Anda di halaman 1dari 15

Oleh: KALVIN RAVELI Dr.dr. Arlindasari Wahyuni, M.

Kes
Latar Belakang
 Pada tahun 2011 Indonesia (dengan 0,38-0,54 juta kasus)
menempati urutan keempat setelah India, Cina, Afrika
Selatan.

 WHO 1995 DOTS (cost-effective)

 Strategi ini akan memutuskan rantai penularan TB dan


dengan demkian menurunkan insidens TB di masyarakat.
Definisi
 Tuberculosis Directly Observed Treatment Shortcourse (TB DOTS)
adalah Sebuah komponen dari manajemen kasus yang membantu
untuk memastikan bahwa pasien mematuhi directly observed therapy
(DOT) dimana seorang tenaga kesehatan atau individu lain yang
ditunjuk memperhatikan pasien menelan setiap dosis obat yang
diresepkan.

 Kunci utama keberhasilan DOTS adalah keyakinan bahwa penderita


TB meminum obatnya sesuai dengan yang telah ditetapkan dan tidak
lalai atau putus berobat.
Strategi DOTS
1. Komitmen Politik
 Dengan keterlibatan pimpinan wilayah, TB akan menjadi salah satu
prioritas utama dalam program kesehatan dan akan tersedia dana
yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan strategi
DOTS.

 Selain itu, kepemimpinan teknis yang efektif membutuhkan tim


multidisiplin dan keahlian dalam perancangan dan penerapan
peraturan dan perundangan yang diperlukan untuk
pelaksanaannya.
Strategi DOTS
2. Penemuan Kasus
 Dalam hal penemuan kasus, mikroskop merupakan
komponen utama untuk mendiagnosis penyakit TB melalui
pemeriksaan dahak penderita tersangka TB.

 Biakan dapat juga digunakan sebagai alat bantu diagnostik


tambahan. Perlu diingat bahwa mikroskop baru berguna bila
ada keahlian dalam menggunakannya (perlu orang yang
berpengalaman).
Strategi DOTS
3. Pengawas Menelan Obat
 PMO akan ikut mengawasi penderita minum seluruh obatnya.

 PMO merupakan orang yang dikenal dan dipercaya baik oleh penderita
maupun petugas kesehatan.

 Penderita TB yang dirawat di RS, yang bertindak sebagai PMO (pengawas


minum obat) adalah petugas rumah sakit.

 Pada penderita yang berobat jalan, bertindak sebagai PMO bisa dokter,
petugas kesehatan, suami/istri/ keluarga/orang serumah, atau orang lain
seperti kader kesehatan, kader PPTI, kader PKK dll yang memenuhi
persyaratan PMO.
Strategi DOTS

4. Pencatatan dan Pelaporan


 Merupakan bagian dari sistem surveillance penyakit TB untuk mendeteksi kasus
dan keberhasilan pengobatan.

 Dengan rekam medik yang dicatat dengan baik dan benar, akan bisa dipantau
kemajuan pengobatan penderita, mulai sejak ditegakkan diagnosis TB,
pengobatan, pemeriksaan dahak, pemantauan dan penderita dinyatakan sembuh
atau selesai pengobatan.
Strategi DOTS
5. Pengelolaan dan Ketersediaan OAT
 Kombinasi yang benar termasuk dosis dan jangka waktu pengobatan yang tepat,
sangat penting dalam keberhasilan pengobatan penderita.

 Kelangsungan persediaan obat jangka pendek harus selalu terjamin. OAT esensial
adalah INH, rifampisin, pirazinamid, streptomisin, dan etambutol. Pengadaan obat-obat
tersebut harus harus terintegrasi dalam program obat esensial.

 Perencanaan distribusi dengan jumlah yang cukup pada waktu yang tepat. Yang paling
pentiing adalah tersedianya obat dengan harga terjangkau atau bebas biaya yang
diusahakan Departemen Kesehatan RI dalam bentuk Kombipak, atau sering dikenal
oleh penderita sebagai obat Program.
Pengawas Menelan Obat (PMO)

1. Persyaratan PMO
 Seseorang yang dikenal, dipercaya dan disetujui, baik oleh petugas

kesehatan maupun pasien, selain itu harus disegani dan dihormati oleh

pasien.

 Seseorang yang tinggal dekat dengan pasien. Bersedia membantu

pasien dengan sukarela. Bersedia dilatih dan atau mendapat

penyuluhan bersama-sama dengan pasien


Pengawas Menelan Obat (PMO)

2. Kandidat PMO
 Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan, misalnya Bidan di Desa,

Perawat, Pekarya, Sanitarian, Juru Immunisasi, dan lain lain.

 Bila tidak ada petugas kesehatan yang memungkinkan, PMO dapat

berasal dari kader kesehatan, guru, anggota PPTI, PKK, atau tokoh

masyarakat lainnya atau anggota keluarga.


Pengawas Menelan Obat (PMO)

3. Tugas PMO
 Mengawasi pasien TB agar menelan obat secara teratur sampai selesai
pengobatan.

 Memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat teratur.

 Mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah
ditentukan.

 Memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang


mempunyai gejala-gejala mencurigakan TB untuk segera
memeriksakan diri ke Unit Pelayanan Kesehatan.
Pengawas Menelan Obat (PMO)

4. Informasi yang perlu diketahui PMO


 TB disebabkan kuman, bukan penyakit keturunan atau kutukan.

 TB dapat disembuhkan dengan berobat teratur.

 Cara penularan TB, gejala-gejala yang mencurigakan dan cara


pencegahannya

 Cara pemberian pengobatan pasien (tahap intensif dan lanjutan)

 Pentingnya pengawasan supaya pasien berobat secara teratur

 Kemungkinan terjadinya efek samping obat dan perlunya segera


meminta pertolongan ke fasyankes.
KESIMPULAN
 Tuberculosis Directly Observed Treatment Shortcourse (TB DOTS) adalah Sebuah
komponen dari manajemen kasus yang membantu untuk memastikan bahwa
pasien mematuhi directly observed therapy (DOT).

 Kunci utama keberhasilan DOTS adalah keyakinan bahwa penderita TB meminum


obatnya sesuai dengan yang telah ditetapkan dan tidak lalai atau putus berobat.
Hal tersebut baru dapat dipastikan bila ada orang lain yang mengawasi saat
penderita minum obat.

 Strategi DOTS terdiri dari 5 komponen kunci, yaitu: komitmen politik, penemuan
kasus, pengawas menelan obat, pencatatan dan pelaporan, pengelolaan dan
ketersediaan OAT.

 PMO sebaiknya adalah petugas kesehatan yang dikenal, dipercayai, dan disetujui
pasien yang memenuhi syarat serta mengetahui tugas PMO.
SARAN
 Pelayanan medis disarankan untuk
melaksanakan program TB DOTS untuk
mencegah terjadinya resistensi obat
serta mengedukasi masyarakat tentang
pentingnya kepatuhan dalam
pengobatan TB.

 Disarankan kepada masyarakat supaya


mematuhi pengobatan TB secara teratur
dengan supervisi PMO
THANK YOU...