Anda di halaman 1dari 7

Metode Pelabelan

Elisabeth Vitria C
14/366271/FA/10076
Metode
Pelabelan

Reaksi Pertukaran Isotop

Introduksi Label yang Lain

Biosintesis atau Sintesis Kimia

Recoir Labelling

Excitation Labelling
1. Reaksi Pertukaran Isotop
Dalam reaksi ini, satu atau lebih atom dalam molekul diganti
oleh isotop dari elemen yang sama yang punya jumlah massa
berbeda.
Misalnya:
131 I-labelled triiodo tironin (T3), 131 I-labelled l tiroksin (T4)
dan 14 C- , 32 S-, dan 3 H.
Reaksi labelling ini bersifat reversibel dan sangat berguna untuk
labelling iodin mengandung material dengan isotop iodin dan untuk
labelling beberapa senyawa tritium.

2. Introduksi Label yang Lain


Dalam metode ini, radionukleotida disatukan dalam molekul
yang punya peranan biologik yang diketahui, terutama dengan
pembentukan ikatan kovalen atau koordinat kovalen. Pelabelan ini
tidak dilabel dengan pertukaan salah satu isotop.
Contohnya, 99m Tc albumin-labelled 99m TcDTPA.
3. Biosintesis atau Sintesis
Kimia
Dalam biosintesis, organisme hidup tumbuh dalam kultur media
yang mengandung kelumit radioaktif. Kelumit disatukan dalm
metabolit yang dihasilan oleh proses metabolik dari organisme dan
kemudian metabolit dipisahkan secara kimia.
Misalnya, Vit B12 dilabel dengan 60 Co atau 57 Co dengan
menambahkan kelumit ke dalam kultur media di mana organisme
Streptomyces ditumbuhkan.

4. Recoir Labelling
Metode ini kurang menarik, karena tidak digunakan dalam skala
besar untuk labelling. Dalam reaksi nukear, bila partikel diemisikan
dari suatu inti, recoir aton diproduksi, dan dapat membentuk ikatan
dengan molekul lain yagn ada di dalam material target. Energi tinggi
dari recoir atom menghasilkan aktivitas rendah dari produk yang
berlabel.
Contohnya, iodinated compounds, 3 H-labelled compound.
5. Excitation Labelling
Metode ini memerlukan pembentukan ion dengan reaktifitas
tinggi saat proses peluruhan nuklir. Selama peluruhan, ion
bermuatan yang memiliki energi tinggi diproduksi, dan mampu
melabel beberapa senyawa.
Contohnya, Krypton-77 meluruh menjadi 77 Br, dan bila
senyawa yang akan dilabel 77 Kr, maka 77 Br yang memiliki energi
tinggi melabel senyawa untuk membentuk senyawa berbrominasi.
Contoh lain yakni 123 I-labeled compound, yang berasal dari
peluruhan 123 Xeron.
Dalam rudionuklida yang sering dipakai
sebagai radiofarmasetika:
99mTc : 80%
131 I : 15%
Sisanya : 5%

99m Tc
131 I
Sisanya
IODINASI
Triiodida

Monoklorida Iodin

Metode Kloramin T

Spesifik
Pelabelan Elektrolitik

Enzimatik

99m Tc