Anda di halaman 1dari 26

FARMAKOLOGI II

KELOMPOK 3 :
INDRI NOFIRA 1600075
ISNI SHOLEHATY M 1600077
MERNA HARLINA 1600082
NURVA RAHIM 1600087
YONA AGUSTIYONO 1600100
Enzim untuk pengobatan
Definisi
Enzim adalah molekul protein yang
mengatalisis reaksi kimia tanpa mengalami
perubahan secara kimiawi.
Penggunaan enzim sebagai obat :
Untuk mengatasi defisiensi enzim yang
terdapat didalam tubuh. Enzim sebagai
sasaran pengobatan
Fungsi Enzim
Enzim mempunyai dua fungsi pokok sebagai
berikut:
1.Mempercepat atau memperlambat reaksi
kimia.
2.Mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda
dalam waktu yang sama.
Mekanisme kerja Enzim
Enzim tersusun atas dua bagian. Apabila
enzim dipisahkan satu sama lainnya
menyebabkan enzim tidak aktif. Namun keduanya
dapat digabungkan menjadi satu, yang disebut
holoenzim. Kedua bagian enzim tersebut yaitu
apoenzim dan koenzim.
 Apoenzim adalah bagian protein dari enzim,
bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi
menentukan kekhususan dari enzim.
 Koenzim disebut gugus prostetik apabila terikat
sangat erat pada apoenzim.
Ada dua cara kerja enzim , yautu model kunci gembok
dan induksi pas.
 Model kunci gembok (block and key)
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena memiliki
sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan
substrat . bagian tersebut disebut sisi aktif. Substrat
dimisalkan sebagai kunci karena dapat berikatan secara
pas dengan sisi aktif enzim (gembok). Setiap enzim
memiliki sisi aktif yang tersusun dari sejumlah asam
amino. Bentuk sisi aktif ini sangat spesifik, sehingga
hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat
menjadi substrat bagi enzim.
 Induksi pas (model induced fit)
Pada model ini sisi aktif enzim dapat berubah
bentuk sesuai dengan bentuk substratnya.Sisi
aktif enzim merupakan bentuk yang tidak kaku
(fleksibel). Ketika substrat memasuki sisi aktif
enzim, bentuk sisi aktif berubah bentuk sesuai
dengan bentuk substrat kemudian terbentuk
kompleks enzim-substrat. Pada saat produk
sudah terlepas dari kompleks, maka enzim lepas
dan kembali bereaksi dengan substrat yang lain.
Penggolongan
ENZIM UNTUK PENGOBATAN :
Streptokinase
Urokinase
Papain
Meicelase
Sanaktase
Protease
Lipase
Serratiopeptidase
Bromelain
Lybrozym
Streptokinase
Adalah suatu protein (tetapi bukan enzim itu sendiri) yang disentesis oleh
streptococus yang bergabung dengan plasminogen proaktivator. Komplek
enzim ini mengkatalisis konversi dari plasminogen inaktif menjadi plasmin
aktif.
a. Farmakokinetik :
Absorbsi, diberikan secara iv atau langsung ke dalam arteri koroner atau
kanula, menghasilkan ketersediaan hayati yang cepat dan sempurna.
Distribusi, tidak menembus plasenta. Metabolisme dan eksresi,
dibersihkan dengan cepat dari sirkulasi oleh antibodidan sistem
retikuloendotelial dan sirkulasi setelah pemberian iv.
Waktu paruh, 23 menit ( kompleks streptokinase atau plasmin ).
b. Indikasi :
Infark miokard akut,trombosis vena dalam (DVT),emboli paru,trombosis
arteri perifer akut/subakut,penyakit subatan arteri kronis,sumbatan
arteri/vena retina sentral.
c. Efeksamping
Seperti obat lain yang mempengaruhi hemostasis, efek yang tidak
diharapkan pada streptokinase adalah perdarahan.
Urokinase
Adalah suatu enzim manusia yang disintesis oleh ginjal yang mengubah
plasminogen menjadi plasmin aktif secara langsung. Plasmin yang
dibentuk didalam trombus oleh aktivator ini dilindungi dari antiplasmin
plasma yang memungkinkan plasmin untuk menghancurkan trombus itu
dari dalam. merupakan enzim yang dihasilkan dari biakan jaringan sel
ginjal manusia
 Farmakokinetik :
Bila diberikan infus intravena urokinase mengalami klirens yang cepat oleh
hati. Masa paruh sekitar 20 menit. Sejumlah kecil obat diekskresi dalam
empedu dan urin.
 Indikasi:
Untuk mengobati gumpalan darah dalam paru-paru.
 Efek Samping:
Efek hematologis (pendarahan khususnya dari luka tusukan, perdarahan
internal yang parah, pendarahan intrakarnial); Reaksi alergi (ruam, kulit
kemerah-merahan, urticaria, dan anaphylatic yang agak jarang dan serum
penyakit seperti gejala-gejala); Efek lainnya (demam, kedinginan dengan
sakit di bagian punggung dan perutReaksi alergi yang serius lebih mungkin
terjadi dengan penggunaan Urokinase daripada Streptokinase.
 Dosis :
IV (infus) permula 250.000 iu dalam larutan
Nacl/glukosa selama 15 menit,lalu 100-250.000 iu
