Anda di halaman 1dari 28

PELUANG

Peluang dan Inspirasi Usaha


• Peluang (opportunity) adalah kesempatan yang muncul dari sebuah
kejadian dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang
• Inspirasi merupakan sumber dari peluang, yang muncul dari mana saja dan
kapan saja
• Faktor-faktor yang dapat memunculkan insiprasi adalah sbb :
1. Faktor Internal : berasal dari dalam diri seseorang sebagai subyek antara
lain : pengetahuan, pengalaman diri sendiri orang lain dan intuisi
2. Faktor Eksternal : hal-hal yang dihadapi seseorang yang menjadi obyek
untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis antara lain masalah yang
dihadapi dan belum terpecahkan, kesulitan sehari-hari, kebutuhan yang
belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain dan pemikiran
yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru
• Bila ditampilkan dalam sebuah diagram, maka
munculnya ide untuk sebuah inspirasi adalah
sebagai berikut
Faktor Internal Faktor Eksternal
(Subjek) (Objek)
Untuk digunakan Objek Untuk menjadi
sebagai alat dalam sumber munculnya
memecahkan sebuah inspirasi
masalah Alat
Titik Temu
(Konektivitas)
Input
Dengan kreativitas Munculnya ide dari
orang lain

Hasil

Munculnya Banyak Timbul


Ide
Inspirasi
Untuk mencari
solusi kreatif
Perencanaan Usaha
Aspek-aspek yang harus dipersiapkan
• Peluang sebuah usaha berawal dari angan-angan yang belum
terwujud. Untuk itu diperlukan suatu tindakan dalam bentuk
perencanaan usaha.
• Beberapa aspek yang harus dipersiapkan dalam perencanaan suatu
usaha adalah sbb :
A.Aspek Organisasi dan Produksi
B. Aspek Permodalan dan Pembiayaan Usaha
C. Aspek Pemasaran
D.Aspek Administrasi Usaha
A. Aspek Organisasi dan Produksi
• Tidak dibahas secara rinci karena dapat mata kuliah
manajemen produksi…
B. Aspek Permodalan dan pembiayaan usaha
• Aspek keuangan penting dalam menjalankan suatu usaha,
pengelolaan keuangan yang baik akan membantu pencapaian
tujuan usaha.
1. Permodalan usaha
2. Macam-macam modal
• Secara garis besar, modal terbagi menjadi 2, yaitu modal aktif
dan modal pasif
MODAL AKTIF
I. Modal aktif terdiri dari 4 jenis yaitu :
a. Menurut lamanya modal aktif itu memberikan jasa dalam proses produksi
:
 Modal Tetap, merupakan modal yang memberikan jasa untuk proses
produksi dalam waktu lama, misalnya tanah, gedung, dan mesin.
 Modal lancar, merupakan modal yang memberikan jasa hanya sekali
dalam proses produksi, misalnya bahan baku dan bahan pembantu.
b. Menurut wujud aktivanya, terbagi atas :
 Modal Barang, merupakan modal aktiva yang berwujud kebendaan dan
hak-hak atas sejumlah barang, misalnya tanah, gedung, mesin, dan
perkakas.
 Modal Uang, merupakan aktiva yang berupa alat-alat pembayaran dan
hak-hak atas sejumlah tagihan uang, misalnya uang kas, simpanan di
bank, piutang, dan wesel tagih
Catatan
• Biaya depresiasi : biaya yang disiapkan(cadangan) untuk
membeli kembali barang(modal tetap).
MODAL AKTIF
c. Berdasarkan tetap tertanamnya modal aktif itu dalam badan usaha, maka
modal aktif terdiri atas
 Modal Konstan, merupakan modal yang selalu tetap besarnya dalam
badan usaha, misalnya tanah.
 Modal Variabel, merupakan modal yang tertanam dalam perusahaan
dan bersifat tidak tetap/berubah jumlahnya.
d. Berdasarkan rentabilitas badan usaha, modal aktif terdiri dari :
 Modal yang dipakai dalam perusahaan. Misalnya dalam suatu usaha
bengkel, modal yang dipergunakan langsung untuk proses pengerjaan
perbaikan kendaraan
 Modal yang dipakai di luar perusahaan. Misalnya dalam saham-saham
di PT. lain yang sekiranya bisa menguntungkan
Modal pasif
2. Modal Pasif, adalah hak-hak para pemilik dan para pemberi utang
yang dinyatakan dalam nilai uang. Modal pasif terdiri dari :
a. Modal Sendiri, merupakan modal yang diserahkan para pemilik
kepada badan usaha
b. Modal Asing, merupakan sejumlah modal yang diberikan pihak
lain kepada badan usaha sebagai pinjaman, dengan tidak
mengingat bagaimana terjadinya pinjaman itu. Pinjaman yang
berjangka waktu paling lama satu tahun disebut modal asing
jangka pendek, sedangkan pinjaman yang lamanya lebih dari satu
tahun disebut dengan modal asing jangka panjang
Petunjuk teknis memperoleh modal usaha

