Anda di halaman 1dari 55

Dra.

Kuslestari PA
SISTEM ENDOKRIN
• Suatu sistem yg terdiri atas kelenjar dan
kelompokan sel2 khusus yang
mensekresi HORMON
• Kelenjar endokrin tdk mempunyai
saluran keluar
• HORMON disekresikan langsung ke
dalam sirkulasi
• Pembuluh kapiler kelenjar endokrin
adalah tipe fenestrata
HORMON
Adalah Molekul yg berfungsi sbg sinyal
kimiawi dalam tubuh
Organ / jaringan / sel yg mempunyai
reseptor hormon dan dpt menimbulkan
respon thd hormon disebut ORGAN /
JARINGAN / SEL TARGET
SISTEM ENDOKRIN
HYPOPHYSIS
• Berat 0.5 gr, ukuran 10 x 13 x 6 mm
• Tdp pd rongga tlg. sphenoid : SELLA
TURCICA
• Embryogenesis :
– berkembang sebagian dr ektoderm oral dan
sebagian lg dr jaringan saraf
– Komponen oral melekuk ke arah kranial
membentuk KANTUNG RATHKE
Pembentukan Hypophysis
Terminologi
Pars distalis Lobus
Anterior
Adenohypophysis Pars Tuberalis

Pars Intermedia
Lobus
Posterior
Pars Nervosa

Neurohypophysis Tangkai Infundibulum

Eminentia Mediana
Hypophysis
Suplai Darah Hypophysis
Berasal dr 2 kelompok pembuluh darah :
– A. Hypophysialis superior dextra & sinistra
– A. Hypophysialis inferior dextra & sinistra

Membentuk pleksus kapiler

SISTEM PORTAL HIPOFISIALIS


Suplai Darah Hypophysis
SISTEM HIPOTHALAMO -
HYPOPHYSIALIS
ADENOHYPOPHYSIS
PARS DISTALIS
• 75% dr hypophysis
• Tda kelompokan sel2
epitelial yg diantaranya
tdp banyak kapiler darah
(sinusoid)
• Hormon yg diproduksi
o/sel disimpan dlm
granula sekretorik
• Tdp fibroblast 
memproduksi serat
retikular sbg penyokong
PARS DISTALIS
• Berdasarkan sifatnya thd
penyerapan zat warna,
Tdp 3 tipe sel :

1. Chromophob  pucat (tdk


menyerap zat warna)

2. Dua jenis chromophil :


• acidophil  merah (bersifat
asam)
• Basophil  biru (bersifat
basa)
Chromophobe
• 50%
• Btk bulat/poligonal,
batas sel jelas
• Tdk menyerap zat
warna
• Dg ME : tdp 2 tipe
populasi sel :
1. Sel dg granula
sekretorik
2. Sel tanpa granula
sekretorik  diduga
mrp sel2 folikular
Chromophil
• Acidophil

– 35 %
– > besar dr chromophobe, batas sel jelas, sitoplasma
merah tdpt granula spesifik berwarna merah
muda. Inti bulat/lonjong berwarna biru.
– Tda :
1. Acidophil (orange-ophil)  produksi
somatotropin
2. Acidophil (carminophil)  produksi prolactin
Chromophil
• Basophil
– > besar dr sel acidophil, pd sitoplasma tdp
granula > sdkt, halus berwarna biru ungu
– Tda :
1. Basophil β
2. Basophil δ
Basophil β
• Disbt jg sel tirotroph
• Mensekresi TSH (Thyroid Stimulating
Hormone)
• Relatif besar, mengandung bnyk granula
padat, berkelompok dlm sitoplasma
• TSH : mempertahankan dan merangsang
epitel kel. thyroid
Basophil δ
Tda :
1. Sel gonadotroph
• Mensekresi hormon gonadotrophin FSH, LH,
dan ICSH
• FSH (folicle Stimulating Hormone) : merangsang
pertumbuhan folikel ovarium  ♀
• LH (Luteinizing Hormone) : membentuk corpus
luteum  ♀
• ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) :
mengaktifkan tubulus seminiferus utk
menghasilkan spermatozoa  ♂
Basophil δ
1. Sel gonadotroph
• Pd ♀ : FSH dan LH bekerja sama utk
mematangkan folikel, ovulasi dan
pembentukan corpus luteum

