Anda di halaman 1dari 11

KOMUNIKASI TEMUAN DAN

PENYUSUNAN DRAF LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN
Nama Kelompok :
1. Nika
2. Moria
3. Rima
Teori komunikasi temuan dan penyusunan draf laporan hasil
pemeriksaan

Teori komunikasi temuan


- Tujuan pembicaraan awal tentang daftar temuan
1. Konfirmasi temuan audit dengan klien.
2. Mengetahui tanggapan klien atas daftar temuan audit.
3. Menghindari kesalahpahaman atau perbedaan interpretasi fakta.
4. Memperkuat hubungan kemitraan antara tim audit dengan klien.

- Pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan awal tentang daftar temuan


Pembicaraan awal tentang daftar temuan audit melibatkan pihak tim auditor,klien atau
manajemen organisasi yang diaudit,dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan hasil
audit.
-
1. UMAR : Sebutkan tanggapan yang diberikan oleh klaien
atas daftar temuan

2. Zedi :Coba anda jelaskan sistem komunikasi temuan dan


penyusunan draf laporan hasil keuangan.

3. Suatu t
- Materi pembicaraan awal tentang daftar temuan
Materi pada pembicaraan awal tentang daftar temuan audit adalah pemaparan
temuan audit. Pemaparan temuan audit dapat dipaparkan berdasarkan prioritas
permasalahan atau berdasarkan unit organisasi.
- Targer/Hasil pembicaraan awal tentang daftar temuan
Pada dasarnya komunikasi pada saat pelaksanaan audit antara auditor atau tim
audit dengan klien bertujuan agar auditor dapat memperoleh bukti yang
cukup,relevan dan kompoten sebagai dasar dalam membuat kesimpulan dan
rekomendasi audit.

Teori penyusunan Draf laporan hasil pemeriksaan


- Pengertian kesimpulan hasil pemeriksaan
Kesimpulan hasil pemeriksaan dibuat oleh auditor pada tahap akhir audit.
Kesimpulan hasil pemeriksaan memuat temuan audit,pernyataan auditor dan
rekomendasi auditor terhadap organisasi yang diaudit.
- Titik kritis kesimpulan hasil pemeriksaan.
1. hal-hal yang masih menjadi masalah dan belum dapat diselesaikan sampai saat
audit berakhir.
2. Pengakuan terhadap prestasi kerja klien,hasil perbaikan yang telah dilaksanakan
dan terutama bila perbaikan ini dpat diterapkan pada bagian lain.
3. Rekomendasi tindak lanjut bila memang ada hal-hal yang perlu dilakukan
perbaikan pada proses kerja klien.
4. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara pimpinan klien dan auditor internal
mengenai hasil temuan dan kesimpulan hasil audit maka perbedaan pendapat
tersebut harus juga diungkapkan dalam laporan hasil audit.

- Kualitas laporan hasil pemeriksaan


Kualitas laporan audit dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian dengan standar
setelah melalui review bukti objektif dalam pelaksanaan audit. Sebuah sistem audit
mutu dapat memverifikasi efektivitas sistem manajemen mutu. Laporan audit yang
berkualitas seharusnya dihasilkan dari proses pelaksanaan audit yang dapat
menunjukkan kesesuian dengan proses yang diperlukan.
Sistem komunikasi temuan dan penyusunan draf laporan hasil
pemeriksaan

- Sistem komunikasi temuan hasil pemeriksaan


Dengan keterampilan komunikasi yang baik,pelaksanaan audit akan berjalan secara
efektif dan efisisen,dalam hal:
1. Memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam pengujian audit.
2. Mengendalikan dan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan tim audit.
3. Meningkatkan kualitas audit.
4. Memperbaiki citra auditor internal.
- Sistem satu arah
Sistem komunikasi satu arah mengisyaratkan penyampaian pesan dari searh dari satu
pihak(seorang atau kelompok) kepada pihak lainnya baik secara langsung maupun
melalui media.
- Sistem dua arah
Diantara kedua belah pihak harus ada komunikasi dua arah atau komunikasi timbal
balik,untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-
cita,baik cita-cita pribadi,maupun kelompok,untuk mencapai tujuan suatu organisasi.
- Sistem penyusunan draf laporan hasil pemerikasaan
Sebuah laporan hasil audit yang baik akan memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Mengemukakan hal yang menurut pertimbangan auditor cukup penting untuk dilaporkan
b. Pelaporan diselesaikan dalam waktu yang tepat dan disusun sesuai dengan minat serta
kebutuhan penerimaan laporan.
c. Ketepatan laporan dan kecukupan bukti pendukung.
d. Bersifat meyakinkan pihak penerima laporan,khususnya terkait temuan,kesimpulan dan
rekomendasi.
e. Laporan hasil audit harus menyajikan temuan-temuan secara objektif tanpa
prasangka,sehingga memberikan perspektif yang tepat.
f. Pelaporan harus disajikan sejelas dan sesederhana mungkin.
g. Laporan hasil pemerikasaan harus lengkap
h. Laporan hasil audit harus disusun dengan nada konstruktif,sehingga membangkitkan
reaksi positif pembaca.
Siklus komunikasi temuan dan penyusunan draf laporan hasil
pemeriksaan

- Siklus komunikasi temuan hasil pemeriksaan.


Komunikasi yang dimaksud adalah pembicaraan awal tentang daftar temuan
audit. Komunikasi temuan ini memiliki sebuah siklus. Siklus tersebut terdiri
dari serangkaian akfitivitas yang dilakukan dalam pembicaraan tentang daftar
temuan.

1. Pemaparan daftar
temuan audit

4. Kesimpulan 2. Konfirmasi dan


pembicaraan diskusi

3. Tanggapan auditor
atas daftar temuan.
- Siklus penyusunan draf laporan hasil pemeriksaan
Siklus penyusunan
Proses penyusunan laporan hasil pemeriksaan harus dilakukan dengan
cermat,terutama pada beberapa hal berikut.
a. Temuan audit yang akan dituangkan dalam laporan harus dikompilasi dan
dianalisis tingkat signifikasinya.
b. Temuan audit harus dikonfirmasikan dengan klien untuk diketahui dan
dipahami.
c. Konsep laporan yang disusun dikaji terlebih dahulu agar diperoleh
keyakinan bahwa laporan telah lengkap dan benar.
Siklus tanggapan
Siklus tanggapan berkaitan dengan tanggapan klien terhadap temuan audit yang
diperoleh auditor. Siklus tanggapan ini dimulai dengan pemberian tanggapan
klien terhadap temuan audit.
Tenik komunikasi temuan dan penyusunan draf laporan hasil
pemeriksaan

• Teknik komunikasi pemahaman auditor atas objek audit


• Tenik komunikasi temuan hasil pemeriksaan
• Teknik penyusunan draf laporan hasil pemeriksaan
• Teknik rekap hasil pemeriksaan
• Teknik penjumlahan hasil pemeriksaan
• Tenik penyesuaian hasil pemeriksaan
• Analisis hasil pemeriksaan
• \