Anda di halaman 1dari 18

TUGAS RANCANGAN

PENELITIAN KESEHATAN
KELOMPOK 3
Yonita Dyah Puji Dwiningtias 101511133020
Desy Yuanita Nugroho 101511133096
M. Abd. Khafidz Maftukh 101511133116
Annisa Dwinda Shafira 101511133188
• Judul Jurnal :

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASAR PENGETAHUAN,


PENGGUNAAN JALUR, DAN KECEPATAN BERKENDARA

• Tujuan :

Untuk menganalisis hubungan pengetahuan, penggunaan jalur, dan kecepatan


berkendara dengan kecelakaan lalu lintas pada siswa SMP di Kecamatan Wonokromo
Surabaya tahun 2015
Metode Penelitian
• Metode Penelitian sudah tepat. Karena sudah sesuai dengan kaidah metode
penelitian cross sectional yaitu penelitian yang di lakukan dengan observasi
pengamatan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan
variabel dependen dalam satu waktu tanpa tindakan di waktu lain atau hanya saat
waktu itu saja. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di berikan kepada
responden dan dilakukan wawancara dengan sampel acak siswa smp kelas VII dan
VIII yang aktif berkendara selama enam bulan terakhir.
Analisis Chi Square
1. Hubungan antara Pengetahuan Berkendara dengan Kejadian Lakalantas.

H0 = Tidak ada hubungan antara pengetahuan berkendara dengan kejadian lakalantas pada
siswa SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.

H1 = Ada hubungan antara pengetahuan berkendara dengan kejadian lakalantas pada


siswa SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.

P Value = 0,027 P Value < α  H0 Ditolak

α = 0,05

Kesimpulan =
Berdasarkan hasil jurnal diperoleh nilai P Value = 0,027 dengan nilai α sebesar 5%.
Nilai P Value < α sehingga H0 ditolak. Maka kesimpulannya adalah ada hubungan
antara pengetahuan berkendara dengan kejadian lakalantas pada siswa
SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.
2. Hubungan antara Penggunaan Jalur dengan Kejadian Lakalantas.

H0 = Tidak ada hubungan antara penggunaan jalur dengan kejadian lakalantas


pada siswa SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.
H1 = Ada hubungan antara penggunaan jalur dengan kejadian lakalantas pada
siswa SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.

P Value = 0,005 P Value < α  H0 Ditolak


α = 0,05

Kesimpulan =
Berdasarkan hasil jurnal diperoleh nilai P Value = 0,005 dengan nilai α sebesar 5%.
Nilai P Value < α sehingga H0 ditolak. Maka kesimpulannya adalah ada hubungan
antara penggunaan jalur dengan kejadian lakalantas pada siswa SMP di
Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.
3. Hubungan antara Kecepatan Berkendara dengan Kejadian Lakalantas.

H0 = Tidak ada hubungan antara kecepatan berkendara dengan kejadian lakalantas pada
siswa SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.

H1 = Ada hubungan antara kecepatan berkendara dengan kejadian lakalantas pada siswa
SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.

P Value = 0,017 P Value < α  H0 Ditolak

α = 0,05

Kesimpulan =

Berdasarkan hasil jurnal diperoleh nilai P Value = 0,017 dengan nilai α sebesar 5%. Nilai P
Value < α sehingga H0 ditolak. Maka kesimpulannya adalah ada hubungan antara
kecepatan berkendara dengan kejadian lakalantas pada siswa SMP di Kec.
Wonokromo Surabaya pada tahun 2015.
KESIMPULAN ANALISIS CHI-SQUARE

Berdasarkan analisis menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil bahwa ketiga faktor risiko
yaitu pengetahuan berkendara, penggunaan jalur maupun kecepatan berkendara memiliki
pengaruh terhadap kejadian lakalantas pada siswa SMP di Kec. Wonokromo Surabaya pada
tahun 2015.
Analisis Risk Ratio (RR)
Tingkat Variabel Efek Total
Pengetahu Pernah Tidak
an Kecelakaan Pernah
Kecelakaan
Kurang 7 2 9
Baik
Baik 36 55 91
Total 43 57 100

a. Perhitungan RR
RR = Artinya, tingkat pengetahuan yang kurang
baik memiliki kemungkinan 1,97 kali lebih
besar mengalami kecelakaan daripada
= tingkat pengetahuan yang baik pada siswa
SMP pengendara motor di Kecamatan
= Wonokromo Surabaya tahun 2015.

