Anda di halaman 1dari 51

Patologi Sel & Jaringan

Ilmu Dasar Keperawatan

Dosen : Ns. Michael. Y. Karundeng., S.Kep., M.Kes


 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep patologi dan
patofisiologi yang terjadi berdasarkan Evidence Based
Practice (EBP).

 Tujuan Khusus
dapat menjelaskan : 1. Tujuan adaptasi sel.
2. Organisasi dan struktur sel.
3. Mengidentifikasi mekanisme
adaptasi Sel
4. Patofisiologi kerusakan dan kematian
sel
5. penuaan sel.
6. Pengertian, Jenis kematian jaringan.
7. Melakukan pengkajian Keperawatan
Patologi
• Ilmu yang mempelajari penyakit
• Disebabkan karena perubahan struktur
dan fungsi dari sel dan jaringan tubuh
• Tujuan utama untuk mengidentifikasi
sebab suatu penyakit, untuk program
pencegahan, pengobatan dan perawatan
terhadap penyakit yang diderita pasien..
Tujuan Adaptasi
• bagian terkecil dari struktur tubuh
manusia adalah sel
• sel ialah bagian yang akan mengalami
gangguan atau perubahan pada setiap
kejadian penyakit yang diderita oleh
seseorang
• Peristiwa gangguan terhadap sel akan
menyebabkan sel melakukan adaptasi
agar tetap bertahan hidup
• Setiap sel memiliki kemampuan
beradaptasi dan kemampuan untuk
berkembangbiak.
ORGANISASI SEL
• Sel normal dan hidup memberikan reaksi
terhadap tantangan dan tekanan yang selalu
berubah.
• Bila tekanan itu terlalu berat, struktur dan fungsi
sel cenderung bertahan dalam jangkauan yang
relatif sempit, dinyatakan sebagai “normal”.
• Bila batas kemampuan adaptasi tersebut
dilampaui, akan terjadi jejas atau bahkan
kematian sel.
• Reaksi terhadap tekanan yang progresif, sel
akan: (1) menyesuaikan diri, (2) terjadi jejas yang
dapat pulih kembali (reversibel) atau (3) mati.
HIPERTROPI
• peningkatan besar sel yang mengakibatkan
perbesaran organ.
• Tidak terdapat sel baru, hanya mengalami
perbesaran sel, perbesaran terjadi karena
peningkatan jumlah struktur protein dan organel
sel.
• Bisa terjadi secara fisiologis ataupun patologis,
bisa juga terjadi karena stimulus dari
peningkatan hormon tertentu.
• Mis: perbesaran uterus karena stimulus dari
estrogen sehingga terjadi hiperplasi dan
hipertropi.
Hipertropi pada uterus
HIPERPLASI
• proses adaptasi dengan melakukan replikasi sel,
sehingga penambahan jumlah sel membuat
organ membesar.
• Hiperplasi bisa secara fisiologis dan patologis
(Mis: Kanker).
1)Hipertropi secara fisiologis dibagi menjadi 2:
hormonal hyperplasia.
Cth: selama masa hamil dan pubertas
2)compensatory hyperplasia.
Cth: kematian jaringan hati
ATROPI
• pengecilan ukuran dari sel yang disebabkan oleh
karena sel kehilangan substansi sel, sehingga
menyebabkan berkurangnya ukuran organ.
• Atropi memungkinkan terjadinya menurunnya
fungsi sel, namun bukan merupakan kematian sel.
• Atropi terjadi akibat penurunan dari sintesis
protein dan peningkatan degenersi protein di
dalam sel.
• Penyebab atropi diantaranya bisa karena
kekurangan suplai darah, kekurangan nutrisi,
kehilangan stimulasi endokrin, dan aging.
ATROPI OTAK
METAPLASIA
• perubahan reversibel dari fenotip sel yang
digantikan oleh tipe sel yang lain
• Sering terjadi karena iritasi yang terjadi
secara kronis.
• Pada kondisi ini sel yang mengalami
adaptasi digantikan oleh tipe sel lain yang
lebih bisa menghadapi stresor.
• Terjadi akibat genetik "reprogramming"
PERUBAHAN MORFOLOGIS PADA SEL
YANG CEDERA SUBLETAL
 Kelainan diferensiasi dan pertumbuhan: Metaplasia.
 Transformasi satu jenis sel dewasa yang mengalami
diferensiasi ke bentuk lain.
 Dapat mengalami perubahan selanjutnya secara tidak
langsung menjadi neoplasia melalui displasia.
 Kelainan diferensiasi dan pertumbuhan: Displasia.
 Kelainan diferensiasi dan pertumbuhan: Neoplasia.
 Neoplasia, ditandai dengan pertumbuhan sel yang
abnormal, tidak terkoordinasi dan berlebihan.
 Tetap berlanjut walaupun rangsang awal dihilangkan.
 Berhubungan dengan perubahan genetik.
 Sel neoplastik mempengaruhi sifat sel normal melalui
produksi hormon dan faktor tumbuh.
Exercises
1. Tulislah mekanisme adaptasi sel yang terjadi pada penyakit
atau kondisi berikut!

