Anda di halaman 1dari 49

PERAWATAN LUKA OPERASI

OLEH
HAJRI MAHYUNI, SST, MKM
• Suatu penanganan luka yang terdiri dari
membersihkan luka, mengangkat jahitan,
menutup dan membalut luka sehinga dapat
membantu proses penyembuhan luka.
TUJUAN

• Mencegah terjadinya infeksi.


• Mempercepat proses penyembuhan luka.
• Meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis
PERSIAPAN
• Set perawatan luka dan angkat jahitan dalam
bak instrumen steril :
– Sarung tangan steril.
– Pinset 4 (2 anatomis, 2 cirurgis)
– Gunting hatting up.
– Lidi waten.
– Kom 2 buah.
– Kasa steril.
• Plester
• Gunting perban
• Bengkok 2 buah
• Larutan NaCl
• Perlak dan alas
• Betadin
• Korentang
• Alkohol 70%
• Kapas bulat dan sarung tangan bersih
Persiapan Lingkungan
• Menutup tirai / jendela.
• Merapikan tempat tidur.
Pelaksanaan
• Mengatur posisi sesuai dengan kenyamanan
pasien.
• Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
yang akan dilakukan.
• Inform Consent.
• PROSEDUR PELAKSANAAN
• Jelaskan prosedur pada klien dengan
menggambarkan langkah-langkah perawatan
luka.
• Dekatkan semua peralatan yang diperlukan.
• Letakkan bengkok dekat pasien.
• Tutup ruangan / tirai di sekitar tempat tidur.
• Bantu klien pada posisi nyaman.
• Cuci tangan secara menyeluruh.
• Pasang perlak dan alas.
• Gunakan sarung tangan bersih sekali pakai dan
lepaskan plester. Angkat balutan dengan pinset.
• Lepaskan plester dengan melepaskan ujung dan
menariknya dengan perlahan, sejajar pada kulit
dan mengarah pada balutan.
• Dengan sarung tangan/pinset, angkat balutan.
• Bila balutan lengket pada luka, lepaskan dengan
memberikan larutan NaCl.
• Observasi karakter dan jumlah drainase.
• Buang balutan kotor pada bengkok, lepaskan
sarung tangan dan buang pada bengkok yang
berisi Clorin 5%.
• Buka bak instrumen, siapkan betadin dan larutan
NaCl pada kom, siapkan plester, siapkan depres.
• Kenakan sarung tangan steril.
• Inspeksi luka, perhatikan kondisinya, letak drain,
integritas jahitan dan karakter drainase serta
palpasi luka (kalau perlu).
• Bersihkan luka dengan larutan NaCl dan
betadin dengan menggunkan pinset. Gunakan
satu kasa untuk setiap kali usapan. Bersihkan
dari area yang kurang terkontaminasi ke area
yang terkontaminasi. Gunakan dalam tekanan
progresif menjauh dari insisi/tepi luka.
• Gunakan kasa baru untuk mengeringkan
luka/insisi. Usap dengan cara seperti pada
langkah 17.
• Melepaskan jahitan satu persatu selang seling
dengan cara : menjepit simpul jahitan dengan
pinset cirurgis dan ditarik sedikit ke atas
kemudian menggunting benang tepat
dibawah simpul yang berdekatan dengan
kulit/pada sisi lain yang tidak ada simpul.
• Olesi luka dengan betadin.
• Menutup luka dengan kasa steril dan di
plester.
• Merapikan pasien.
• Membersihkan alat-alat dan mengembalikan
pada tempatnya.
• Melepaskan sarung tangan.
• Perawat mencuci tangan.
• HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
• Pengangkatan balutan dan pemasangan kembali
balutan dapat menyebabkan pasien terasa nyeri.
• Cermat dalam menjaga kesterilan.
• Mengangkat jahitan sampai bersih tidak ada yang
ketinggalan.
• Teknik pengangkatan jahitan di sesuaikan dengan
tipe jahitan.
• Peka terhadap privasi klien.
