Anda di halaman 1dari 20

TERMODINAMIKA DASAR II

PERTEMUAN V
Materi Pertemuan :
Campuran Cairan, Uap dan Gas

T.M.B. 18 / 2 SKS
Eko Sulistiyono, M.Si
Download di : dosen01638@unpam.ac.id
HP: 081219322114 WA : 085719379824
Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang
Tahun 2016
TERMODINAMIKA DASAR II
Tujuan Pengajaran :
Mampu menyelesaikan persoalan / perhitungan dan analisa sistem termodinamika
pada bahan campuran cair, uap dan gas dalam satu sistem

METODA PENGAJARAN :
• Pengajaran diberikan dalam bentu kombinasi kuliah, diskusi dan tugas serta
kegiatan mandiri dari mahasiswa .
• Diberikan pemahahaman teori dan konsep teknik-teknik analisis kuantitatif
deskriptif .
• Memberikan contoh aplikasinya
• Dilakukan diskusi pembahasan soal-soal dan tugas.
TERMODINAMIKA DASAR II
Campuran cairan,uap dan gas
Dalam satu sistem yang berisi gas dan cairan pasti terdapat suatu interaksi antara
keduanya. Jika di suatu sistem yang terdiri dari air dan udara pada kondsisi dingin
air yang ada di udara sangat sedikit, kemudian akan naik jika terus dipanaskan dan
akan mencapai tahap yang optimal :
TERMODINAMIKA DASAR II
Dasar perhitungan
Molalitas : menyatakan jumlah mol Fraksi mol menyatakan perbandingan mol
zat terlarut dalam 1000 gram pelarut. suatu zat dengan mol seluruh zat dalam
Molalitas dapat dinyatakan dengan larutan. Dalam campuran zat dengan zat B,
rumus: maka fraksi mol masing-masing zat dapat
dinyatakan dengan:
TERMODINAMIKA DASAR II
Tekanan uap :
Tekanan uap adalah tekanan suatu uap pada kesetimbangan dengan fase bukan
uap-nya. Semua zat padat dan cair memiliki kecenderungan untuk menguap menjadi
suatu bentuk gas, dan semua gas memiliki suatu kecenderungan
untuk mengembun kembali. Pada suatu suatu suhu tertentu, suatu zat tertentu
memiliki suatu tekanan parsial yang merupakan titik kesetimbangan dinamis gas zat
tersebut dengan bentuk cair atau padatnya. Titik ini adalah tekanan uap zat tersebut
pada suhu tersebut.

Tekanan uap suatu cairan bergantung pada banyaknya molekul di permukaan


yang memiliki cukup energi kinetik untuk lolos dari tarikan molekul-molekul
tetangganya. Jika dalam cairan itu dilarutkan suatu zat, maka kini yang menempati
permukaan bukan hanya molekul pelarut, tetapi juga molekul zat terlarut. Karena
molekul pelarut di permukaan makin sedikit, maka laju penguapan akan
berkurang. Dengan pekataan lain, tekanan uap cairan itu turun. Makin banyak zat
terlarut, makin besar pula penurunan tekanan uap.
TERMODINAMIKA DASAR II
Tekanan uap air jenuh
Bila kita memanaskan air (atau zat yang
dapat menguap lainnya) dalam ketel yang
tertutup, maka ketika air endidih tutup ketel
dapat terangkat, mengapa hal ini
terjadi?Apasebenarnyayangmenekan tutup
ketel tersebut, air atau uap airnya ? Dalam
ruang tertutup air akan menguap sampai
ruangan tersebut jenuh, yang disertai
dengan pengembunan sehingga terjadi
kesetimbangan air dengan uap air.