Pemerintah melalui bank, sebagai lembaga penyedia dana, telah


mengeluarkan serangkaian peraturan dalam rangka membantu
modal usaha perusahaan kecil pribumi yang dinamakan Kredit
Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
1. KIK
Kredit Investasi adalah kredit yang diberikan bank untuk keperluan
penambahan modal guna mengadakan rehabilitasi, perluasan usaha serta
untuk mendirikan suatu proyek baru. Kredit ini bersifat produktif karena
perbaikan atau tambahan barang-barang modal tersebut diadakan dalam
rangka usaha untuk meningkatkan produktivitas.
Pelaksanaannya mempunyai ciri-ciri sbb :
• Sistem kredit Pseudo R/R, artinya diambil sekaligus
• Bentuk kredit jangka panjang sampai lima tahun
• Digunakan untuk penanaman modal
• Mempunyai perencanaan yang matang
2. KMKP

• Kredit Modal Kerja umumnya merupakan kredit jangka pendek (maksimum 1


tahun) dan umumnya diberikan kepada perusahaan-perusahaan industri. Kredit
ini disebut juga dengan kredit produksi/eksploitasi karena bantuan dana
tersebut digunakan untuk menutup biaya-biaya eksploitasi perusahaan berupa
pembelian bahan baku, bahan penolong dan biaya-biaya untuk produksi lainnya,
seperti biaya untuk membayar upah/gaji pegawai, biaya periklanan dan
promosi, biaya pengemasan, biaya distribusi dsb.
• Kredit modal kerja dibutuhkan perusahaan untuk meningkatkan kualitas
maupun kuantitas produksi agar sesuai dengan keinginan pasar
• Apabila suatu badan usaha baru berdiri, para pemilik sebaiknya memulainya
dengan modal sendiri. Kemampuan badan usaha untuk mendapatkan pinjaman
kredit terkait dengan kepercayaan masyarakat kepada perusahaan yang disebut
kemampuan memperoleh kredit.
Catatan papan tulis
Modal :
KIK : Mesin
(Investasi) Bangunan
Biaya langsung : (direct cost)
-material / bahan baku
-bahan penolong
-upah tenaga kerja langsung
KMKP Biaya tak langsung : (indirect cost)
-gaji pegawai
-pemasaran(iklan)
-distribusi
-sewa/
-derpesiasi(sewa yang akhirnya jadi milik sendiri)
• Kepercayaan masyarakat tergantung pada ketersediaan
berbagai jaminan dalam badan usaha tersebut yang
mencakup:
– Likuiditas, yaitu kemampuan badan usaha untuk membayar hutang-
hutangnya yang telah jatuh tempo.
– Solvabilitas, merupakan kemampuan badan usaha untuk membayar
semua hutangnya. Solvabilitas adalah perbandingan antara nilai
penjualan semua aktiva dengan jumlah semua hutang.
– Profitabilitas, adalah kemampuan badan usaha untuk memperoleh
laba dengan modal yang tersedia selama periode tertentu
5C
• Character : kepribadian/moralitas/keinginan peminjam untuk
membayar
• Capacity : kemampuan peminjam untuk membayar, kondisi
cash flow peminjam dll
• Capital : kondisi modal peminjam , tren bisnis peminjam dll.
• Conditions : karakteristik produk peminjam, karateristik
insdustri peminjam
• Collateral : jaminan
• Pembiyayaan usaha
Terdiri dari :
a. Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan dalam suatu proses produksi, yang
dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi
maupun yang akan terjadi.
Biaya usaha terbagi menjadi :
1. Biaya tetap, merupakan biaya yang besaranya tidal terpengaruh oleh perubahan
kegiatan perusahaan(dalam batas tertentu). Biaya tetap diperlukan untuk penggajian,
penyusutan peralatan, pemeliharaan dan asuransi.
2. Biaya semivariabel, merupakan biaya yang bersarannya berubah-ubah sebanding
dengan perubahan kegiatan perusahaan. Biaya ini diperlukan untuk bahan baku, bahan
pembantu dan upah langsung.
3. Biaya semivariabel, merupakan biaya yang sebagian bersifat tetap dan sesbagian lagi
bersifat variabel. Perubahan besarnya tidak sebanding dengan perubahan besarnya
kegiatan perusahaan. Biaya yang termasuk dalam biaya semi variabel adalh
penyelia(supervisor),bagian gudang, bagian gaji/upah dan bagian sosial.
b. Modal kerja
Modal kerja merupakan jumlah dana yang tertanam pada aktiva lancar. Aktiva lancaar sendiri
adalah harta perusahaan dalam jangka paling lama setahun dan dapat dicairkan lagi menjadi
uang kas.
Hakikatnya modal kerja sama dengan aktiva lancar. Modal kerja dapat dibedakan menjadi :
1. Gross working capital, yaitu jumlah keseluruhan aktiva lancar
2. Net working capital, yaitu kelebihan jumlah aktiva lancar diatas jumlah seluruh pasiva
lancar.
Modal kerja dalam menjalankan usaha adalah dalam bentuk :
- Uang kas
- Piutang dagang
- Surat berharga
- Persediaan barang dagang
Apabila wirausaha dapat mengatur unsur-unsur diatas maka pengelolaan modal kerja
dianggap baik. Modal kerja digunakan untuk keperluan jangka pendek dan menjadi ukuran
likuiditas serta untuk mengetahui kemampuannya dalam memenuhi kewajiban
keuangannya(pasiva lancar)
Menghitung Break Even Point (BEP)
Analisa BEP adalah suatu teknik analisis untuk mempelajari
hubungan antara biaya tetap, biaya vairable, keuntungan, dan
volume kegiatan.
Perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan BEP jika
pendapatan yang diterima sama dengan biaya yang
dikeluarkan. Sehingga ketika penjualan melebihi BEP maka
diperoleh keuntungan.
Sasaran analisa BEP, yaitu untuk mengetahui tingkat volume
titik pulang pokok/impas berada.
• Dengan demikian, konsep biaya tetap, biaya variabel, total biaya, dan total pendapatan perlu
diketahui
TC = TVC + TFC

