Anda di halaman 1dari 23

PERTEMUAN KOORDINASI

ANTARFASILITAS KESEHATAN
KOTA SURABAYA

Chohari
Kabid. Penjaminan Manfaat Primer

Surabaya, April 2018


Penguatan Sistem
Rujukan Perorangan
dan Pelayanan Rujuk
Balik
Latar Belakang

1. Dalam rangka meningkatkan Mutu Pelayanan Fasilitas Kesehatan


2. Kondisi saat ini :
a. Adanya kunjungan ulang layanan RJTL khusus untuk kasus pasien
stabil tanpa kondisi kebutuhan perawatan lain atau prosedur
tambahan lain (>13% peserta ke FKRTL berkunjung 2x sebulan atau
lebih)
b. Rujukan FKTP berlaku 1 (satu) bulan
c. Implementasi Surat Kontrol/SKDP masih bervariasi
3. Penegasan tanggung jawab FKRTL penerima rujukan untuk menjawab
semua rujukan peserta yang dirawat di FKRTL ke FKTP di mana peserta
terdaftar

1
Tujuan
1. Meningkatkan koordinasi pelayanan antara FKTP dan FKRTL serta untuk
menguatkan sistem rujukan
2. Menyamakan implementasi surat kontrol/SKDP
3. Menjaga kontinuiti pelayanan kesehatan peserta kronis stabil melalui
peningkatan peserta PRB
4. Meningkatkan kualitas hidup peserta dengan upaya monitoring oleh FKTP
sebagai care coordinator
5. Mengendalikan potensi ketidaksesuaian pelayanan oleh Faskes (menahan
pasien kronis stabil/tidak merujuk balik)
6. Memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sehingga mutu
pelayanan tetap terjamin dengan biaya yang terkendali

1
DASAR HUKUM

Permenkes SISTEM RUJUKAN


PELAYANAN KESEHATAN
1/2012 PERORANGAN
•Pasal 3 : Sistem Rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab
pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal

•Pasal 4 : (1) Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang, sesuai dengan


kebutuhan medis dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama; (2) Pelayanan
kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan
kesehatan tingkat pertama; (3) Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat
diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat kedua atau tingkat
pertama; (4) Bidan dan perawat hanya dapat melakukan rujukan ke dokter dan/atau
dokter gigi pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama; (5) ketentuan
sebagaimana pada ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) dikecualikan pada keadaan
gawat darurat, bencana, kekhususan permasalahan pasien dan pertimbangan
geografis 1
DASAR HUKUM

Permenkes SISTEM RUJUKAN


PELAYANAN KESEHATAN
1/2012 PERORANGAN
•Pasal 5 : (1) Sistem rujukan diwajibkan bagi pasien yang merupakan peserta
jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial dan pemberi pelayanan kesehatan

•Pasal 6 : Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas, pemerataan dan peningkatan


efektivitas pelayanan kesehatan, rujukan dilakukan ke fasilitas kesehatan terdekat
yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan pasien

•Pasal 17 : (1) Rujukan dianggap telah terjadi apabila pasien telah diterima oleh
penerima rujukan; (2) Penerima rujukan bertanggung jawab untuk melakukan
pelayanan kesehatan lanjutan sejak menerima rujukan; (3) Penerima rujukan wajib
memberikan informasi kepada perujuk mengenai perkembangan keadaan pasien
setelah selesai memberikan pelayanan
1
KETENTUAN
Berlaku di 2018
1. Surat rujukan ke FKRTL berlaku 1 (satu) kali untuk diagnosa dan tujuan rujukan yang sama.
Kontrol ulang dapat dilakukan maksimal 3 (tiga bulan) sejak tanggal rujukan awal
dikeluarkan dengan menggunakan surat kontrol/SKDP. Selanjutnya peserta kembali lagi ke
FKTP dan bila memerlukan rujukan dapat dirujuk kembali ke FKRTL
2. Rujukan internal berlaku 1 kali, apabila diperlukan untuk kontrol berikutnya maka poli yang
menjadi rujukan internal dapat memberikan surat kontrol setelah berkoordinasi dengan
DPJP poli rujukan awal. Untuk kasus yang tidak berhubungan maka peserta dapat kembali ke
FKTP untuk dilakukan pemeriksaan kembali dan dapat diberikan sesuai indikasi medis
3. Pasien dengan Diagnosa Program Rujuk Balik (PRB) tunggal tanpa komplikasi, maksimal
kunjungan yang dapat dilakukan adalah 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.
4. Peserta yang dirujuk baik penyakit akut atau kronis yang sudah stabil atau termasuk
diagnosa Program Rujuk Balik (PRB) tunggal tanpa komplikasi, maka FKRTL wajib merujuk
kembali peserta ke FKTP

