Anda di halaman 1dari 23

FT Olahraga

‘’ LARI MARATON ‘’

Kelompok 7
1. Chairunnisa
2. Irma Yunita
3. Nurul Annisa
4. Sitti Rabiatul Adawiah
5. Wahyuddin
Beberapa Versi Sejarah Maraton :
Versi I
Legenda kuno mengatakan bahwa saat itu seorang serdadu Yunani
PHEIDIPPIDES berlari dari Marathon ke Athena untuk mengabarkan kepada
warganya bahwa mereka telah mengalahkan pasukan Persia dalam peperangan
Marathon pada tahun 490 SM.
Versi II
Perang Marathon terjadi pada 490SM saat tentara Darius I dengan kekuatan
tentara yang besar berhadapan dengan tentara Athena yang jauh kalah banyak.
Namun pemimpin Atena yang bernama Miltiades mampu mengembangkan strategi
perang kilatnya. Dikabarkan 6400 tentara Persia tewas sementara kerugian jiwa
dipihak tentara Atena hanya 192 tentara.
Versi III
Versi lain mengatakan bahwa PHEIDIPPIDES sebetulnya dikirim ke Sparta
untuk minta bantuan dengan berlari selama dua hari untuk menempuh jarak 240km.
Sayangnya sesampainya di sana, orang Sparta tidak bersedia memberikan bantuan
tentara sehingga serdadu Yunani harus bertarung dengan dibantu oleh Platea.
Versi IV
Cabang olah raga lari marathon pertama kali dilombakan dalam olimpiade yang
diadakan di kota Athena dimenangkan oleh Eucles dan pada lomba berikutnya
dimenangkan oleh Philippides. Setelah mengalami berbagai event dan waktu,
lomba ini berubah menjadi Olimpiade dan pada periode selanjutnya mendapat
julukan olimpiade modern.
Lari marathon atau lari jarak jauh sepanjang 42,195 km yang dapat ditempuh
sebagai lomba di jalan raya maupun luar jalan raya (offroad). Lari jarak jauh
(Marathon) adalah cabang atletik yaitu lari jarak jauh sepanjang 42,195 meter
(26 mil dan 385 yard). Lari jarak jauh (Marathon) merupakan cabang atletik
tertua dalam sejarah Olimpiade kuno. Lari Marathon tidak memiliki lintasan
khusus, sehingga dapat dikondisikan baik lintas kota maupun lintas propinsi.
Jalur perlombaan :
1) Jika jalur yang akan ditempuh pelari merupakan alam terbuka atau
lading, harus diperhatikan dan dijaga supaya taka da lintasan yang
memungkinkan sang atlit bisa memotong jalan.
2) Ketika membuat zona lintasan, sebaiknya harus menghindari area
yang bisa membahayakan si atlit seperti jurang terjal, semak belukar
yang banyak bintang buas, dsb.
3) Pasanglah tanda penunjuk arah untuk dijadikan pemandu bagi para
atlit, dan di kiri dan kanan dibuatkan pembatas lintasan.
4) Sebelum melakukan start, jalur perlombaan tersebut harus
diumumkan terlebih dahulu kepada para peserta lomba supaya
mereka bisa mendapatkan gambaran area yang akan mereka lalui.
Jika lintasan dibuat elips atau lingkaran, dianjurkan dalam satu kali
putaran tidak kurang dari 2.200 meter
• Untuk jarak 4 km diperuntukkan bagi
Jarak lomba atlit puteri yunior.
menurut Asosiasi • Untuk jarak 8 km diperuntukkan bagi
atlit putera yunior.
olahraga lari • Untuk jarak 6 km diperuntukkan bagi
atlit puteri dewasa.
jarak jauh • Untuk jarak 12 km diperuntukkan bagi
atlit putera dewasa.
(IAAF)