TC = total cost (total biaya)


TVC = total vaiable cost (total biaya variabel)
TFC = total fixed cost (total biaya tetap)

TR = P × Q
TR = total revenue (total pendapatan)
P = price (harga jual per unit)
Q = quantity ( jumlah unit yang dihasilkan dan dijual)

Setelah mengetahui konsep total biaya dan total pendapatan, maka sekarang dapat dicari titik pertemuan
antara total biaya dengan total pendapatan (TR = TC). Titik ini dinamakan tititk pulang pokok / break even
point. Untuk menentukan titik pulang pokok, dapat digunakan rumus sebagai berikut.
TR = TC
P × Q = TVC + TFC
= TFC
Q=

Q= (Titik pulang pokok dalam unit)

Q= (Titik pulang pokok dalam rupiah)


• Di mana :
TVC = total variable cost (total biaya variabel)
TFC = total fixed cost (total biaya tetap)
P = quantity (jumlah unit yang dihasilkan dan dijual)
AVC = average variable cost (biaya variabel rata-rata)
Perhatikan gambar kurva break even point berikut.
P
TR

TC

BEP

TVC
TFC

Jumlah(Q)

Laba/profit didapatkan ketika penerimaan lebih besar dari biaya


yang dikeluarkan (TR>TC), namun ketika TC>TR, maka perusahaan
mengalami rugi
Tugas
• Buat proyeksi arus kas(syarat 6)boleh lebih
Bagian bawah-bawah di skip
Memahami rencana anggaran biaya(RAB)
• Rencana anggaran biaya adalahn banyakanya biaya yang
dibutuhkan, baik upah maupun bahan dalam sebuah pekerjaan
proyek…..
Memahami proyeksi arus kas
• Arus kas diperlukan karena masalah likuiditas(ketersediaan
dana tunai) memegang peranan penting bagi kelangsungan
hidup sebuah perusahaan. Seringkali penyebab kegagalan
sebuah usaha dikarenakan masalah arus kas keluar (cas out
flowo) yang sekaky negatif atau lebih besar dari arus kas
masuk(cash in flow)…..