• Pd ♂ : FSH dan ICSH bekerja sama dlm


spermatogensis
Basophil δ
1. Sel gonadotroph
• Sel Penghasil FSH :
 Bnyk granula
 Apparatus golgi berkembang baik
 Reticulum endoplasma berupa saluran yg
melebar dan tdk teratur

• Sel Penghasil LH/ICSH


 Sel kecil, bulat
 Mengandung granula padat berkumpul pd satu
sisi sel
 Apparatus golgi tdk sempurna
Basophil δ
2. Sel corticotroph
• Mensekresi hormon corticotrophin (ACTH :
Adrenocorticotrophin hormone)
• ACTH : merangsang pertumbuhan cortex
suprarenal dan merangsang sekresi
glucocorticoid
• Sel penghasil ACTH : besar, granula sedikit
dan tersebar, inti berlekuk dan eksentris,
apparatus golgi berkembang baik
PARS TUBERALIS
• Membentuk suatu
lapisan tda sel di
sekeliling tangkai
infundibulum, yg
berhubungan erat dg
banyak pembuluh
darah
PARS INTERMEDIA
• Berkembang dr bagian
dorsal kantung Rathke

• Tdd sebuah lapisan tipis


sel2 dan vesicle2 yang
mengandung colloid
yang sering kali bersilia
dan beberapa
diantaranya bersekresi
mucus
NEUROHYPOPHYSIS
• Tdd axon2 tak bermyelin
dari neuron sekretorik yg
berasal dr nuclei
Pars Nervosa
supraopticus dan
paraventricular
hypothalmus

• Sekretnya (ADH dan


oxytocin) dikirimkan mel
axon dan diakumulasikan
pd pars nervosa sbg
BADAN HERRING

• Pituicyte , mrp sel kecil dg


juluran sitoplasma pendek 1 : axon
dan bercabang yg berakhir 2 : pituicyte
3 : herring
pd pembuluh darah
bodies
berfungsi sbg penyokong
• Btk kerucut kecil, gepeng,
ukuran 5x3 mm, berat 120
mg
• Perkembangan maksimum
pd usia 7 th
• Terletak di belakang
ventrikel III
• Tda lobulus2 yg
mengandung pinealocyte
dan astroglia (astrocyte dan
microglia) sbg sel
penyokong
• Pinealocyte mensekresi
melatonin dan serotonin
• Melatonin berperan pd
perkembangan kelenjar
gonad
Bagian endokrin pancreas
– Berkelompok dalam
pulau2 Langerhans,
tersebar, berbentuk sferis
berwarna pucat

– Sel tersusun dalam bentuk


genjel tak teratur,
ditembus banyak jaring
kapiler tipe fenestra

– Dengan pewarnaan
khusus dapat dibedakan 4
macam sel yaitu, sel α, β, δ
dan c/PP.
Sel beta Sel alpha

• Sel α
– 20% populasi sel
– Mensekresi glukagon
– Bentuk besar, mencolok, terutama di perifer

• Sel β
– 75% dari polulasi, sel paling kecil, menempati bagian tengah
– Mensekresi insulin
– Granula lebih kecil (200 μm)
• Sel δ
– Sel paling besar, 5% dari populasi
– Granula mirip sel α, tapi kurang padat
– Menghasilkan hormon Somatostatin yang di
pankreas bekerja mengatur pelepasan hormon pulau
Langerhans yang lain (parakrin)