selama 8-12 jam.Dosis yang dianjurkan adalah dosis
muat 1000-4.500 IU/kg BB Secara IV dilanjutkan
dengan infu IV 4.400 IU/kgBB.
Asam aminokaproat merupakan penawar spesifik
untuk keracunan urokinase. Dosis biasa dimulai dengan
5 g(oral/IV) diikuti dengan 1,25 g tiap jam sampai
pendarahan teratasi. Dosis tidak boleh melebihi 30 g
dalam 24 jam. Penyuntikan IV cepat dapat
menyebabkan hipotensi, bradikardia dan aritmia.
Meiselase
 Definisi :
Excelase-E Kapsul 10, Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis
obat enzim pankreas, yang diantaranya menjelaskan dosis obat,
komposisi atau kandungan obat, manfaat atau kegunaan dan
khasiat atau dalam bahasa medis indikasi, aturan pakai Excelase-E
Capsul, cara minum/makan atau cara menggunakannya, juga akan
menerangkan efek samping atau kerugian, pantangan atau kontra
indikasi serta bahayanya, over dosis atau keracunan, dan
farmakologi serta meknisme kerja dan harga dari obat Excelase-E,
 Komposisi:
Amylase, sanactase 50 mg, protease 60 mg, lipase 20 mg, meicelase
50 mg, pancreatin 167.74 mg.
 Indikasi:
Terapi pengganti pada defisiensi enzim pankreas.
 Dosis:
Dewasa : 1 kapsul 3 kali/hari Pemberian Obat: Diberikan segera
sesudah makan.
Protease
Protease ( pelarut protein ) yang penting dalam daya tangkis tubuh
terhadap kanker,diantaranya enzim-enzim yang terdapat pada getah
pankreas.protease berdaya mengurangi selubung fibrin ( efek fibrinolitis)
sehingga sel-sel sistem imun diberi kesempatan untuk memmusnahkan
sel-sel ganas yang diselubunginya.protease juga mampu memasuki
langsung sel-sel (pre-tumor) dan melarutkannya dari dalam (efek sitolitis)
disamping itu zat ini berdaya merombak imun kompleks yang dapat
memblokir efek sitotoksis dari limfosit
 Efek samping:
dapat memengaruhi kepatuhan terhadap terapi atau memimpin kepada
penghentian terapi secara dini. Pemahaman dari keparahan dan
pengelolaan efek samping adalah penting untuk mengelola efek samping
secara optimal pada pasien yang menggunakan terapi hepatitis C di
perawatan klinis rutin.
Xepazym : pankreatin 170 mg, amilase 5500 IU, lipase 6500 IU, Protease
400 IU, dimetilpolisiloksan 80mg
indikasi :
Gangguan hati, insufisiensi pankreas , kelenjar empedu
dosis :
1-2 kaplet pada waktu makan
Lipase
 Definisi :
Lipase adalah enzim yang dapat larut dalam air dan bekerja dengan
mengkatalisis.hidrolisis ikatan ester dalam substrat lipid yang tidak larut
air seperti trigliserida berantai panjang.Dengan demikian, lipase tergolong
dalam enzim esterase.Enzim ini juga mampu mengkatalisasi pembentukan
ikatan ester (esterifikasi) dan pertukaran ikatan ester (transeterifikasi)
pada media bukan air. Lipase diproduksi pada karbon berlipid, seperti
minyak, asam lemak, dan gliserol. Lipase dari bakteri kebanyakan
diproduksi secara ekstraselular.[Kebanyakan lipase dapat bekerja pada
kisaran pH dan temperatur yang bervariasi, walaupun lipase dari bakteri
yang bersifat basa lebih umum.[Lipase adalah serina hidrolase dan
mempunyai stabilitas yang tinggi dalam larutan organik.
 Contoh sediaan :
Cotazym forte : Enzim pankreas (lipase, amilase) 170 mg, Ekstrak empedu
sapi (ox bile) 65mg, Selulosa 10mg
Indikasi :
Defisiensi enzim pankreas ralatif / mutlak.
Dosis :
Tablet saat atau sesudah makan
Serratiopeptidase
o Definisi :
Serratiopeptidase adalah enzim yang diisolasi dari enterobacterium
non-patogenik disebut Serratia E15 yang umum ditemukan pada
ulat sutera. Meskipun ulat sutera menggunakan enzim untuk
membubarkan kepompong mereka, serratiopeptidase telah
digunakan di Asia dan Eropa selama hampir 40 tahun dalam kasus-
kasus arthritis, trauma, operasi, sinusitis, bronkitis, pembekuan
darah, sindrom carpal tunnel dll.
o Contoh sediaan :
Nutriflam : serratiopeptidase 5mg, pancreatin 25 mg, lesitin 100
mg
Indikasi :
Inflamasi pada semua kondisi pembedahan dan infeksi
Dosis :
Dewasa 3x sehari 1-2 kapsul
Papain
 Definisi :
Papain adalah enzim jenis protease yang terdapat pada getah pepaya. Cairan putih
kental layaknya susu ini banyak dijumpai pada bagian batang, buah maupun
daunnya. Volume getah pepaya ini jauh lebih banyak pada bagian yang muda
ketimbang yang tua. Sebagai enzim, papain sangat ampuh memecah molekul
protein.
 Contoh sediaan :
Papaven : ekstrak daun graphtophyllum pictum 200mg, ekstrak trokserutin
200mg, papain 100mg
indikasi :
pengobatan ambeien, varises membantu meredakan nyeri.
dosis :
sehari 3x1 kaplet