Proses Penyembuhan Luka
• Luka akan sembuh sesuai dengan tahapan
yang spesifik dimana bisa terjadi tumpang
tindih (overlap)
• 2. Proses penyembuhan luka tergantung
pada jenis jaringan yang rusak serta penyebab
luka tersebut
Fase penyembuhan luka :
a. Fase inflamasi
• § Hari ke 0-5
• § Respon segera setelah terjadi injuri
• § Pembekuan darah
• § Untuk mencegah kehilangan darah
• § Karakteristik : tumor, rubor, dolor, color, functio
laesa
• § Fase awal terjadi haemostasis
• § Fase akhir terjadi fagositosis
• § Lama fase ini bisa singkat jika tidak terjadi
infeksi
Fase proliferasi or epitelisasi
• Hari 3 – 14
• Disebut juga dengan fase granulasi adanya
pembentukan jaringan granulasi pada luka
• Luka nampak merah segar, mengkilat
• Jaringan granulasi terdiri dari kombinasi : Fibroblasts,
sel inflamasi, pembuluh darah yang baru, fibronectin
and hyularonic acid
• Epitelisasi terjadi pada 24 jam pertama ditandai
dengan penebalan lapisan epidermis pada tepian luka
• Epitelisasi terjadi pada 48 jam pertama pada luka insisi
Fase maturasi atau remodelling
• Berlangsung dari beberapa minggu sampai
dengan 2 tahun
• Terbentuknya kolagen yang baru yang mengubah
bentuk luka serta peningkatan kekuatan jaringan
(tensile strength)
• Terbentuk jaringan parut (scar tissue)
• 50-80% sama kuatnya dengan jaringan
sebelumnya
• Terdapat pengurangan secara bertahap pada
aktivitas selular and vaskularisasi jaringan yang
mengalami perbaikan.
Faktor Yang Mempengaruhi Proses
Penyembuhan Luka
• Status Imunologi
• Kadar gula darah (impaired white cell function)
• Hidrasi (slows metabolism)
• Nutriisi
• Kadar albumin darah (‘building blocks’ for repair,
colloid osmotic pressure – oedema)
• Suplai oksigen dan vaskularisasi
• Nyeri (causes vasoconstriction)
• Corticosteroids (depress immune function)
Pemilihan Balutan Luka
• Balutan luka (wound dressings) secara khusus
telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat selama hampir dua dekade ini. Revolusi
dalam perawatan luka ini dimulai dengan
adanya hasil penelitian yang dilakukan oleh
Professor G.D Winter pada tahun 1962 yang
dipublikasikan dalam jurnalNature tentang
keadaan lingkungan yang optimal untuk
penyembuhan luka.
Menurut Gitarja (2002), adapun alasan
dari teori perawatan luka dengan
suasana lembab ini antara lain:
• Mempercepat fibrinolisis
• Fibrin yang terbentuk pada luka kronis dapat dihilangkan
lebih cepat oleh netrofil dan sel endotel dalam suasana
lembab.
• Mempercepat angiogenesis
• Dalam keadaan hipoksia pada perawatan luka tertutup
akan merangsang lebih pembentukan pembuluh darah
dengan lebih cepat.
• Menurunkan resiko infeksi
• Kejadian infeksi ternyata relatif lebih rendah jika
dibandingkan dengan perawatan kering.
• Mempercepat pembentukan Growth factor
• Growth factor berperan pada proses
penyembuhan luka untuk membentuk stratum
corneum dan angiogenesis, dimana produksi
komponen tersebut lebih cepat terbentuk dalam
lingkungan yang lembab.
• Mempercepat terjadinya pembentukan sel aktif.
• Pada keadaan lembab, invasi netrofil yang diikuti
oleh makrofag, monosit dan limfosit ke daerah
luka berfungsi lebih dini.
Perawatan Luka Bersih
• Perawatan luka bertujuan untuk
meningkatkan proses penyembuhan jaringan
juga untuk mencegah infeksi. Luka yang sering
ditemui oleh bidan di klinik atau rumah sakit
biasanya luka yang bersih tanpa kontaminasi
misal luka secsio caesaria, dan atau luka
operasi lainnya. Perawatan luka harus
memperhatikan teknik steril, karena luka
menjadi port de entre nya mikroorganisme
yang dapat menginfeksi luka.
PERSIAPAN
• Mencuci tangan
• Menyiapkan alat-alat dalam baki/trolley
• Alat Steril dalam bak instrumen ukuran sedang
tertutup:
ü Pinset anatomis (2 buah)
ü Pinset chirurgis (2 buah)
ü Handscoon steril
ü Kom steril (2 buah)
ü Kassa dan kapas steril secukupnya
ü Gunting jaringan/ Gunting Up Hecting (jika diperlukan)
• Alat Lain:
ü Gunting Verband/plester
ü Plester
ü Nierbekken (Bengkok)
ü Lidi kapas
ü Was bensin
ü Alas / Perlak
ü Selimut Mandi
ü Kapas Alkohol dalam tempatnya
ü Betadine dalam tempatnya
ü Larutan dalam botolnya (NaCL 0,9%)
ü Lembar catatan klien
MELAKUKAN PERAWATAN LUKA
• Mencuci tangan
• Lakukan inform consent lisan pada klien/keluarga dan
intruksikan klien untuk tidak menyentuh area luka atau
peralatan steril
• Menjaga privacy dan kenyamanan klien dan mengatur
kenyamanan klien
• Atur posisi yang nyaman bagi klien dan tutupi bagian tubuh
selain bagian luka dengan selimut mandi.
