Anda di halaman 1dari 16

RABIES

OLEH : Kelas 2B/D4 Keperawatan


PENGERTIAN
• Penyakit Rabies adalah penyakit
infeksi akut pada susunan saraf
pusat yang disebabkan oleh virus
Rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik,
yaitu dapat ditularkan dari hewan
ke manusia. Virus Rabies ditularkan
ke manusia melalui gigitan hewan
misalnya oleh anjing, kucing, kera,
rakun, dan kelelawar. Penyakit
rabies disebut juga penyakit anjing
gila.
JENIS-JENIS PENYAKIT RABIES
• Hewan yang terinfeksi bisa mengalami Rabies
ganas ataupun Rabies jinak. Pada Rabies ganas,
hewan yang terinfeksi tampak galak, agresif,
menggigit dan menelan segala macam barang,
air liur terus menetes, meraung-raung gelisah
kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada
Rabies jinak, hewan yang terinfeksi mengalami
kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total, suka
bersembunyi di tempat gelap, mengalami
kejang dan sulit bernapas, serta menunjukkan
kegalakan.
PENYEBAB RABIES
• Rabies disebabkan oleh virus Rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae
dan genus Lysavirus. Virus ini hidup pada beberapa jenis hewan yang
berperan sebagai perantara penularan. Spesies hewan perantara bervariasi
pada berbagai letak geografis. Hewan-hewan yang diketahui dapat
menjadi perantara Rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan sigung
(Memphitis memphitis) di Amerika Utara, rubah merah (Vulpes vulpes) di
Eropa, dan anjing di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Afrika, Asia, dan
Amerika Latin memiliki tingkat Rabies yang masih tinggi.
PATOGENESIS
• Cara penularan melalui gigitan dan non gigitan (aerogen, transplantasi,
kontak dengan bahan mengandung virus rabies pada kulit lecet atau
mukosa).Cakaran oleh kuku hewan penular rabies adalah berbahaya
karena binatang menjilati kuku-kukunya. Saliva yang ditempatkan pada
permukaan mukosa seperti konjungtiva mungkin infeksius.

• Luka gigitan biasanya merupakan tempat masuk virus melalui


saliva, virus tidak bisa masuk melalui kulit utuh. Setelah virus
rabies masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus
tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatnya,
MASA INKUBASI
• Masa inkubasi penyakit Rabies pada anjing dan kucing kurang
lebih 2 minggu (10 hari-14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan
paling lama 1 tahun. . Beberapa faktor yang mempengaruhi
lamanya inkubasi antara lain tergantung dari dalamnya gigitan,
lokasi gigitan, jumlah luka gigitan dan jumlah virus yang masuk
melalui gigitan. Hewan yang menderita rabies menunjukkan gejala
yang khas. Rabies pada anjing bisa bersifat ganas tetapi bisa juga
bersifat tenang atau bahkan bersifat asymptomatis ( tidak ada
gejala yang nampak ).
TAHAPAN PENYAKIT RABIES PADA
HEWAN
• fase ini biasanya akan berlangsung dua atau tiga hari

Prodormal pada anjing. Pada hari berikutnya anjing akan gelisah,


cenderung menyendiri, diam dan akan mengalami
demam.

• setelah melalui fase prodormal, anjing akan melalui fase

Furious ini yang ditandai dengan sifat cepat marah apabila


dirangsang dengan cahaya dan suara. Fase Furious
berlangsung selama 1-7 hari.

• tahap ini disebut juga dengan fase paralisis. Beberapa

Dumb hewan akan mengalami fase ini setelah melewati fase


furious. Hewan dalam fase ini akan mengalami paralisis
syaraf bagian kepala dan kerongkongan.
TAHAPAN PENYAKIT RABIES PADA
MANUSIA
Stadium Sensoris: Dalam Stadium Eksitasi: Pada
Stadium Prodromal: Dalam stadium sensori penderita stadium eksitasi penderita
stadium prodomal sakit umumnya akan mengalami menjadi gelisah, mudah
yang timbul pada penderita rasa nyeri pada daerah luka kaget, kejang-kejang setiap
tidak khas, menyerupai gigitan, panas, gugup, ada rangsangan dari luar
infeksi virus pada umumnya. kebingungan, keluar banyak sehingga terjadi aerofobia,
air liur fotofobiahidrofobia.

