Anda di halaman 1dari 32

Dokter, Aku tidak mau

Kelihatan Ompong
Kelompok 5
Tutor: drg. Risna S.
Nama Kelompok
 Rien Arinda I1D112201

 Kevin Kartiko I1D112211

 Zulhesya Aprilia I1D112046

 Nova Anggelia I1D112036

 Megawati Annisa I1D112008

 Rizki Indah P I1D112045

 Arbitia Juanda I1D112038

 Gusti Meidy L I1D112033

 M. Rizal Surya Permana I1D112014

 M. Amiril Nur Pratama I1D112031

 Devi Puspita Handayani I1D112207


SKENARIO
Penderita wanita usia 50 tahun datang ke klinik
prostodonsia dengan keluhan ingin dibuatkan gigi
tiruan lepasan. Keadaan umum penderita baik
dan dari keadaan klinis diketahui 4 gigi depan
anterior rahang atas dalam keadaan goyang
derajat 3 disebabkan karena ada penurunan
tulang alveolar sepanjang 2/3 akar gigi sehingga
tidak memungkinkan lagi untuk dirawat. Dari
pekerjaan diketahui bekerja sebagai penjaga toko
disebuah swalayan dan karena alasan sering
berhadapan dengan pelanggan wanitat ini tidak
ingin giginya kelihatan ompong selama
pembuatan gigi tiruan.
PROBLEM TREE
Definisi

Klasifikasi Penatalaksanaan

Bahan
Multiple Extraction

Gigi Tiruan Immediate


Sebagian Lepasan Denture

GTSL
Faktor

Aftercare
Indikasi &
Kontraindikasi

Keuntungan &
Kerugian
SASARAN BELAJAR
1. Menjelaskan Mekanisme penurunan tulang

2. Menjelaskan definisi immediate denture

3. Menjelaskan Tipe immediate denture

4. Menjelaskan Keuntungan & kerugian immediate denture

5. Menjelaskan Tahapan pembuatan Immediate denture

6. Menjelaskan Definisi GTSL


SASARAN BELAJAR
7. Menjelaskan Klasifikasi GTSL

8. Menjelaskan Bahan GTSL

9. Menjelaskan Faktor yang diperhatikan GTSL

10. Menjelaskan Indikasi dan kontraindikasi GTSL

11. Menjelaskan Keuntungan & kerugian GTSL

12. Menjelaskan Tahapan Pembuatan GTSL

13. Menjelaskan Aftercare GTSL jika longgar


MEKANISME PENURUNAN
TULANG ALVEOLAR

Menurunnya hormon
Wanita monopouse
esterogen

Karena menurunnya
Hormon esterogen
esterogen maka lebih
berperan dalam
cepat terjadi osteoclas
menahan apoptosis
dibandingkan dengan
osteoclast
usia produktif
PENATALAKSANAAN
Multiple Extraction, Immediate Denture, dan GTSL
IMMEDIATE DENTURE
Immediate denture adalah suatu protesis yang dibuat
untuk menggantikan gigi yang tanggal, strukstur yang
berhubungan pada maksila dan mandibula dan
dipasangkan langsung setelah pencabutan gigi (Sergio et
al, 2013).
IMMEDIATE DENTURE
Tipe immediate denture:

1. Flanged
a) Complete flange - flange labial meluas hingga ke dalam sulkus
b) Partial flange – flange labial biasanya berakhir dengan batas yang
meluas sekitar 1 mm diluar bulbositas maksimum linggir

2. Open-faced – tidak ada flange labial dan gigi-gigi anterior


meluas beberapa milimeter kedalam aspek labial soket dari
gigi asli sebelmnya.

Basker et al, 2011


IMMEDIATE DENTURE
Keuntungan:

1. Berperan sebagai protective splint untuk luka ekstraksi dan


mencegah injuri

2. Proteksi dari bekuan darah

3. Tidak menimbulkan masalah dalam fungsi rongga mulut


seperti kemampuan bicara, menelan dan mastikasi

4. Menjaga dimensi vertikal oklusi

5. Melatih adaptasi terhadap gigi tiruan

Bhat & Balaji, 2013;


Basker et al, 2011
IMMEDIATE DENTURE
Keuntungan bagi operator:

1. Transfer hubungan rahang

2. Mencapai penampilan yang baik

3. Penurunan resorpsi ridge

4. Hemostasis

Basker et al, 2011


IMMEDIATE DENTURE
Kerugian:

