Anda di halaman 1dari 26

Gangguan klinis

kondisi lainnya
dalam psikiatri

Oleh
dr. Sulistiana Dewi,SpKJ
Sindrom perilaku yang berhubungan dengan
gangguan fisiologis dan faktor fisik (F50-F59)

F50. GANGGUAN MAKAN


Mengurangi berat badan dengan sengaja,
dipacu atau dipertahankan oleh penderita
• Anoreksia Nervosa
– Merangsang muntah oleh diri sendiri
(bulimia)
– Menggunakan pencahar (urus-urus)
– Olahraga berlebihan
– Memakai obat penekan nafsu makan
dan/ atau diuretika
• Adanya pikiran yang terganggu pada “bentuk tubuh”
(takut gemuk)
F51. Gangguan tidur non-organik
• Insomnia Non-organik
– Kesulitan masuk tidur atau mempertahankan
tidur, atau kualitas tidur yang buruk
– Ggn 3 x dalam seminggu,
selama satu bulan
– Adanya preokupasi (pikiran
terus menerus)“tidak bisa tidur”
– Mempengaruhi fungsi sosial
dan pekerjaan
– Dapat disertai depresi,
ggn cemas atau obsesi
• Hipersomnia Non-organik
– Rasa kantuk pada siang hari yang
berlebihan atau adanya “serangan tidur”
(tidak disebabkan tidur yang kurang)
– Gangguan tidur terjadi tiap hari, selama 1 bulan
• Somnambulisme (sleepwalking)
– Episode bangun dari tempat tidur pada sepertiga awal
tidur malam, dan terus berjalan-jalan (kesadaran
berubah)
– Saat terjadi, individu menunjukan wajah
bengong, tak memberi respon terhadap
upaya orang untuk mempengaruhi atau
berkomunikasi dan hanya dapat
dibangunkan dari tidur dengan susah payah
– Saat sadar individu tidak ingat apa-apa
• F52 disfungsi seksual bukan disebabkan oleh
gangguan atau penyakit organik

– Kurang atau hilangnya


nafsu seksual
– Disfungsi orgasme
– Eyakulasi dini
– Vaginismus non-organik terjadi spasme otot-
otot vagina, menyebabkan tertutupnya
pembukaan vagina pada saat hubungan sex
– Dispareunia non-organik  nyeri pada waktu
hubungan sex
– Dorongan sexual berlebihan
Gangguan kepribadian dan
perilaku masa dewasa (F60.)

Kepribadian karakteristik yang


membedakan seseorang, berkembang konstan,
cara seseorang beradaptasi dengan lingkungan
internal dan eksternal

Gangguan kepribadian
10-20% pada
(GK) penting dalam
populasi umum
praktik klinis
Fungsi utama kepribadian adalah merasakan, memikirkan, dan
menggabungkan ketiga unsur menjadi perilaku bertujuan

temperamen karakter

jiwa

KEPRIBADIAN
GANGGUAN KEPRIBADIAN

• Sifat kepribadian tidak fleksibel &


maladaptif, dpt menyebabkan ggn
fungsional yg bermakna
• Menolak bantuan psikiatrik &
menyangkal masalahnya
• Tidak merasa cemas ttg perilaku
maladaptifnya
• Biasanya berhubungan dgn masalah
pekerjaan & kinerja sosial
Klasifikasi GK-ICD X
Kriteria gangguan kepribadian:
• Disharmoni sikap dan perilaku yang
cukup berat meliputi beberapa fungsi,
seperti: afek, kesiagaan, pengendalian
impuls, cara memandang dan berpikir, gaya
berhubungan dengan orang lain.
• Pola perilaku abnormal berlangsung lama
• Pola perilaku abnormal bersifat menetap/ mendalam
dan maladaftif
• sudah ada sejak kanak, berlanjut ke dewasa
• Gangguannya menyebabkan penderitaan pribadi,
tetapi baru menjadi nyata setelah perjalanan yang
lanjut
• Kadang-kadang berkaitan dengan masalah-masalah
dalam pekerjaan dan kinerja sosial
Cluster A
KARAKTERISTIK

Kecurigaan yang bertahan lama dan


ketidakpercayaan terhadap orang lain secara umum

Menolak tanggung jawab untuk diri sendiri dan


menganggap sebagai tanggung jawab orang lain.

