Anda di halaman 1dari 26

TERMODINAMIKA DASAR II

PERTEMUAN VII
Materi Pertemuan :
Dasar Sifat –sifat Air dan Uap Air

T.M.B. 18 / 2 SKS
Eko Sulistiyono, M.Si
Download di : dosen01638@unpam.ac.id
HP: 081219322114 WA : 085719379824
Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang
Tahun 2016
TERMODINAMIKA DASAR II
Tujuan Pengajaran :
Mampu memahami sifat-sifat dari air untuk aplikasi termodinamika .

METODA PENGAJARAN :
• Pengajaran diberikan dalam bentu kombinasi kuliah, diskusi dan tugas serta
kegiatan mandiri dari mahasiswa .
• Diberikan pemahahaman teori dan konsep teknik-teknik analisis kuantitatif
deskriptif .
• Memberikan contoh aplikasinya
• Dilakukan diskusi pembahasan soal-soal dan tugas.
TERMODINAMIKA DASAR II
AIR
Air adalah senyawa kimia yang paling penting dalam kehidupan di muka bumi ,
dimana diperoleh fakta bahwa permukaan bumi terdiri dari 70 % lautan dan 30 %
daratan, sehingga jumlah air di bumi sedemikian besar. Secara mikro dalam tubuh
manusia terdiri dari air kurang lebih 70 % dan dalam darah jumlah air lebih dari 90 %.
TERMODINAMIKA DASAR II
AIR
TERMODINAMIKA DASAR II
SIFAR DASAR AIR
TERMODINAMIKA DASAR II
SIFAR DASAR AIR

1. Selalu menempati ruang , dimana air yang ada di bumi pada umumnya adalah
benda cair.
2. Mempunyai berat yang sedang, dimana berat jenis air sekitar 1 kg per liter
atau 1 ton per meter kubik.
3. Mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, hal ini karena
adanya gravitasi.
4. Permukaan selalu datar jika air dalam jumlah tertentu, sedangkan dalam pipa
kapiler berbentuk lengkung cekung.
5. Berubah wujud tergantung temperatur, yaitu pada temperatuir dibawah 0OC
berbentuk padat ( es) dan pada tekanan normal pada temperatur diatas
100OC.
6. Menjadi pelarut berbagai zat , trerutama zat polar seperti garam, alkohol dll
7. Mampu menekan di segala arah jika ditekan dari satu sisi sehingga air pada
tekanan tinggi dapat memotong baja.
TERMODINAMIKA DASAR II
SIFAR DASAR AIR
TERMODINAMIKA DASAR II
SIFAR DASAR AIR
TERMODINAMIKA DASAR II
Uap air
TERMODINAMIKA DASAR II
Uap air
Proses pembentukan uap terbagi atas dua jenis, yaitu :
Uap air Dingin yaitu uap yang terbentuk diatas permukaan air sebagai akibat dari
penurunan tekanan di atas permukaan air sampai tekanan penguapan yang sesuai
dengan temperatur permukaan air tersebut pada titik didih dan pada tekanan di
bawah tekanan atmosfir bumi. Penurunan tekanan ini diantaranya disebabkan
karena adanya tekanan uap jenuh yang sesuai dengan temperatur permukaan air
maka akan terjadi penguapan. Contoh penguapan air laut menjadi awan

Uap panas yaitu uap yang terbentuk akibat mendidihnya air , aliran mendidih bila
tekanan dan temperatur berada pada kondisi didih. Misalnya bila air tekanan 1
bar maka air tersebut akan mendidih pada suhu didih (±99,630 C). Ada dua
macam uap panas :
• Saturated Steam
• Super Heated Steam
TERMODINAMIKA DASAR II
Jenis Uap air

Uap jenuh merupakan uap yang tidak mengandung bagian-bagian air yang lepas
dimana pada tekanan tertentu berlaku suhu tertentu.

Uap kering merupakan uap yang didapat dengan pemanas lanjut dari uap jenuh
dimana pada tekanan terbentuk dan dapat diperoleh beberapa jenis uap kering
dengan suhu yang berlainan.

Uap basah merupakan uap jenuh yang bercampur dengan bagian-bagian air yang
halus yang temperaturnya sama.
TERMODINAMIKA DASAR II
Tahapan perubahan fasa air-uap
Sebagaimana telah dikemukakan pada bahasan sebelumnya, kita akan
menggunakan air sebagai contoh dari proses perubahan fasa zat murni. Zat-zat
murni lainnya pada umumnya akan memiliki prilaku yang mirip dengan prilaku
perubahan fasa air. Fasa-fasa air meliputi sebagai berikut :
TERMODINAMIKA DASAR II
Tahapan perubahan fasa air-uap

1. Compressed Liquid (Cairan Terkompresi)


Misalkan anda menempatkan air pada suatu peralatan berbentuk piston
silinder pada suhu 20°C (293.15 K) dan tekanan 1 atm. Kondisi yang seperti ini
disebut dengan istilahcompressed liquid atau subcooled liquid yang berarti bahwa
cairan tersebut belum siap untuk menguap.

