Anda di halaman 1dari 22

IMPLIKASI PRINSIP GOVERNANCE DALAM AKUNTABILITAS

PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
Diklat Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
PPKK FISIPOL UGM, YOGYAKARTA 20 – 24 Februari 2017

Bambang Purwoko
JURUSAN POLITIK DAN PEMERINTAHAN
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Gadjah Mada

Email: bbpurwoko@ugm.ac.id – bbpurwoko@yahoo.com


Facebook: bambang purwoko
LATAR BELAKANG
 Perubahan paradigma pemerintahan
dari GOVERNMENT ke GOVERNANCE
 Perubahan dari Vertical Accountability
ke Horizontal Accountability .
 Masih terdapat perbedaaan persepsi
tentang kinerja kepemerintahan dan
pelayanan yang harus dipertanggung-
jawabkan oleh Pemerintah kepada
stakeholders.
 Mandat Peraturan Perundangan
nasional yang terkait dengan
pelaksanaan otonomi daerah.
2
Prinsip New Governance

• Minimal State
• Corporate Governance
• New Public
Management
• Good Governance
Tantangan Pemerintahan

• B
a ga
• Apa masalah mendasar me iman
n a
yang dihadapi Pem/da? biro ingkat
• L k kan
• Mengapa kinerja birokrasi ang rasi? kin
erja
tetap dinilai rendah? yan k a h-
g la
• Bagaimana kondisi unt haru ngkah
u s
kelembagaan, personalia, pel k men dilak apa
• B ayan i ng uka
n
dan dukungan sumber a ga a n ka t
m asy ank
daya yang dimiliki daerah? b i r o i ma n ara
k ra am ka
aku s e
• Langkah strategis apa nta i yang ncipta t?
efis b
yang harus dilakukan ien el, efe respo kan
? ktif n
untuk mencapai visi misi dan sif,
Pemerintah / Pemda?
Paradigma Baru Tata Kelola Pemerintahan

Responsif
Konsensus

Transparan

Partisipatif
PEMDA Kesetaraan

Akuntabel

Sesuai Hukum Effektif dan Efisien

Sumber: http://www.unescap.org/huset/gg/governance.htm
...Transparansi
Aksesibilitas Tinggi

Transpara
Manipulatif n

Akurasi Rendah Akurasi Tinggi

Tertutup Isolatif

Aksesibilitas Rendah
Prinsip Akuntabilitas

Prinsip akuntabilitas terkait erat dengan


transparansi.
Masyarakat mengetahui bagaimana
aliran kebijakan berikut
implementasinya.
Masyarakat dapat meminta
pertanggungjawaban pelaksana kebijakan jika
terjadi ketidakberesan.
Pelaksana & pembuat kebijakan juga bisa
memperoleh dukungan lebih luas dari
masyarakat jika akuntabilitasmereka diterima
oleh masyarakat.
Apa itu Akuntabilitas?

Akuntabilitas adalah kapasitas pemerintah atau


penyedia pelayanan mempertanggung-jawabkan
kebijakannya, kegiatannya, dan pengalokasian
anggaran.

Akuntabilitas
Akuntabilitas mencakup 2 komponen:
terukur melalui:

Ketaatan pada
Kewajiban Aparat Aturan Main
Hak Masyarakat Kinerja
Pemerintah
Melacak Akuntabilitas

Budget • Lihat bgmn anggaran publik


Formulation: dirumuskan dan dialokasikan.
Budget • Diagnosis implikasi anggaran
Review: thd kepentingan publik.

Expenditure • Lacak kemana uang pergi.


Tracking:
Performance • Setelah dibelanjakan, lihat
Monitoring output & outcomesnya.
Akuntabilitas & Transparansi dalam
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
dalam Lingkup yang lebih Luas

Pengawasan atas
PEMERINTAH penyelenggaraan
Pemeriksaan Pemerintahan
dalam
PUSAT Daerah: (1)
rangka Administrasi
berakhirnya Umum, (2) Urusan
masa LPPD Pemerintahan
jabatan (Permendagri 23
Kepala (PP NO.3/2007) Tahun 2007)
Daerah: (1)
kebijakan LKPJ
daerah, (2) (PP NO.3/2007)
pengelolaan
KEPALA
SDM, (3) DPRD
pengelolaan DAERAH
barang
daerah, (4)
pengelolaan Pemerintahan Daerah
keuangan
daerah ILPPD
(Permendagri
(PP NO.3/2007)
24 Tahun
2007)

RAKYAT
Mengapa diperlukan akuntabilitas bagi Pemda?