Vitazym : pancreatin 50mg, papain 10mg, empedu sapi 50mg, kunyit 35mg,
ekstrak hati 50mg
indikasi :
gangguan pencernaan yang disertai perut mual,perih dan susah bab.
dosis :
anak-anak 3x1 tab. dewasa : 3x1-2 tab sesudah makan
Bromelain
 Definisi :
Bromelin adalah enzim proteolitik yang ditemukan pada bagian batang dan buah
nanas (Ananas comosus). Enzim ini diproduksi sebagai hasil sampingan dari pabrik
jus nanas.Dalam memproduksi bromelin, beberapa senyawa yang dapat digunakan
untuk presipitasi (pengendapan) enzim ini adalah amonium sulfat dan alcohol
 Contoh sediaan
Benozym (bernofarm) : pankreatin 150mg, Bromelain 50mg, Ox bile 30mg
Indikasi :
gangguan pencernaan lemak, karbohidrat dan protein, pengobatan pengganti
pada defisiensi enzim pencernaan dan pancreas
Dosis :
1 dragee saat makan atau sesudah makan

Elsazym : Pankreatin 400 mg, Bromelain 50 mg, Dimetilpolisiloksan 40mg


Indikasi :
dispepsia, rasa penuh dilambung dan perut, pengobatan tambahan setelah operasi
saluran cerna.
Dosis :
1 dragee saat /sesudah makan
Lybrozym
Per tablet :
Diastase 200 mg, Pankreatin 100 mg, Pepsin 50 mg, serbuk akar
rimpang Curcumaexanthorrhizae.
 Indikasi
Pengobatan & pencegahan gangguan pencernaan.
Kemasan
Tablet salut gula 100 biji.
 Dosis
1-2 tablet pada saat makan atau setelah makan.
 Penyajian
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan
 Farmakologi
Setiap enzim bekerja mencerna terhadap masing-masing makanan
di saluran pencernaan : Diastase mencernakan karbohidrat di dalam
usus halus. Pancreatin mencernakan karbohidrat, lemak dan protein
pada pH 7,0 – 9,0.