Anda di halaman 1dari 23

Portofolio Anak

KEJANG DEMAM KOMPLIKATA

Sabtu, 1 April 2017

Oleh: dr. Asri Paramytha

Pembimbing :

dr. Retno Purwaningtyas NA.,Sp.A. M.Kes.


dr. Dasit Riyadi
dr. Guntur Sugiharto, MM.Kes
IDENTITAS PASIEN

• Nama : An. A
• Umur : 1 th 6 bln
• Jenis kelamin : Perempuan
• Alamat : Tukum Kidul, Tekung
• Tanggal MRS : 5 Maret 2017
• No. RM : 274257
ANAMNESIS

• KELUHAN UTAMA
Kejang
Riwayat penyakit sekarang

• Pasien datang dengan keluhan kejang 2x saat di rumah.


Kejang pertama 8 jam SMRS, kejang kedua 30 menit SMRS.
Kejang seluruh tubuh kurang lebih 1 menit, tangan dan kaki
klojotan, mata melirik ke atas. Kejang 1x di IGD . Saat kejang
pasien mengalami demam tinggi. Mulai demam sejak 16 jam
SMRS. BAB cair 3x busa (-) ampas (-) muntah (-) batuk (-),
pilek (-).
Riwayat penyakit dahulu

• Riwayat kejang sebelumnya tidak ada


Pemeriksaan fisik

Status Generalis

• Keadaan umum : lemah


• Kesadaran : compos mentis E4M6V5
• Tensi : -
• Nadi : 120x/menit teratur dan kuat angkat
• RR : 24x/menit
• Temperature : 38,4° C aksila
• BB : 12 Kg
• a/i/c/d: -/-/-/-
Kepala- • JVP: N
Leher • Pembesaran KGB: -

• Bentuk, pergerakan dada: Simetris, retraksi (-)


Thorax • Pulmo: vesikuler, ronkhi-/-, wheezing -/-
• Cor: S1S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen • Supel, bising usus (+)

• Akral hangat +/+


Ekstremitas • CRT < 2 dtk
• Edema -/-
Pemeriksaan penunjang
(06 Maret 2017)
Hematologi
• Hemoglobin 12.8 14-18 mg/dl
• Lekosit 10.700 3500-10000/cmm
• Eritrosit 5.37 4,5-6,5 juta/cmm
• LED - 0-5/jam
• Hct 40 40-54%
• Plt 288.000 150.000-450.000
• Diffcount 2/0/0/58/34/6 1-2/0-1/3-5/54-62/25-33/3-7
Serologi/imunologi
• Widal O -
• Widal H -
• Widal A -
• Widal B -
Faal Hati
• OT/PT 43/28 up to 37/40
Lain-lain
• CRP Kualitatif positif <6 mg/dl
ASSESMENT

Kejang
Demam
Komplikata
Planning Terapi
• IGD • Ruangan
– IVFD D5¼NS 1100 – Injeksi Cefotaxim 3 x400mg
cc/24jam iv
– Injeksi Antrain 1 x – Injeksi Antrain 3x 150mg
150mg iv – Injeksi Valium 4mg iv bila
– Stesolid supp 5mg kejang
– Injeksi kutoin 60mg + PZ 10
cc iv pelan (maintenance 3 x
25 mg + PZ 5 cc)
– Os: L-Bio 1x1 sach
Zink 1 x 20 mg
Tinjauan Pustaka
• Definisi
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada
kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38 oc) yang disebabkan
oleh kelainan ekstrakranium. (IDAI)

Consensus Statement on Febrile seizures (1980), kejang demam


adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi
antara umur 3 bulan sampai 5 tahun, berhubungan dengan
demam tetapi tidak pernah terbukti adanya infeksi intrakranium
atau penyebab tertentu.

