Anda di halaman 1dari 40

Edema Serebral e.

c SOL Intrakranial

Oleh dr. Luzman Hizrian

Narasumber :
dr. Mirna Marhami Iskandar, Sp.S
dr. Apriyanto, Sp.BS, M.Kes
Identitas

Nama : Ny. M
Usia : 60 Tahun
Jenis Kelamin : Wanita
Status : Menikah
MRS : 06 Maret 2018
No Registrasi : 30 74 08
Anamnesis

Pasien Ny. M usia 60 tahun dibawa oleh keluarga ke


IGD RS TK IV Dr. Bratanata dengan keluhan
penurunan kesadaran sejak 3 hari terakhir.
Penurunan kesadaran terjadi secara
bertahap.
Keluarga juga mengeluhkan pasien yang menjadi
tidak nyambung ketika diajak berbicara.
1 minggu sebelumnya pasien dan keluarga liburan ke
luar kota, dan semenjak itu keluarga mulai merasa
pasien menjadi pelupa dan sulit diajak bicara.
Nyeri kepala juga dirasakan oleh pasien, pusing
(+), muntah (-). Keluarga pasien merasa bila anggota
gerak sebelah kiri pasien sedikit sulit
digerakkan. Kejang disangkal, demam dirasakan
kadang-kadang hilang timbul.
Keluhan seperti penurunan berat badan tidak ada,
gangguan penglihatan (-), gangguan pendengaran (-).
BAB dan BAK pasien tidak ada keluhan.
Keluhan serupa belum pernah dialami pasien
sebelumnya. Keluarga pasien mengaku pasien pernah
memiliki benjolan di payudaranya, menurut
keluarga dari hasil pemeriksaan patologi anatomi
benjolan tersebut bersifat jinak.
Riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, stroke
sebelumnya disangkal. Riwayat cedera kepala
disangkal. Riwayat keganasan disangkal.
Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran : Somnolen
Tanda vital
TD : 140/80 mmhg
Nadi : 100 x/menit
RR : 22 x/menit
Suhu : 36.70C
Berat badan : 55 kg
Tinggi Badan : 152 cm
IMT : 23.8 kg/m2
Pemeriksaan Neurologis

Glasgow Coma Scale : E3 M5 V(afasia kesan


sensorik)
Rangsang Meningeal (-)
Paresis N.Kranialis tidak ada.
Kekuatan motorik
5555 4444
5555 4444
Pemeriksaan Penunjang

Darah Rutin : dalam batas normal


Glukosa darah sewaktu : 122 mg/dl
Kolesterol Total : 177 mg/dl
Ureum : 20.6 mg/dl
Creatinin : 0.8 mg/dl
CT-scan kepala non kontras

Kesan : Adanya infark


frontal, temporal, dan
occipital kiri
Diagnosis

Diagnosa Masuk IGD : Hemiparesis sinistra e.c


susp SNH
Diagnosa Pulang : SOL intrakranial susp. Metastasis
Terapi

Terapi di IGD
IVFD RL 20 gtt/menit
Inj Ranitidin 2x1 amp
Inj Citicolin 2x 250 mg

Konsul dr. Mirna Iskandar Sp.S via telfon


O2 nasal kanul 3 lpm
Ro Thoraks PA
Tidak perlu NGT bila pasien bisa makan
Anti hipertensi tunda
CT-scan kepala non kontras
Rawat stroke center
Follow Up
CT-scan kepala
dengan kontras

Kesan : lesi
metastasis
intraserebral
dengan edema
serebri
Prognosis
 Ad vitam : dubia ad malam
 Ad functionam : dubia ad malam
 Ad sanactionam : dubia ad malam
ICSOL
Intracranial Space Occupying Lesions

Intracranial space occupying lesions (ICSOL) dapat


didefinisikan sebagai tumor yang jinak atau ganas
baik bersifat primer atau sekunder, dan juga sebagai
massa inflamatorik maupun parasitic yang berletak
pada rongga cranium. Sol juga dapat berupa
hematoma, berbagai jenis kista dan malformasi
vaskuler.
Distribusi frekuensi 200 kasus intracranial space-occupying lesions2
Pasien dengan ICSOL dapat menunjukkan gejala
umum dan gejala fokal. Gejala fokal disebabkan
oleh karena kerusakan jaringan otak yang terlokalisir
dan gejala tersebut dapat menunjukkan lokasi
lesinya. Gejala umum terjadi akibat adanya massa
tumor dan peningkatan tekanan intrakranial.
Gejala tersebut antara lain sakit kepala,
mual, muntah, kejang, dan gejala
neurokognitif.
Gejala Fokal
Tumor Otak

