Anda di halaman 1dari 20

Gangguan psikososial adalah setiap

perubahan dalam kehidupan individu


baik yang bersifat psikologis ataupun
sosial yang mempunyai pengaruh timbal
balik dan dianggap berpotensi cukup
besar sebagai faktor penyebab terjadinya
gangguan jiwa atau gangguan kesehatan
secara nyata, atau sebaliknya masalah
kesehatan jiwa yang berdampak pada
lingkungan sosial (Keliat, et all., 2011)
Menurut Kelliat, et all, 2011
1. cemas, khawatir berlebihan, takut

2. Mudah tersinggung

3. Sulit konsentrasi

4. Bersifat ragu-ragu

5. Merasa kecewa

6. Pemarah dan agresif

7. Reaksi fisik seperti jantung berdebar, otot tegaang, sakit kepala


Ansietas adalah respon emosional terhadap penilaian
individu yang subjektif, yang dipengaruhi alam bawah
sadar dan tidak diketahui secara khusus penyebabnya.
Ansietas merupakan istilah yang sangat akrab dengan
kehidupan sehari-hari yang menggambarkan keadaan
khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai
keluhan fisik keadaan tersebut dapat terjadi atau
menyertai kondisi situasi kehidupan dan berbagai
gangguan kesehatan
Stuart (2006), menjelaskan rentang respon individu terhadap cemas berfluktuasi
antara respon adaptif dan maladaptif. Rentang respon yang paling adaptif adalah
antisipasi dimana individu siap siaga untuk beradaptasi dengan cemas yang mungkin
muncul. Sedangkan rentang yang paling maladaptif adalah panik dimana individu
sudah tidak mampu lagi berespon terhadap cemas yang dihadapi sehingga
mengalami ganguan fisik, perilaku maupun kognitif.

Adaptif Mal-adaptif

Antisipasi Ringan Sedang Berat Panik


Ansietas ringan berhubungan dengan ketegangan akan
peristiwa kehidupan sehari-hari.
Pada tingkat ini lapangan persepsi melebar dan individu
akan berhati-hati dan waspada.
Ada beberapa respon ansietas ringan :
1. Respon fisiologi
2. Respon kognitif
3. Respon perilaku dan emosi
Pada tingkat ini lapangan persepsi terhadap lingkungan
menurun.
Ada beberapa respon ansietas sedang :
1. Respon fisiologi 3. Respon perilaku dan emosi
2. Respon kognitif

Pada ansietas berat lapangan persepsi menjadi sangat


sempit, individu cenderung memikirkan hal yang kecil
saja dan mengabaikan hal lain.
Ada beberapa respon ansietas berat :
1. Respon fisiologi 3. Respon perilaku dan emosi
2. Respon kognitif
Pada tingkat ini lapangan persepsi individu sudah sangat
menyempit dan sudah terganggu sehingga tidak dapat
mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-
apa walaupun telah diberikan pengarahan
Ada beberapa respon panik :
1. Respon fisiologi
2. Respon kognitif
3. Respon perilaku dan emosi
1. Sistem Kardiovaskuler

2. Sistem Respirasi

3. Sistem Integumen

4. Sistem Gastrointestinal

5. Sistem Neuromuskular

6. Sistem Saluran Kemih


1. Perilaku

Gelisah

Tremor

Menarik Diri

Menghindar dan
Gugup
2. Kognitif

Gangguan Perhatian

Konsentrasi Hilang

Menurunnya Lapang
Persepsi

Menurunnya Kreatifitas
dan Produktivitas
Neurofisiologi Kecemasan
Beberapa perubahan fisiologis tubuh akibat kecemasan:
Hormon Tiroksin
a. Perubahan tekanan darah
b. Frekuensi nadi
c. Peningkatan kecemasan

Epinefrin
a. Peningkatan frekuensi jantung
b. Peningkatan ketersediaan glukosa
c. Peningkatan nafas

Nore Epinefrin
a. Dilatasi pupil
b. Gangguan pada gastrointestinal, ginjal
MEKANISME KOPING
1. Task Oriented Reaction

Perilaku Menyerang
(Agresif)

Perilaku Menarik
Diri

Perilaku Kompromi
MEKANISME KOPING
2. Ego Oriented Reaction
Proyeksi
Disosiasi

Intelektualisasi Rasionalisasi

Identifikasi Reaksi Formasi

Introjeksin Regresi

Kompensasi
Represi

Penyangkalan (Denial)
Pemisahan (Splitting)

Pemindahan (Displacement)
Sublimasi

Isolasi
Supresi

Undoing Tindakan
Kecemasan dapat diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan
menurut alat ukur kecemasan yang disebut HARS (Hamilton Anxiety Rating
Scale). Skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang didasarkan pada
munculnya symptom pada individu yang mengalami kecemasan.

Menurut skala HARS terdapat 14 syptoms yang nampak pada individu


yang mengalami kecemasan. Setiap item yang diobservasi diberi 5 tingkatan
skor rantara 0 (Nol Present) sampai dengan 4 (severe).
Skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang dikutip Nursalam
(2003) penilaian kecemasan terdiri dan 14 item, meliputi:
1. Perasaan Cemas firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah tersinggung.
2. Ketegangan merasa tegang, gelisah, gemetar, mudah terganggu dan lesu.
3. Ketakutan: takut terhadap gelap, terhadap orang asing, bila tinggal sendiri dan takut
pada binatang besar.
4. Gangguan tidur: sukar memulai tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak pulas
dan mimpi buruk.
5. Gangguan kecerdasan: penurunan daya ingat, mudah lupa dan sulit konsentrasi.
6. Perasaan depresi: hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hobi, sedih,
perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari.
7. Gejala somatik: nyeri pada otot-otot dan kaku, gertakan gigi, suara tidak stabil dan
kedutan otot.
8. Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk, penglihatan kabur, muka
merah dan pucat serta merasa lemah.
9. Gejala kardiovaskuler: takikardi, nyeri di dada, denyut nadi mengeras
dan detak jantung hilang sekejap.
10. Gejala pernapasan: rasa tertekan di dada, perasaan tercekik, sering
menarik napas panjang dan merasa napas pendek.
11. Gejala gastrointestinal: sulit menelan, obstipasi, berat badan
menurun, mual dan muntah, nyeri lambung sebelum dan sesudah makan,
perasaan panas di perut.
12. Gejala urogenital: sering kencing, tidak dapat menahan kencing,
aminorea, ereksi lemah atau impotensi.
13. Gejala vegetatif: mulut kering, mudah berkeringat, muka merah, bulu
roma berdiri, pusing atau sakit kepala.
14. Perilaku sewaktu wawancara: gelisah, jari-jari gemetar,
mengkerutkan dahi atau kening, muka tegang, tonus otot meningkat dan
napas pendek dan cepat.
Cara penilaian kecemasan adalah dengan memberikan nilai
dengan kategori:
0 = tidak ada gejala sama sekali
1 = Satu dari gejala yang ada
2 = Sedang/ separuh dari gejala yang ada
3 = berat/lebih dari ½ gejala yang ada
4 = sangat berat semua gejala ada

Penentuan derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai


skor dan item 1- 14 dengan hasil:
1. Skor kurang dari 6 = tidak ada kecemasan.
2. Skor 7 – 14 = kecemasan ringan.
3. Skur 15 – 27 = kecemasan sedang.
4. Skor lebih dari 27 = kecemasan berat.
BAB II & III Jiwa .doc