Anda di halaman 1dari 23

MENCEGAH PENYAKIT

DENGAN VAKSINASI
Oleh : A8
Ketua : ANNISHA JEHAN KHAERUNNISA (1102013040)
Sekretaris : ARGIA ANJANI (1102013041)
Anggota :
AULIA SHABRINA S (1102012034)
ARINA ZHABRINA (1102013042)
EKO SETIO NUGROHO (1102013092)
ELGARITZA NANI DEVIYANTI (1102013094)
ELI SUSANTI (1102013095)
ERIC SETIADY (1102013098)
HARSHA DENANDA PUTRA (1102013123)
Skenario

Seorang bayi berumur 3 hari mendapat vaksinasi BCG di lengan


kanan atas untuk mencegah penyakit dan mendapatkan
kekebalan. Empat minggu kemudian bayi tersebut dibawa
kembali ke RS karena timbul benjolan di ketiak kanan. Setelah
Dokter melakukan pemeriksaan didapatkan pembesaran nodus
limfatikus di region aksila dekstra. Hal ini disebabkan adanya reaksi
terhadap antigen yang terdapat dalam vaksin tersebut dan
menimbulkan respon imun tubuh.
SASARAN BELAJAR
LI 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Organ Limfoid
1.1 Anatomi Secara Makroskopik
1.2 Anatomi Secara Mikroskopik
LI 2. Memahami dan Menjelaskan Antigen dan Antibodi
2.1 Definisi Antigen dan Antibodi
2.2 Klasifikasi Antigen dan Antibodi
2.3 Stuktur
2.4 Fungsi
LI 3. Memahami dan Menjelaskan Respon Imun
3.1 Memahami dan Menjelaskan Respon Imun Non Spesifik
3.2 Memahami dan Menjelaskan Respon Imun Spesifik
3.3 Mekanisme
LI 4. Memahami dan Menjelaskan Vaksinasi dan Imunisasi
4.1 Definisi Vaksinasi dan Imunisasi
4.2 Jenis-Jenis Vaksinasi dan Imunisasi
LI 5. Vaksinasi dan Imunisasi Menurut Prespektif Islam
Anatomi Organ Limfoid

 Makroskopik

1. Nodus Limfatikus
2. Thymus
3. Lien

Lien adalah massa jaringan lymphoid tunggal terbesar,


lunak, rapuh, berwarna kemerahan dan berbentuk oval.
Terletak pada region hypochondrium sinistra. Fungsi lien:

 Memproduksi antibodi yang dilakukan oleh sel plasma

 Menghasilkan makrofag untuk memfagosit pathogen


dan benda asing di dalam darah. Makrofag di dalam
lien juga memfagosit sel darah merah yang tua dan
membentuk bilirubin, melalui sirkulasi portal bilirubin
tersebut di kirim ke hepar untuk disekresikan oleh vesica
felea

 Sebagai tempat penyimpanan dan penghancuran


platelet bila tidak dibutuhkan lagi
4. Tonsil

 Tonsila Palatina

 Tonsila Faringeal

 Tonsila Lingual
 Mikroskopik
1. Nodus Limfatikus

 Korteks

Korteks luar : Susunan limfosit membentuk nodulus limfatikus.


Terlihat terang, ada limfosit besar dan mikrofag : germinal
center. Germinal center adalah terjadi diferensiasi limfosit B
menjadi sel plasma.

Korteks dalam : Limfosit difus, dan didominasi oleh limfosit T.

