Anda di halaman 1dari 22

SISTEM PENGHANTARAN SEDIAAN VAGINA

(VAGINAL DRUG DELIVERY SYSTEM)


 Tujuan pemakaian :
- kontrasepsi; bentuk suppo (senyawa hormon)
- antiinfeksi; semisolid (krem, gel)

Anatomi fisiologis saluran vagina :


• mempengaruhi desain sistem penghantaran
• fungsi;- pembuahan, kehamilan, kelahiran
• perubahan fisiologis sesuai siklus hormonal yang bervariasi setiap
bulan
• lingkungan yang tidak konstan

→ desain sediaan disesuaikan dgn anatomi fisiologis saluran


vagina

RuG
 Anatomi saluran vagina

Anterior
fornix

cerviks

Posterior
fornix
clitoris

vagina rectum

urethra

RuG
 Absorbsi obat secara intravaginal
Dipengaruhi oleh :
• Kondisi pH vagina ( pH 4-5); dipertahankan dgn adanya
mikroorganisme komensalisme (Lactobacillus acidophilus) yang
menghasilkan asam laktat → pertahanan alami thd kolonisasi
organisme pirogen
• Akitivitas enzim (cairan vagina) → perlintasan obat melalui epitel
- keadaan infeksi dpt mempengaruhi kadar dan jenis enzim yang
ditemui pada cairan vagina
• Faktor fisika kimia molekul (berat molekul, ukuran molekul, lipofikisitas,
bentuk ionik)
• Ketebalan dinding vagina; adanya mukus serviks dan keberadaan
reseptor sitoplasmik yg spesifik
≈ modifikasi absorpsi melalui perubahan dinding vagina yg dipengaruhi
oleh siklus hormon, kehamilan, pH

RuG
Absorbsi
 Sistemik
obat melintasi membran epitel →dilepaskan→obat terlarut dlm cairan
vagina→penetrasi ke dalam membran
 Lokal
pelepasan obat→disolusi→dibawa ke daerah vagina

Penghantaran sistemik
- kontrasepsi
- terapi pengganti hormon (hormon replacement therapy);estrogen,
progesteron
- penghantaran senyawa peptida, protein

→ substansi penetran hrs mempunyai kemampuan lipofilisitas yang cukup


baik utk berdifusi melalui lapisan lipid membran dan memiliki tingkat
kelarutan baik dalam air agar terlarut dlm cairan vagina ~ susah tercapai

RuG
Keuntungan
- terhindar dari first pass effect
- dosis lebih kecil dibanding pemberian oral

Sistem penghantaran tergantung pada :


- bentuk sediaan; solid, semisolid
- sistem; swellable, erodible
- soluble/insoluble
- immediate/controlled release

Bioavaibilitas dapat dimodifikasi dengan penggunaan senyawa peningkat


penetrasi (enhancer penetration)
Permeabilitas epitel vagina utk bbrp penetran ;
• >rektal, bukal, transdermal
• < nasal dan pulmonary

RuG
 Desain Sistem Penghantaran
Bentuk umum sediaan :
- krem, busa, gel, tablet, sistem partikulat
→ penggunaan satu atau lebih polimer (bentuk mukoadhesif)

Pemilihan sistem yang optimum dgn mempertimbangkan hal-hal berikut :


1. Pilihan penghantaran lokal atau sistemik harus ditentukan
misal; penggunaan bentuk semisolid (konvensional) seperti krem, gelatau sistem
yang meningkatkan keberadaan sediaan cukup lama di vagina dgn peningkatan
kemampuan absorbsi melewati epitel
2. Penentuan lokasi spesifik jika diharapkan obat didistribusikan dgn cepat melalui
daerah vagina, misal pada senyawa antimikroba diperlukan sistem yg spesifikutk
menempatkan sediaan pada lokasi tertentu pada vagina (sistem mukoadhesif)
3. Pelepasan sediaan umumnya secara immediate, dgn modifikasi viskoelastik
sediaan semisolid utk meningkatkan penghantaran dan aksi yang diperpanjang
(btk hidrogel atau tablet), modified (controlled release) dgn penggunaan sistem
polimer yang sesuai utk masa kerja yg dipertahankan selama periode waktu
tertentu ( hormon steroid,senyawa peptida)