• Kelas pertama: 15 km, 20 km, 21, 100


Jarak yang km (setengah jarak marathon)
sudah • Kelas kedua: 25 km, 30 km, 42,195 km.
• Untuk kelompok beregu jarak tempuh
ditetapkan dapat diatur sebagai berikut: pelari
pertama dengan jarak tempuh 5 km,
dalam aturan kedua dengan jarak tempuh 10 km,
begitu selanjutnya sampai yang terakhir
internasional dengan jarak tempuh 7,195 km.
Sendi pergelangan kaki terdiri atas sebuah kantung yang
dibentuk poleh ujung-ujung bawah tibia dan fibula, yang cocok dengan
bagian atas corpus tali. Talus dapat digerakkan pada sumbu transversal
dengan cara mirip engsel, karena itu pergelangan kaki tergolong sendi
sinovial jenis engsel. Bentuk tulang-tulang dan kekuatan ligamen-
ligamen dan tendon di sekitarnya menjadikan sendi kuat dan stabil.
(Moore & Agur, 2002 ; Snell, 1998) .
 Vertical Jump Test
Bertujuan untuk mengukur power otot tungkai. Tes ini memerlukan
kapur tulis, spidol dan meteran.

Prosedur pelaksanaan :
a) Atlit berdiri disamping tembok dengan bahu abduksi – elevasi maksimal
sehingga lengan lurus keatas.
b) Titik pencapaian jari tangan diberi tanda dengan spidol.
c) Kemudian, jari tangan tersebut ditaburi dengan bubuk kapur tulis.
d) Atlit berusaha meloncat setinggi mungkin sambil jari tangan menyentuh
tembok.
e) Tanda bekas jari tangan ditembok diperjelas dengan spidol
f) Kemudian, ukur jarak dari tanda pertama ke tanda terakhir
g) Jarak yang dicapai dicocokkan dengan tabel vertical jump test.
 Standing Long Jump Test
Tes ini bertujuan untuk mengukur power otot tungkai. Tes ini memerlukan
meteran dan lantai yang tidak licin.

Prosedur pelaksanaan :
a) Atlit berdiri dengan kedua kaki sedikit membuka
b) Beri tanda pada ujung kaki dengan spidol
c) Kemudian, melakukan posisi awal melompat yaitu kedua lutut fleksi dan
badan sedikit membungkuk.
d) Kemudian atlit berusaha melompat sejauh mungkin dengan bantuan ayunan
lengan.
e) Jatuhnya kaki saat mendarat diberi tanda dengan spidol.
f) Ukur jaraknya dari tanda pertama ke tanda akhir.
g) Jarak yang dicapai dicocokkan dengan tabel standing long jump test
Tolak Bola Medicine 3 kg
Bertujuan untuk mengukur power otot lengan dan bahu. Alat yang digunakan
adalah bola medicini yang beratnya 3 kg, spidol dan lapangan datar

Prosedur pelaksanaan :
a) Beri garis batas awal pada lapangan.
b) Atlit berdiri dibelakang garis batas dan kedua tangan memegang bola
medicine.
c) Bola medicine dipegang tepat di depan dada, kemudian tolak bola sejauh
mungkin.
d) Jatuhnya bola diberi tanda spidol oleh asisten.
e) Ukur jarak dari garis batas awal sampai tanda spidol (jatuhnya bola).
f) Jarak yang dicapai (cm) dicocokkan dengan tabel tolak bola medicine
 Tes Kekuatan Pegangan (Hand Dynamometer)
Grip strength dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot peras
tangan.Kekuatan otot peras tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran
jasmani,maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih
untuk ditingkatkan kekuatannya.
 Tes Kekuatan Lengan (Beneh press I-RIM test)
Jenis Tes : Push-Up semampu mungkin
Tujuan : Mengukur kekuatan otot lengan dan tangan
 Tes Kekuatan Otot Perut (The Curl Up Test)
Jenis Tes : Sit-Up semampu mungkin
Tujuan : Mengukur kekuatan otot perut
 Tes Kekuatan Tungkai/Lutut (Leg Dynamometer/CYBEX division of
lumex)
Tujuan : Mengukur kekuatan otot tungkai
 Tes Kekuatan Pinggang/Togok (Back Dynamometer)
Tujuan : Mengukur komponen kekuatan otot punggung
Ketika seseorang berlari baik lari jarak pendek atau jarak jauh memiliki
suatu pengaruh terhadap sistem kardiovaskular, sistem pernafasan, sistem otot,
dan sistem endokrin.
Sistem kardiovaskular ketika seseorang berlari terjadi kontraksi pada
jantung dimana menimbulkan detak jantung menjadi cepat dan cardiac output
semakin meningkat.
Sistem pernafasan merupakan sistem yang berperan dalam
penyediaan pergantian gas, oksigen dan karbon dioksida diantara udara pada
atmosfir, darah dan jaringan sel. Saat seseorang berlari menimbulkan
pernafasan seseorang menjadi meningkat.
Ketika otot berkontraksi selama berlari, terjadi hiperventilasi yang
merupakan pernafasan yang lebih cepat dan dalam karena kadar CO2 dalam
darah lebih besar dari pada kadar O2 dan pH pada darah juga menurun.
Ketika berlari, terjadi peningkatan pengeluaran cairan keringat
sehingga menyebabkan peningkatan osmotic dalam darah kemudian
osmoreceptor mengaktifkan hypothalamus yang kemudian menstimulus
posterior pituitary untuk melepaskan ADH.
Definisi
Tendon Achilles adalah tendon besar yang berada di belakang
pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit.
Tendon Achilles menahan beban stress yang cukup besar sepanjang hari
dalam kehidupan normal.
Tendinitis Achilles adalah peradangan tendon Achilles, Tendinitis
Achilles sering terjadi karena cedera ketika berjalan atau olahraga yang
berlebihan, latihan intens, melompat, atau kegiatan lain yang membuat
ketegangan tendon dan otot betis.
Trauma, disebabkan
oleh kekuatan yang
tiba-tiba yang dapat
berupa percepatan
pergerakan yang
tidak terkontrol serta
tanpa penyesuaian
diri sebelumnya.