 Medula

Terdapat korda medularis yang menjadi dinding dari sinus-


sinus medularis.
2. Thymus
 Timus memiliki suatu simpai jaringan ikat yang
masuk ke dalam parenkim dan membagi timus
menjadi lobulus.
 Setiap lobulus memiliki satu zona perifer gelap
disebut korteks dan zona pusat yang terang
disebut medula korteks dan medula berisi sel-sel
limfosit.
 Sel limfosit berasal dari sel mesenkim yang
menyusup ke dalam suatu epitel primordium
dari kantung faringeal ke 3 dan 4.
A. Korteks Timus

Terdapat : Limfosit T yang sangat banyak, Sel retikular epitel yang


tersebar, Beberapa makrofag

B. Medula Timus

Terdapat: Mengandung sel retikular dan limfosit. Sel-sel ini


menyebabkan medula tampak lebih pucat dibanding bangunan
korteks. Mengandung badan hassal yang merupakan sel retikular
epitel gepeng yang tersusun konsentris, mengalami degenerasi dan
mengandung granula keratohialin. Fungsi badan hassal belum
diketahui.
3. Lien
 Lien berwarna merah tua karena banyak
mengandung darah.
 Tampak bintik-bintik putih dalam parenkim 
nodulus limfatikus (pulpa putih/pulpa alba)
 Pulpa alba terdapat dalam jaringan merah tua
yang penuh dengan darah  pulpa
merah/pulpa rubra.
 Pulpa rubra terdiri atas bangunan memanjang
yaitu Korda limpa (korda billroth) yang terdapat
diantara sinusoid
 Tonsil

1. TONSILA PALATINA
2. TONSILA PHARINGEA
Terletak pada dinding lateral faring bangun oral Merupakan tonsila tunggal yang
Setiap tonsila memiliki 10-20 invaginasi epitel terletak dibagian supero-posterior
(epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk)
yang menyusup ke dalam parenkim membentuk
faring.
kriptus yang mengandung sel-sel epitel yang Ditutupi epitel bertingkat silindris
terlepas, limfosit hidup dan mati, dan bakteri bersilia
dalam lumennya
Terdiri atas lipatan-lipatan mukosa
Yang memisahkan jaringan limfoid dari organ- dengan jaringan limfoid difus dan
organ berdekatan adalah satu lapis jaringan ikat nodulus limfatikus
padat yang disebut simpai tonsila yang biasanya
bekerja sebagai sawar terhadap penyebaran
Tidak memiliki kriptus
infeksi tonsil. Simpai lebih tipis dari T. palatine

3. TONSILA LINGUALIS
Lebih kecil dan lebih banyak
Terletak pada pangkal lidah
Ditutupi epitel berlapis gepeng
Masing-masing mempunyai sebuah kriptus
Antigen dan Antibodi
 DEFINISI

1. ANTIBODI

2. ANTIGEN
Klasifikasi Antigen
 Secara fungsional

 Menurut Epitop

 Menurut spesifisitas

 Menurut ketergantungan terhadap sel T

 Menurut sifat kimiawi


Klasifikasi Antibodi
 IgG

 IgM

 IgA

 IgE

 IgD
Struktur
Fungsi
 Antigen :

a. Imunogenitas, yaitu kemampuan untuk memicu


perbanyakan antibodi dan limfosit spesifik.
b. Reaktivitas, yaitu kemampuan untuk bereaksi dengan
limfosit yang teraktivasi dan antibodi yang dilepaskan
oleh reaksi kekebalan.
 Antibodi :

Fungsi utama antibodi adalah menonaktifkan dan


menandai antigen untuk pengancuran lebih lanjut.
Umumnya, jika antibodi bertemu dengan antigen akan
terbentuk kompleks antigen-antibodi.
Mekanisme
Vaksinasi dan Imunisasi
 Definisi

1. Imunisasi

2. Vaksinasi
Jenis-Jenis
Berdasarkan proses pertahanan tubuh,
imunisasi dibedakan menjadi:

1. Imunisasi aktif

2. Imunisasi pasif
 Vaksinasi dibedakan menjadi:

1. Live attenuated vaccine

2. Inactivated vaccine (Killed vaccine)

3. Vaksin Toksoid

4. Vaksin Acellular dan Subunit

5. Vaksin Idiotipe

6. Vaksin Rekombinan

7. Vaksin DNA (Plasmid DNA Vaccines)


Vaksinasi dan Imunisasi
menurut Islam