1
KETENTUAN
Berlaku di 2018
5. Pasien yang rawat inap di FKRTL melalui prosedur Rawat jalan atau UGD sesuai dengan
ketentuan yang berlaku, tidak memerlukan lagi rujukan dari FKTP
6. Peserta yang memerlukan pelayanan di poli RM, maka FKTP memberikan rujukan ke poli
dengan diagnosa utama DPJP poli utama memberikan konsul internal ke poli RM selanjutnya
dokter spesialis RM memberikan rencana terapi yang dapat digunakan sebagai pengganti surat
rujukan
7. Syarat penjaminan kontrol ulang
Dokter spesialis/subspesialis memberikan surat keterangan bahwa pasien masih memerlukan perawatan di FKRTL dan
Merupakan Diagnosa PRB atau Penyakit kronis lain yang masih memerlukan perawatan lanjutan (belum stabil) atau
Membutuhkan konsultasi dengan pelayanan spesialistik lain yang terkait dengan penyakitnya atau
Membutuhkan penanganan berkelanjutan seperti penanganan kasus dengan diagnosa thalassemia, hemophilia, kanker
dan gagal ginjal kronik yang memerlukan hemodialisa

1
5. Syarat penjaminan kontrol ulang (lanjutan)
Syarat penggunaan Surat keterangan
Memuat informasi yang berisi paling sedikit
Identitas Pasien,
Indikasi medis diperlukannya kontrol ulang serta
Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut dan
Harus diberikan oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP)
setiap kali pasien dibutuhkan kontrol ulang

*Peserta yang tidak diberikan surat kontrol ulang sebagaimana dimaksud maka peserta harus kembali ke FKTP 1
1
RUJUKAN BERJENJANG
BERBASIS KOMPETENSI

Tersier : pelayanan
kesehatan subspesialis oleh
dokter subspesialis
Kasus yang sudah
ditegakkan
diagnosis &
rencana terapinya,
merupakan
pelayanan Sekunder : pelayanan kesehatan
berulang dan spesialistik oleh dokter spesialis
hanya tersedia di
fasker tersier

Primer : pelayanan kesehatan dasar oleh faskes


tingkat pertama

1
KETENTUAN
PELAYANAN
PERMENKES DI RS
No. 28 tahun 2014
a. Peserta datang ke Rumah Sakit dengan menunjukkan nomor identitas peserta JKN dan
surat rujukan, kecuali kasus emergency, tanpa surat rujukan
b. Peserta menerima Surat Eligibilitas Peserta (SEP) untuk mendapatkan pelayanan.
c. Peserta dapat memperoleh pelayanan rawat jalan dan atau rawat inap sesuai dengan
indikasi medis.
d. Apabila dokter spesialis/subspesialis memberikan surat keterangan bahwa pasien masih
memerlukan perawatan di FKRTL tersebut, maka untuk kunjungan berikutnya pasien
langsung datang ke FKRTL (tanpa harus ke FKTP terlebih dahulu) dengan membawa surat
keterangan dari dokter tersebut.
e. Apabila dokter spesialis/subspesialis memberikan surat keterangan rujuk balik, maka
untuk perawatan selanjutnya pasien langsung ke FKTP membawa surat rujuk balik dari
dokter spesialis/subspesialis.
f. Apabila dokter spesialis/subspesialis tidak memberikan surat keterangan sebagaimana
dimaksud pada poin (d) dan (e), maka pada kunjungan berikutnya pasien harus melalui
FKTP.

