Anda di halaman 1dari 10

STUDI MANIFESTASI GEOTHERMAL

ALIRAN FLUIDA
DI CANDI GEDONGSONGO
BERDASARKAN DATA GEOFISIKA

Nizar Dwi Prabowo 111.140.025


Alfan Faza 111.140.046
M. Riza Ramadhan A. 111.140.113
Abrar Faiz Eko 111.140.201
ABSTRAK
• Penelitian dilakukan dengan beberapa metode geofisika
– geo-electric

– Spontaneous-Potential (SP)

– suhu dangkal.

• Tujuanya untuk membuat model aliran fluida pada manifestasi panas bumi
di wilayah Gedongsongo.

• Pengambilan data telah dilakukan pada Desember 2012.

• Metode geo-elektrik  Kedalaman lapisan cap rock 130 m

• Metode SP  Aliran fluida beralih ke Tenggara, efek termoelektrik sangat


besar sehingga terjadi konveksi arus di daerah sekitar fumarol.

• Metode suhu dangkal  Suhu 20 - 700C.


PENDAHULUAN
• Gunung Ungaran terletak di Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah
merupakan salah satu daerah prospek panas bumi yang belum
berkembang dengan potensi 50 MWe.

• Aliran fluida yang berasal dari sisi selatan puncak gunung berapi Ungaran
dan mengalir ke arah Tenggara. Beberapa fluida tampak ke permukaan
sebagai manifestasi panas bumi yang berada di wilayah Gedongsongo,
seperti fumarol, air panas dan alterasi.
GEOLOGI UNGARAN
• Gunung berapi Ungaran terdiri dari strata vulkanik yang terdiri dari
andesit dan basalt, kontak dengan formasi tersier

• Dalam perkembangannya Ungaran mengalami tectonic-collapse


akibat gaya gravitasi dengan dasar yang lemah

• Produk pertama Ungaran yaitu Andesit sebelum pliosen, pliosen


tengah lebih banyak andesit dan diakhiri dengan puing-puing

• Produk kedua berumur Pliosen atas dan holosen yaitu lava andesit,
lava perlitic, dan breksi vulkanik

• Struktur dikontrol oleh struktur runtuhan dari barat ke selatan


Ungaran

• Kaldera dikontrol oleh sistem shear regional


HASIL
Data Geolistrik diolah menggunakan IPI2Win, didapatkan hasil sebagai berikut:
• Data SP diolah menggunakan Surfer 11. menunjukkan beberapa
anomali yang diperkirakan shearing zone terisi fluida
• Data Temperatur permukaan Dangkal yang diakibatkan oleh sistem
panas bumi bawah permukaan, perpindahan fluida panas dan uap
panas ditransfer dengan cara konveksi dan konduksi batuan,
semakin ke atas panas semakin menurun suhunya
KESIMPULAN
Menurut hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan:

• Adanya struktur geser dimana memiliki peran sebagai zona lemah tempat
keluarnya fluida ke permukaan dan dengan kedalaman batuan sekitar ± 130
meter.

• Dalam hasil penelitian Spontaneous-Potential (SP) dan suhu dangkal juga


menunjukkan bahwa terjadi anomali di wilayah sekitar fumarol. Hal ini
menunjukkan adanya aliran fluida yang menaik ke arah permukaan yang
berupa uap panas. Wilayah Gedongsongo diperkirakan sebagai hulu dari
panas bumi sistem gunung berapi Ungaran.