Anda di halaman 1dari 14

VENTRIKEL EKSTRA SISTOL

KELOMPOK 4
1. Indah Novitasari S16156
2. Indriani Safitri S16157
3. Irvan Nova Diansyah S16158
4. Janurika Purnamawati S16159
5. Kiki Nia Hastuti Ningsih S16160
6. Latifatul Isnaini S16161
7. Listya Aprilia Obay S16162
8. Mawar Isdaruwati S16163
DEFINISI
 VENTRIKEL EKSTRA SISTOL adalah
gangguan irama jantung dimana timbul denyut
jantung prematur yang berasal dari fokus yang
terletak di ventrikel. Ekstrasistol ventrikel dapat
berasal dari satu ventrikel atau lebih.
Ekstrasisitol ventrikel merupakan kelainan irama
jantung yang paling sering ditemukan dan dapat
timbul pada jantung yang normal.
Ventrikel Ekstra Sistol (VES) adalah
gelombang ventrikel yang tiba-tiba muncul pada
gelombang sinus. Ini muncul karena pacemaker
ventrikel tiba-tiba lebih kuat dari NSA dalam
memproduksi impuls listrik. Jika ada Ekstra
MACAM-MACAM VES
1. Ventrikel Ekstra Sistol “Uniform”
Adalah Ventrikel ekstra systole yang bentuknya serupa
dalam lead yang sama. Jika berbeda bentuk tetapi
dengan lead yang berbeda, belum tetu bentuk Uniform.
VES Uniform disebut juga VES Unifokal.

Ventrikel Ekstra Sistol “Uniform”


Lanjutan
2. Ventrikel Ekstra Sistol “Multiform”
Adalah Ventrikel Ekstra Sistol yang memiliki bentuk
beragam dalam lead yang sama. Disebut juga VES
Multifokal. Ini menunjukan ada beberapa sumber impuls
yang berbeda di Ventrikel.

Ventrikel Ekstra Sistol “Multiform”


Lanjutan
3. Ventrikel Ekstra Sistol “Bigemini”
Bigemini maksudnya, setiap satu kompleks normal
diikuti satu VES.

Ventrikel Ekstra Sistol “Bigemini”


Lanjutan
4. Ventrikel Ekstra Sistol “Trigemini”
Trigemini artinya setiap dua kompleks normal diikuti
satu VES.

Ventrikel Ekstra Sistol “Trigemini”


Lanjutan
5. Ventrikel Ekstra Sistol “Couplet”
Couplet artinya setelah kompleks normal muncul dua VES
sekaligus.

Ventrikel Ekstra Sistol “CoupletTindakan pada seseorang yg


cardiac arrest :
1. Cari bantuan
2. Periksa carotis & CPR (Cardiac Pulmonary
Resuscitation)
3. Saat bantuan datang, pasang monitor defibrillation
4. Tunggu sampe normal (=return cardiac spontaneous)
ETIOLOGI
Etiologi Ventrikel Ekstra Sistol adalah
1. Toksisitas digitalis
2. Hipoksia
3. Hipokalemia
4. Demam
5. Asidosis
6. Peningkatan sirkulasi katekolamin.
7. iskemia miokard
8. infark miokard akut
9. Gagal jantung
10. Sindrom QT memanjang
MANIFESTASI KLINIS
1. Biasanya pasien merasa berdebar-debar
2. Kehilangan denyut
3. Nyeri dada
4. Denyut yang tiba-tiba terasa keras
5. Sesak nafas (dispnea)
Namun, demikian perhatian terletak pada kenyataan
bahwa kontraksi premature ini dapat menyebabkan
disritmia ventrikel yang lebih serius.
Pada pasien dengan miokard infark akut, PVC bisa
menjadi precursor serius terjadinya takikardia ventrikel
dan fibrilasi ventrikel
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. EKG 12 sandapan
2. Rekaman EKG 24 jam
3. Ekokardiografi
4. Angiografi koroner
TERAPI
1. Tidak perlu diobati jika jarang timbul pada pasien,
tanpa/tidak dicurigai kelainan jantung organik
2. Perlu pengobatan bila terjadi pada keadaan
iskemia miokard akut, bigemini, trigemini, atau
multifokal, alvo ventrikuler
DIAGNOSA
Diagnosa yang sering muncul, antara lain:
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan ;
Perubahan kontraktilitas miokardial/perubahan
inotropik, Perubahan frekuensi, irama dan konduksi
listrik, Perubahan structural,
2. Aktivitas intoleran berhubungan dengan :
Ketidakseimbangan antar suplai okigen. Kelemahan
umum, Tirah baring lama/immobilisasi.
3. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan :
menurunnya laju filtrasi glomerulus (menurunnya curah
jantung)/meningkatnya produksi ADH dan retensi
natrium/air.
INTERVENSI
Diagnosa :
Penurunan curah jantung berhubungan dengan ; Perubahan
kontraktilitas miokardial/perubahan inotropik, Perubahan frekuensi,
irama dan konduksi listrik, perubahan structural
Kriteria Hasil:
Klien akan Menunjukkan tanda vital dalam batas yang dapat diterima
(disritmia terkontrol atau hilang) dan bebas gejala gagal jantung ,
Melaporkan penurunan epiode dispnea, angina, Ikut serta dalam aktivitas
yang mengurangi beban kerja jantung.
Intervensi :
a. Auskultasi nadi apical ; kaji frekuensi, iram jantung
Rasional : Biasnya terjadi takikardi (meskipun pada saat istirahat) untuk
mengkompensasi penurunan kontraktilitas ventrikel.
b. Catat bunyi jantung
Rasional : S1 dan S2 mungkin lemah karena menurunnya kerja pompa.
Irama Gallop umum (S3 dan S4) dihasilkan sebagai aliran darah kesermbi
yang disteni. Murmur dapat menunjukkan Inkompetensi/stenosis katup.
LANJUTAN
c. Palpasi nadi perifer
Rasional : Penurunan curah jantung dapat menunjukkan menurunnya nadi radial,
popliteal, dorsalis, pedis dan posttibial. Nadi mungkin cepat hilang atau tidak
teratur untuk dipalpasi dan pulse alternan.

d. Pantau Tekanan Darah


Rasional : Pada GJK dini, sedng atu kronis tekanan drah dapat meningkat. Pada HCF
lanjut tubuh tidak mampu lagi mengkompensasi danhipotensi tidak dapat norml
lagi.

e. Kaji kulit terhadp pucat dan sianosis


Rasional : Pucat menunjukkan menurunnya perfusi perifer ekunder terhadap tidak
dekutnya curh jantung; vasokontriksi dan anemia. Sianosis dapt terjadi sebagai
refrakstori GJK. Area yang sakit sering berwarna biru atu belang karena
peningkatan kongesti vena.

f. Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal/masker dan obat sesuai


indikasi (kolaborasi)
Rasional : Meningkatkn sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard untuk melawan
efek hipoksia/iskemia. Banyak obat dapat digunakan untuk meningkatkan volume
sekuncup, memperbaiki kontraktilitas dan menurunkan kongesti.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT