Anda di halaman 1dari 22

TANTANGAN PENERAPAN

SYARI’AT ISLAM
KELOMPOK 5
Haidar Fathurrahman 230110150159
Muwahid Izzharil Haq 230110150166
Surya Adhie 230110150173
Harry Abdurrahman 230110150182
Septian Arya Rizky 230110150185
Bagus Triwinarko 230110150192
Ustman Sidik 230110150195
Muhammad Heffiqri Riady 230110150201
Yaris Hikmawansyah 230110150210
Abdul Latief 230110150227
Rifqi Ramdani 230110150230
Thoriq Ilham 230110150235
230110130184
APA ITU SYAR’IAT?

Syari’at menurut bahasa mempunyai beberapa makna, diantaranya


adalah:
• Ath-Thariqah (jalan)
• ‘Atabah (tangga/pintu)
• Mawrid al-maa’ alladzii yustaqa minhu bi-laa risyaa’, yang artinya
sumber air yang menjadi tempat pengambilan air tanpa tali timba
Syari’at secara
terminologis

Secara Sempit: Secara Luas:


Dalam arti sempit al-syari’ah berarti norma- Dalam arti luas “al-syari’ah” berarti seluruh
norma yang mengatur sistem tingkah laku ajaran Islam yang berupa norma-norma
individual maupun tingkah laku kolektif. ilahiyah, baik yang mengatur tingkah laku batin
Berdasarkan pengertian ini, al-syari’ah (sistem kepercayaan/doktrinal) maupun
dibatasi hanya meliputi ilmu fikih dan usul tingkah laku konkrit (legal-formal) yang
fikih. individual dan kolektif.
TANTANGAN PENERAPAN SYARI’AT ISLAM

FAKTOR

Internal Eksternal
FAKTOR INTERNAL

• Pada intinya, faktor internal yang menjadi


tantangan dalam penerapan syari’at islam
adalah lemahnya pemahaman umat islam
itu sendiri terhadap agama islam.
FAKTOR EKSTERNAL
Upaya-upaya pihak luar untuk menghambat penerapan
syariat islam diwujudkan dalam bentuk penyebaran ide-ide
untuk memberangus keberadaan islam dan memalingkan
umat dari ajaran Islam yang sebenarnya. Bahkan mereka
mulai menancapkan hegemoni mereka secara politik dan
ekonomi di dunia islam dengan menanam antek-antek
mereka, para penguasa, para pemikir dengan ideologi-
ideologi baratnya.
1. DEMOKRASI
• Kedaulatan tertinggi adalah rakyat, kedaulatan berarti kekuasaan untuk
membuat atau menetapkan sistem hukum yang akan diberlakukan.
• Ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam:
1. Islam mengajarkan bahwa kedaulatan tertinggi hanya di Tangan Allah SWT
2. Pengambilan keputusan berdasar pada suara mayoritas juga bertentangan
dengan konsep hal yang sama dalam Islam, islam memberikan batasan-
batasan tertentu dalam proses pengambilan keputusan.
3. Sebagian kaum Muslim menganggap bahwa demokrasi dapat dimaknai
dengan makna yang lebih islami
2. PLURALISME
• Sering diartikan sebagai paham yang menyatakan bahwa
kekuasaan negara harus diserahkan kepada berbagai
golongan dan tidak dibenarkan dimonopoli oleh satu
golongan
• Toleransi adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan,
peradaban, dan lain-lain.
• Adanya toleransi mengenai sagala sesuatu yang
bertentangan dengan ajaran islam.
A. Kritik Islam atas Pluralisme dan Civil Society
- Al Quran telah menyebutkan adanya keragaman suku dan bangsa agar manusia saling
mengenal satu sama lain pada QS. Al Hujurat: 13.
- Ayat tersebut memang mencitrakan adanya keberagaman (pluralitas) suku dan bangsa, tetapi
tidak menunjukkan bahwa Islam mengakui kebenaran agama-agama lain selain Islam
- Al Quran telah membantah dengan tegas dan jelas kebenaran dari agama selain Islam:
- QS. Ali ‘Imran: 19
- QS. Ali ‘Imran: 85
- QS. Al Maidah: 72
- QS. Al Hajj: 67-71
B. Piagam Madinah bukan Dalil bagi Civil Society

