan F- fosforilasi
aktin)
Otot Polos
Kontraksi yang Ca2+
diaktifkan oleh
Efek langsung 4 Ca2+ terikat dg kalmodulin
Ca2+
Efek Ca2+ terikat Kalmodulin Ca2+ mengaktifkan
protein kinase rantai-ringan miosin yg
melakukan fosforilasi rantai ringan-
p miosin. Rantai ringan-p yg telah
mengalami fosforilasi tdk lagi
menghambat interaksi F-aktin-
miosin(memungkinkan aktivasi F-
aktin pada ATPase)