 Pemerintah daerah menjadi aktor utama dalam


menjalankan fungsi-fungsi pokok pemerintahan 
regulation, empowerment, protection, public
services.
 Menjadi kewajiban seseorang/badan hukum atau
pimpinan suatu organisasi untuk
mempertanggung-jawabkan dan menjelaskan
kinerja dan atau tindakannya kepada pihak-pihak
yang mempunyai hak untuk meminta jawaban
serta penjelasan atas hasil seluruh tindakannya.
Kepada siapa Kinerja Birokrasi Pemda
dipertanggungjawabkan?

 Dalam perspektif administrasi:


Kepada Kepala Daerah dan
Pemerintah tingkat atasnya.

 Perspektif good governance:


Kepada segenap stake-holders.

12
Mengapa Pengukuran Kinerja
Diperlukan?
 Supaya bisa menginformasikan
keberhasilan ataupun kegagalan.
 Bisa belajar dari keberhasilan/kegagalan.
 Bisa menghargai keberhasilan.
 Bisa mempertahankan keberhasilan.
 Menghindari kemungkinan memberi
penghargaan pada kegagalan.
 Menghindari kemungkinan mengulangi
kegagalan dan tetap menghamburkan
sumber-sumber daya.
Sumber: Eastern Regional Organization For Public Administration Hongkong Conference, 2000
Manfaat Laporan Kinerja

1. Meningkatkan akuntabilitas instansi


2. Umpan balik peningkatan kinerja instansi
pemerintah
3. Meningkatkan perencanaan di segala
bidang (baik program maupun sumber
daya organisasi/instansi)
4. Meningkatkan kredibilitas instansi di
mata instansi yang lebih tinggi
5. Meningkatkan kepercayaan masyarakat
Manfaat Laporan Kinerja

6. Mengetahui dan menilai keberhasilan dan


kegagalan dalam melaksanakan tugas
dan tanggungjawab insansi

7. Mendorong instansi pemerintah untuk


menyelenggarakan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan secara
baik

8. Menjadikan instansi pemerintah yang


akuntabel, efektif, efisien dan responsif
terhadap aspirasi masyarakat
Konsep Akuntabilitas Publik
 Merujuk pada kapasitas sesorang atau
organisasi yang diberi mandat dalam
mengelola sumberdaya publik untuk
mempertanggungjawabkan segala sesuatu
yang dilakukannya kepada publik.
 Berakar dari tradisi book-keeping dan
akuntansi dalam sistem pemerintahan
tradisional
 Sering digunakan secara bergantian dengan
responsivitas
 Berkaitan dengan transaksi “pemegang
mandat” atau Principal (RAKYAT) dan
“pelaksana mandat” Agent (PEMERINTAH)
Urgensi Akuntabilitas Publik

 Wujud kontrak sosial alamiah


 Kunci bagi legitimasi pemerintah
 Instrumen kontrol atas KKN dan Kepentingan
Pribadi = mengontrol kecenderungan
privatisasi sektor publik dan publikasi sektor
privat
 Transformasi tata kelola pemerintahan mulai
dari New Public Management hingga Good
Governance
 LAKIP sejalan dengan spirit desentralisasi,
yakni untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat
Jenis-Jenis Akuntabilitas Publik
 Substansi:
1. Akuntabilitas Kebijakan, program, dan kegiatan
2. Akuntabilitas legal = kepatuhan
3. Akuntabilitas ekonomi = efisiensi
4. Akuntabilitas politik = demokrasi
5. Akuntabilitas sosial = langsung berhubungan dengan masyarakat
PROSES:
6. Akuntabilitas input
7. Akuntabilitas proses
8. Akuntabilitas output, outcome dan impak
AKTOR:
9. Akuntabilitas individu
10. Akuntabilitas organisasi
Pendekatan Pengukuran
Akuntabilitas

 Pendekatan Kepatuhan: semakin patuh,


semakin akuntabil = akuntabilitas
prosedural

 Pendekatan Sosial: menitikberatkan pada


kepentingan masyarakat = akuntabilitas
substantif
Instrumen Akuntabilitas Publik

 Pendekatan Kepatuhan: berbasis aturan main


• Misalnya: LAKIP, akuntansi, dsb
• Lebih bersifat administratif

 Pendekatan Sosial: berbasis penilaian


masyarakat
• Misalnya: social audit, akuntansi sosial, dsb
• Lebih substantif

 Idealnya penggabungan
Apa Yang Harus Dilakukan

 Capacity building untuk individu dan


organisasi publik
 Misalnya: perbaiki aturan main dan SOP,
peningkatan SDM, dsb
 Instalasi institusi independen
 Misalnya: KPK, Ombudsmen, dsb
 Pelibatan stakeholders
 Peningkatan akses, media watch, dsb
Terimakasih
Slamat mengikuti Diklat