Anda di halaman 1dari 16

Hecting – Penjahitan Luka

Imelva Yulviani Girsang


Definisi
• Penjahitan luka adalah suatu tindakan untuk
mendekatkan tepi luka dengan benang sampai
sembuh dan cukup untuk menahan beban
fisiologis
• Indikasi:
– Setiap luka dimana untuk penyembuhannya perlu
mendekatkan tepi luka
LUKA
• Definisi
– Semua kerusakan kontinuitas jaringan akibat trauma
mekanis.
• Trauma tajam menyebabkan:
– Luka iris: vulnus scissum/incicivum
– Luka tusuk: vulnus ictum
– Luka gigitan: vulnus morsum
• Trauma tumpul menyebabkan:
– Luka terbuka: vulnus apertum
– Luka tertutup: vulnus occlusum (excoriasi dan hematom)
• Luka tembakan menyebabkan: Vulnus sclopetorum.
Klasifikasi luka berdasarkan ada
tidaknya kuman:
• Luka steril
– luka dibuat waktu operasi
• Luka kontaminasi
– luka mengandung kuman tapi kurang dari 8 jam.
(golden period)
• Luka infeksi
– Luka yang mengandung kuman yang telah
berkembangbiak dan telah timbul gejala lokal
maupun gejala umum.
Cara memegang Alat
• Instrument tertentu seperti pemegang jarum,
gunting, dan pemegang kasa: yaitu ibu jari dan
jari keempat sebagai pemegang utama,
sementara jari kedua dan ketiga dipakai untuk
memperkuat pegangan tangan. Untuk membuat
simpul benang setelah jarung ditembuskan pada
jaringan, benang dilingkarkan pada ujung
pemegang jarum.
• Pinset lazim dipegang dengan tangan kiri, di
antara ibu jari serta jari kedua dan ketiga. Jarum
dipegang di daerah separuh bagian belakang.
Jenis-jenis benang
• Benang yang dapat
diserap (Absorbable
Suture)
– Alami (Natural)
• Plain Cat Gut: dari kolagen
sapi atau domba. Memiliki
daya serap pengikat hanya
selama 7-19 hari,
diabsorbsi secara
sempurna dalam waktu 70
hari.
• Chromic Cat Gut: terbuat
dari kolagen sapi atau
domba, namun dilapisi
dengan garam Chromium
untuk memperpanjang
waktu absorbsi sampai 90
hari.
– Buatan (Synthetic)
• Benang-benang yang dibuat dari bahan sintesis, seperti
Polyglactin, Polyglycapron, dan Polydioxanone.
• Memiliki daya pengikat lebih lama, yaitu 2-3 minggu, diserap
secara lengkap dalam waktu 90-120 hari.
• Benang yang tidak dapat diserap (Non-
absorbable Suture)
– Alamiah (Natural)
• Benang Silk (Sutera) yang dibuat dari protein organik
bernama fibroin, yang terkandung di dalam serabut sutera
hasil produksi ulat sutera.
– Buatan (Synthetic)
• Benang dengan bahan dasar Nylon, polyester, dan Poly
propylene.
Benang yang tidak dapat diserap
Benang Synthetic (Non-absorbable Suture
Teknik Penjahitan Kulit
• Prinsip yang harus diperhatikan:
– Cara memegang kulit pada tepi luka dengan surgical
forceps harus dengan halus (cegah trauma lebih lanjut
pada jaringan tsb)
– Ukuran kulit yang di ambil dari kedua tepi luka harus
sama besar.
– Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1-3 cm dari
tepi luka. (khusus daerah wajah 2-3 mm)
– Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama
dengan tusukan jarum dari tepi luka
– Tepi luka diusahakan dalam keadaan terbuka keluar
setelah penjahitan.
Simple Interupted Suture
• Indikasi: pada semua luka
• Kontraindikasi: Tidak ada teknik penjahitan.
• Dilakukan sebagai berikut:
– Jarum ditusukkan pada kulit sisi pertama dengan
sudut sekitar 90°, masuk subcutan terus kekulit sisi
lainnya.
– Perlu diingat lebar dan kedalam jaringan kulit dan
subcutan diusahakan agar tepi luka yang dijahit dapat
mendekat dengan posisi membuka kearah luar.
– Dibuat simpul benang dengan memegang jarum dan
benang diikat.
– Penjahitan dilakukan dari ujung luka keujung luka
yang lain.
• Indikasi: Luka pada persendian, luka pada daerah yang
tegangannya besar.
• Kontraindikasi: Tidak ada.
• Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan eversi tepi
luka dimana tepinya cenderung mengalami
inverse.(mis: kulit yang tipis)
• Dilakukan sebagai berikut:
– Jarum ditusukkan jauh dari kulit sisi luka, melintasi luka
dan kulit sisi lainnya, kemudian keluar pada kulit tepi yang
jauh, sisi yang kedua.
– Jarum kemudian di tusukkan kembali pada tepi kulit sisi
kedua secara tipis, menyebrangi luka dan dikeluarkan
kembali pada tepi dekat kulit sisi yang pertama.
– Dibuat simpul dan benang diikat.
Subcuticuler Continuos Suture
• Indikasi: Luka pada daerah yang memerlukan kosmetik.
• Kontraindikasi: Jaringan luka dengan tegangan besar.
• Teknik ini benang ditempatkan bersembunyi di bawah
jaringan dermis sehingga terlihat hanya bagian kedua ujung
benang yang terletak di dekat kedua ujung luka yang
dilakukan sebagai berikut:
– Tusukkan jarum pada kulit sekitar 1-2 cm dari ujung luka keluar
di daerah dermis kulit salah satu dari tepi luka.
– Benang kemudian dilewatkan pada jaringan dermis kulit sisi lain,
secara bergantian terus menerus sampai pada ujung luka yang
lain, untuk kemudian dikeluarkan pada kulit 1-2 cm dari ujung
luka yang lain.
– Dengan demikian maka benang berjalan menyusuri kulit pada
kedua sisi secara paralel disepanjang luka tsb.
Jahitan Pengunci (Feston)
• Indikasi: untuk menutup peritoneum
mendekati variasi kontinyu