Anda di halaman 1dari 36

Pelarut Organik Selain Air

Kelompok 4

Nama dan NIM : Arindita Audi Maretta (061013815200


Fitriyani (06101381520037)
Msy Wulandari (061013815200
Nafa Arfarina (061013815200

Dosen Pembimbing : Drs.M.Hadeli L.,M.Si.

Pendidikan Kimia 2015


Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijaya
2018
*Pelarut adalah suatu zat yang mengandung beberapa
bahan (material) yang digunakan untuk melarutkan bahan
(material) lainnya.
* Klasifikasi pelarut terbagi menjadi :
*Pelarut aqueous adalah pelarut air yang dapat melarutkan
asam dan basa.
*Pelarut non aqueous adalah pelarut bukan air yang dapat
melarutkan senyawa organik yang tidak dapat disosiasi
oleh pelarut air.
* Pelarut Air
- Universal
- ampoterik (memiliki sifat asam dan basa)
- Senyawa asam dan basa, keduanya terdisosiasi sempurna di dalam air
- Senyawa asam dan basa lemah hanya bisa terdisosiasi sebagian.
- Senyawa nonpolar merupakan senyawa yang tidak bisa dilarutkan
dalam air. Untuk itu diperlukan senyawa lain selain air yang dapat
melarutkan senyawa nonpolar tersebut, pelarut selain air tersebut
biasanya disebut sebagai non aqueous media.
* Pelarut Non-Air
- Mampu melarutkan bahan-bahan anorganik
- Mempunyai sifat waterlike
- Dapat mengalami auto ionisasi
- Contohnya : H2SO4(Asam Sulfat), NH3(Amonia), HF (Hdirogen
Fluorida), SO2(Belerang dioksida)
* Pelarut Non-Air
Kategori pelarut non air, adalah :
a. Pelarut protik
Pelarut protik adalah pelarut yang dapat melepaskan ion H+
dalam air, contohnya H2SO4.

b. Pelarut aprotik
Pelarut aprotik adalah pelarut yang dalam air tidak dapat
melepaskan ion H+ . contohnya BrF3 dan N2O4 .
* Merupakan pelarut bersifat asam
* tetapan dielektrik ~110, jadi sangat baik sebagai pelarut
senyawa ion, tetapi viskositasnya ~25x lebih besar dari
viskositas air sehingga pelarutan dalam asam sulfat menjadi
sangat lambat.
* auto ionisasi menghasilkan sulfat terprotonasi H3SO4+ dan
bisulfat HSO4-
* Bersifat sebagai oksidator dan dehydrator
Reaksi dengan Asam sulfat
* Asam lemah dalam air menjadi basa dalam asam sulfat
CH3COOH + H2SO4  HSO4- + CH3C(OH) 2+

* asam kuat dalam air dapat bersifat sebagai asam lemah dalam asam
sulfat.
HClO4 + H2SO4  H3SO4+ + ClO4-

* Non-elektrolit dalam air dapat bersifat basa dalam asam sulfat


NH2-CO-NH2 + H2SO4  HSO4 - + NH2-CO-NH3+
*Merupakan pelarut bersifat asam
*Mudah di dapat dan mudah penanganannya
*Mempunyai ikatan H yang lebih lemah daripada H2O
sehingga t.d dan t.l lebih rendah daripada H2O
*Titik beku -77oC dan titik didih -33oC, daerah kerjanya
rendah dibawah RT dan sempit
*Mampu membentuk senyawa kompleks yang larut: AgCl+
NH3 [Ag(NH3) 2]+
*Autoionisasi
2NH3(l) NH4+(am) + NH2-(am)
*Untuk molekul yang mengandung banyak elektron,
seperti senyawa iod dan senyawa non polar seperti
hidrokarbon, NH3 merupakan pelarut yang lebih baik
dibanding H2O

*Perbedaan dengan air, kemampuan NH3 dalam


melarutkan logam-logam alkali tanpa aksi kimia yang
jelas.
Larutan yang dihasilkan berwarna biru tua dan logam-
logam terlarut dapat diperoleh kembali dg penguapan
pelarut
*Tetapan dielektrik adalah 22.7 pada -50oC, mampu
menurunkan kelarutan senyawa ion
*Logam alkali tanah larut dalam NH3 secara kimia,
karena pada penguapan pelarut, logam yang di dapat
dalam bentuk heksaamin, M(NH3)6
*Senyawa nitrit, nitrat, tiosianat dan kebanyakan sianida
larut dalam NH3
*Mayoritas senyawa F menjadi oksida, hidroksida
sulfat, fosfat, karbonat, sulfit, sebagian besar sulfida
tdk larut dalam NH3
*Halida, selain F menjadi kelarutan menurun dari I ke
Cl
*Sebagian besar senyawa I larut, Br kurang larut dan
untuk Cl, hanya NH4Cl, BeCl2, dan NaCl yang dapat
larut.
*Sifat alamiah anion lebih mempengaruhi kelarutan
berbagai garam dalam NH3.
*Keuntungan :
- kurangnya kecenderungan NH3 untuk terlibat dalam
reaksi dengan solut (solvolisis)