International League Against Epilepsy (ILAE), kejang demam


merupakan kejang selama masa kanak-kanak setelah usia 1
bulan, yang berhubungan dengan penyakit demam tanpa
disebabkan infeksi sistem saraf pusat, tanpa riwayat kejang
neonatus dan tidak berhubungan dengan kejang simptomatik
lainnya
Epidemiologi

Asia
Menurut IDAI, kejadian kejang 20%
demam pada anak usia 3 bulan
sampai 5 tahun hampir 2 - 5%. Usia KDK
kejang demam pertama paling 80% KDS
banyak adalah pada kelompok umur
17 – 23 bulan, dan anak laki-laki
lebih sering mengalami kejang
demam.
Faktor Risiko
Faktor Lain:
Faktor resiko o riwayat kejang demam
utama DEMAM pada orang tua atau
saudara sekandung
o perkembangan
terlambat
o problem pada masa
neonatus,
o dan kadar natrium
rendah.
Klasifikasi
KDS KDK

 lamanya < 15’  Lamanya > 15’


 umumnya akan Kejang fokal atau
berhenti sendiri. parsial satu sisi atau
 Kejang umum tonik kejang umum
dan atau klonik, tanpa didahului kejang
gerakan fokal. parsial
tidak berulang dalam Berulang atau lebih
24 jam dari 1 kali dalam 24
jam.
Patofisiologi
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium : Darah perifer, Elektrolit,
Glukosa
• Lumbal Pungsi
• EEG
• Pencitraan
Diagnosis

Kejang demam dapat ditegakkan dengan


Anamnesis dan Pemeriksaan fisik.

Yaitu kejang yang disertai demam pada bayi


dan anak usia 3 bulan – 5 tahun tetapi tidak
terbukti adanya infeksi intrakranial atau
penyebab lain.
Penatalaksanaan
Saat
Kejang
Setelah
Kejang
berhenti

Pengobatan Intermitten:

-Antipiretik: Parasetamol atau asetaminofen 10 – 15 mg/kgBB/kali


diberikan 4 kali. Atau Ibuprofen 5-10mg/KgBB/kali selama 3-4x/hari

-Antikonvulsan
Pemakaian diazepam oral dosis 0,3 – 0,5 mg/kg setiap 8 jam pada saat
demam menurunkan risiko berulangnya kejang sebanyak 30-60 %.
Dapat juga diberikan diazepam rectal dengan dosis 0,5 mg/kgBB/kali,
diberikan sebanyak 3 kali per hari pada suhu >38,5° C
• Pengobatan Rumatan

• Diberikan jika:
• Kejang lama dengan durasi >15 menit.
• Ada kelainan neurologis nyata sebelum atau sesudah kejang, misalnya;
hemiparese, cerebral palsy, retardasi mental dan hidrosefalus.

• Pengobatan rumat dipertimbangkan bila:


• Kejang berulang dua kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam.
• Kejang demam terjadi pada bayi usia kurang dari 12 bulan.
• Kejang demam dengan frekuensi >4 kali per tahun

Phenobarbital atau valproic acid efektif menurunkan risiko


berulangnya kejang. Obat pilihan saat ini adalah valproic acid.
Phenobarbital dapat menimbulkan gangguan perilaku dan kesulitan
belajar pada 40–50% kasus. Pada sebagian kecil kasus, terutama pada
usia kurang dari 2 tahun, valproic acid dapat menyebabkan gangguan
fungsi hati. Dosis valproic acid 15-40 mg/kgBB/hari dalam 2-3 dosis,
dan phenobarbital 3-4 mg/kgBB/hari dalam 1-2 dosis.
Pengobatan rumat ini diberikan selama 1 tahun bebas kejang,
kemudian dihentikan secara bertahap selama 1 – 2 bulan.
Edukasi keluarga
1. Menyakinkan bahwa kejang demam
umumnya mempunyai prognosis baik.
2. Memberitahukan cara penanganan
kejang
3. Memberikan informasi mengenai
kemungkinan kejang kembali
4. Pemberian obat untuk mencegah
rekurensi memang efektif tetapi harus
diingat adanya efek samping
Beberapa hal yang harus dikerjakan bila kembali kejang:

1. Tetap tenang dan tidak panik


2. Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher
3. Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala
miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung.
Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukkan
sesuatu kedalam mulut.
4. Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang.
5. Tetap bersama pasien selama kejang
6. Berikan diazepam rektal. Dan jangan diberikan bila kejang
telah berhenti.
7. Bawa kedokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5
menit atau lebih