Anda di halaman 1dari 16

DEFISIT PERAWATAN

DIRI

HerniHasan (14220130053)
MaryamKarepesina (14220130026)
Yulismayanti (14220130066)
Nur Qamaria Kaimudin(14220130014)
Marhawa (142210300)
Merlin H. Demanto (142210300)
Deficit perawatan diri adalah
kemampuan untuk melakukan
PENGERTIAN aktifitas perawatan diri
(mandi,berhias, makan, toileting)
(Nurjanah 2004)
Tanda dan gejala.
Menurut Depkes (2000)

a. Fisik

b. Psikologis

c. Social
Penurunan Kemampuan
Dan Motifasi Merawat Diri

Pohon Masalah Isolasi Social

Deficit Perawatan Diri


Diagnosa

1. Deficit perawatan diri :


mandi/hygiene berhubungan
dengan penurunan motifasi
akibat perceraian.
2. Keputusasaan akibat perceraian
3. Isolasi Sosial
Intervensi.

Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bertahap


bagi klien yang tidak dapat merawat 3). Buatkan jadwal kegiatan setiap hari
diri sendiri adalah : c. Ciptakan lingkungan yang
a. Meningkatkan kesadaran dan mendukung :
kepercayaandiri : 1). Sediakan perlengkapan yang
1). Bina hubungan saling percaya diperlukan untuk mandi.
2). Bicarakan tentang pentingnya 2). Dekatkan peralatan mandi biar
kebersihan mudah dijangkau oleh pasien
3). Kuatkan kemampuan klien 3). Sediakan lingkungan yang aman
merawat diri dan nyaman bagi klien misalnya,
b.membimbing dan menolong klien kamar mandi yang dekat dan
merawat diri : tertutup.
1). Bantu klien merawat diri
2). Ajarkan keterampilan secara
Kasus

Seorang wanita usia 35 tahun dengan


kondisi penampilan tidak rapi acak-acakan, kuku
panjang, kulit berdaki, rambut kotor, gigi kuning dan
tercium bau tidak sedap. Hal ini terjadi sejak
diceraikan oleh suaminya dan klien tidak mau urus
diri jika ditanya klien hanya menjawab untuk apa.
Jika disuruh mandi klien menolak dan menangis.
Klien hanya mau ganti baju tapi menolak untuk
mandi.
Analisa Data

Data Masalah Keperawatan


DS :
Klien menolak dan menangis
jika disuruh mandi.
DO :
Klien tampak tidak rapi dan
DEFICIT PERAWATAN
acak-acakan
DIRI
Kuku klien tampak panjang
dan kulit berdaki, rambut
kotor, gigi kuning dan tercium
bau tidak sedap
LANJUTAN

DS :
Jika ditanya klien hanya
menjawab untuk apa.
DO :
Klien hanya mau menganti KEPUTUSASAAN
baju
Klien diceraikan oleh
suaminya
Pohon Masalah

3. Efek atau akibat :


penampilan tidak
2. Etiologi atau
rapi acak-acakan,
penyebab :
kuku panjang, kulit
1. Core problem a.predisposisi :
berdaki, rambut
atau masalah utama : diceraikan oleh
kotor, gigi kuning
klien tidak mau urus suaminya.
dan tercium bau
diri b. Presipitasi :
tidak sedap. Jika
penurunan
disuruh mandi klien
motivasi
menolak dan
menangis.
Diagnosa Keperawatan

1. Deficit perawatan
diri : mandi/hygiene
berhubungan dengan
penurunan motifasi
akibat perceraian.

2. Keputusasaan
akibat perceraian
Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil
1. Klien tidak
menolak untuk
mandi
2. Klien rapi dan
Deficit perawatan tidak acak-
Tujuan
diri : mandi/hygiene acakan.
Umum :
berhubungan 3. Kuku klien
Pasien tidak
dengan penurunan pendek, kulit
mengalami defisit
motifasi akibat bersih, rambut
perawatan diri
perceraian. bersih, gigi
putihdan tidak
tercium bau
tidak sedap.
Intervensi

1.Yakinkan pasien untuk melakukan perawatan diri/mandi


dan personal hygiene lainnya.
2. Kaji kemampuan klien untuk melakukan perawatan
diri/mandi dan personal hygiene lainnya.
3. Letakan sabun, handuk, deodorant, alat cukur dan
pralatan lainnya yang dibutuhkan di kamar mandi atau
samping tempat tidur klien.
4. Bantu dan awasi perawatan diri pasien (mandi dan
hygiene lainnya)
Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil

1. Pasien tidak
mengatakan hal-
hal yang
menyatakan
Tujuan umum : keputusasan
2. Pasien
Keputusasaan
Keputusasaan menunjukan sikap
akan berkurang menerima
kenyataan dan
memberikan
respon yang
positif terhadap
masalahnya
Intervensi
1. Gali factor yang
berkontribusi terhadap
perasaan keputusasaan
pasien.
2. Ajari pengenalan
terhadap realita dan
membuat rencana yang
mungkin.
3. Kaji kebutuhan spiritual.
4. Beri penguatan positif
yang menunjukan inisiatif
seperti perawatan diri.
TERIMA KASIH