RuG
4. Sistem penghantaran sistemik; sifat fisika kimia ( polaritas, koofisien partisi,
berat molekul, ukuran molekul) dan efek farmakologis senyawa penetran
merupakan parameter penting → penetrasi epitel dan pelepasan ke dlm cairan
vagina
5. Analisis cost benefit utk perkembangan industri kedepan
→ - cost ; dgn pertimbangan komersial senyawa aktif dan komponen lain
- benefit; kaitan dengan jenis gangguan/penyakit

 Teknologi sistem penghantaran intravagina


• Semisolid (bioadhesif)
- polimer bioadhesif →pengendalian laju pelepasan obat,
memperpanjang waktu tinggal pada lokasi penghantaran
- mukoadhesif →cross-linked polymers, mengembang saat kontak dgn
air dan menyebar pd permukaan mukus ( melalui 2 tahap, yaitu kontak
adsorpsi akibat efek energi permukaan dan proses penyebaran akibat
proses difusi)
- terdiri dari satu atau lebih senyawa aktif

RuG
• Suppositoria / vaginal pessaries
- mengandung bbrp senyawa seperti getah alam, asam lemak,tawas
(kontrasepsi zaman mesir kuno)
- bentuk suppo (zat aktif dalam basis oleum cacao) yang diberikan sbg
kontrasepsi
→ saat ini penghantaran obat dgn sistem ini biasa digunakan utk
meningkatkan perobekan servikal sebelum proses kelahiran dan utk
penghantaran obat lokal pada vagina
• Penggunaan pembawa polimer padat
- desain tertentu secara spesifik; mengarah pada bentuk yang dpt
bertahan pada daerah vagina utk kemudian menembus tekanan
dinding vagina
- sistem ini dpt digunakan pd bbrp profil penghantaran dgn masa kerja
panjang (bbrp hari/bulan)

RuG
 Pengembangan bentuk sediaan dan sistem
penghantaran sediaan intravagina

 Bentuk cincin (intravaginal ring)


- fleksibel, berbentuk seperti donat (cincin) yg pemakaiannya dgn cara
penyisipan pada vagina selama bbrp waktu (12 bln) dan pelepasan
obat terjadi bertahap/perlahan utk memberikan efek lokal maupun
sistemik
- ukuran antara 5-9,5 mm (diameter silang) dan 50-75 mm (diameter
keseluruhan)
- pengembangan sistem penghantaran steroid (kontrasepsi) dan
penghantaran lokal/sistemik pada terapi pengganti hormon
- keuntungan: kemampuan dlm mempertahankan aksi kerja pada
waktu lama, pelepasan obat tjd secara kontiniu pada laju konstan,
meningkatkan kemanjuran dan kepatuhan pasien, tdk memerlukan
tindakan khusus (operasi) utk penggunaannya, seperti pd pemakaian
implant
RuG
RuG
Tipe intravaginal ring (IVR)

Matriks (homogen) reservoir (inti)


Sandwich (kerangka)

RuG
A.Tipe matriks
- proses sederhana melalui injeksi tunggal campuran elastomer aktif yang
berisi obat dan terdispersi homogen dalam matriks polimer
- pelepasan obat dari matriks tjd akibat permukaan cincin terbasahi oleh
medium pelarut dan pelepasan melalui bbrp tahapan khusus yaitu;
molekul obat dgn partikel yang tertahan berada pd permukaan cincin
dipisahkan dari pori kristal→terlarut dlm medium→peningkatan efek dan
perbedaan konsentrasi→proses pelepasan secara
thermodinamika→molekul obat dekat permukaan cincin akan berdifusi
melewati polimer→terjadi pelepasan obat
B.Tipe inti (core IVR)
- obat berada pd bagian inti (ditengah) dan dikelilingi oleh lapisan silikon
yg bebas dari obat→molekul obat pada antar permukaan inti-pelapis
memisah dari pori kristal dan terlarut disekitar elastomer silikon →berdifusi
melewati lapisan yg tdk mengandung zat aktif→memisah kedalam medium
disekitar sistem device

RuG
C.Tipe sandwich (shell) IVR
- terdiri atas lapisan obat yg terbatas dan berada bbrp milimeter dibawah
permukaan terluar cincin (antara pusat inti dgn lapisan luar nonmedicated)
- posisi obat dibagian inti dekat pd permukaan akan menjamin
penghantaran terbaik utk senyawa dgn polimer yg memiliki karakteristik
difusi rendah
- pelepasan obat secara konstan tdk hanya mengurangi efek samping
dibandingkan sistem matriks, tapi juga mengurangi biaya utk preparasi
sistem penghantaran

