Anda di halaman 1dari 39

Psikologi Belajar

Anggota Kelompok
Destia Fakhri: 1510321010
Restiva: 1510321033
Hanisa Darupa P:
1510322010
Ceisera Novitaningrum:
1510322015
Bella Asifa Gusli:
Operant Conditioning adalah jenis
pembelajaran dimana kemungkinan
perilaku masa depan dipengaruhi oleh
konsekuensinya. Operant
Conditioning adalah semacam evolusi
mini dari perilaku organisme, di mana
perilaku yang adaptif (mengarah pada
hasil yang menguntungkan) menjadi
lebih sering sementara perilaku yang
Proses pengkondisian operan dapat
dikonseptualisasikan dengan melibatkan tiga
komponen:
(1) Respons yang menghasilkan konsekuensi
tertentu (misalnya, tuas yang menekan
menghasilkan pelet makanan),
(2) Konsekuensi yang berfungsi untuk
meningkatkan atau menurunkan probabilitas
respons yang mendahuluinya (misalnya,
konsekuensi dari pelet makanan
meningkatkan kecenderungan tikus untuk
kembali menekan tuas), dan
(3) stimulus diskriminatif yang mendahului
respons dan memberi sinyal bahwa ada
konsekuensi tertentu yang ada (misalnya,
Burrhus Frederic Skinner lahir pada
tanggal 20 Maret 1904 di kota kecil
Pennsylvania, Susquehanna. Ayahnya
adalah seorang pengacara, dan ibunya
adalah ibu rumah tangga yang kuat dan
cerdas. Dia ingin menjadi penulis dan
mencoba mengirimkan puisi dan cerpen.
Dia mendapatkan gelar master di
bidang psikologi pada tahun 1930 dan
gelar doktornya pada tahun 1931, dan
Selama tahun 1930-an dan 1940-an,
Skinner mengembangkan teorinya dengan
melakukan eksperimen-eksperiman
pengondisian operan (operant
conditioning). Pada tahun 1954, Skinner
ikut serta dalam sebuah symposium
tentang kecenderungan-kecenderungan
modern dalam psikologi. Skinner
menggunakan media ketika proses belajar
mengajar Berdasarkan prinsip-prinsip yang
mengaturnya. Presentasi tersebut
dipublikasikan dalam Harvard Educational
Review pada tahun 1954 dan menobatkan
A. Behaviorisme radikal
Behaviorisme radikal merupakan
orientasi ilmiah yang dikembangkan
oleh Skinner sebagai bentuk
kontradiksi terhadap bahasa-bahasa
dan interpretasi ilmiah yang mengacu
pada mentalistiv event (kejadian
mental), seperti dorongan, motivasi,
dan tujuan dalam menjelaskan aspek
B. Perilaku responden dan operan
Skinner menyatakan bahwa terdapat
dua jenis perilaku yaitu perilaku responden
(respondent behavior) dan perilaku operan
(operant behavior).
C. Pengkondisian tipe S dan tipe R
Tipe S merupakan pengkondisian
responden (conditioning respondent) dan
tipe R merupakan pengkondisian operan
(operant conditioning).
D. Prinsip operant conditioning
 Terdapat dua prinsip dalam operant conditioning,
(1) respons yang muncul karena stimulus yang
menguatkan cenderung akan diulang, dan (2)
stimulus yang menguatkan merupakan segala
sesuatu yang meningkatkan rata-rata terjadinya
respons.
E. Kotak Skinner (Skinner box)
 Skinner box merupakan istilah yang diberikan
terhadap kotak-kotak atau ruangan kecil yang
digunakan untuk penelitian Skinner terhadap
hewan-hewan.
F. Pencatatan kumulatif (cumulative recording)
G. Pengkondisian respons penekanan tuas
Metode yang dapat dilakukan untuk
mengkondisikan respons hewan dalam
menekan tuas:
1. Deprivasi
2. Magazine training,
3. Penekanan tuas
H. Pembentukan atau shaping
Proses shaping ini bertujuan
untuk mempersingkat waktu
hewan untuk merespons.
Proses shaping ini terdiri dari dua
komponen:
1. Differential reinforcement
2. Successive approximation
I. Pelenyapan atau extinction
Extinction merupakan proses
pencabutan penguatan terhadap
hewan setelah menekan tuas. Jika
setelah menekan tuas biasanya akan
keluar potongan makanan, maka
pada proses ini potongan makanan
tidak akan dikeluarkan walaupun
hewan telah meningkatkan intensitas
penekanan tuasnya
J. Pemulihan spontan atau
spontaneous recovery
Spontaneous recovery merupakan
proses pengenalan kembali hewan
terhadap penguatan yang telah
dihilangkan melalui proses extinction.
Prosesnya sama dengan proses awal
ketika hewan diperkenalkan dengan
suatu penguatan (makanan).
