Anda di halaman 1dari 29

Eklampsia

Oleh : dr. Farah Sonya Anastasya

Pendamping :
dr. EndryWinarko Sp.OG
dr. Dasit Riyadi
dr. Guntur
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. R
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 21 tahun
Status marital : Menikah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal MRS : 05 April 2017
Keluhan Utama
Pasien dibawa oleh keluarga ke RS karena kejang
Riwayat Penyakit Sekarang
 Pasien hamil anak pertama
 Pasien kejang sejak 12 jam SMRS
 Kejang lebih dari 10 kali @+5 menit
 Kejang seluruh tubuh
 Diantara kejang pasien tidak bisa diajak bicara
 Sebelum kejang pasien merasa pusing, mata berkunang – kunang dan
nyeri perut.
 Lendir (-), darah (-) Mual dan muntah (-)
 Albumin urin (+2) di pkm
Riwayat Penyakit Dahulu
 Hipertensi (-)
 DM (-)
 Epilepsi (-)
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum
GCS 4x5
 Vital Sign
Tekanan Darah : 170/100
Suhu : 380C
Nadi : 100 x / menit
Pernapasan : 22 x / menit
Pemeriksaan Fisik (lanjutan)
 Kepala dan Leher : dbn
 Thorax : dbn
 Ekstremitas : edema (-)
Status Obstetri
 Abdomen
 Inspeksi
 Kulit berwarna sawo matang, striae (+), sikatriks
(-)
 Perut tampak membesar + 3 jari di atas pusar
 Palpasi
 Leopold I
 TFU : 24cm , teraba bagian lunak pada daerah fundus uteri
 Leopold II
 Punggung kiri
 Leopold III
 Teraba bagian yang keras pada daerah bawah
 Leopold IV
 Bagian yang keras belum masuk PAP
 Auskultasi
Doppler ( DJJ) tidak terdengar
 Genitalia Eksterna
Inspeksi luar : Vulva tidak ditemukan kelainan
 Genitalia Interna
VT : tidak ditemukan pembukaan portio, lendir (-), darah (-)
Asessment
 GIP0A0 UK 28 minggu + Eklampsia
Planning
 Inf RL 1500 cc/24 jam
 Inj MgSO4 4 g IV bolus pelan
 Inj MgSO4 6 g drip dalam RL
 Pasang DC
 Terminasi
TINJAUAN PUSTAKA
Hipertensi kronis

Preeklampsia –
eklampsia
Hipertensi dalam
Kehamilan
Hipertensi dalam kehamilan
dengan superimposed
preeklampsia

Hipertensi gestasional /
transient hypertension
Preeklampsia

Preeklampsia Preeklampsia berat


ringan (PER) (PEB)
Etiologi
 Teori kelainan vaskularisasi plasenta
 Teori iskemia plasenta,radikal bebas dan disfungsi
endotel
 Teori intoleransi imunolgik antara ibu dan janin
 Teori adaptasi kardiovaskular
 Teori genetik
 Teori defisiensi besi
 Teori inflamasi
Faktor resiko
 Primigravida , primipaternitas
 Hiperplasentosis
 Usia
 Riwayat keluarga
 Penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum
hamil
 Obesitas
Preeklampsia Ringan
 Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg
 Proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ 1+ dipstick
 Edema pada lengan, muka dan perut, serta edema generalisata
Preeklampsia Berat
 Tekanan darah ≥ 160 / 110 mmHg
 Proteinuria 5 gram / 24 jam atau + 4 pada pemeriksaan dipstick
 Oliguria
 Kenaikan kadar kreatinin plasma
 Gangguan visus dan serebral
 Nyeri epigastrium / nyeri pada kuadran kanan atas
 Edema paru dan sianosis
 Hemolisis mikroangiopatik
 Trombositopenia berat
 Gangguan fungsi hepar
 Pertumbuhan janin intrauterin yang terlambat
 HELLP syndrome
Eklampsia
 Eklampsia adalah gejala preeklampsia berat yang disertai dengan
kejang tonik klonik generalisata atau menyeluruh bahkan koma
 Impending eclampsia atau imminent eclampsia
Tanda – tanda eclampsia

 Harus dipikirkan kemungkinan penyebab kejang yang


lain
 Kejang diawali kejang tonik 15 – 30 detik
 Disusul kejang klonik selama 1 menit
 Penderita koma
Tanda – tanda eclampsia
Pada kejang akan terjadi :
 Peningkatan tekanan darah
 Suhu badan meningkat
 Inkontinensia urin
 Aspirasi sampai muntah
Tanda – tanda eclampsia
Setelah kejang dapat terjadi :
 Peningkatan RR (hingga 50x/m)
 Sianosis
 Disorientasi
 Gelisah
Tatalaksana Eklampsia
Perawatan Eklampsia
 ABC (airway, breathing, circulation)
 Mengatasi dan mencegah kejang
 Mengatasi hipoksemia dan asidemia
 Mencegah trauma pada pasien pasca kejang
 Mengendalikan tekanan darah
 Melahirkan janin dengan cara dan waktu yang tepat
Pengobatan medikamentosa
 Obat anti kejang
 Magnesium sulfat
 Diazepam
 Phenytoin
 Obat hipertensi (sistolik >160 dan / atau diastolik >
110)
 Nifedipin (10-20mg per oral, maks. 120 mg per 24 jam)
 Diuretik
Pemberian MgSO4
 Loading dose : 4 gram IV dlm 15 menit
 Maintenance dose : 6 gram dalam RL / 6 jam
 Syarat pemberian :
 Tersedia antidotum (kalsium glukonas)
 Refleks patella (+) kuat
 RR > 16 kali/menit
 Dihentikan 24 jam pasca persalinan atau 24 jam setelah
kejang berakhir
Perawatan saat kejang
 Dirawat di kamar isolasi yang cukup terang
 Tempat tidur lebar
 Rail tempat tidur dipasang dan dikunci dengan kuat
 Suction secara rutin
 Fiksasi cukup kendor
Perawatan saat koma
 Jaga jalan nafas tetap bebas
 Pasang NGT
Prognosis
 Bila penanganan tidak terlambat maka hasil perbaikan akan
tampak setelah kehamilan diakhiri
 Eklampsia tidak memengaruhi kehamilan berikutnya, kecuali pada
janin dari ibu yang sudah mempunyai hipertensi kronik
 Prognosis janin buruk, seringkali janin meninggal intrauterin atau
pada fase neonatal karena kondisi yang sangat inferior