Pelayanan kepada pasien sesuai ketentuan


Kasus emergensi tidak perlu rujukan
RS tidak diperkenankan meminta FKTP membuat
rujukan
1
www.bpjs-kesehatan.go.id
SISTEM RUJUKAN

Pada kondisi dimana peserta sebelumnya berobat ke Faskes sebagai pasien umum dan mendapat
rujukan ke FKRTL yang kerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka surat rujukan peserta sebagai
pasien umum sebelumnya tidak dapat menggantikan surat rujukan sebagai peserta JKN-KIS. Jika
peserta menginginkan pengobatan sebagai peserta JKN-KIS, maka peserta tersebut harus diperiksa
kembali di FKTP yang bekerjasama sebagai peserta JKN-KIS untuk penilaian oleh FKTP tersebut.
Jika diperlukan rujukan, FKTP tersebut akan menerbitkan surat rujukan sesuai ketentuan yang
berlaku dimana FKTP tidak bisa di intervensi oleh surat keterangan sebelumnya dari faskes saat
peserta berobat sebagai pasien umum
Apabila FKTP merujuk dengan diagnosa rujukan sebagai berikut :
• Terdapat lebih dari satu diagnosa tetapi masih berhubungan (komplikasi atau commorbid),
maka diberikan satu rujukan untuk diagnosa utamanya saja. Apabila diperlukan penanganan
poli lain, maka cukup rujukan internal atau form konsul antar poli dan peserta tidak perlu
mengambil/meminta rujukan baru ke FKTP. Masa berlaku rujukan internal satu episode rawat
jalan. apabila dokter di Poli yang menjadi rujukan internal memerlukan penatalaksanaan lebih
lanjut pada diri peserta, sesuai indikasi medis, FKTP dapat memberikan surat rujukan
tersendiri.
• Bila terdapat lebih dari satu diagnosa yang tidak berhubungan (bukan komplikasi atau
commorbid), maka dapat diberikan rujukan berbeda/tersendiri sesuai dengan indikasi medis
melalui aplikasi P-care pada hari berbeda 1
SISTEM RUJUKAN

Pelayanan peserta dalam kondisi Emergency sebagai berikut :


a. Pada saat terjadi Emergency
• Peserta dengan kondisi Emergency yang dilayani di IGD RS tidak memerlukan surat rujukan
dari FKTP
• Peserta dengan kondisi Emergency yang dilayani di FKTP dan memerlukan perawatan di
FKRTL karena emergencynya, maka setelah penanganan awal peserta dirujuk ke IGD FKRTL.
b. Pasca penanganan kasus emergency
• Pasca penanganan kasus emergency di IGD FKRTL peserta masih memerlukan perawatan di
dokter spesialis (memerlukan kompetensi dokter spesialis), maka dokter yang menangani
peserta di IGD FKRTL membuat surat kontrol ke poli spesialis di FKRTL sesuai dengan
tanggal yang direncanakan oleh dokter IGD FKRTL. Surat Kontrol yang dikeluarkan oleh
dokter di IGD FKRTL adalah pengganti surat rujukan.
• Peserta yang tidak mendapatkan SKDP/surat kontrol maka untuk pemeriksaan berikutnya
peserta kembali ke FKTP
Pelayanan peserta rawat inap di FKRTL dibagi dalam dua kondisi :
• Peserta yang telah rawat inap di FKRTL baik melalui poli maupun melalui UGD tidak
memerlukan surat rujukan rawat inap dari FKTP
• Peserta pasca rawat inap dapat menggunakan SKDP/surat kontrol dari FKRTL sesuai dengan
tanggal yang diputuskan pada surat dokter DPJP untuk kontrol pasca rawat inap. Apabila
peserta tidak mendapatkan surat kontrol berikutnya, maka peserta mengikuti prosedur awal
untuk diperiksa di FKTP. 1
SISTEM RUJUKAN

FKTP wajib memberikan pelayanan kepada peserta yang tidak terdaftar dalam kondisi :
• Peserta berada diluar wilayah FKTP tempat terdaftar (misalnya dikarenakan tugas/cuti/liburan)
• Dalam keadaan kegawat daruratan medis.
Hal diatas maksimal 3 (tiga) kali kunjungan. Apabila setelah 3 (tiga) kali kunjungan peserta masih
memerlukan pelayanan di FKTP yang sama dan peserta berada diluar domisilinya, maka peserta
diarahkan pindah FKTP. Pada kondisi diatas FKTP tidak diperkenankan memungut biaya pelayanan
kesehatan atas peserta tersebut

Untuk pelayanan HD, dokter di FKRTL wajib menuliskan atau melampirkan jadwal rencana terapi
yang akan diberikan. Jadwal rencana terapi tersebut berfungsi sebagai pengganti SKDP sehingga
peserta dapat langsung dilayani di FKRTL maksimal selama 3 bulan tanpa perlu surat rujukan dari
FKTP. Peserta kembali ke FKTP maksimal setelah 3 bulan dalam rangka penanganan penyakit lainnya
dan upaya peningkatan kualitas hidup peserta