• Siapkan plester untuk fiksasi (bila perlu)
• Pasang alas/perlak
• Dekatkan nierbekken
• Paket steril dibuka dengan benar
• Kenakan sarung tangan sekali pakai
• Membuka balutan lama
• Basahi plester yang melekat dengan was
bensin dengan lidi kapas.
• Lepaskan plester menggunakan pinset
anatomis ke 1 dengan melepaskan ujungnya
dan menarik secara perlahan, sejajar dengan
kulit ke arah balutan.
• Kemudian buang balutan ke nierbekken.
• Simpan pinset on steril ke nierbekken yang
sudah terisi larutan chlorin 0,5%
2. Kaji Luka:
• Jenis, tipe luka, luas/kedalaman luka, grade
luka, warna dasar luka, fase proses
penyembuhan, tanda-tanda infeksi perhatikan
kondisinya, letak drain, kondisi jahitan, bila
perlu palpasi luka denga tangan
non dominan untuk mengkaji ada tidaknya
puss.
• Membersihkan luka:
• Larutan NaCl/normal salin (NS) di tuang ke kom kecil ke
1
• Ambil pinset, tangan kanan memegang pinset chirurgis
dan tangan kiri memegang pinset anatomis ke-2
• Membuat kassa lembab secukupnya untuk
membersihkan luka (dengan cara memasukkan
kapas/kassa ke dalam kom berisi NaCL 0,9% dan
memerasnya dengan menggunakan pinset)
• Lalu mengambil kapas basah dengan pinset anatomis
dan dipindahkan ke pinset chirurgis
• Luka dibersihkan menggunakan kasa lembab dengan
kassa terpisah untuk sekali usapan. Gunakan teknik
dari area kurang terkontaminasi ke area
terkontaminasi.
• Menutup Luka
• Bila sudah bersih, luka dikeringkan dengan kassa steril
kering yang diambil dengan pinset anatomis kemudian
dipindahkan ke pinset chirurgis di tangan kanan.
• Beri topikal therapy bila diperlukan/sesuai indikasi
• Kompres dengan kasa lembab (bila kondisi luka basah)
atau langsung ditutup dengan kassa kering (kurang
lebih 2 lapis)
• Kemudian pasang bantalan kasa yang lebih tebal
• Luka diberi plester secukupnya atau dibalut dengan
pembalut dengan balutan yang tidak terlalu ketat.
• Alat-alat dibereskan
• Lepaskan sarung tangan dan buang ke tong
sampah
• Bantu klien untuk berada dalam posisi yang
nyaman
• Buang seluruh perlengkapan dan cuci tangan
DOKUMENTASI
• Hasil observasi luka
• Balutan dan atau drainase
• Waktu melakukan penggantian balutan
• Respon klien
Perawatan Luka Basah
• Balutan basah kering adalah tindakan pilihan untuk
luka yang memerlukan debridemen (pengangkatan
benda asing atau jaringan yang mati atau berdekatan
dengan lesi akibat trauma atau infeksi sampai sekeliling
jaringan yang sehat)
• Indikasi : luka bersih yang terkontaminasi dan luka
infeksi yang memerlukan debridement
Tujuan :
1. Membersihkan luka terinfeksi dan nekrotik
2. Mengabsorbsi semua eksudat dan debris luka
3. Membantu menarik kelompok kelembapan ke
dalam balutan
Persiapan alat :
• Bak balutan steril :
• Kapas balut atau kasa persegi panjang
• Kom kecil 2 buah
• 2 pasang pinset (4 buah) atau minimal 3 buah
(2 cirurgis dan 1 anatomis)
• Aplikator atau spatel untuk salaep jika
diperlukan
• Sarung tangan steril jika perlu
• Perlak dan pengalas
• Bengkok 2 buah
• Bengkok 1berisi desinfektan 0,5 % untuk
merendam alat bekas
• Bengkok 2 untuk sampah
• Larutan Nacl 0,9 %
• Gunting plester dan sarung tangan bersih
• Kayu putih dan 2 buah kapas lidi
Prosedur
• Jelaskan prosedur yang akan dilakuakan
• Dekatkan peralatan di meja yang mudah
dijangkau perawat
• Tutup ruangan sekitar tempat tidur dan pasang
sampiran
• Bantu klien pada posisi nyaman. Buka pakaian
hanya pada bagian luka dan instruksikan pada
klien supaya tidak menyentuh daerah luka atau
peralatan
• Cuci tangan
• Pasang perlak pengalas di bawah area luka
• Pakai sarung tangan bersih, lepaskan plester
dengan was bensin menggunakan lidi kapas,
ikatan atau balutan. Lepaskan plester dengan
melepaskan ujung dan menariknya dengan
perlahan sejajar kulit dan mengarah pada
balutan. Jika masih terdapat bekas plester di kulit
bersihkan dengan kayu putih
• Angkat balutan kotor perlahan-lahan dengan
menggunakan pinset atau sarung tangan,
pertahankan permukaan kotor jauh dari
penglihatan klien. Bila terdapat drain angkat
balutan lapis demi lapis
• Bila balutan lengket pada luka lepaskan dengan
menggunakan normal salin ( NaCl 0,9 % )
• Observasi karakter dari jumlah drainase pada
balutan
• Buang balutan kotor pada sampah, hindari
kontaminasi permukaan luar kantung, lepaskan
sarung tangan dan simpan pinset dalam bengkok
yang berisi larutan desinfektan
• Buka bak steril, tuangkan larutan normal salin
steril ke dalam mangkok kecil. Tambahkan kassa
ke dalam normal salin
• Kenakan sarung tangan steril
• Inspeksi keadaan luka, perhatikan kondisinya,
letak drain, integritas jahitan atau penutup kulit
dan karakter drainase ( palpasi luka bila perlu
dengan bagian tangan yang nondominan yang
tidak akan menyentuh bahan steril )
• Bersihkan luka dengan kapas atau kassa lembab
yang telah dibasahi normal salin. Pegang kassa
atau kapas yang telah dibasahi dengan pinset.
Gunakan kassa atau kapas terpisah untuk setiap
usapan membersihkan. Bersihkan dari area yang
kurang terkontaminasi ke area terkontaminasi
• Pasang kassa yang lembab tepat pada permukaan
kulit yang luka. Bila luka dalam maka dengan
perlahan buat kemasan dengan menekuk tepi
kasa dengan pinset. Secara perlahan masukan
kassa ke dalam luka sehingga semua permukaan
luka kontak dengan kassa lembab
• Luka ditutup dengan kassa kering. Usahakan serat
kassa jangan melekat pada luka. Pasang kassa
lapisan kedua sebagai lapisan penerap dan
tambahkan lapisan ketiga
• Luka difiksasi dengan plester atau dibalut dengan
rapi,
• Lepaskan sarung tangan dan buang ke tempat
yang telah disediakan, dan simpan pisnet yang
telah digunakan pada bengkok perendam
• Bereskan semua peralatan dan bantu pasien
merapikan pakaian, dan atur kembali posisi
yang nyaman
• Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
• Dokumentasikan hasil, observasi luka, balutan dan
drainase, termasuk respon klien
• Perhatian :
• Pengangkatan balutan dan pemasangan kembali
balutan basah kering dapat menimbulkan rasa nyeri
pada klien
• Perawat harus memberikan analgesi dan waktu
penggantian balutan sesuai dengan puncak efek obat
• Pelindung mata harus digunakan jika terdapat resiko
adanya kontaminasi ocular seperti percikan dari luka
Kesimpulan
• suatu luka adalah terputusnya kontinuitas
suatu jaringan oleh karena adanya cedera atau
pembedahan. Luka ini bisa diklasifikasikan
berdasarkan struktur anatomis, sifat, proses
penyembuhan dan lama penyembuhan. Luka
adalah rusaknya kesatuan/komponen
jaringan, dimana secara spesifik terdapat
substansi jaringan yang rusak atau hilang.
• Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul
:
1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi
organ
2. Respon stres simpatis
3. Perdarahan dan pembekuan darah
4. Kontaminasi bakteri
5. Kematian sel
• Penggunaan ilmu dan teknologi serta inovasi
produk perawatan luka dapat memberikan nilai
optimal jika digunakan secara tepat
• Prinsip utama dalam manajemen perawatan luka
adalah pengkajian luka yang komprehensif agar
dapat menentukan keputusan klinis yang sesuai
dengan kebutuhan pasien
• Peningkatan pengetahuan dan keterampilan klinis
diperlukan untuk menunjang perawatan luka
yang berkualitas