Anda di halaman 1dari 13

KONFLIK DAN NEGOSIASI

presented by:
Vinansius Bian Seran
Perkembangan Pemikiran Tentang Konflik

PANDANGAN INTERAKSIONIS berpendapat


bahwa konflik diperlukan oleh sebuah
kelompok untuk dapat bekerja secara efektif
3 Tipe konflik
Konflik Tugas
(berhubungan dengan muatan dan tujuan pekerjaan)

Konflik Hubungan
(berrfokus pada hubungan antarpersonal)

Konflik Proses
(berrfokus dengan bagaimana suatu pekerjaan
dilaksanakan)
PROSES KONFLIK DAPAT DIPAHAMI SEBAGAI SEBUAH
PROSES YANG TERDIRI DARI LIMA TAHAPAN
Tahap 1 : Potensi Pertentangan atau
Ketidakselarasan
Pada tahap ini akan muncul kondisi-
kondisi yang menciptakan peluang bagi
pecahnya konflik. Kondisi-kondisi
tersebut tidak harus mengarah
langsung ke konflik, tetapi salah
satu darinya diperlukan jika konflik
hendak muncul

Kondisi-kondisi yang dimaksud bisa


dipandang sebagai sebab atau sumber
konflik meliputi; komunikasi,
struktur, dan variabel-variabel
pribadi
Tahap 2 : Kognisi dan Personalisasi

Jika kondisi—kondisi yang disebutkan


dalam tahap I berpengaruh negatif
terhadap sesuatu yang menjadi fokus
perhatian atau kepedulian salah satu
pihak, maka potensi perbedaan dan
ketidaksesuaian tersebut memperoleh
aktualisasinya dalam tahap II.

Pada tahap ini konflik dapat


dikategorikan dalam dua jenis yaitu:
konflik persepsi dan konflik yang
dirasakan
Tahap 3 : Maksud

Maksud adalah keputusan untuk


bertindak dengan cara tertentu.
Banyak konflik semata-mata karena
salah satu pihak salah dalam memahami
maksud pihak lain. Selain itu perlu
diingat bahwa perilaku tidak selalu
mencerminkan secara akurat maksud
orang
Tahap 4 : Perilaku

Pada tahap ini konflik terlihat


jelas. Tahap ini meliputi;
pernyataan, aksi, dan reaksi yang
dibuat oleh pihak-pihak yang
berkonflik
Tahap 5 : Akibat
Jalinan aksi-reaksi antara pihak-
pihak yang berkonflik menghasilkan
konsekuensi. Konsekuensi bisa
bersifat fungsional dan bisa juga
bersifat disfungsional.

Akibat fungsional artinya bagaimana


konflik bisa menjadi suatu penggerak
yang meningkatkan kinerja kelompok

Akibat disfungsional artinya


bagaimana konflik dapat mengurangi
efektivitas kelompok bahkan dapat
membubarkan kelompok
NEGOSIASI
Negosiasi Tersusun Atas 5 Tahap:
Tahap 1 : Persiapan dan Perencanaan
Sebelum mulai bernegosiasi perlu dijawab
beberapa pertanyaan berikut:Apakah hakekat
dari konflik itu? Bagaimana sejarahnya hingga
Anda harus melakukan negosiasi? Siapa yang
terlibat? Dan Bagaimana persepsi mereka
tentang konflik tersebut?

Tahap 2 : Penentuan Aturan Dasar


Setelah melakukan persiapan/perencanaan,
langkah selanjutnya adalah penentuan aturan
dasar, siapa yang akan melakukan perundingan,
di mana perundingan akan dilakukan/pada
persoalan apa sajanegosiasi dibatasi
Lanjutan…..
Tahap 3 : Persiapan dan Perencanaan
Setalah penentuan aturan dasar akan
dilanjutkan dengan klasifikasi dan
justifikasi-tuntutan awal Anda

Tahap 4 : Tawar Menawar


Hakikat proses negosiasi terletak pada
tindakan memberi dan menerima yang
sesungguhnya dalam rangka mencari suatu
kesepakatan

Tahap 5 : Persiapan dan Perencanaan


Tahap akhir dari proses negosiasi adalah
memformalkan kesepakatan yang telah dibuat
serta menyusun prosedur yang diperlukan untuk
implementasi dan pengawasan pelaksanaan
Isu-isu dalam Negosiasi

1. Peran suara hati dan sifat


kepribadian dalam negosiasi

2. Perbedaan gender dalam negosiasi

3. Perbedaan kultur dalam negosiasi