Anda di halaman 1dari 12

Hamartoma Paru

Oleh:
Sayyidah Salsabila 1210312093
Prima Dewi Yuliani 1210312120
Muhammad Al-Fath 1210313033
Yulia Meirita Shadila P 120311210

Pembimbing:
Dr. Lila Indrati Sp.Rad
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Suatu kelainan atau tumor-like


malformation yang dihasilkan dari
adanya pencampuran abnormal atau
Hamartoma perkembangan abnormal dari komponen
jaringan normal pada organ temapt tuor
tersebut tumbuh

“Hamartia”
Wanita : Pria = 1 : 2-3

Usia dekade ke 5-6

Perkembangan malformasi yang sudah ada sejak lahir


namun bermanifestasi setelah dewasa

Massa soliter, tidak berkapsul, berbatas tegas, dapat


beregresi secara spotan.
Hamartoma paru merupakan tumor jinak paru yang paling
sering terjadi

Merupakan 75% tumor jinak pada paru

Mekanisme terjadinya hamartoma paru masih belum


diketahui sampai sekarang dan bersifat asimptomatik

Biasanya ditemukan pada pemerksaan Ro dada yang


terlihat sebagai nodul bulat , soliter dan berbatas tegas
• Sensitif untuk mendeteksi kalsifikasi dan jaringan
CT Scan adiposa pada 50% kasus hamartoma
• Sulit untuk membedakan lesi jinak dan ganas.

• Lini utama untuk mendiagnosis hamartoma


Biopsi • Biopsi transbronkial
• FNAC
Tatalaksana
• Enukleasi
• Wedge resection
• Lobektomi
• Pneumonectomy  Kasus yang jarang, tergantung dari
ukuran, lokasi, pola pertumbuhan, gejala, dan perubahan
parenkima yang permanen.
Batasan Masalah

Referat ini membahas tentang definisi, epidemiologi, etiologi, faktor


risiko, klasifikasi, patogenesis, patofisiologi, manifestasi klinis,
diagnosis, diagnosis banding, tatalaksana dan prognosis hamartoma
paru serta mengetahui gambaran pemeriksaan radiologis secara
khusus.
Tujuan Penulisan
• Mengetahui definisi, epidemiologi, etiologi, faktor risiko,
patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, diagnosis banding,
tatalaksana, dan prognosis hamartoma paru.
• Mengetahui gambaran pemeriksaan radiologis secara khusus
penyakit hamartoma paru.
Metode Penulisan

Referat ini ditulis mengacu kepada berbagai tinjauan pustaka dan


literatur.

Manfaat Penelitian
Manfaat penulisan dari referat ini adalah sebagai berikut:
Menambah pengetahuan mengenai definisi, epidemiologi, etiologi,
faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, diagnosis
banding, tatalaksana, dan prognosis hamartoma paru.
Menambah pengetahuan mengenai gambaran pemeriksaan radiologis
secara khusus hamartoma paru.
Kesimpulan
• Hamartoma paru merupakan tumor jinak paru yang paling umum
ditemukan.
• Nodul paru soliter, yang terdiri dari jaringan yang menyerupai jaringan
penyusun paru antara lain kartilago, jaringan fibrosa, epitel dan lemak.
• Mekanisme pembentukan dan penyebab terbentuknya hamartoma masih
belum diketahui sampai sekarang.
• Sebanyak 30% hamartoma paru menunjukkan karakteristik radiologi
berupa adanya kalsifikasi yang menyerupai popcorn.
• Pemeriksaan CT scan thoraks mampu mendiagnosis hamartoma paru lebih
dari 50% dengan ditemukannya gambaran kalsifikasi atau gambaran lemak
di parenkim paru.
• Diagnosis pasti hamartoma dengan pemeriksaan sitologi yang
lokasinya dapat ditentukan berdasarkan pemeriksaan CT Scan.
• Penatalaksanaan untuk hamartoma dapat dilakukan dengan cara
enukleasi, wedge resection, lobektomi, atau pada kasus yang jarang
dapat dilakukan pneumonectomy yang tergantung dari ukuran, lokasi,
pola pertumbuhan hamartoma, ada atau tidaknya gejala, dan
perubahan parenkima yang permanen.