Terjadinya uap air ini akan menimbulkan tekanan sehingga menekan ketel. Ketika air
mendidih (suhu 100°C) banyak air yang menguap sehingga tekanan yang
ditimbulkan lebih besar hingga tutup ketel terangkat.Tekanan yang ditimbulkan oleh
uap jenuh air ini disebut tekanan uap jenuh air.
TERMODINAMIKA DASAR II
Tekanan uap air jenuh
Pada air tekanan uap jenuh pada berbagai temperatur berbeda, dimana pada
temperatur rendah tekanan uap jenuh kecil, dan akan maksimal pada temperatur
100OC mencapai maksimal 760 mmhg atau 1 atm. Dimana pada kondisi tersebut
udara yang ada di permukaan air seluruhnya berisi air dan terjadi proses
penguapan diseluruh bagian air ( air tampak mendidih) .
TERMODINAMIKA DASAR II
tekanan uap bukan air
TERMODINAMIKA DASAR II
Penurunan tekanan uap
Tekanan uap berarti tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh suatu
zat tersebut. Artinya, tekanan uap tidak berpengaruh terhadap zat
terlarut melainkan konsentrasi zatnya saja dan, itu termasuk sifat
koligatif larutan. Pada proses penurunan tekanan uap ini dikenal
dengan dua istilah :
1. Sukar menguap = gaya tarik menarik antarpartikel besar =
tekanan uap rendah (Ex = garam, gula, glikol, dan gliserol)
2. Mudah menguap = gaya tarik menarik antarpartikel kecil =
tekanan uap tinggi (Ex = atsiri, etanol, dan eter)
TERMODINAMIKA DASAR II
Penurunan tekanan uap /hukum raoult
Hukum Raoult dipakai dalam sifat koligatif pada tekanan uap ketika:
TERMODINAMIKA DASAR II
Penurunan tekanan uap
TERMODINAMIKA DASAR II
Titik didih
Titik didih adalah suhu (temperatur) ketika tekanan uap sebuah zat cair sama
dengan tekanan eksternal yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam vacuum
akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan itu berada di dalam
tekanan atmosfer. Cairan yang berada di dalam tekanan tinggi akan memiliki titik
didih lebih tinggi jika dibandingkan dari titik didihnya di dalam tekanan atmosfer.

Titik didih normal (juga disebut titik didih atmospheris) dari sebuah cairan
merupakan kasus istimewa ketika tekanan uap cairan sama dengan tekanan
atmosfer di permukaan laut, satu atmosphere. Pada suhu ini, tekanan uap cairan
bisa mengatasi tekanan atmosfer dan membentuk gelembung di dalam massa cair.
Pada saat ini (per 1982) Standar Titik Didih yang ditetapkan oleh IUPAC adalah suhu
ketika pendidihan terjadi pada tekanan 1 bar.
Pada tekanan dan temperatur udara standar (76 cmHg, 25 °C) titik didih air sebesar
100 °C.
TERMODINAMIKA DASAR II
Titik didih
TERMODINAMIKA DASAR II
kenaikan Titik didih
Dari hasil penelitian, ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari
titik didih pelarut murninya[4]. Hal ini disebabkan adanya partikel -
partikel zat terlarut dalam suatu larutan menghalangi peristiwa
penguapan partikel - partikel pelarut. Perbedaan titik didih larutan
dengan titik didih pelarut murni di sebut kenaikan titik didih yang
dinyatakan dengan, Persamaannya dapat ditulis :
TERMODINAMIKA DASAR II
kenaikan Titik didih
TERMODINAMIKA DASAR II
kenaikan Titik didih larutan elektrolit
TERMODINAMIKA DASAR II
penurunan Titik beku
TERMODINAMIKA DASAR II
penurunan Titik beku
TERMODINAMIKA DASAR II
Tekanan osmosis
Tekanan osmotik adalah gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat
pelarut yang melalui selaput semipermiabel ke dalam larutan[5]. Membran
semipermeabel adalah suatu selaput yang dapat dilalui molekul - molekul pelarut
dan tidak dapat dilalui oleh zat terlarut. Menurut Van't Hoff, tekanan osmotik
larutan dirumuskan [5]:
TERMODINAMIKA DASAR II