Menyendiri, eksentrik, kurang hangat

Seringkali gelisah, marah dan iritabel


Gangguan kepribadian:
Paranoid-Skizoid-Skizotipal
Cluster B

• Disebut sebagai dramatic, impulsive, dan


erratic features (tidak pasti)
• Yang terdiri dari:
–Antisosial
–Ambang(boderline)
–Narsissistik
–Histrionik
• Pada populasi umum: 3 % ♂, 1 % ♀
Cluster C
• “Anxious & fearful personalities”
• Kendala menegakkan diagnosis  gejala tumpang
tindih dengan ansietas & depresi.
• Gambaran klinis:
• Sifat takut-takut
• Ketegangan terus menerus
• Kecenderungan gelisah
• Ketergantungan
• Kurangnya percaya diri
• Cemas menghindar-dependen- anankastik (obsesif-
kompulsif)
F63. Gangguan Kebiasaan dan Impuls
Tindakan berulang yang tidak
mempunyai motivasi rasional yang jelas, perilakunya
tidak dapat dikendalikan. Terdapat periode ketegangan
dengan rasa lega
• Judi patologis
• Bakar patologis (Piromania)
• Curi patologis (Kleptomania)
• Trikotilomania (mencabut rambut)
RETARDASI MENTAL

• Retardasi Mental sebenarnya bukan suatu


penyakit walaupun retardasi mental
merupakan hasil dari proses Patologik di
dalam otak yang memberikan gambaran
keterbatasan terhadap Intelektualitas dan
fungsi Adaptif.
• Retardasi Mental ini dapat terjadi dengan
atau tanpa gangguan jiwa maupun
gangguan fisik lainnya
• Keadaan tersebut ditandai dengan fungsi
kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata
dan disertai dengan berkurangnya kemampuan
untuk menyesuaikan diri atau perilaku adaptif

• Ringan52-68· Bisa membangun kemampuan


sosial & komunikasi · Koordinasi otot sedikit
terganggu · Seringkali tidak terdiagnosis· Bisa
mempelajari pelajaran kelas 6 pada akhir usia
belasan tahun · Bisa dibimbing ke arah pergaulan
sosial · Bisa dididik, Biasanya bisa mencapai
kemampuan kerja & bersosialisasi yg cukup,
tetapi ketika mengalami stres sosial ataupun
ekonomi, memerlukan bantuan
• Moderat36-51· Bisa berbicara & belajar
berkomunikasi · Kesadaran sosial kurang ·
Koordinasi otot cukup· Bisa mempelajari beberapa
kemampuan sosial & pekerjaan · Bisa belajar
bepergian sendiri di tempat-tempat yg dikenalnya
dengan baik· Bisa memenuhi kebutuhannya sendiri
dengan melakukan pekerjaan yg tidak terlatih atau
semi terlatih dibawah pengawasan · Memerlukan
pengawasan & bimbingan ketika mengalami stres
sosial maupun ekonomi yg ringan

• Berat20-35· Bisa mengucapkan beberapa kata ·


Mampu mempelajari kemampuan untuk menolong
diri sendiri · Tidak memiliki kemampuan ekspresif
atau hanya sedikit · Koordinasi otot jelek· Bisa
berbicara atau belajar berkomunikasi · Bisa
mempelajari kebiasaan hidup sehat yg sederhana·
Bisa memelihara diri sendiri dibawah
pengawasan · Dapat melakukan
beberapa kemampuan perlindungan
diri dalam lingkungan yg terkendali.