Stadium Paralitik:
menunjukkan tanda
kelumpuhan dari bagian
atas tubuh ke bawah yang
progresif.
PENANGANAN
• Bila terinfeksi Rabies, segera cari pertolongan medis. Rabies dapat
diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak
dan menimbulkan gejala. Bila gejala mulai terlihat, tidak ada
pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Kematian biasanya
terjadi beberapa hari setelah terjadinya gejala pertama.Jika terjadi
kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi Rabies atau berpotensi
Rabies (anjing,rubah, kelelawar) segera cuci luka dengan sabun atau
pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit lalu beri
antiseptik alkohol 70% atau betadin. Orang-orang yang belum
diimunisasi selama 10 tahun terakhir akan diberikan suntikan tetanus.
PENCEGAHAN
• Jadilah pemelihara hewan yang baik.
• Selalu ingat untuk memvaksinasi hewan peliharaan
• Selalu awasi binatang peliharaan anda. Kurangi kontak
mereka dengan hewan atau binatang liar.
• Hubungi dinas peternakan setempat bila anda
menjumpai ada binatang liar yang mencurigakan di
lingkungan tempat tinggal anda.
ASUHAN KEPERAWATAN
Indentitas Klien PENGKAJIAN
• Nama, Umur, Jenis Kelamin, Alamat.
Riwayat Penyakit
• Apakah pernah digigit anjing atau kucing?
• Sudah berapa hari luka gigitan?
• Daerah tubuh mana yang digigit?
• Apakah klien pernah diberikan serum anti-rabies atau vaksin anti rabies?
Lingkungan
• Apakah di lingkungan pasien terdapat binatang yang bisa menyebabkan
penyakit rabies, misalnya: anjing, kucing, monyet.
• Apakah binatang tersebut sudah di vaksin atau belum?
• Apakah lingkungan pasien merupakan daerah endemic rabies?
DATA DASAR PENGKAJIAN
Status Pernafasan Status Neurosensori
• Peningkatan tingkat pernapasan • Adanya tanda-tanda inflamasi
• Takikardi Keamanan
• Suhu umumnya meningkat (37,9º C) • Kejang
• Menggigil • Kelemahan
Status Nutrisi Integritas Ego
• kesulitan dalam menelan makanan • Klien merasa cemas
• berapa berat badan pasien • Klien kurang paham tentang
penyakitnya
• mual dan muntah
• porsi makanan dihabiskan
• status gizi
PEMERIKSAAN FISIK
Tanda – tanda vital Reaksi pupil Afek
• Suhu • Ukuran • Alam perasaan
• Pernapasan • Reaksi terhadap cahaya • Labilitas
• Denyut jantung • Kesamaan respon Aktivitas kejang
• Tekanan darah Tingkat kesadaran • Jenis
• Tekanan nadi • Kewaspadaan : respon • Lamanya
terhadap panggilan
Hasil pemeriksaan kepala Fungsi sensoris
• Iritabilitas
• Fontanel : menonjol, rata, • Reaksi terhadap nyeri
cekung • Letargi dan rasa mengantuk
• Reaksi terhadap suhu
• Bentuk Umum Kepala • Orientasi terhadap diri
sendiri dan orang lain Refleks
• Refleks tendo superfisial
• Reflek patologi
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1) Gangguan thermoregulasi b/d invasi kuman pada SSP


2) Gangguan rasa nyaman nyeri b/d luka gigitan
3) Infeksi b/d luka gigitan
4) Cemas b/d perubahan pola kesehatan
5) Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d plasma otak
rahang
6) Perubahan sensori perseptual b/d respon emosional berlebihan
TERIMA KASIH