*Kelemahan :
- peralatan yang digunakan lebih rumit dan butuh teknik
khusus sifat fisik NH3
Ct : td NH3 murni : -33,35oC sehingga harus bekerja pada
suhu rendah untuk menghindari tekanan yang tinggi

- NH3 sangat higroskopis sehingga harus ditangani dengan


seksama agar kelembaban udara tidak masuk dalam
sistem NH3
Reaksi asam-basa
* Asam lemah dalam air, dengan amonia menjadi asam kuat
CH3COOH + NH3  CH3COO- + NH4+

* Molekul netral dalam air menjadi asam lemah dalam amonia


NH2-CO-NH2 + NH3  NH4+ + NH2-CO-NH-

* Garam NH4+ akan bertindak sebagai asam, sedangkan amida,


imida maupun nitrida akan bertindak sebagai basa dalam
NH3(l)
Reaksi netralisasi
*Menurut Bronsted, netralisasi adalah proses dimana asam
bereaksi dengan basa menghasilkan asam dan basa yang
lain atau reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam
dan pelarut.
Asam1 + basa2 asam2 + basa1
asam + basa garam + pelarut
*NH4+ + NH2- 2NH3
*NH4I + KNH2 2NH3 + KI
NH4I, NH4NO3, NH4NCS sangat larut dalam amonia, larutan
yang pekat dapat bereaksi dengan logam menghasilkan H2.
nM + 2NH4+  H2 + 2NH3 + Mn+
Reaksi Pengendapan

Apabila 2 ion yang kurang larut bertemu dan berinteraksi akan


membentuk endapan

Dalam air
* KCl(aq) + AgNO3(aq)  AgCl (s) + NO3- + K+

Dalam amonia
* AgCl (am) + KNO3(am)  KCl(s) + NO3- + Ag+
Amonia lebih basa dari air dan tetapan dielektrik lebih rendah
*Senyawa yang tidak larut dalam NH3(l) berbeda dangan
senyawa yang tidak larut dalam H2O(l)
*Sebagian besar senyawa klorida tidak larut dalam
NH3(l) kecuali NaCl, NH4Cl, dan BeCl2
*Kebanyakan nitrat larut dalam NH3(l) sehingga dapat
digunakan untuk metode pengendapan.
*Beberapa halida yang tidak larut akan mengendap
sebagai amina kompleks
*Garam KNH2 Lebih larut dari pada NaNH2
*Kalium amida dalam air tidak menghasilkan ion
amida, reaksinya sbb:
KNH2(s) + H2O(l)  NH3(aq) + K+(aq) +OH-(aq)
Reaksi pembentukan kompleks
Dalam larutan air, penambahan ion CN- pada ion Ag+
menghasilkan endapan taklarut AgCN, tapi jika endapan
tersebut ditambahkan ion CN- berlebih akan terbentuk
kompleks Ag(CN)2- yang larut Reaksi yang sama
juga terjadi pada NH3(l)
Dalam air
*Zn2+ + 2OH-  Zn(OH )2   Zn(OH ) 42-
hidroksida berlebih
Dalam amonia
*Zn2+ + 2NH2-  Zn(NH2 )2   Zn(NH2 ) 42-
amida berlebih
Reaksi Redoks

*Sama dengan dalam H2O(l)


*Ketika gas O2 memasuki larutan logam Na dalam NH3(l) terlebih dahulu
dihasilkan hidroksida dan amida, baru diikuti oksidasi amida menjadi
nitrit

2Na + 1/2O2 NaOH + NaNH2 + NH3

4NaNH2 + 3O2 2NaOH + 2NaNO2 + 2NH3

Larutan logam-logam alkali dan alkali tanah dalam NH3(l) bertindak


sebagai donor elektron (reduktor)
*Oksidasioleh KMnO4 dalam NH3(l) lebih lemah daripada
dalam H2O(l).

*KMnO4 tereduksi dengan cepat menjadi K2MnO4 dan


MnO2 oleh kalium. Reduksi diikuti oleh reaksi lambat
K2MnO4 yang tereduksi lanjut menjadi MnO

*KMnO4 juga tereduksi menjadi K2MnO4 oleh KNH2

*Dalam NH3(l) larutan logam merupakan reduktor kuat


karena adanya elektron bebas dalam larutan yang
dengan mudah didonorkan pada akseptor elektron,
sedangkan kekuatan oksidatornya lemah
Reaksi lain dalam Pelarut Amonia

• Spesi kimia basa yang lebih kuat dari ion amida menjadi basa kuat
dalam amonia
H- + NH3  NH2- + H2
O2- + NH3  NH2- + OH-

• Amonia dapat menyebabkan disproporsionasi belerang


5S8 + 16NH3  4S4N- + 4S62- + 12NH4+

S62-  2S3- ion ini berwarna biru, dalam aluminosilikat membentuk


ultramarine blue (pigmen biru)
HF sebagai pelarut :
• Titik leleh = -83 oC
• Titik didih = 19,4 oC
• Tetapan dielektriknya tinggi sehingga memilki sifat pelarut yang
baik
• Melarutkan beberapa garam tanpa diubah seperti pada H2O
• Aktivitas kimia ekstrim sehingga sedikit sekali anion larut tanpa
perubahan
Proses pelarutan solut dalam HF

1. Disosiasi ion yang sama


KF + HF ↔ K+ + HF2-
2. Penambahan HF pada solut, diikuti dengan disosiasi
menghasilkan ion kompleks dan ion F-
CH3COOH + HF ↔ CH3COOH.HF
CH3COOH.HF ↔ CH3COOH2+ + F-
3. Reaksi kimia penggantian anion solut dengan F
KCN + HF ↔ HCN + KF

4. Reaksi kimia yang lebih rumit


H2SO4 + 2HF ↔ HOSO2F + H3O+ + F-
*Oksida dan hidroksida biasanya bereaksi keras dengan
HF membentuk F- dan H2O.
H2O bereaksi dengan pelarut berlebih menghasilkan
hidronium dan ion bifluorida.
OH- + HF ↔ F- + H2O
H2O + 2HF ↔ H3O+ + HF2-

*Mayoritas senyawa Cl, Br, dan I tidak larut dan


bereaksi dengan pelarut menghasilkan hidrogen
halida.
KCl + HF ↔ HCl + KF
*K dan Na sulfat larut dengan mudah tapi sebelumnya
diubah menjadi asam sulfat dan kemudian menjadi asam
fluosulfonat
H2SO4 + 2HF ↔ HOSO2F + H3O+ + F-
*Sebagian besar sulfat yang lain tidak dapat larut
*Asam nitrat dan beberapa garam nitrat larut dalam HF
NaNO3 + 4HF ↔ Na+ + H2NO3+ + 2HF2-
*Hanya fluorida, fluoborat dan perklorat yang larut
dalam HF dan menghasilkan ion-ion yang sama dengan
jika dilarutkan dalam H2O.
*Reaksi dalam HF
* Karena hanya ada beberapa anion yang stabil dalam HF, reaksi yang
umum terjadi adalah reaksi netralisasi dan pengendapan
Na2SO4 + 2AgF ↔ Ag2SO4 + 2NaF
KClO4 + TlF ↔ TlClO4 + KF
NaClO4 + AgF ↔ AgClO4 + NaF
KIO4 + AgF ↔ AgIO4 + KF
* Beberapa senyawa organik larut dalam HF dan menghasilkan larutan
dengan konduktivitas tinggi

* Reaksi solvasi dimana molekul organik menerima proton dan membentuk


ion kompleks positif

* Reaksi tipe tersebut terjadi pada alkohol, fenol, eter, aldehid, asam-asam
anhidrida.
ROH + 2 HF ↔ ROH2+ + HF2-
R2O + 2 HF ↔ R2OH+ + HF2-
(RCO)2O + 2 HF ↔ (RCO)2OH+ + HF2-
R2CO + 2 HF ↔ R2COH+ + HF2-
SO2 (l) sebagai pelarut :
- Waterlike
- T.d = -10 oC
- T.b = -75 oC Range fasa cair luas pelarut

- Terionisasi lemah : SO2 + SO2 SO2+ + SO32-


- Meskipun µ = 1,61D, tapi range cair dan BM menyebabkan SO2 (l)
tidak berasosiasi sebanyak NH3 dan HF karena SO2 (l) tidak
mempunyai atom H yang dapat digunakan untuk ikatan H
- ε = 17,27 sehingga meskipun < air tapi tetap dapat melarutkan
sejumlah garam
*Larutan garam dalam SO2 (l) mempunyai konduktivitas
listrik tinggi, membuktikan bahwa pelarut merupakan
media pengion
*Kelarutan senyawa-senyawa anorganik dalam SO2 (l)
sangat bervariasi dan dalam rentang nilai yang tinggi
*Kecuali I, sebagian besar kelarutannya kecil (0,2-2,0
g/100ml)
*Alkali dan alkal tanah-iodida mudah larut tapi
kelarutannya menurun dari Br ke F
*Olehkarena urutan kelarutan alkali halida dalam SO2 ><
NH3, dapat digunakan 2 pelarut tersebut untuk
memisahkan Cs dan Pb dari ion-ion logam alkali
*SO2 juga pelarut yang sempurna untuk senyawa
(l)
organik dan dapat digunakan sebagai media reaksi-
reaksi organik seperti Fiedel Crafts, sulfonasi dan
brominasi.

*Merupakan pelarut yang lebih baik untuk senyawa-


senyawa kovalen daripada elektrovalen

*Industri
menggunakan sifat-sifat pelarut SO2 (l) untuk
pemurnian produk petroleum