Patologi,Tendinitis
Aktivitas fisik, juga dapat terjadi
Menggunakan oleh tekanan yang
sepatu usang
dapat
meningkatkan
risiko Achilles
tendinitis.
Etiologi normal jika tulang
tersebut lunak
(misalnya oleh
tumor) atau tulang-
tulang tersebut
sangat rapuh

Obesitas
menyebabkan terjadi
penekanan yang
berlebihan pada
tendon achilles yang
menyebabkan
terjadinya tendinitis
pada tendon
tersebut.
Patomekanisme
Tendon achilles tidak memiliki suplai darah atau aktivitas sel yang cukup
baik, sehingga mengakibatkan cedera pada tendon ini memiliki tahap penyembuhan
yang cukup lama. Ketika cedera terjadi pada tendon, sel-sel dari struktur sekelilingnya
bermigrasi ke tendon untuk membantu dalam perbaikan. Beberapa sel-sel ini datang dari
pembuluh darah yang masuk ke tendon untuk menyediakan aliran darah langsung untuk
meningkatkan penyembuhan. Dengan pembuluh darah datang serabut saraf.
Jika tendon mengalami cedera, akan terbentuk jaringan parut diantara tendon
dan selubungnya, sehingga setiap kali bergerak, tendon akan menarik selubung
pembungkusnya. Itulah sebabnya mengapa pergerakan menyebabkan rasa nyeri.

Manifestasi Klinis
1) Sakit ringan atau nyeri di bagian belakang kaki dan di atas tumit setelah
olahraga.
2) Kekakuan, terutama di pagi hari, yang biasanya membaik denganaktivitas
ringan.
3) Pembengkakan ringan atau “benjolan” pada tendon Achilles.
4) Suara berderak atau berderit ketika menyentuh atau menggerakkan tendon
achilles.
5) Kelemahan pada tungkai bawah.
ANAMNESIS KHUSUS
ANAMNESIS UMUM Keluhan Utama : Nyeri dan kaku pada
Nama : Tn. X bagian belakang kaki di atas tumit kanan
Lama Keluhan : ± 4 bulan lalu.
Tanggal Lahir : 4 Agustus
Lokasi Nyeri : di bagian belakang kaki di
1977 atas tumit kanan
Jenis Kelamin : Laki-laki Sifat Keluhan : nyeri tekan dan kaku
Agama : Islam pada kaki kanan di atas tumit
Alamat : Jl. Dr. Sam Riwayat Perjalanan Penyakit : dialami sejak
Ratulangi 4 bulan yang lalu. Pasien mengeluh nyeri di
Status : Kawin belakang kaki kanan dan diatas tumit
Pekerjaan : Atlet lari setelah olahraga dan latihan. Kekakuan
marathon pada kaki biasanya dirasakan pada pagi
hari. Riwayat trauma dan cidera tidak ada,
riwayat hipertensi tidak ada dan riwayat
diabetes mellitus tidak ada.
INSPEKSI /OBSERVASI
Pemeriksaan Fisik
Statis :
Vital Sign
Keadaan umum pasien
Tekanan Darah : 110//80 mmhg
baik. Pasien terlihat menahan sakit
Denyut Nadi : 68 bpm
Adanya swelling pada tungkai
Frekuensi Pernafasan : 16 rpm
kanan
Suhu :36,5°C
Dinamis :
Tinggi Badan : 179 cm
Nyeri saat menggerakkan
Berat Badan :70 kg
kaki kanan ke arah dorso fleksi dan
plantar fleksi ankle.