K. Perilaku takhayul atau supertitious
Jika biasanya pemberian
penguatan didasarkan pada respons
hewan (contingent reinfocement),
maka pada proses ini akan diberikan
penguatan kepada hewan dalam
waktu yang acak dan tidak
dipengaruhi oleh respons apa pun
yang dilakukannya (noncontingent
L. Operan diskriminatif atau
discriminative operant
Proses ini melibatkan jumlah
cahaya. Makanan akan
dilepaskan bila hewan menekan
tuas pada saat terdapat cahaya
dan makanan tidak akan
dilepaskan ketika cahaya padam
walaupun hewan menekan tuas
pada saat itu. Karenanya, cahaya
M. Penguatan sekunder atau secondary
reinforcement
Penguatan sekunder merupakan
penguatan yang diberikan untuk
meningkatkan respons operan setelah
diberikannya penguatan primer.
N. Penguat yang digeneralisasikan atau
generalized reinforcer
Penguat yang digeneralisasikan
merupakan penguatan sekunder yang
O. Perantaian atau chaining
Perantaian perjalanan rantai stimulus
yang diawali dengan adanya satu respons
yang dapat membawa organisme
berhubungan dengan stimulus yang
bertindak sebagai stimulus diskriminatif
untuk respons lainnya, yang pada
gilirannya akan menyebabkannya
mengalami respons ketiga, dan seterusnya
P. Positive and negative reinforcement
Reinforcement positif adalah suatu
penguatan (primer atau sekunder) yang
apabila ditambahkan ke situasi oleh suatu
respons tertentu akan meningkatkan
intensitas pengulangan respons tersebut.
Reinforcement negatif adalah suatu
penguatan (primer atau sekunder) yang
apabila dihilangkan ke situasi oleh suatu
respons tertentu akan meningkatkan
Q. Hukuman atau punishment
Hukuman adalah mencegah pemberian
sesuatu yang diharapkan organisme, atau
memberikan sesuatu yang tidak
diinginkannya.

R. Alternatif untuk hukuman


S. Jadwal pemberian penguatan (schedules
of reinforcement)
1. Continous reinforcement schedule
2. Fixed interval reinforcement schedule
3. Fixed ratio reinforcement schedule
4. Variable interval reinforcement schedule
5. Variable ratio reinforcement schedule
6. Concurrent chain reinforcement schedule
7. Progressive ratio schedules and
behavioral economics
T, Perilaku verbal
Skinner (dalam Olson, 2008)
mengatakan bahwa perilaku verbal
(bicara) merupakan salah satu respons
yang akan diulang setelah mendapatkan
penguatan
David Premack
Secara tradisional, penguat dianggap
sebagai sebuah stimulus atau perangsang.
Penguatan primer adalah stimulus yang
dapat meningkatkan atau memelihara
kekuatan respon organisme secara
otomatis.
Setiap respons yang terjadi
dengan frekuensi yang cukup tinggi
dapat dipakai untuk memperkuat
respons yang terjadi dengan frekuensi
yang lebih rendah. Dengan
menggunakan gagasan penguatan
Premack, orang bisa membiarkan
suatu organisme melakukan aktivitas
apa pun yang diinginkannya dan
Prinsip Premack adalah prinsip
yang mengaitkan aktivitas yang
kurang diminati dengan aktivitas
yang lebih diminati untuk
menguatkan tingkah laku
terhadap aktivitas yang kurang
diminati.
Timberlake membedakan antara
hipotesis probabilitas-diferensial,
dengan disequilibrium hypothesis.
Hipotesis disekuilibrium
menyatakan bahwa setiap
aktivitas dapat menjadi penguat
jika suatu jadwal kontingensi
membatasi akses individu ke
Hipotesis disekuilibrium juga
menerangkan kondisi di mana
aktivitas spesifik dapat menjadi
hukuman. Untuk menghasilkan
hukuman (punishment), harus
didesain suatu jadwal dimana
pelaksanaan suatu aktivitas akan
meningkatkan aktivitas lain
Perhatian terhadap bagaimana tendensi
perilaku berinteraksi dengan prinsip belajar
dimulai oleh mantan rekan Skinner, yaitu
Marian Breland (berganti menjadi Marian
Bailey) dan Keller Breland. Dengan
menggunakan teknik operan, keluarga
Breland mampu melatih berbagai macam
hewan untuk melakukan berbagai macam
trik, dan hewan hasil pelatihan mereka itu
dipamerkan di acara pasar malam, di
Keluarga Breland menemukan
bahwa meskipun hewan-hewan
mereka pada awalnya sangat
terkondisikan, namun pada
akhirnya perilaku naruliah mereka
akan muncul dan mempengaruhi
hal yang telah mereka pelajari.
