Anda di halaman 1dari 10

Penatalaksanaan Anemia

Defisiensi Besi pada


Dewasa
Skenario 1
• Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik FK UKRIDA
dengan keluhan lemas sejak 1 bulan yang lalu.
Anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan
Fisik Penunjang

- KU : lemas sejak 1 bulan yl


- RPS : Lemas terutama dirasakan Darah Lengkap
saat melakukan aktivitas atau tidak? - Hb = 9 g/dl
Demam? Mual muntah? Kencing - Konjungtiva anemis - MCV = 50 fL
seperti teh? Sudah melakukan - Sklera non ikterik - MCH = 24 pg
pengobatan? - Organomegali? - MCHC = 26 %
- RPD : Sebelumnya pernah seperti - Akral dingin? - DC = 1/1/73/22/2/1
ini? SADT : mikrositik hipokrom
- RPK : di keluarga ada yang seperti SI? Feritin? TIBC?
ini?
- Riwayat obstetric : Riwayat gestasi,
Riwayat menstruasi
- Riwayat pribadi : pola makan
Diagnosis Banding
Metabolisme Besi
Etiologi
Epidemiologi, Patofisiologi dan Manifestasi Klinis

- Prevalensi > 50 % di dunia


- Lk<Pr
- Dipengaruhi oleh tingkat
sosial ekonomi dan
pendidikan
Komplikasi, Terapi, Pencegahan, dan Prognosis

Oral :
- Ferro sulfat 200 mg 3x
sehari sebelum makan.
Parenteral :
- Besi-sorbitol-sitrat
(Jectofer) IM
- Ferri hidroksida sukrosa
(Venofer) IV lambat.
Pengobatan lain :
- Diet dengan makanan
begizi dengan tinggi
protein
- Vitamin C 3x100 mg per
hari
- Transfusi darah (Jarang)
dengan indikasi.
KESIMPULAN
Hipotesis diterima di mana perempuan (30 tahun) dengan keluhan lemas sejak 1 bulan yang lalu dan
semakin memberat saat beraktivitas dengan Hb 9 g/dL dan gambaran SADT mikrositik hipokrom
merupakan gejala dari anemia defisiensi besi.