TES ORIENTASI
Test squad dan bouncing terasa nyeri pada
saat bouncing
Tes Gerak Pasif :
Tes Gerak Aktif: Plantar Fleksi Ankle : Nyeri firm
 Plantar Fleksi Ankle: Terbatas endfeel
Dorso fleksi ankle : Terbatas Dorsofleksi ankle : Nyeri dan
Inverse Foot: Terbatas terbatas dengan springy endfeel
Eversi Foot: Terbatas Inverse Foot :Firm endfeel
Eversi Foot: Firm endfeel

TIMT :
Plantar Fleksi Ankle: nyeri dan tahanan
sedang
Dorsofleksi ankle: nyeri dan tahanan
sedang
Inverse Foot: tahanan sedang
Eversi Foot: tahanan sedang
Gerak isometric negative kadang nyeri
1. Tes panjang tungkai : mengambil titik dari SIAS ke Malleolus
Lateral kiri 85cm dan kanan 84 cm.
2. Tesr Thompson : Untuk mendeteksi rupture komplit tendon
Achilles. Teknik pelaksanaan pasien tengkurap di atas bed
pemeriksaan dengan posisi kaki berada di luar tepi bed. Praktikan
selanjutnya memfelksikan tungkai pasien sekitar 90°. Lalu
praktikan menekan muscle belly dari calf muscle pasien dengan
kedua tangannya. Otot pasien dalam keadaan rileks. Normalnya
maneuver ini menyebakan gerakan reflex plantar fleksi dari kaki.
Tes positif apabila ketiadaan plantar fleksi dari kaki ketika calf
muscle ditekan. Hasil: negatif
3. Palpasi : ada oedem dan nyeri tekan pada tendon Achilles.
Diagnosa Medis

Diagnosa ICF

 Impairments
a. Keterbatasan gerak dorso fleksi ankle
b. Nyeri tekan pada tendon achilles
c. Adanya oedem pada tungkai kanan
Activity Limitation
a. Adanya gangguan berlari, loncat dan kemampuan
berjalan.
Participation Restriction
a. Tidak dapat melakukan olahraga dan latihan dengan
maksimal
Tujuan jangka pendek:
Memperbaiki ROM
Menurunkan nyeri
Mengurangi oedem

Tujuan jangka panjang:


Memaksimalkan fungsional gerak ankle dan performa atlet.
PROGRAM INTERVENSI
FISIOTERAPI
 Reaksi Inflamasi (oedem, memar) : RICE
 Nyeri : interferensial current
 Mencegah spasme otot (jika inflamasi masih ada) :
exercise,static kontraksi
 Penyembuhan jaringan : Ultrasound & Cross-Fiber
Massage(Cross gently)
 Spasme : TENS (contraplanar)
 Weakness otot Gastrocnemius : exercise,
strenthening
 Kontraktur : exercise , stretching
 Keterbatasan ROM : ROM Exercise
EVALUASI
 Bertambahnya ROM
 Penurunan Nyeri
 Oedem Berkurang
Edukasi

 Home Program : pemanasan sebelum


latihan, peregangan otot calf, kompres
es untuk meminimalkan pembengkakan
dan Untuk olahraga harus
menggunakan alas kaki yang tepat;