• Sel C/sel PP
– Ditemukan hanya pada spesies tertentu, mis. Guinea
pig, jumlah terbatas, ukuran sama dengan sel β,
dengan sedikit atau tanpa granula.
– Mensekresi polipeptida pankreas
– Fungsi fisiologis tak diketahui
• 2 lobus, dihubungkan
oleh isthmus, diliputi
suatu capsula
• Tda ribuan folikel2 dg
diameter bervariasi, yg
lumennya mengandung
substansi gelatinosa
disebut COLLOID
• Colloid tdd glikoprotein
 tiroglobulin
• Warna colloid :
– Basofil : aktif, metabolisme
tinggi
– Asidofil : tdk aktif
• Bentuk beragam : kuboid Sel Follicular
– Hipoaktif : rendah
– Hiperaktif : tinggi
• Berdiri di atas membrana
basalis
• Inti besar, vesikular,
ditengah atau ke arah basal
• Sitoplasma : bergranul
halus, basofil, bnyk
mitokondria
• Dg ME : terlihat mikrovili
• Fungsi : mensintesis ,
iodinasi, absorbsi, dan
digesti thyroglobulin
Sel parafollicular
• Terletak diantara sel2
follicular (masih dlm
membrana basalis)
• Inti eksentris
• Sitoplasma : bnyk
granula padat
(terbungkus selaput)
• Mensekresi calsitonin
• 2 pasang, lonjong,
ukuran 3x6 mm, berat
0.2 gr

• Capsula = capsula
kel. Thyroid, kadang2
tertanam dlm kel.
Thyroid
2 tipe sel :

1. Sel principal
– Sel principal jernih
• Poligonal
• Inti besar
• sitoplasma jernih dg sdkt
granula
– Sel principal gelap
• Inti > kecil
• Granula sitoplasma halus,
dibungkus membran

2. Sel oxyphil
• Tdp mulai umur 7 th
• Btk poligonal, > besar drpd sel
principal
• Inti > kecil
• Sitoplasma : granula asidophil
(mitochondria)
Fungsi
Sel Principal gelap Sel Oxyphil

• Mensekresi hormon • Fungsi blm diketahui, ttp


parathyroid yg berperan tdp bukti bahwa sel ini
dlm mengatur dpt pula mensekresi
keseimbangan kalsium hormon parathyroid
darah terutama dlm keadaan
sakit
Sel principal terang

• Mrpk sel principal dlm


btk tdk aktif
Kel Suprarenal

1
2
1 = kapsula fibrosa
2 = zona glomerulosa
3 = zona fasikulata
3 4 = zona retikularis
(1-4  korteks)
6 5 = medula
6 = V. medularis