1. Stimulus yang disediakan oleh gigi asli tidak ada

2. Melibatkan protokol yang seksama dan memakan waktu

3. Tidak adanya percobaan anterior untuk estetik

Bhat & Balaji, 2013


INDIKASI PEMAKAIAN
IMMEDIATE
 Pada gigi anterior dengan karies yang parah

 Pada gigi yang kelainan jaringan periodontal


yang goyang

 OH baik

 Kondisi umum pasien baik

 Kesediaan waktu dan biaya untuk multi visit


KONTRAINDIKASI IMMEDIATE
DENTURE
 Adanya abses periapikal

 Terdapat kista gigi

 Akar gigi yang bengkok yang sudah dilakukan ekstraksi

 OH Buruk

 Penderita tidak kooperatif

 Penderita DM yang tidak terkontrol

 Adanya riwayat perdarahan pasca pencabutan gigi

 Pasien dengan resiko bakterimia (kelainan jantung)


IMMEDIATE DENTURE
TAHAPAN PEMBUATAN
IMMEDIATE DENTURE

Anamnesa

Pemeriksaan : intraoral, kesehatan umum pasien, pemeriksaan rontgen, pemeriksaan kondisi gigi

Gigi diekstraksi

Bahan cetak alginat dibuat dengan bantuan sendok cetak

Dua lapisan lilin digunakan untuk menutup undercut dari area yang tidak bergigi dari model

Border molding diselesaikan

Ruang kosong dihilangkan


TAHAPAN PEMBUATAN
IMMEDIATE DENTURE
Light body elastomer digunakan sebagai bahan cetaknya

Penyesuaian gig

Gigi tiruan dibuat dengan proses flasked, de-wax , processed and finished

Insersi

Jika gigi tiruan tidak ditempatkan dengan baik maka permukaan jaringan gigi tiruan harus dikurangi

Oklusi diperbaiki
DEFINISI GTSL
GTSL adalah protesis dental yangmenggantikan
satu atu lebih gigi dan struktur yang berhubungan
pada rahang atas dan rahang bawah. Protesis ini
terdiri dari gigi tiruan yang melekat pada basis
yang didukung melalui kontak dengan jaringan
dibawahnya dan melekat pada gigi penyangga
(abutment) dengan clasp.

Phinney & Halstead, 2013


KLASIFIKASI GTSL
 GTSL dapat dibagi menjadi beberapa jenis
berdasarkan bahan dan desainnya yaitu :

1. Gigi tiruan sebagian lepasan akrilik (Acrylic


removable partial denture)

2. Gigi tiruan sebagian kerangka logam/GTSKL(cast


metal framework removable partial denture)

3. Gigi tiruan sebagian fleksibel (flexible framework


removable partial denture)

4. Gigi tiruan vittalium/nylon


(Vytallium/nylonremovable partial denture)
BAHAN GTSL
 Resin akrilik

Sampai saat ini resin akrilik masih digunakan sebagai bahan basis
gigitiruan di bidang kedokteran gigi karena resin akrilik mempunyai
sifat estetik dan kekuatan relatif baik serta mudah dimanipulasi,
tetapi kekurangannya, resin akrilik mempunyai sifat porus.

 Logam

Logam adalah bahan yang tahan terhadap abrasi, sehingga


permukaannya tetap licin dan mengkilat, serta tidak menyerap
cairan mulut. Sifat ini membuat deposit makanan dan kalkulus sulit
melekat, sehingga dapat dengan mudah dibersihkan secara
mekanis. Karakteristik ini membuat basis logam disebut “naturally
cleaner” dibandingkan dengan resin akrilik.
Sipayung, 2013
FAKTOR YANG PERLU
DIPERHATIKAN
Hal yang perlu diperhatikan secara objektif:

1. Restorasi fungsi matikasi dan kemampuan bicara

2. Restorasi dental dan estetik wajah

3. Pemeliharaan pada gigi yang tersisa dan jaringan


pendukungnya

Pemeliharaan gigi yang tersisa dan jaringan pendukungnya


merupakan objektif yang terpending dari yang lain, tetapi tidak
akan tercapai tanpa preparasi yang memadai, desain GTSL
yang benar, follow-up secara periodik, dan home-care yang
baik oleh pasien.
Muthu & Sivakumar, 2009
INDIKASI & KONTRAINDIKASI
GTSL
INDIKASI
• Panjang span yang berlebih
• Ketidakmampuan untuk menerima retensi yang memadai untuk fixed
prothesis
• Malformasi kongenital yang mengakibatkan jarak yang luas pada gigi
permanen yang ada
• Injuri yang mengakibatkan kehilangan banyak gigi dan tulang alveolar
KONTRAINDIKASI
• Sedikitnya gigi yang pantas pada lengkung untuk dijadikan pendukung,
stabilitas dan menahan protesis lepasan
• Karies rampan dan/atau kondisi periodontal yang parah, yang
mengancam gigi-gigi yang tersisa pada lengkung
• Kebersihan oral yang buruk
Robinson & Bird, 2013
KEUNTUNGAN & KERUGIAN
GTSL
Keuntungan
• Lebih murah
• Preparasi gigi minimal
• Dapan menggantikan span edentulous yang panjang
• Memungkinkan untuk penggantian jaringan linggir alveolar yang hilang
• Dapat dilepas untuk dibersihkan, diseesuaikan atau perbaikan
Kerugian
• Clasp kurang estetis
• Desainnya memerlukan banyak tempat, rumit, dan retentif terhadap
plak
• Dapat menyebabkan tersedak
• Retensi dan stabilitas dapat bermasalah
McCord & Smales, 2012
GTSL
Penanaman dalam artikulator

Pembuatan desain gigi tiruan

Penyusunan elemen gigi

Flasking

Boiling Out Cont.


GTSL

Packing

Curing

Deflasking

Finishing dan polishing


GTSL
Dalam pembuatan desain, dikenal empat tahap:

1. Menentukan kelas dari masing-masing daerah


tak bergigi

2. Menentukan amcam dukungan dari setiap


sadel

3. Menentukan macam penahan

4. Menentukan macam konektor

Gunadi et al, 2012


AFTERCARE
 Kunjungan 1 : 24 jam pasca pemasangan

Gigi tiruan dibuka, diperiksa daerah pasca


ekstraksi. Instruksi meliputi cara pemasangan dan
pelepasan, tidak mengunyah makanan yang terlalu
keras, penggunaan obat kumur 3-4 kali sehari

 Kunjungan 2 : 7 hari

benang jahit dibuang, penghilangan gangguan


oklusi dan artikulasi

 Satu bulan berikutnya kontrol


AFTERCARE GT JIKA
LONGGAR
 Gigi tiruan yang longgar karena resorbsi residual ridge
menyebabkan retensi dan stabilisasi terganggu sebaiknya segera
diperbaiki dengan cara relining.

 Agar gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) dapat digunakan lagi,


maka dianjurkan untuk dilakukan relining, yaitu suatu proses
melapisi gigi tiruan yang menghadap mukosa dengan bahan baru
untuk mencekatkan kembali.

 Relining dapat dilakukan secara direct atau indirect tapi sebaiknya


dilakukan secara indirect dengan heat curing acrylic karena
menghasilkan protesa yang lebih kuat dari pada self curing acrylic,
porositas jauh lebih berkurang, tidak menyebabkan iritasi pada
mukosa pendukung dan pasien tidak terganggu oleh bau dari self
curing acrylic.
Setiawan, 2013
KESIMPULAN
Dari hasil tutorial skenario “Dokter, aku tidak mau terlihat ompong”
dapat disimpulkan bahwa pasien harus melewati multiple
extraction pada empat gigi anterior yang goyang derajat 3 yang
tidak bisa dirawat lagi. Keinginan pasien untuk tidak terlihat
ompong pada saat proses pembuatan GTSL, operator dapat
memasangkan immediate denture.
DAFTAR PUSTAKA
 Applegate, 1960, Essentials of Removable Partial Denture Prothesis, 2nd
edition, W.B Sauders Co. Philadelphia

 Haryanto, A.G. 1995, buku ajar ilmu gigi tiruan sebagian lepasan, Jilid
II, cetakan I, Hipokrates : Jakarta

 Phinney D.J, Halstead JH. 2013. Dental Assisting : A comprehensive


Approach. 4th Clifton park, NY : Delmar Cengage

 Mccord F., Smales R. Oral Diagnosis and treatment planning


:treatment planning fir missing teeth. British Dental Journal 2012 ; 213 ;
341-51

 Muthu MS., Sivacumar N. 2009. Pediatric Dentistry : Principles &


Practice. New Delhi, India : Elsevier

 Baswer RM, Davenfort JC, Thomason JM. 2011. prosthetic treatment of


the edentulous Patient 5th