Anda di halaman 1dari 18

ABSES PERITONSILAR

Presentan :
Desyani Aviciena A. P.
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. T
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 45 tahun
 Alamat : Katapang, Soreang
 No. CM : 151381
 Tanggal Pemeriksaan : 12 – 04 – 2018
KELUHAN UTAMA
Nyeri Menelan
ANAMNESIS
Pasien datang dengan keluhan nyeri menelan sejak
1 minggu SMRS, nyeri dirasakan tiba-tiba dan semakin
memburuk hingga sulit untuk makan makanan padat
seperti biasanya. Nyeri menelannya tidak diobati.

Pasien mengaku 3 hari SMRS merasa tidak enak


badan, badan terasa lebih hangat namun tidak terlalu
panas. Pasien juga merasa bengkak di daerah leher kiri
yang nyeri jika ditekan.
Pasien mengaku pagi hari sebelum masuk
rumah sakit pasien mengaca dan melihat
tenggorokannya dan dilihatnya merah dan
bengkak, pasien memutuskan untuk ke dokter.
Pasien menyangkal adanya batuk dan pilek,
sering terbangun saat tidur karena merasa sesak,
kesulitan bernapas tidak ada.
STATUS GENERALIS
 Pasien Kooperatif
 Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
 Kesadaran : Composmentis
 Tanda Vital
TD : 110/80 mmHg
N : 78x/m
R : 22x/m
S : 37,1 C
 Mata : Conjuntiva Anemis (-/-) Sclera Icteric (-/-)
 Mulut : Mukosa oral basah, trismus (-)
 Leher : JVP tidak meningkat, KGB tidak teraba
membesar, nyeri tekan sub mandibular angle (+)
 Toraks
 Jantung : Cor S1 S2 Murni Reguler, murmur (-), Gallop (-
)
 Paru : VBS Kanan=Kiri, Rh (-/-), Wh (-/-)

 Ekstrimitas : Akral hangat, CRT <2detik, edema (-)


STATUS LOKALIS: TELINGA
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Preaurikula Kongenital Tidak Ada Tidak Ada
Radang & tumor Tidak Ada Tidak Ada
Trauma Tidak Ada Tidak Ada
Nyeri tekan Tidak Ada Tidak Ada
Aurikula Kongenital Tidak Ada Tidak Ada
Radang & tumor Tidak Ada Tidak Ada
Trauma Tidak Ada Tidak Ada
Nyeri tarik Tidak Ada Tidak Ada
Retroaurikula
Edema Tidak Ada Tidak Ada
Hiperemis Tidak Ada Tidak Ada
Nyeri tekan Tidak Ada Tidak Ada
Sikatriks Tidak Ada Tidak Ada
Fistula Tidak Ada Tidak Ada
Fluktuasi Tidak Ada Tidak Ada
CAE
Kongenital Tidak Ada Tidak Ada
Kulit Tenang Tenang
Sekret Tidak Ada Tidak Ada
Serumen Tidak Ada Tidak Ada
Edema Tidak Ada Tidak Ada
Jaringan granulasi Tidak Ada Tidak Ada
Membrana
Timpani Warna Putih keabuan Putih keabuan
Intak Intak Intak
Refleks cahaya + +
STATUS LOKALIS: HIDUNG
Nasal
Pemeriksaan
Dextra Sinistra
Keadaan Bentuk & ukuran Dalam batas Dalam batas
Luar normal normal
Rhinoskopi Mukosa Edema normal
Anterior Sekret Tidak ada Tidak ada
Concha Tidak Hiperemis Tidak hiperemis
Septum Tidak deviasi Tidak deviasi
Polip/tumor Tidak ada Tidak ada
Pasase udara Baik Baik
STATUS LOKALIS: ORAL CAVITY
Bagian Kelainan Keterangan
Mulut Mukosa mulut Tenang
Lidah Bersih, basah, gerakan normal ke segala arah
Palatum molle Tenang, simetris
Gigi geligi Caries (-),
Uvula Simetris
Halitosis (-)
Tonsil Mukosa Tenang/Tenang
Besar T1/T1
Kripta Tidak melebar/Tidak melebar
Peritonsiler Edema, Hiperemis (Sinistra)

Faring Mukosa Hiperemis


Granula -
Post nasal drip -/-
Laring Epiglotis
Kartilago aritenoid
Plika ariepiglotis Tidak dilakukan
Plika vestibularis
Plika vokalis
DIAGNOSIS BANDING
 Abses Peritonsilar

 Peritonsilar cellulitis

 Peritonsilitis

USULAN PEMERIKSAAN
 Aspirasi abses

 Pemeriksaan darah rutin


HASIL PEMERIKSAAN
 Aspirasi percobaan  pus (+)

 DR
 Hb : 13,3 g/dl
 Ht : 40 %

 Lk : 13.300 /mm3

 Tr : 339.000 /mm3
DIAGNOSIS KERJA
 ABSES PERITONSILAR
PENATALAKSANAAN
Pro/ Insisi Drainase
PROGNOSIS
 Qua ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : ad bonam