Apabila sistem tersebut dipanaskan, maka suhu air akan meningkat (misalkan
menjadi 60°C) yang diikuti dengan terjadinya peningkatan volume dari sistem
akibat pengembangan dari volume air tersebut. Volume yang mengembang
dengan massa yang tetap juga mengandung makna terjadinya
peningkatan spesific volume (volume/massa) seperti pada gambar 2.
TERMODINAMIKA DASAR II
Tahapan perubahan fasa air-uap
2. Saturated Liquid
Bila kita terus menambahkan panas pada sistem tersebut, maka suhu air akan meningkat
hingga 100°C (373.15 K). Pada titik ini, penambahan panas seberapapun juga akan
menyebabkan air mulai menguap. Titik tertentu dimana air mulai menguap di sebut
dengan istilah saturated liquid
TERMODINAMIKA DASAR II
Tahapan perubahan fasa air-uap
3. Saturated Vapor
Jika panas terus ditambakan, maka uap yang terbentuk akan semakin banyak.
Namun suhu dan tekanan dari campuran saturated liquid dan uap tersebut
tidak berubah, yakni tetap pada suhu T=100°C (373.15 K) dan tekanan P=1
atm. Satu-satunya properti yang berubah adalah specific volume. Kondisi ini
terus berlangsung hingga tetes cairan terakhir berubah menjadi uap. Pada titik
ini, seluruh silinder telah menjadi uap yang memiliki suhu 100°C (373.15 K).
Keadaan ini disebut dengan istilah saturated vapor.
Keadaan diantara titik Saturated Liquid hingga saturated vapor dimana air
berada didalam dua fasa secara bersamaan ini di sebut dengan saturated
liquid-vapor mixture.
TERMODINAMIKA DASAR II
Tahapan perubahan fasa air-uap
4. Superheated Vapor
Setelah semuanya menjadi uap, penambahan panas pada sistem akan meningkatkan
suhu dari uap air tersebut. keadaan ini disebut dengan superheated vapor.
Perbedaan antara saturated vapor dan superheated vapor adalah bahwa pada saturated
vapor, jika kita kurangi sedikit saja panas dari sistem, maka ia akan mulai mengembun,
sementara pada superheated vapor, penguranan energi panas hanya akan menurunkan
suhu uap saja, tidak akan merubah fasanya.

Representasi dari setiap kondisi yang digambarkan pada proses pemanasan air yang
menyebabkan terjadinya perubahan fasa, digambarkan pada suatu grafik T-V. Pada
sumbu vertikal menunjukkan nilai suhu dalam derajat celcius dan pada sumbu horizontal
menunjukkan nilai spesific volume dalam meter kubik/kilogram, sebagaimana dapat dilihat
dalam gambar berikut:
TERMODINAMIKA DASAR II
Tahapan perubahan fasa air-uap
Perlu diingat, bahwa grafik diatas
berlaku untuk tekanan 1 atm saja
(P= 1 atm). Bila tekanan dinaikkan,
maka grafik akan bergeser ke atas.
Hal ini terjadi karena suhu dan
tekanan merupakan properti yang
saling terikat pada proses
perubahan fasa. Sebagai akibatnya,
suhu didih akan tergantung pada
tekanan pada sistem. Semakin
tinggi tekanan, maka suhu didih
akan menjadi semakin tinggi.
TERMODINAMIKA DASAR II
CATATAN

Bila diberikan tekanan tertentu, maka suhu dimana suatu zat murni mengalami perubahan
fasa disebut dengan suhu saturasi atau saturation temperature (Tsat).
Demikian pula, bila diberikan suhu tertentu, tekanan dimana suatu zat murni mengalami
perubahan fasa disebut tekanan saturasi atau saturation pressure (Psat).
Pada proses perubahan fasa terlihat bahwa dengan memberikan panas tertentu pada
suhu saturasi, belum merubah fasa dari cair menjadi uap. Untuk merubahnya diperlukan
sejumlah energi panas tertentu hingga fasa cair baru bisa berubah menjadi fasa uap.
Besarnya energi yang diperlukan untuk merubah fasa cair menjadi fasa uap ini dikenal
dengan sebutan dengan Kalor Laten (Latent Heat of Vaporization) dan jumlah nya
sama dengan energi yang dilepaskan uap untuk berubah kembali menjadi fasa cair
selama proses pengembunan.
Sebagai contoh, pada tekanan 1 atm, kalor laten air adalah sebesar 2257.1 kJ/kg.
TERMODINAMIKA DASAR II
STEAM DIAGRAM
TEMPERATURE VS ENTHALPI
TERMODINAMIKA DASAR II
STEAM DIAGRAM
PRESSURE VS VOLUME
TERMODINAMIKA DASAR II
STEAM DIAGRAM
TEMPERATURE VS ENTROPI
TERMODINAMIKA DASAR II
STEAM TABLE
Steam Table

1. Tabel uap terbagi atas dua bagian, yakni : tabel uap jenuh
(saturated steam) dan tabel uap lanjut (superheated steam)
2. Masing-masing tabel uap tersebut memuat besaran-besaran
berikut: tekanan (p), temperatur (T), massa jenis (ρ), volume
spesifik (v), entalpi spesifik (h), entropi spesifik (s)
TERMODINAMIKA DASAR II
STEAM TABLE
SATURATED STEAM
TERMODINAMIKA DASAR II
TERMODINAMIKA DASAR II
STEAM TABLE
SUPERHEATED STEAM
TERMODINAMIKA DASAR II