Anda di halaman 1dari 27

DUH TUBUH WANITA

BACTERIAL VAGINOSIS
EPIDEMIOLOGI

• Bacterial vaginosis adalah infeksi vagina terbanyak pada wanita usia subur.
• Prevalensi bervariasi berdasarkan jenis populasi yang dipelajari:
• 5%-25% pada remaja dan dewasa.
• 12%-61% pada penderita IMS

• Merupakan penyakit yang tersebar luas.


FAKTOR RISIKO

1. Hubungan seksual pada usia dini


2. Memiliki banyak pasangan seksual
3. Merokok
4. Wanita berhubungan seksual dengan wanita
ETIOLOGI

• Polimikrobial sindroma yang muncul ketika terjadi ketidakseimbangan bakteri flora pada vagina
• Hydrogen peroksida yang dihasilkan lactobacilli tidak sebanding dengan bakteri2 seperti:
• Gardnerella vaginalis
• Mobiluncus sp.
• M. hominis
• Porphyromonas
• Bacteroides
PATHOGENESIS

• Pertumbuhan berlebih dari jumlah flora normal vagina


• BV berhubungan dengan berkurangnya jumlah lactobacilli yang memiliki fungsi protektif:
• Keasaman vagina normalnya dijaga oleh lactobacilli dari hasil metabolism glukosa/hidrogen.
• Hidrogen peroksida (H202) diproduksi oleh lactobacilli.
• H2O2 menjaga keasaman rongga vagina sehingga mencegah pertumbuhan berlebih bagi bakteri
lain.
• Hilangnya lactobacilli akan menghilangkan fungsi di atas sehingga berhubungan dengan
terjadinya BV.
LACTOBACILLI PENGHASIL H2O2

• Semua lactobacilli akan menghasilkan asam laktat


• Beberapa spesies akan menghasilkan H2O2
• H2O2 merupakan kimia mikrobisidal alami
• Lactobacilli ada dalam 42%-72% hasil kultur vagina wanita
• Kemungkinan hasil metabolism bakteri ini bersifat tiksik ke HIV
GEJALA KLINIS

• 50-70% Asimtomatik
• Apabila terdapat gejala maka:
• 50% pasien mengeluhkan keputihan yang berbau amis.
• duh vagina berwarna putih atau abu-abu
• homogenous vaginal coating pada dinding vagina
• Lebih sering dikeluhkan setelah berhubungan seksual atau setelah menstruasi.
KRITERIA AMSEL
-HARUS TERPENUHI 3 DARI 4 KONDISI-
pH vagina lebih dari 4,5

Ditemukan lebih dari 20% clue cells pada setiap


lapang pandang HPF

Hasil whiff test positif

Sekret homogeny, tidak kental, dan keputihan


yang menempel erat pada dinding vagina
DIAGNOSIS NOT a clue cell

• Preparat Basah: Bacterial Vaginosis


Clue cells
• Dalam larutan saline perbesaran 40X

NOT a clue cell


PENATALAKSANAAN

tujuan terapi:
pada wanita tidak hamil
1. meredakan gejala-gejalan
infeksi vagina
2. mengurangi risiko
komplikasi infeksi

pada wanita hamil


1. mengurangi risiko infeksi
postpartum dan preterm
labor
PEDOMAN KEMENKES
PROGNOSIS

• prognosis baik pada pengobatan yang tepat


• ada kemungkinan rekurensi infeksi
PREVENSI

• Dilakukan penatalaksanaan pada pasangan seksual laki-laki dan dilihat apakah rekurensi
menurun atau tidak.
• Edukasi
• Mengenai penyakit ini, tanda-tanda, dan gejalanya.
• Lebih mudah ditularkan pada hubungan seksual wanita-wanita.
• Kurangi penggunaan vaginal douche.
• Tidak berganti-ganti pasangan.
GONORRHEA & NON-GONORRHEA
TRIKOMONIASIS
DEFINISI

• Sebuah penyakit kulit yang disebarkan melalui hubungan seksual yang disebabkan oleh
protozoa yang menginfeksi epitel mukosa, menyebabkan mikro ulserasi
• Etiologi : Trichomonas vaginalis
• Inkubasi : 4-28 hari
GEJALA KLINIS

• Anamnesis
• Duh tubuh vagina yang berbau, berwarna kuning kehijauan
• Gatal pada daerah vulva
• Bengkak dan eritema
• Dyspareunia
• Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah
• Dysuria
• Pemeriksaan Fisik
• Titik-titik perdarahan pada dinding vagina dan cervix
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• pH Vagina : >4,5 (nonspesifik)


• Saline wet mount : ditemukan protozoa berbentuk ovoid
• Kultur anaerobik
• Tes Imunokromatografik
KOMPLIKASI

• Prematur
• KPD
• BBLR
• ↑ Risiko transmisi HIV
TERAPI

• Terapi Umum
• Lacak mitra seksual
• Konseling pemakaian kondom
• Abstinensia hinga infeksi dinyatakan sembuh
• Tes HIV dan penyakit menular seksual lainnya

• Terapi khusus
• Metronidazol 2g PerOral dosis tunggal
• Metronidazole 2x500 mg/hari PerOral, selama 7 hari
Terima Kasih