Piagam Madinah dibuat setelah Rasulullah berhasil mendirikan negara Islam


Madinah. Masyarakat yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada masa itu dihuni
tiga kelompok besar:
1. Muslim Muhajirin dan Muslim Anshar (mayoritas)
2. Musyrik ‘Aus dan Khazraj (sedikit)
3. Yahudi yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu Bani Qunayqa, Nadhir,
Khaybar dan Qurayzah
POIN-POIN PENTING PIAGAM MADINAH
1. Kedekatan dan kekerabatan Yahudi berlaku antarmereka
2. Kota Madinah harus menjadi tempat suci bagi penduduk yang ikut
menandatangani undang-undang ini
3. Jika ada perselisihan yang mengkhawatirkan diantara mereka maka solusinya
dikembalikan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW
4. Siapa saja tidak boleh bekerjasama dan memberikan bantuan kepada kafir
Quraisy
• Bagi Islam, konsep masyarakat adalah kesatuan utuh yang tidak bisa
dipisahkan. Islam memandang individu sebagai bagian yang tidak terpisah
dari masyarakat. Masyarakat juga tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiganya
merupakan satu kesatuan
• Dalam QS. An Nisa: 59 , kaum Muslim wajib menaati pemimpin selama
pemimpin itu menaati Allah dan Rasul-Nya
• Di sisi lain, Islam juga memerintahkan kaum Muslim untuk mengoreksi
penguasa, jika ia menyimpang dari hukum Islam. Bahkan seorang Muslim
wajib mengingkari pemimpin yang fasik dan menampakkan kekufuran yang
nyata
3. HAM
Pemikiran mengenai HAM berpangkal pada pandangan ideologi Kapitalisme terhadap tabiat
manusia Ideologi kapitalis memandang bahwa manusia itu baik, tidak jahat. Kejahatan yang
muncul merupakan akibat dari pengekangan terhadap kehendaknya. Kaum kapitalisme
menyerukan kebebasan bagi manusia agar dia mampu menunjukkan tabiat baiknya yang asli.

Tabiat manusia sebenarnya siap atau berpotensi untuk menerima kebaikan dan kejahatan
sekaligus. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah SWT:

‫وهديناه النجدين‬
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan
(baik dan buruk), -QS. Al – Balad : 10-
• Hubungan yang benar adalah seperti yang digambarkan oleh
Islam, Islam memandang hubungan itu sebagai hubungan
keanggotaan yang saling melengkapi, bukan berlawanan
• Pendapat orang-orang kapitalis yang menyatakan bahwa
masyarakat merupakan sekumpulan individu yang hidup bersama
di suatu tempat dengan berlandaskan 4 asas kebebasan adalah
pendapat yang jauh dari kebenaran
• Kebebasan semacam ini terbukti telah menjerumuskan masyarakat
menjadi gerombolan binatang-binatang buas, yang kuat
memangsa yang lemah
Dalam hal ini, cara dan sarana yang digunakan oleh para penguasa barat itu
beraneka ragam, diantaranya:
1. Menyesatkan umat melalui media massa
2. Memanipulasi pemahaman dan hukum Islam
3. Menerapkan peraturan-peraturan kufur serta melegalisasi hukum dan
undang-undangnya
4. Mengadakan berbagai perjanjian dengan negara Islam supaya mereka tunduk
di bawah kaki kaum kafir dan cengkeramannya
5. Menghina Islam dengan memusnahkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Islam
6. Menumpas secara kejam para pejuang Islam yang telah sadar dan ikhlas dari
kalangan pemuda Islam
MENJAWAB TANTANGAN

• Umat Islam harus diantarkan pada level berpikir yang lebih tinggi
• Menghadirkan kembali metodologi berpikir produktif
• Membangkitkan makna akidah Islam pada jiwa Muslimin, sebagaimana Allah berfirman pada
QS. Ali ‘Imran: 110

