Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 5B

1. Monica Indah Novitasari (4301415049)


2. Ika Sri Hardyanti (4301415055)
3. Nafilatul Arfa (4301415094)
A. Tujuan percobaan
1. memahami gejala resonansi
2. memahami gelombang bunyi diudara
3. memahami azas kerja tabung resonansi
4. menentukan cepat rambat bunyi di udara

B. Dasar Teori
Resonansi adalah proses ikut bergetarnya suatu
benda yang terjadi karena pengaruh benda lain,
syarat terjadinya resonansi adalah memiliki
frekuensi alamiyah yang sama dengan frekuensi
getaran.
Bila resonansi terjadi pada nada dasar, maka
terdapat satu simpul dan satu perut.
l1 = ¼ λ
pada resonansi nada atas pertama, maka
terdapat 2 simpul dan 2 perut.
l2 = 3/4 λ
Sehingga dapat disimpulkan bahwa nada atas ke-n,
terdapat n simpul dan n perut sehingga panjang
kolom udara ln.
ln = (2n – 1) λ
4
jika cepat rambat bunyi di udara adalah v dan
frekuensi garpu tala f serta panjang gelombang λ
maka :
V=λf
C. Alat-alat
1. tabung resonansi yang dilengkapi piston
2. audio frekuensi generator analog
3. speaker
4. kabel penghubung

D. Cara kerja
1. mengukur suhu kamar, memastikan posisi piston
berada pada permukaan tabung
2. Menghidupkan audio frekuensi generator diatas
mulut tabung resonansi. Menarik piston perlahan
sampai terdengar dengungan keras pertama(
resonansi pertama). Mengukur l1
3. Melanjutkan menarik piston sampai terdengar
dengungan ke-2 (resonansi ke-2). Mengukur l2
4. Mengulangi kegiatan diatas dengan variasi f
No. f (Hz) l1 (cm) l2 (cm) Δl (cm) V (cm/s)
1. 300 28 83 55 330
2. 350 25 74 49 343
3. 400 21 64 43 344
4. 450 19 58 39 351
5. 500 17 51 34 340
6. 550 15 47 32 352

l2 ‒ l 1 = ¾ λ ‒ ¼ λ V = λ f , maka
l2 ‒ l 1 = ½ λ V = 2 (Δl) f
λ = 2 (l2 ‒
l1)
Tan α0 = Δy = 176,9 Δv = Δtan α0 2
Δx = 23 m/s
v = ( v ± Δv)
Tan α1 = 198,2 v = (353,8 ± 23) m/s
Tan α2 = 178,6
Kr = 6,5 %
Tan α0 = V
Ketelitian = 93,5 %
2
Kesesatan = 4,06 %
v = tan α0 2
Ketepatan = 95,94 %
= 353,8

Δtan α0 = 11,5
Pembahasan
Pada percobaan ini, kami menggunakan
variasi frekuensi dalam menentukan cepat rambat
bunyi. Dan metode yang kami gunakan adalah metode
ralat grafik
Pada f = 300 Hz V= 330 cm/s
Pada f = 350 Hz v = 343 cm/s
Pada f = 400 Hz v = 344 cm/s
Pada f = 450 Hz v = 351 cm/s
Pada f =500 Hz v = 340 cm/s
Pada f = 550 Hz v = 350 cm/s
Dari metode ralat grafik didapatkan v = ( v ± Δv) jadi V
= (353,8 ± 23) m/s . Dengan KR = 6,5 %, dan
ketelitian = 93,5 %. Serta kesesatan = 4,06 % dengan
ketepatan = 95,94 %.
Simpulan
1. Semakin tinggi nilai f maka Δl semakin rendah
2. Pada pecobaan ini dengan metode ralat grafik di peroleh
v = ( v ± Δv) jadi V = (353,8 ± 23) m/s
3. Di peroleh KR = 6,5 % dengan ketelitian = 93,5 %. Dan
kesesatan = 4,06 % dengan ketepatan = 95,94%.

Saran
1. Praktikan harus lebih teliti dan cermat dalam
mendengarkan dengungan keras pada resonansi
2. Percobaan dilakukan berulang kali
3. Praktikan harus perlahan-lahan dalam menerik piston
4. Praktikan tidak banyak bercanda agar menghemat waktu