Anda di halaman 1dari 6

PENGENDALIAN INTERAKTIF

Pengendalian interaktif
sistem pengendalian manajemen hari ini yang
menentukan strategi hari esok, dengan tujuan utama
memfasilitasi terciptanya organisasi pembelajaran
mengingatkan manajemen terhadap ketidakpastian
strategis baik berupa masalah ataupun peluang.
Ketidakpastian strategis
pergeseran lingkungan secara mendasar yang
mungkin mengganggu aturan-aturan yang dijalankan
oleh suatu organisasi.
Perbedan antara faktor kunci keberhasilan dan
ketidakpastian strategis

Faktor kunci Ketidakpastian


keberhasilan strategis adalah dasar
diturunkan dari stratesi perusahaan untuk
yang dipilih mencari strategi baru.
Karakteristik pengendalian interaktif:
Ketidakpastian strategis yang dihadapi oleh bisnis menjadi
titik pusat.
Eksekutif senior menerima informasi semacam itu dengan
serius.
Perhatian fokus pada output informasi.
Interpretasi dan pembahasan implikasi dari informasi untuk
inisiatif strategis masa depan.
Rapat dilakukan sesuai asumsi yang mendasari serta
tindakan yang sesuai.
Perusahaan sebaiknya memantau diskontuinitas
teknologi berikut:

1. Pertumbuhan internet dan e-commerce memiliki implikasi


potensial bagi banyak perusahaan.
2. Teknologi pemusatan akan memiliki dampak-dampak
3. Miniaturisasi dapat membuka peluang bagi produsen alat-alat
elektronik serta alat rumah tangga.
4. Pergeseran dari barang fisik ke jasa dengan cepat mengubah
industri otomotif serta usaha barang tahan lama.
Diskontuinitas berikut ini yang disebabkan oleh
globalisasi memiliki potensi untuk menciptakan
peluang baru:

1. Liberalisasi, deregulasi, dan privatisasi memiliki potensi


untuk menciptakan segmen pelanggan baru yang besar dalam
pasar-pasar yang baru muncul.
2. Pesaing baru dari pasar yang baru muncul bisa menjadi
pemain global dimasa depan.
Suatu subsitem seharusnya memenuhi kondisi-
kondisi berikut ini sebelum dapat digunakan
sebagai sistem pengendalian interaktif:

1. Data dalam subsistem harus tidak ambigu serta mudah


dipahami dan diinterpretasikan.
2. Subsistem tersebut harus memuat data mengenai
ketidakpastian strategis.
3. Data dalam subsistem seharusnya membantu perusahaan
untuk mengembangkan strategi baru.