5
Cortex Adrenal
• Diliputi oleh kapsula jrgn ikat yg padat

• Tdd 3 lapisan :
1. Zona glomerulosa
2. Zona fasiculata
3. Zona reticularis
• 15 %
• Sel2 berbentuk Zona Glomerulosa
torak/piramid yg tersusun
berkelompok dikelilingi
oleh sinusoid
• Inti sel bulat
• Sitoplasma mengandung
butir lemak
• Mensekresi
mineralocorticoid, terutama
aldosteron yg berfungsi
mempertahankan
keseimbangan elektrolit dan
air dlm tubuh
• 78 %
• Sel2 berbentuk polihedral Zona fasiculata
atau kubis yg tersusun
membentuk pita panjang
radiar dan diantaranya tdp
sinusoid
• Inti ditengah,
menggelembung
• Sitoplasma tdp butir2
lemak (kolesterol, asam
lemak dan lemak netral)
• Mensekresi glucocorticoid
(cortisone dan cortisol) yg
berfungsi mengatur
metabolisme karbohidrat,
lemak dan protein
• Juga mensekresi sedikit
hormon androgen dan
estrogen
Zona Reticularis
• 7%
• Sel2 > kecil dr sel2 z.
glomerulosa, tersusun
membentuk pita2 tak
teratur yg saling
berhubungan
• Sitoplasma mengandung
sdkt butir lemak dan
bnyk granula pigmen
lipofuchsin
• Sekret = sekret zona
fasiculata
Medula Adrenal
• Sel2 berbentuk polyhedral,
tersusun dlm btk pita pendek yg
saling berhubungan,
diantaranya tdp sinusoid
• Inti sel besar menggelembung,
sitoplasma mengandung sdkt
lemak dan granula halus
• Tdp pula sel ganglion simpatik
• Mensekresi catecholamine
(epinephrine dan
norepinephrine) yg berperan
dlm mengatur kontraktilitas
otot polos pembuluh darah,
serta otot jantung
• Sekresinya dipengaruhi oleh
emosi dan stress
Sekresi kel. adrenal
DI DALAM RONGGA PELVIS :
1. DIBUNGKUS “EPITEL GERMINATIF”
(tidak membentuk oosit), EPITEL. SELAPIS
KUBOID yg menyatu dg mesotel.
Dibawahnya ada jaringan ikat TUNIKA
ALBUGENIA
STRUKTUR INTERNALNYA
a) KORTEKS (bagian luar)
• STROMA PADAT YG MENGANDUNG
FOLIKEL2 OVARIUM (BERBAGAI
TINGKAT PERKEMBANGAN)
• SEBELUM PUBERTAS  HANYA FOL.
PRIMER
• KEMATANGAN SEKS  FOL.
BERKEMBANG SAMPAI HASIL AKHIR
(KORPUS LUTEUM, FOLIKEL ATRETIS)
• MENOPAUSE  FOL. MENGHILANG,
KORTEKS JADI TIPIS
b) MEDULA (bagian dalam)
• JARINGAN IKAT FIBROELASTIS YG
BERISI PEMBULUH DARAH , LIMF DAN
SARAF
1. FASE MENSTRUASI
ENDOMETRIUM
• PRODUKSI PROGESTERON (DEGENERASI
KORP. LUTEUM )  MENYEBABKAN
KONSTRIKSI INTERMITTEN A. SPIRAL 
ISKEMIA  DEGENERASI DAN PELEPASAN
STR. FUNGSIONAL + DARAH + CAIRAN
UTERINA  VAGINA (SEBAGAI CAIRAN
HAID)
• A. LURUS YG MENDARAHI STR. BASAL
TIDAK BEREAKSI DENGAN PERUBAHAN
HORMONAL  MAKA STR.BASAL TETAP
ADA
• KEMUDIAN TERJADI PROLIFERASI SEL2
KELENJAR DAN BAG. BASAL MIGRASI KE
PERMUKAAN SEBAGAI AWAL PROSES FASE
PROLIFERASI
OVARIUM :
• TIDAK ADANYA HCG DARI EMBRIO YANG
TERTANAM, MAKA KORPUS LUTEUM
BERDEGENERASI DAN PRODUKSI
PROGESTERON BERHENTI
2. FASE PROLIFERASI
ENDOMETRIUM
• KARENA PE  ESTROGEN (PERSIAPAN
KEMUNGKINAN IMPLANTASI)
ENDOMETRIUM BEREGENERASI (STR.
BASAL), STR. FUNGSIONAL MENEBAL,
KELENJAR BERTAMBAH LONJONG DAN
MASIH LURUS2, a. SPIRALIS
MEMANJANG DAN BERKELOK2
OVARIUM
• PENGARUH FSH HIPOFISIS : FOLIKEL
TUMBUH  MENGHASILKAN
ESTROGEN
• LH BERPENGARUH PADA HARI KE 14,
MERANGSANG OVULASI DAN
MEMBANTU PEMBENTUKAN KORPUS
LUTEUM
3. FASE SEKRESI
ENDOMETRIUM
• PENGARUH PROGESTERON (KORPUS
LUTEUM) YG SEDANG BERKEMBANG
MENYEBABKAN :
– + KELENJAR  MENJADI SANGAT
BERGELUNG (GAMBARAN GIGI-GERIGI)
– BERSEKRESI  LUMEN MELEBAR
– JAR. IKAT EDEMA  PENEBALAN
ENDOMETRIUM LEBIH LANJUT
– SEKRET GLIKOPROTEIN (GIZI UTK
EMBRIO SEBELUM IMPLANTASI)
– A. SPIRALIS MEMANJANG MENDEKATI
PERMUKAAN LUMEN (SUPERFISIAL)
– PADA HARI KE 20 SILKLUS,
ENDOMETRIUM SIAP MENERIMA
IMPLANTASI EMBRIO
– BILA TIDAK TERJADI IMPLANTASI,
SIKLUS MULAI LAGI