Anda di halaman 1dari 22

Trigeminal Neuralgia

Pembimbing :
dr. Asri Astuti, Sp.S

Oleh :

Vina Rizkina Putri


Tiara Sundari
Nadiatul Hijrian
Nurul Tasnim
PENDAHULUAN

Neuralgia trigeminal disebut juga tic douloureux,


merupakan neuralagia spasmodik persisten pada saraf
trigeminal, yang menyebabkan rasa sakit yang hebat
dan kontraksi otot wajah dan nyeri ini biasanya
unilateral.
Sekilas Tentang Nervus Trigeminus!!
Nervus Trigeminus ( nervus
cranialis kelima )

Ramus
opthalmica

Fungsi
Terbagi 2 cabang Ramus Maxilaris
Sensorik

Fungsi
Motorik
Ramus
Mandibula
M. pterogoidesus
lateralis untuk membuka
rahang bawah.
DEFINISI

Neuralgia trigeminal :

Gangguan pada saraf


trigeminal yang menyebabkan
episode nyeri yang terus
menerus seperti tertusuk, dan
tersetrum listrik didaerah
wajah
EPIDEMIOLOGI

150.000 orang
didiagnosis Lebih sering
terkena
Neuralgia pada wanita
Trigeminal / dari pada pria
tahun

> Diderita  umur 20-40


orang dengan biasanya
disebabkan
usia lanjut (50 karena adanya
tahun keatas) lesi demielinisasi
KLASIFIKASI

• nyeri, rasa terbakar yang


hebat dan tiba tiba pada wajah
bagian manapun

• rasa nyeri, terbakar atau


tertusuk pada wajah namun
dengan intensitas nyeri yang
lebih rendah daripada
neurlagia tipe 1 namun lebih
konstan.
KLASIFIKASI IHS ( International
Headache Society )

Tipe Klasik IDIOPATIK

Neuralgia
Trigeminal tumor, multipel sklerosis
Tipe atau kelainan di basis kranii
Simtomatik
ETIOPATOFISIOLOGI

 Penyebab pasti belum ditemukan


 Ada 2 pendapat yg masih diperdebatkan :
Gangguan mekanisme saraf perifer : Gangguan mekanisme saraf sentral:

(+) peregangan/kompresi NV (+) periode laten

serangan tidak dapat


(+) malformasi vascular
dihentikan
(+) tumor dengan
(+) periode refrakter
pertumbuhan yang lambat

(+) proses inflamasi pada NV dipicu oleh stimulus ringan


GEJALA KLINIS

Rasa nyeri : tajam, seperti menikam, tertembak,


tersengat listrik, terkena petir, atau terbakar

Lokasi nyeri umumnya terbatas di daerah


dermatom nervus trigeminus dan unilateral

berlangsung singkat beberapa detik sampai kurang


dari dua menit, tiba-tiba dan berulang.

Diantara serangan biasanya ada interval bebas


nyeri, atau hanya ada rasa tumpul ringan (trigger
point)
Rasa sakit sentuhan ringan pada zona trigger (sulkus
nasoabial & sudut mulut )

kemungkinan kelainan dental

Untuk membedakannya  beri makanan tanpa dikunyah/


perabaan pada mukosa sekitar

Bila perabaan pada mukosa


 sakit trigeminal neuralgia kelainan dental  rasa sakit 
tekanan pada gigi yang dicurigai
Aktivitas-aktivitas yang
bisa merangsang sakit :

Menyikat gigi

Membasuh wajah

Bercukur di bagian wajah

Makan, minum

Berbicara

Terkena angin pada bagian muka


DIAGNOSIS
Yang perlu diperhatikan adalah lokalisasi nyeri,
kapan dimulainya nyeri, menentukan interval bebas
nyeri, menentukan lamanya, respons terhadap
pengobatan, menanyakan riwayat penyakit lain
seperti ada penyakit herpes atau tidak.

Pada pemeriksaan fisik neurologi , penderita


tampak menderita sedangkan diluar serangan
tampak normal

Reflek kornea dan test sensibilitas untuk menilai Pemeriksaan


sensasi pada ketiga cabang nervus trigeminus Fisik
bilateral.

Membuka mulut dan deviasi dagu untuk menilai


fungsi otot masseter (otot pengunyah) dan fungsi
otot pterygoideus
DIAGNOSIS

CT scan
untuk mendeteksi tumor yang tidak
terlalu kecil dan aneurisma

MRI
hubungan antara saraf dan
pembuluh darah juga dapat
mendeteksi tumor yang masih kecil
PENATALAKSANAAN

• guidline EFNS ( European Federation of Neurological Society )

Lini I Lini II

• carbamazepin ( 200-1200mg
sehari ) baclofen dan lamotrigin
• oxcarbazepin ( 600 1800mg
sehari )
TINDAKKAN OPERATIF

Tindakan operatif yang dapat dilakukan adalah


prosedur ganglion gasseri, dan dekompresi
mikrovaskuler
DIAGNOSIS BANDING
1. Post herpetic neuralgia

2. Cluster headache

3. Glossopharingeal neuralgia

4. Kelainan temporomandibuler (Costen's syndrome)

5. Sinusitis

6. Migrain

7. Giant cell arteritis

8. Atypical facial pain


PROGNOSIS

Terapi farmakologi memberikan hasil yang


bervariasi pada masing masing individu.
Dekompresi mikrovaskular umumnya
memberikan hasil yang baik dan jarang
relaps.
KESIMPULAN

• Neuralgia Trigeminal adalah peradangan pada syaraf


trigeminal yang menyebabkan rasa sakit yang hebat dan
kejang otot di wajah.
• bersifat unilateral dan mengenai daerah yang disarafi nervus
trigeminus
• patofisiologi sampai sekarang masih belum jelas dan sejauh
ini belum ada pemeriksaan spesifik baik secara klinis
maupun laboratorium untuk mendiagnosa Neuralgia
Trigeminal.
• Pada saat sekarang pengobatan utama adalah pemberian
dengan cara farmakologik dan bila tidak berhasil dapat
dipertimbangkan dengan cara pembedaha