RR = 1,97
b. Perhitungan Confidence Interval (CI=95%)
exp

exp ln(1,97) ± 1,96

exp 0,68 ± 1,96 . 0,22

exp 0,68 ± 0,43

1,28 < RR < 3,03


c. Kesimpulan

Berdasarkan jurnal penelitian diperoleh nilai RR dan confidence interval yang sama yakni
RR=1,97 dengan CI 95% = 1,28-3,03. Maka terdapat pengaruh yang signifikan dari tingkat
pengetahuan terhadap pengalaman kejadian kecelakaan pada siswa SMP pengendara
motor di Kecamatan Wonokromo Surabaya tahun 2015. Semakin baik tingkat pengetahuan
semakin tidak pernah mengalami kejadian kecelakaan.
Penggunaa Variabel Efek Total
n Jalur Pernah Tidak
Kecelakaan Pernah
Kecelakaan
Tidak 24 16 40
Sesuai
Sesuai 19 41 60
Total 43 57 100

a. Perhitungan RR
RR = RR = 1,89
Artinya, penggunaan jalur yang tidak
sesuai memiliki kemungkinan 1,89 kali
lebih besar mengalami kecelakaan
= daripada penggunaan jalur yang sesuai
pada siswa SMP pengendara motor di
= Kecamatan Wonokromo Surabaya tahun
2015.
b. Perhitungan Confidence Interval (CI=95%)
exp

exp ln(1,89) ± 1,96

exp 0,64 ± 1,96 . 0,24

exp 0,64 ± 0,47

1,19 < RR < 3,03


c. Kesimpulan

Berdasarkan jurnal penelitian diperoleh nilai RR dan confidence interval yang sama yakni
RR=1,89 dengan CI 95% = 1,19-3,03. Maka terdapat pengaruh yang signifikan dari
penggunaan jalur terhadap pengalaman kejadian kecelakaan pada siswa SMP pengendara
motor di Kecamatan Wonokromo Surabaya tahun 2015. Semakin sesuai penggunaan jalur
semakin tidak pernah mengalami kejadian kecelakaan.
Kecepatan Variabel Efek Total
Berkendar Pernah Tidak
a Kecelakaan Pernah
Kecelakaan
> 60 km/jam 9 3 12
≤ 60 km/jam 34 54 88
Total 43 57 100

a. Perhitungan RR
RR = RR = 1,94
Artinya, kecepatan berkendara dengan
> 60 km/jam memiliki kemungkinan
1,94 kali lebih besar mengalami
= kecelakaan daripada kecepatan
berkendara ≤ 60 km/jam pada siswa
= SMP pengendara motor di Kecamatan
Wonokromo Surabaya tahun 2015.
b. Perhitungan Confidence Interval (CI=95%)
exp

exp ln(1,94) ± 1,96

exp 0,66 ± 1,96 . 0,22

exp 0,66 ± 0,43

1,26 < RR < 2,98


c. Kesimpulan
Berdasarkan jurnal penelitian diperoleh nilai RR dan confidence interval yang sama yakni
RR=1,94 dengan CI 95% = 1,26-2,98. Maka terdapat pengaruh yang signifikan dari kecepatan
berkendara terhadap pengalaman kejadian kecelakaan pada siswa SMP pengendara motor di
Kecamatan Wonokromo Surabaya tahun 2015. Semakin kecepatan berkendara rendah
semakin tidak pernah mengalami kejadian kecelakaan.

KESIMPULAN ANALISIS Risk Ratio (RR)


Jadi, ketiga risiko baik tingkat pengetahuan, penggunaan jalur, dan kecepatan berkendara
memiliki pengaruh terhadap kejadian kecelakaan pada siswa SMP pengendara motor di
Kecamatan Wonokromo Surabaya tahun 2015.