Anda di halaman 1dari 27

Appendicitis Akut

Pembimbing : dr. M. Nur Huda , Sp.B

Lean angelisa (09-204)


Anatomi

Apendiks merupakan organ


berbentuk tabung, panjangnya
kira-kira 10cm (kisaran 3-15cm),
dan berpangkal di caecum.
Lumennya sempit di bagian
proksimal dan melebar di bagian
distal.
Defenisi

Apendisitis adalah peradangan pada apendiks


vermiformis. Apendikitis adalah penyebab paling umum
inflamasi akut pada kuadran kanan bawah rongga
abdomen. Penyebab paling umum untuk bedah
abdomen darurat.
Etiologi
Appendicitis disebabkan karena adanya obstruksi pada
lumen appendix sehingga terjadi kongseti vaskuler,
iskemik nekrosis dan akibatnya terjadi infeksi.

Penyebab lain yang diduga menimbulkan Appendicitis


adalah ulserasi mukosa appendix oleh parasit E.
histolytica
patogenesa
Manifestasi Klinis

Nyeri yang menetap pada perut kanan bawah

Demam

Anorexia, mual, dan muntah

Gejala gastrointestinal  diare


Diagnosis
• Nyeri yang menetap pada perut kanan
bawah
Anamnesis • Demam
• Anorexia, mual, dan muntah
• Gejala gastrointestinal  diare

• Rovsing’s sign
Pemeriksaan • Psoas sign
fisik • Obturator sign

• Laboraturium
Pemeriksaan • USG
Penunjang • CT- scan
Skor Alvarado
Manifestasi Skor
Gejala Adanya migrasi nyeri 1
Anoreksia 1
Mual/muntah 1
Tanda Nyeri RLQ 2
Nyeri lepas 1
Febris 1
Laboratorium Leukositosis 2
Shift to the left 1
Total poin 10
Keterangan:
• 0-4 : kemungkinan Appendicitis kecil
• 5-6 : bukan diagnosis Appendicitis
• 7-8 : kemungkinan besar Appendicitis
• 9-10 : hampir pasti menderita
Appendicitis
• Bila skor 5-6 dianjurkan untuk diobservasi
di rumah sakit, bila skor >6 maka
tindakan bedah sebaiknya dilakukan
Diagnosa Banding
Perforasi

Peritonitis

Syok septik

Mesenterial pyemia dengan Abscess Hepar

Gangguan peristaltik
Penatalaksanaan
• Appendicitis akut  appendiktomi
• Appendiktomi tertutup ( laparoskopik )
-- keuntungan : kosmetik , perlengketan
pasca appendiktomi berkurang,nyeri ber
kurang,cepat kembali untuk aktifitas se-
hari hari . Biaya lebih mahal .
• Appendiktomi terbuka ( konvensional ) 
lebih murah, perlengketan pasca operasi
tinggi ,nyeri dan kembali berkerja lebih lama .
Laporan Kasus
• Nama : Ny. P
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Umur : 20 tahun
• Status : Mahasiswa
• Alamat : Padang
• No. RM : 138984
• Tanggal masuk RS : 11 juli 2017
AUTOANAMNESA

Keluhan Utama :
Nyeri perut kanan bawah sejak 1 hari yang lalu SMRS.

Riwayat Penyakit Sekarang :


nyeri perut kanan bawah sejak 1 hari SMRS.
Nyeri timbul tiba-tiba dan terasa hebat.
Nyeri dirasakan terus menerus sepanjang hari. Awalnya, nyeri
dirasakan pada daerah ulu hati, kemudian menjalar ke perut
kanan bawah. Nyeri bertambah bila berjalan dan berkurang
bila berbaring. Mual (+), muntah (+) 1x, demam (-). Nafsu
makan menurun BAB dab BAK normal
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkal pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada riwayat penyakit seperti ini pada keluarga pasien.

Riwayat Alergi
Alergi terhadap makanan, minuman, obat-obatan dan lain lain
disangkal.
Pemeriksaan
Fisik
Status Generalis
 Keadaan umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos mentis
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Nadi : 78 x/menit
 Nafas : 20 x/menit
 Suhu : 36,7 ºC
Kepala
Bentuk : Oval, simetris
Ekspresi wajah : Wajar
Simetris Muka : Simetris
Rambut : Hitam, lurus, tidak
mudah dicabut

Mata
Konjungtiva Anemis : -/-
Sklera Ikterik : -/-
Telinga
Lubang : Normal
Serumen : Tidak diperiksa

Hidung
Pernafasan cuping hidung : Tidak tampak
Septum deviasi : Tidak tampak

Mulut
Bibir : Lembab
Langit – langit : Tidak hiperemis
Faring : Tidak hiperemis
Sianosis Peroral : Tidak tampak
Tonsil : Tidak membesar, tidak
hiperemis
Leher
Trakea : Berada ditengah tidak deviasi
KGB : Tidak teraba pembesaran
Kelenjar tiroid : Tidak teraba pembesaran
JVP : 5 + 2 cm H2O

Thorax
Cor
Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat.
Palpasi : iktus kordis teraba pada ICS V linea mid clavicula
sinistra
Perkusi : Batas jantung kanan pada linea sternalis dextra ICS III
Batas jantung kiri pada linea mid clavicula sinistra ICS
IV
Batas pinggang jantung pada linea parasternalis
sinistra ICS III
Auskultasi : Bunyi jantung 1 dan 2 murni reguler
Gallop (-), Murmur (-)
Pulmo
Depan
Inspeksi : Hemitorax simetris kanan dan kiri dalam keadaan statis dan
dinamis. Retraksi sela iga (-/-)
Palpasi : Fremitus vokal dan taktil simetris kanan lebih lemah dibandingkan kiri.
Perkusi : Sonor pada semua lapang paru.
Auskultasi : vesikuler kanan sama dibandingkan kiri.
ronki (-/-), wheezing (-/-).
Belakang
Inspeksi : Hemitorax simetris kanan dan kiri dalam keadaan statis dandinamis.
Palpasi : Fremitus vokal dan taktil simetris kanan dan kiri. Tidak teradapat nyeri
tekan
Perkusi : Sonor pada semua lapang paru.
Auskultasi : vesikuler kanan sama dengan kiri.
ronki (-/-), wheezing (-/-).
Ekstremitas
Superior : Akral hangat (+/+), Edema (-/-),
Sianosis (-/-)
Inferior : Akral hangat (+/+), Edema (-/-),
Sianosis (-/-)
Abdomen
Status Lokalis
Inspeksi : Datar, tidak ada sikatrik
Palpasi : Hepar tidak teraba membesar, Lien tidak
teraba membesar, Nyeri tekan pada abdomen (+), Nyeri
Lepas (+), Mc Burney (+), Psoas Sign (+) , Tidak teraba
massa.
Perkusi : Timpani pada sembilan kuadran abdomen.
Auskultasi : Bising usus (+).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan lab (11/07/2017)
Darah rutin:
Hemoglobin : 11,2mg/dl
Hematokrit : 46 %
Leukosit : 16,740 /mm3
Diagnosis
• Appendisitis Akut

Diagnosis Banding
• gastroenteritis
• Kista ovarium terpuntir
Penatalaksanaan
• Infus Ringer laktat 20 tpm
• Cefotaxime 2 x 1gr (IV)
• Ranitidin 2 x 1 amp (IV)
• Ketorolac 3 x 1 tab

Rencana
• Operasi Appendectomi
• Ad vitam : bonam

• Ad functionam : bonam

• Ad sanationam : bonam
Terima kasih