1
SISTEM RUJUKAN

Peserta yang dirujuk antar FKRTL tidak memerlukan surat rujukan lagi dari FKTP untuk berkunjung
ke FKRTL ke-2, baik rujukan horisontal (antarFKRTL sekunder) maupun vertikal (dari FKRTL sekunder
ke FKRTL tersier)

Bila peserta masih memerlukan perawatan di FKRTL tersier, maka


dokter di FKRTL tersier mengeluarkan surat keterangan dalam
perawatan untuk digunakan oleh peserta berkunjung ke FKRTL
tersier sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan

Bila kondisi peserta masih memerlukan pelayanan spesialistik


Rujukan ke tetapi memungkinkan untuk dirawat di FKRTL sekunder, maka
tersier habis dokter di FKRTL tersier merujuk balik peserta ke FKRTL
sekunder

Bila pelayanan di FKRTL tersier telah selesai, maka dokter di


FKRTL merujuk balik peserta kembali ke FKTP

1
SISTEM RUJUKAN

Apabila peserta mendapat surat rujuk balik, maka perawatan selanjutnya dilakukan di FKTP. FKTP
harus dapat mengkomunikasikan alasan rujuk balik yang diberikan oleh FKRTL kepada peserta. Jika
diperlukan, untuk kejelasan informasi kepada peserta, FKTP dapat berkomunikasi langsung dengan
FKRTL untuk memastikan informasi sebelumnya, baik langsung maupun tidak langsung (melalui
BPJS Kesehatan Center)

1
Pelayanan Obat Rujuk Balik adalah Pelayanan Kesehatan yang
diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan
masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka
panjang yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama atas

PROGRAM RUJUK BALIK


rekomendasi/rujukan dari Dokter Spesialis/Sub Spesialis yang
merawat.

Kondisi terkontrol/stabil, adalah suatu kondisi dimana penderita


penyakit kronis berdasarkan diagnosis mempunyai parameter-
parameter yang stabil sesuai tata laksana penyakit kronis dan
ditetapkan oleh dokter spesialis/subspesialis

Surat Rujukan Balik (SRB) adalah surat yang diberikan oleh faskes
rujukan tingkat lanjutan untuk merujuk balik peserta ke FKTP dalam
rangka melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan peserta dengan
penyakit kronis dalam kondisi terkontrol dan stabil

1
Alur Rujuk Balik
JEJARING PENUNJANG FKTP APOTEK FKTP dan APOTEK
FKTP FKTP JEJARING FKRTL
(RITP)
Rujuk Penuh

SEMBUH

Rujukan ke Rawat Rujuk Parsial


Peserta
Jalan/Rawat Inap
a
Maksimal kunjungan yang
PRB dapat dilakukan adalah 1
kali dalam 1bulan

Belum Stabil

Penanganan spesialistik
Membawa surat
lain yg terkait dg
pengantar rujuk balik
penyakitnya
berupa jawaban
tindak lanjut dan Peserta Kronis PRB dan penyakit kronis lainnya yang
Resep sesuai FORNAS telah dapat ditangani diFKTP Penanganan berkelanjutan
(Hemofili, Ca, Gagal Ginjal
Kronis dst)

Tetap didorong ke FKTP dalam


rangka penanganan penyakit Kontrol Ulang Jika Surat Kontrol ulang dapat
lainnya dan upaya peningkatan dibutuhkan sesuai Indikasi diberikan maksimal 3 (tiga
kualitas hidup peserta Medis bulan) sejak tanggal rujukan
awal dikeluarkan
1
1
KETENTUAN OBAT PRB

1
KENDALA DI LAPANGAN
• FKRTL tidak memberikan surat kontrol
• Surat kontrol hilang/ketlisut
• Rujukan berlaku 1 bulan
• Rujuk balik ke FKTP belum optimal
• Rujukan internal belum optimal
• Tidak adanya rencana terapi untuk pasien yang memerlukan rehab medik
• Tidak semua petugas memahami alur rujukan dan fungsi surat kontrol
• Masih adanya rujukan dari FKTP yang langsung ke poli rehab medik
• FKTP masih merujuk peserta secara berjenjang saja belum melihat
kompetensi dari FKRTL
Terima Kasih

Kini Semua Ada Dalam


Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id