Tumor otak adalah suatu pertumbuhan jaringan


abnormal di dalam otak.
Tumor otak dapat bersifat benigna dan maligna.
Tumor otak berasal dari jaringan neuronal, jaringan
otak penyokong, sistem retikuloendotelial, lapisan
otak dan jaringan perkembangan residual, atau
dapat bermetastasis dari karsinoma sistemik.4
Patofisiologi Tumor Otak

Doktrin Monroe Kellie


Telah diketahui bila kavitas kranium memiliki volume
yang terbatas, 3 komponen didalamnya yaitu otak
(1200-1400 mL), cairan serebrospinal (70-140 mL)
dan darah (150 mL), yang secara relatif dapat
terkompresi bila terdapat massa lain didalamnya.
Sesuai dengan doktrin Monro-Kellie, total volume
dari ketiga komponen tersebut bersifat
konstan, dan adanya peningkatan volume
salah satu komponen akan menekan
komponen lainnya.
Edema Cerebri
A&B edema otak
karena iskemia
C&D edema otak
karena tumor
Tumor Otak Metastasis

Karsinoma Intrakranial Metastatik jauh lebih


banyak ditemukan dibanding tumor otak primer.
Kebanyakan karsinoma mencapai otak melalui jalur
hematogen.
Diagnosis

CT, dengan atau tanpa kontras, setidaknya dapat


mendeteksi metastasis dengan ukuran 1 cm,
walaupun MRI lebih sensitif terutama pada lesi
serebellar dan lesi yang lebih kecil.
Adanya deposit nodular multipel dari tumor
otak pada pencitraan secara jelas dapat
membedakan karsinoma metastasis dari jenis tumor
lainnya.
CT-Scan tanpa dan
dengan kontras
MRI
Penanganan Edema Serebral

Kegunaan kortikosteroid dosis tinggi memiliki


benefit pada edema vasogenik yang berhubungan
dengan tumor, baik primer ataupun metastasis.
Kemungkinan steroid ini bekerja secara langsung
pada sel endotel, dan menurunkan
permeabilitasnya. Steroid juga mengecilkan
jaringan otak yang normal, yang mana menurunkan
TIK secara keseluruhan.
Dosis inisial dexamethasone yang sering diberikan
untuk pasien dengan tumor otak adalah bolus 10
mg intravena, diikuti dosis 4mg intravena
setiap 6 jam.
Pasien biasanya menunjukkan respon perbaikan
defisit neurologis dalam 48 jam.8
Pada pasien dengan tumor yang besar dan adanya
edema sekunder, terkadang dibutuhkan dosis yang
lebih tinggi hingga 100 mg/hari untuk waktu yang
tidak lama.5
Tatalaksana Tumor Metastasis
Terlepas dari semua hal diatas, angka
kelangsungan hidupnya hanya dapat
diperpanjang sedikit dengan terapi. Rata-rata
pada kasus metastasis otak, angka kelangsungan
hidup, meski dalam terapi, adalah 6 bulan. Antara 15
sampai 30 persen pasien hidup untuk 1 tahun dan 5
sampai 10 pasien dalam 2 tahun.5
Daftar Pustaka
Jindal Neha, et al. Imaging of Intracranial Space Occupying Lesions: A prospective study in
a tertiary care centre in Northern India. Journal of Dental and Medical Sciences. May 2016.
Soomro BA, et al. Analytic Study of Clinical Presentation of Intracranial Space Occupying
Lesions in Adult Patients. Pakistan Journal of Neurological Science. Vol.9:Iss.3.2014
Wilkinson I, Lennox G. Essential Neurology, 4 th ed. Blackwell Publishing: 2005.
Harsono, Tumor Otak dalam Buku Ajar Neurologi Klinis edisi I, Gajah Mada University
Press, Yogyakarta, 1999 : 201 – 207
Ropper AH, et al. Adams and Victor’s Principles of Neurology, 10 th ed. Mcgraw Hill: 2014.
Strong MJ, et al. Brain Tumors: Epidemiology and Current Trends in Treatment. Journal
of Brain Tumor and Neurooncology. 2015.
Sutton David. Textbook of Radiology and Imaging, 7 th ed. Volume 2. Elsevier Science.
2003.
Nahaczewski AN, et al. Dexamethasone Therapy in Patients with Brain Tumors – A Focus
on Tapering. J Neurosci Nurs. 2004;36(6):340-343
Terima Kasih