Hal inilah yang disebur dengan
Dari observasi yang telah
dilakukan pasangan Breland
kepada hewan, mereka
menyimpulkan bahwa hewan-
hewan yang diobservasi dikuasai
oleh perilaku naruliah yang kuat,
dan terlihat bula bahwa pola
perilaku bawaan lebih kuat
Pandangan Breland menantang
tiga asumsi behavioris, yaitu:
(1) bahwa hewan mempelajari
situasi sebagai tabula rasa
(lembaran kosong),
(2) bahwa perbedaan diantara
berbagai spesies adalah tidak
penting, dan
(3) bahwa setiap respon dapat
dikondisikan untuk setiap
Meurut skinner, belajar akan
berlangsung secara efektif apabila: (1)
informasi yang akan dipelajari disajikan
secara bertahap; (2) pembelajaran segera
diberi umpan balik (feedback) mengenai
akurasi pembelajaran mereka (yaitu
setelah belajar mereka ditanya apakah
mereka sudah memahami informasi
dengan benar atau tidak); dan (siswa
mampu belajar dengan caranya sendiri.
 Konsep-konsep dikemukanan Skinner tentang
belajar lebih mengungguli konsep para tokoh
sebelumnya. Skinner menjelaskan konsep belajar
secara sederhana, tetapi lebih komprehensif.
Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan
respons yang terjadi melalui interaksi dengan
lingkungannya, kemudian menimbulkan perubahan
tingkah laku yang tidak sesederhana yang
dikemukakan oleh tokoh-tokoh sebelumnya.
Menurutnya respons yang diterima seseorang
tidak sesederhana demikian, karena stimulus
stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi
dan interaksi antar stimulus tersebut yang
mempengaruhi respons yang dihasilkan. Respons
yang diberikan ini memiliki konsekuensi-
Warisan Skinner : Psi,Cbi Dan Belajar On-Line
 Keuntungan penggunaannya teknik pengajaran ini
menurut Skinner adalah:
1. Ada hubungan timbal balik yang konstan antara
program dan siswa, mesin ini memicu aktivitas
secara terus-menerus. Sehingga siswa selalu
siaga dan sibuk belajar.
2. Mesin ini menegaskan bahwa satu poin tertentu
harus dipahami secara menyeluruh sebelum siswa
melangkah ke pelajaran selanjutnya.
3. Mesin menyajikan materi yang dipelajari siswa
4. Mesin membantu siswa mendapatkan jawaban
yang benar
 cirri-ciri yang berasal dari teori belajarnya yaitu :
1. Langkah-langkah kecil. Dimana pembelajaran
dihadapkan dari sejumlah informasi kecil dan
berjalan dari satu frame ke frame selanjutnya
secara urut (linear program).
2. Respon yang jelas (overt responding). Harus,
sehingga siswa yang benar akan diberi penguat
dan yang salah dapat dikoreksi.
3. Umpan balik segera (immediate feedback).
Sesudah siswa memberi respon maka harus
diberitahu sesegera mungkin respons mereka
salah atau benar. karena Konsekuensi-
konsekuensi tersebut nantinya mempengaruhi
munculnya perilaku (dalam Nahar,2016)
4. Self pacing. Siswa menjaankan pelajaran
Dikembangkan oleh Fred Keller
Memberikan pelajaran secara individual
biasanya menggunakan empat langkah
yaitu :
1. Menentukan materi yang akan diajarkan
2. Membagi materi menjadi segmen-
segmen tersendiri
3. Menciptakan metode evaluasi sejauh
mana siswa telah menguasai materi
dalam segmen tertentu
Pengajaran berbasis computer ini
bekerja dengan cara dan kecepatannya
sendiri melalui unit-unit kecil yang
dimaksudkan untuk mengajarkan keahlian
dan aplikasi spesifik. Teknik ini bukan
hanya digunakan untuk menyajikan materi
instruksional tetapi juga bisa untuk
mengevaluasi seberapa baikkah materi
yang telah dipelajari. CBI ini dapat
memotivasi siswa untuk belajar dengan
Kritik terhadap CBI.
Banyak yang berpendapat
bahwa teknik ini bukanlah
pengajaran yang sesungguhnya
sebab teknik ini meminimalkan
peran guru. Meek berpendapat
bahwa pelajaran individual harus
punya tujuan pengajaran yang
dispesifikasikan dengan jelas dan
Kontribusi
Program riset skinner amat
berpengaruh bagi psikolog Skinner mampu
menjelaskan konsep belajar secara
sederhana, tetapi lebih komprehensifi
ilmiah maupun terapan. Verplanck
mencatat bahwa pendekatan Skinner
“bukan hanya berbeda dari yang lainnya
dalam hal kekhususan detail teoritisnya,
tetapi juga mempresntasikan reorientasi
Kritik
Staddon berpendapat bahwa
keyakinan Skinnerian menyebabkan
praktik pengasuhan (parenting) dan
legal yang keliru dan cacat, yang
dapat menyebabkan naiknya angka
kejahatan, tindakan melanggar hokum
dan ilitersi.
Kritik kedua diarahkan pada
keengganan Sknner untuk menyusun
teori. System Skinner tidak
menimbulkan kemajuan, tetapi
system itu merupakan kemajuan yang
dicirikan oleh akumulasi fenomena
behavioral, bukan berasal dari
pemahaman yang mendalam tentang
belajar dan motivasi.