RuG
 Supravail Vaginal Gel
- gel; fosfolipid, liposom, proliposom
- tdk berminyak, penampilan estetis dan berpotensi utk
meningkatkan waktu tinggal sediaan
- formula terdiri atas fosfolipid, media hidrofilik, zat aktif dan bbrp
zat tambahan spt polimer yg berfungsi utk peningkat bioadhesif
dan stabilisator (buffer, antioksidan)
- penggunaan utk pengobatan infeksi lokal akibat jamur
(kandidiasis)
- cont.senyawa aktif: senyawa imidazol (klotrimazol, ekonazol,
mikonazol), amfoterin dan nistatin→ kelarutan rendah dlm air
 Vagisite Bioadhesive
- pelepasan terkendali dan waktu tinggal panjang
- sistem emulsi /bentuk semisolid (krem) dosis tunggal
- vulvovaginal candidiasis, antifungi
- cont. senyawa aktif: butoconazol nitrat (Gynazole)
RuG
SISTEM PENGHANTARAN SEDIAAN
INTRAUTERIN/INTRAUTERUS
 Tujuan pemakaian
- kontrasepsi; hormon progesteron (IUD : intra uterin
devices)
 Keuntungan :
- lebih efektif sbg kontrasepsi dibandingkan
pemakaian oral (pil),atau kondom
- rasio keuntungan-resiko (keberhasilan dgn
kegagalan/kematian) lebih rendah
- penyisipan dlm rahim~pemberian lokal;
menghindari pengurangan dosis dan efek samping
- dpt bertahan dalam rahim slm periode waktu yg
panjang dgn masa kerja lama

RuG
 Anatomi saluran rahim
- bentuk bulat/lonjong, dinding tebal, pd keadaan normal
berukuran panjang 3 inch dan lebar 2 inch
- terdiri atas tiga lapis :
1. endometrium; bagian dalam disusn lapisan epitel dan
jaringan penghubung, mendpt supply dari pembuluh
darah arteri utk lap.terdalam dan lap.luar
2.myometrium; lapisan tengah yg tersusun oleh
sekumpulan muskular (jaringan otot) yang saling terkait, serat
otot yg halus tertanam pada jaringan penghubung
3.peritonium; menutupi permukaan luar rahim, berdempet
pada dua sisi rongga pelvik melalui lintasan jalan rahim oleh
pelebaran sendi

RuG
IUD (intrauterine devices) :
- terdiri atas senyawa aktif (progesteron) yg
dicampurkan dgn barium sulfat yg tersuspensi dlm
minyak silikon
- disisipkan kedalam rahim menggunakan devices;
sejenis tembaga (bbrp logam lain spt seng),
dilaporkan dpt meningkatkan efektifitas sbg
kontrasepsi
- uji klinis awal (1969) menggunakan plastik
polietilen bentuk T dgn kawat tembaga 30 mm²
(Cu-T-30)
- tjd pengurangan tingkat kehamilan (dgn
peningkatan luas permukaan tembaga)
RuG
Cu-7 (tembaga dgn bentuk 7)

RuG
polietilen

etilen vinilasetat (kopolimer)

progesteron (mikrokristal, 38 mg),


barium sulfat; tersuspensi dlm minyak
silikon

RuG
IUD

RuG
 Penghantaran dan pelepasan
- pelepasan zat aktif tjd bertahap dan kontiniu
- proses pelepasan merupakan kombinasi ionisasi dan
khelating
- diameter alat/device berkurang seiring waktu krn proses
korosi dan pengelupasan logam
- uji klinis dari penggunaan Cu-7 IUD yg diberikan selama 40
bulan memberikan hasil pelepasan hormon dari dosis yg
dihantarkan ekivalen dgn pemakaian 9,87µg per hari
- pelepasan linier thd waktu dan berlangsung secara bertahap
(controlled delivery)

RuG
 Pengembangan sediaan
 Membrane-Controlled Reservoir-type Drug Delivery
Devices
- devices : membran polimer bentuk enkapsulasi dan mengontrol
pelepasan hormon
- dibagi atas sistem komponen tunggal dan komponen ganda,
tergantung polimer yg digunakan
- pelepasan hormon dpt dimodifikasi dgn tingkat permeabilitas
membran atau modifikasi sifat fisika kimia membran
 Polymer Matrix Diffusion-Controlled Drug Delivery Devices
- devices : partikel obat dlm bentuk cross-linked dgn
matriks polimer
- peningkatan/penurunan laju pelepasan diatur melalui
pengaturan membran saat enkapsulasi senyawa dgn
permeabilitas membran yg tinggi

RuG