Anda di halaman 1dari 19

HOLE GEOMETRY SELECTION

Perencanaan dan pemilihan ukuran casing dan bit mempunyai maksud


supaya pemboran berjalan dengan baik dengan tidak meninggalkan
sumur sebelum di completion dan secara teknik dan ekonomi sukses.
Sukses didalam pemboran belum tentu sukses secara ekonomi bila
investasi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan perolehan, demikian
sebaliknya.
Tabel
Desain Casing yang Dibutuhkan Untuk Ukuran 13 3/8”

*Liner fracture gradient = 16.5 lb/gal


Mud weight set in = 10.0 lb/gal
15.6 lb/gal cement to 8000 ft
** Requires special pipe
Tabel
Clearances for API and Various Premium Proprietary Couplings
Tabel
Size Availability for Various Hughes Insert Tooth
Journal Bearing Bits
Kombinasi Ukuran Lubang Bor dari Sebuah Sumur
Perencanaan Geometri
Lubang Bor Dengan Liner
Jika Dibutuhkan
Komplesi
Sesudah sumur dibor maka langkah selanjutnya adalah melakukan
penyempurnaan sumur (komplesi) agar fluida dari dasar sumur dapat
mengalir ke permukaan.
Jenis komplesi sumur ini bermacam-macam pilihannya tergantung pada
beberapa faktor, diantaranya adalah :
• biaya
• diperlukannya well stimulation
• beberapa masalah produksi khusus, seperti sand control atau artificial lift
• jenis pendorong reservoir
• Lokasi batas gas-minyak dan air-minyak
• kemungkinan dilaksanakannya secondary recovery dimasa yang akan
datang
Metode Komplesi
• Bottom Hole completion
Bottom hole completion dapat dilakukan secara uncased hole
completion (tanpa penahan) atau secara cased hole completion
(dengan penahan) yang diperforasi.
• Tubing Completion
Pada tubing completion diusahakan agar mampu mengangkat fluida
yang telah berada dalam lubang sumur ke permukaan dengan
semaksimal mungkin.
Bottom Hole Completion
• Pada metoda ini terbagi atas dua macam
yaitu open hole completion dan perforated
casing completion. Open hole completion
merupakan metoda yang paling sederhana,
dimana casing hanya dipasang sampai puncak
formasi produktif, sehingga formasi produktif
tidak tertutup secara mekanis.
• Metoda ini hanya cocok untuk formasi yang
kompak (tidak mudah gugur). Pada metoda
perforated casing completion, casing produksi
dipasang menembus formasi produktif dan
disemen yang selanjutnya diperforasi pada
interval-interval yang diinginkan. Dengan
adanya casing produksi tersebut maka
formasi yang mudah gugur dapat ditahan,
Tubing Completion
Tubing completion berdasarkan jumlah production string yang
digunakan dalam satu sumur, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
• Single completion
• Commingle completion
• Multiple completion
Single Completion
• Dalam metoda single completion
digunakan satu production string,
dimana sumur hanya memiliki satu
lapisan/zone produktif atau banyak
lapisan tetapi diproduksi secara
bergantian masing-masing zona.
Single completion dapat dilakukan
secara open hole bila formasinya
cukup kompak, dan dilakukan secara
perforated jika formasinya kurang
kompak dan diselingi lapisan-lapisan
tipis dari air atau gas.
Commingle Completion
Dengan menggunakan metoda commingle maka sumur
yang mempunyai lebih dari satu lapisan/zone produktif
dapat diproduksikan melalui satu production string. Metoda
commingle ini terdiri dari beberapa jenis yaitu :
• Tanpa menggunakan production tubing, jenis ini biasanya
digunakan untuk sumur dengan productivitas yang sangat
besar dan fluida produksi tidak korosif.
• Menggunakan tubing tanpa packer, jenis ini biasanya
digunakan untuk sumur dengan fluida produksi bersifat
korosif atau mengandung bahan-bahan pembentuk scale.
Tubing yang dipasang tersebut digunakan untuk
menginjeksi corrosion inhibitor atau paraffin solvent.
• Single tubing single packer
• Single tubing, single packer dengan ekstra tubing, ekstra
tubing tersebut digunakan untuk menginjeksi zat kimia
• Single tubing single (dual) packer
Multiple Completion
Dilakukan untuk sumur yang memiliki
lebih dari satu lapisan/zone produktif.
Tiap-tiap zone produktif diproduksikan
sendiri-sendiri secara terpisah sesuai
dengan produktivitasnya masing-masing,
sehingga dapat memaksimalkan
recoverable oil. Pada metoda ini
pengontrolan masingmasing zone
produksi dan kerusakan alat atau
formasinya dapat dilakukan secara
mudah tetapi biaya yang harus
dikeluarkan lebih besar dibandingkan
dengan metoda lainnya.
Screen Liner Completion
Dalam metoda ini menggunakan cara casing
produksi dipasang sampai puncak dari
formasi/zone produktif kemudian liner dipasang
pada zone produktif yang dikombinasikan
dengan screen sehingga pasir yang terproduksi
tertahan oleh screen. Pada penggunaan screen
liner ada beberapa macam type yang biasa
digunakan, terdiri dari :
• Slotted screen liner, yaitu screen liner dengan
lubang berupa celah vertikal atau horizontal
• Wire wrapped screen liner, yaitu merupakan
pipa saringan berbentuk anyaman
• Prepacked sand screen liner, yaitu berupa
saringan dengan dua pipa yang diantaranya
diisi gravel pack
Keuntungan dan kekurangan
Keuntungan :
• formation damage selama pemboran yang melewati zone produktif
dapat dikurangi karena tidak dilakukan penyemenan
• pembersihan lubang dapat dihindari
• pengurangan biaya karena tidak dilakukan perforasi
Kelemahan :
• sukar mengontrol terproduksinya air dan gas
• fluida mengalir ke lubang bor tidak dengan diameter penuh
• tidak mudah menambah kedalaman
Perforated liner completion
Casing dipasang sampai diatas zone produktif,
kemudian disambung dengan casing liner yang
disemen dan diperforasi.
Keuntungan :
• produksi gas atau air dapat dikontrol
• stimulasi dapat dilakukan secara selektif
Kelemahan :
• fluida mengalir ke lubang tidak dengan
diameter penuh
• intepretasi log kritis
• penyemenan sulit dilakukan
• ada tambahan biaya perforasi, penyemenan
dan rig time
Gravel Pack Completion
Metoda ini dilakukan bila screen liner masih tidak mampu
menahan terproduksinya pasir. Caranya adalah dengan
menginjeksikan sejumlah gravel pada formasi produktif di
sekeliling casing, sehingga fluida akan tertahan oleh pasir
yang membentuk barrier di belakang gravel, dan gravel
ditahan oleh screen. adapun pemasangan gravel pack
adalah sebagai berikut:
• Formasi produktif yang akan dipasang gravel diperforasi
terlebih dahulu, kemudian lubang sumur dibersihkan
dari kotoran pasir formasi
• Rangkaian pipa diturunkan dan selanjutnya gravel
diinjeksikan dengan tekanan tertentu
• Screen liner dengan packer diturunkan dengan disertai
pipa pembersih (wash pipe) untuk membersihkan pasir
yang ada di dalam lubang sumur.
• Setelah selesai penempatan screen liner pada
kedalaman yang diinginkan, wash pipe diangkat dari
lubang sumur.