• Sangat berat19 atau kurang· Sangat terbelakang ·


Koordinasi ototnya sedikit sekali · Mungkin memerlukan
perawatan khusus· Memiliki beberapa koordinasi otot ·
Kemungkinan tidak dapat berjalan atau berbicara·
Memiliki beberapa koordinasi otot & berbicara · Bisa
merawat diri tetapi sangat terbatas · Memerlukan
perawatan khusus
Autistic disorder
(Gangguan autistik)
Hendaya kualitatif dalam interaksi sosial
Gangguan komunikasi & bahasa
Perilaku stereotipik (berulang-ulang)
Ketakstabilan mood & afek
Respons berlebih atau kurang terhadap beberapa
stimuli sensorik
Gejala2 perilaku yg terkait (hiper/hipo-kinesis,
agresi, tantrum, melukai-diri, perhatian pendek,
kemampuan fokus pada tugas yg buruk,
insomnia, masalah makan, enuresis)
• Dapat merupakan gangguan
seumur hidup
• Sebagian dapat berfungsi
dengan baik
• IQ > 70 + memakai bahasa
komunikatif sebelum usia 5
th  prognosis lebih baik
Gangguan Hiperkinetik (F90)
Gangguan Pemusatan Perhatian
DAN Hiperaktivitas (GPPH)
• Berkurangnya kemampuan mempertahankan
perhatian dan tingginya impulsivitas pada
anak dan remaja.
• Biasanya orangtua membawa konsultasi saat
anak bersekolah formal keluhan sebagai
“anak nakal, tdk kenal takut, jalan2 dikelas,
banyak berbicara dikelas, bengong2,dll”
INATENSI GEJALA
a. Seringkali gagal untuk memberi perhatian terhadap detil-detil
atau membuat kesalahan-kesalahan yg ceroboh dalam PR,
pekerjaan, atau aktivitas yg lain
b. Seringkali mempunyai kesukaran mempertahankan perhatian
dalam tugas atau aktivitas permainan
c. Seringkali tak tampak mendengarkan ketika diberi tahu secara
langsung
d. Seringkali tak mengikuti instruksi dan gagal untuk menyelesaikan
PR, pekerjaan sehari-hari, atau kewajiban-kewajiban di tempat
kerja (bukan karena perilaku menentang atau gagal utk
memahami instruksi)
e. Seringkali mempunyai kesukaran mengorganisir tugas dan
aktivitas
f. Seringkali menghindari, tak menyukai, atau enggan utk ikut serta
dalam tugas yg menuntut usaha mental yg terus menerus.
g. Seringkali kehilangan barang-barang yg diperlukan utk tugas
atau aktivitas
h. Seringkali mudah teralih oleh stimuli eksternal
i. Seringkali pelupa dalam aktivitas sehari-hari
HIPERAKTIVITAS
a. Seringkali duduk dengan tangan atau kaki
gelisah atau menggeliat-geliat di tempat duduk
b. Seringkali meninggalkan tempat duduk dalam kelas
atau dalam situasi-situasi yg lain dimana diharapkan
tetap duduk
c. Seringklai berlarian atau memanjat secara berlebihan
dalam situasi-situasi yg tak sesuai (remaja: perasaan-
perasaan subyektif akan keresahan)
d. Seringkali mempunyai kesukaran memainkan atau ikut
serta dalam aktivitas-aktivitas senggang secara tenang
e. Seringkali “on the go” atau seringkali bertindak
seakan-akan “driven by a motor”
f. Seringkali berbicara berlebihan
IMPULSIVITAS

• Seringkali menjawab tanpa


berpikir sebelum pertanyaan-
pertanyaan terselesaikan
• Seringkali mempunyai kesukaran
menunggu giliran
• Seringkali menginterupsi atau
menyela pembicaraan orang lain
• Tiga tipe utama : inatensi,
hiperaktif/impulsif, atau kombinasi.