ِ ‫اَّلل ۗ َولَو آ َمنَ أَه ُل ال ِكتا‬


‫ب‬ ِ ُ ‫ع ِن ال ُمن َك ِر َوت‬
ِ َّ ‫ؤمنونَ ِب‬ َ َ‫عروف َوتَن َهون‬
ِ ‫اس تَأ ُمرونَ ِبال َم‬ ِ ّ‫خر َجت ِللن‬ ِ ُ ‫َير أ ُ َّم ٍة أ‬
َ ‫ُكنتُم خ‬
َ‫ؤمنونَ َوأَكث َ ُر ُه ُم الفا ِسقون‬
ِ ‫َيرا لَ ُهم ۚ ِمن ُه ُم ال ُم‬ ً ‫لَكانَ خ‬
“kalian adalah umat terbaik yang dihadirkan untuk manusia; menyuruh kemakrufan dan
mencegah kemungkaran serta beriman kepada Allah”
SIKAP YANG HARUS DILAKUKAN DALAM PENERAPAN
SYARIAT ISLAM
• Setiap individu Muslim diperintahkan untuk menjalankan seluruh syariat
Islam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Baqarah: 208
َ ‫يطان ۚ ِإنَّهُ لَ ُكم‬
‫عد ٌُّو ُمبين‬ ِ ‫ش‬ َّ ‫ت ال‬
ِ ‫طوا‬ ّ ِ ‫يا أَيُّ َها الَّذينَ آ َمنُوا اد ُخلوا فِي ال‬
ُ ‫س ِلم كافَّةً َوال تَت َّ ِبعوا ُخ‬
“hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian
mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”

• Negara juga berkewajiban menjamin kebutuhan pokok bagi setiap rakyatnya


PILAR PENERAPAN SYARIAT ISLAM
Penerapan syariat islam berarti menjadikan akidah islam sebagai dasar negara dan aturan islam yang
mengatur seluruh interaksi yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Pilar-pilar untuk menerapkan syariat islam ada tiga yaitu:
1. ketakwaan individu
apabila seseorang bertaqwa kepada Allah maka segala apa yang dilakukannya akan mengacu terhadap
hukum-hukum islam
2. kontrol masyarakat
Islam mendorong masyarkat untuk melakukan koreksi terhadap seluruh civitas yang melakukan
kesalahan, baik terhadap individu,kelompok maupun penguasa.
3. peran dan fungsi negara dalam menerapkan hukum-hukum islam
Negara merupakan pilar yang sangat penting untuk menerapkan syariat islam karena negara berperan
sebagai pelaksana sekaligus pihak yang berwenang dalam menjatuhkan sanksi atas siapapun yang
melanggar aturan.
KEDUDUKAN WARGA NEGARA MUSLIM DAN NON-
MUSLIM DALAM PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM
• Hukum-hukum yang berhubungan dengan akhlak,ibadah,muamalah,serta hukum-hukum yang lain
dilaksanakan oleh seluruh kaum muslimin.Adapun bagi non-muslim yang hidup dalam daulah
islamiyah,ketentuan hukum bagi mereka adalah:
1.Pelaksanaan syariat islam oleh orang-orang non-muslim tanpa ada pemaksaan dari negara.
syariat islam yang dapat dikerjakan adalah syariat islam yang didalamnya tidak disyaratkan faktor
keimanan seperti halnya kesaksian dalam kasus harta,serta hal-hal yang membutuhkan keahlian.
2.Pemaksaan negara(khilafah islamiyah) terhadap orang-orang non-muslim untuk melaksanakan
hukum islam tertentu.
pemaksaan untuk melakukan hukum-hukum islam yang tidak disyaratkan didalamnya faktor
keimanan seperti halnya pembayaran jizyah(pajak) pada warga non-muslim, karena islam
mengajarkan tidak ada paksaan dalam beragama, ketentuan ini didasarkan pada firman Allah yaitu:
‫ّين‬
ِ ‫ال ِإكراهَ ِفي الد‬
Tidak ada paksaan dalam agama (QS Al-Baqarah:256)
MENEPIS SIKAP PHOBIA NON-MUSLIM ATAS
PENERAPAN SYARIAT ISLAM

Banyak pertanyaan apabila syariat islam diterapkan,lalu


bagaimana nasib non muslim?apakah hak-hak
keberagaman mereka akan dikebiri?apakah mereka akan
diusir dari negara lain?dan masih banyak pertanyaan
yang berkecambuk dalam benak pemikiran mereka, lalu
bagaimanakah islam menyikapinya???
Dalam daulah khilafah islamiyah, orang-orang non muslim maupun muslim
akan mendapatkan perlakuan sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat.Hak-
hak mereka dijamin penuh oleh negara islam.islam membiarkan orang-orang
non-muslim untuk hidup berdampingan dengan orang-orang muslim selama
mereka tidak memusuhi dan memerangi kaum muslimin.barangsiapa yang
menyakiti kafir dzimmi maka orang tersebut seperti halnya menyakiti kaum
muslimin,sebagaimana sabda nabi muhammad yang artinya:
“ barangsiapa yang menyakiti kafir dzimmi maka aku berperkara
dengannya, dan barangsiapa berperkara denganku maka aku akan
memperkarakannya pada hari kiamat”
(As-Suyuthi, al-Jami’ ash-Shagir, hadits hasan)