No Penyakit/ Kondisi Mekanisme Adaptasi Sel

1 Otot betis tukang becak

2 hidrocephalus

3 hepatomegali
Patofisiologi kerusakan sel
4 sistem dalam sel yang paling mudah
terpengaruhi akibat adanya cidera:
•Membran sel
Keutuhan membran sel terganggu akibatnya tugas
membran sel untuk mempertahankan tekanan osmotik
seluler menurun.
•Mitokondria
Pembentukan energi berupa ATP melalui mekanisme
respirasi aerob terganggu.
•Retikulum endoplasma
Fungsi retikulum endoplasma mensintesa protein
mengalami gangguan.
•Nukleus
KERUSAKAN SEL YANG
REVERSIBEL
• pada stadium awal terjadinya kerusakan atau
pada kerusakan ringan, kerusakan fungsi dan
morfologi akan dapat kembali normal jika
penyebab dari kerusakan tersebut dihilangkan.
• Pada stadium ini meskipun terjadi kerusakan sel
secara signifikan, namun tidak terjadi kerusakan
baik pada membran sel maupun pada pada inti.
 pada kerusakan yang terjadi secara terus
menerus, maka kerusakan tersebut menjadi
irreversibel dan akhirnya sel tidak memiliki
kemampuan untuk memperbaiki kerusakan
sehingga menyebabkan sel mati.
 Ada 2 macam kematian sel, yang dibedakan
dari morfologi, mekanisme dan perubahan
fisiologis dan penyakit, yaitu apoptosis dan
nekrosis.
Apoptosis
• kematian sel oleh sel itu sendiri yang disebabkan
oleh growth factor atau DNA sel atau protein yang
dihancurkan dengan maksud perbaikan.
• Memiliki karakteristik sel dimana inti sel
mengalami pemadatan dan tidak terjadi kerusakan
membran sel.
• Apoptosis memerlukan sintesis aktif RNA dan
protein dan merupakan suatu proses yang
memerlukan energi
• Secara morfologis, proses ini ditandai oleh
pemadatan kromatin di sepanjang membran inti
Apoptosis sel hati oleh virus
hepatitis

Sel mengalami pengurangan ukuran dan


sitoplasmanya berwarna eosinophilic terang serta
nukleusnya mengalami kondensasi
Nekrosis
• terjadi kerusakan membran, lisososm
mengeluarkan enzim ke sitoplasma dan
menghancurkan sel, isi sel keluar dikarenakan
kerusakan membran plasma dan
mengakibatkan reaksi inflamatori.
• Nekrosis disebabkan oleh:
- Ischemia
- Keracunan
- infeksi dan
- trauma
NEKROSIS/KEMATIAN SEL
1. Fungsi abnormal
Nekrosis yang terjadi pada sel akan mengakibatkan
fungsi sel abnormal. Sebagai contoh sel otot
jantung yang mengalami nekrosis meskipun tidak
luas akan menyebabkan efek klinis pada
hemodinamika.
2. Infeksi Bakteri
Pertumbuhan bakteri akan mudah terjadi pada daerah
sel yang mengalami nekrotik dan menyebar ke
seluruh tubuh melalui aliran limfe atau aliran darah.
NEKROSIS/KEMATIAN SEL
3. Efek Sistemik
Saat sel mengalami nekrosis, maka sel tersebut
akan melepaskan zat pirogen. Selain itu terjadi
peningkatan jumlah sel darah putih sebagai
respons dari radang akut. Akibatnya akan timbul
demam dan hasil pemeriksaan laboratorium
menunjukkan ada leukositosis.
Penuaan Sel
Secara morfologik sel tua mengalami beberapa
perubahan sebagai berikut:
1.Ketidakteraturan inti
2.Mitokondria bervakuola
3.Pengurangan retikulum endoplasma
4.Penyimpangan aparatus golgi
5.Kerusakan membran sel
Exercises II
1. Tulislah efek klinis yang dapat Saudara amati akibat
nekrosis yang terjadi pada sel tubuh seorang pasien

No Akibat Nekrosis Efek Klinis

1 Fungsi abnormal

2 Infeksi bakteri

3 Efek sistemik
Kematian Jaringan
Kematian sel dalam jumlah besar seperti pada
jaringan organisme hidup disebut nekrosis.
Nekrosis terjadi tidak hanyapada tingkat kematian
sel (celluler death) tetapi juga pada seluruh tubuh
(somatic death) atau terbatas mengenai suatu
jaringan atau sebuah organ.
Jenis-jenis Nekrosis
- Nekrosis koagulasi
- Nekrosis liquefaktif (mencair)
- Nekrosis lemak
- Nekrosis kaseosa (perkejuan)
Nekrosis koagulasi
• Tidak hanya terjadi denaturasi protein,
namun juga berkaitan dengan hambatan
enzim-enzim litik.
• Sel tidak mengalami lisis, dengan
demikian kerangka luar sel relatif utuh.
• Inti menghilang dan sitoplasma yang
mengalami asidifikasi menjadi eosinofilik
Nekrosis koagulasi-infrak ginjal
• Gambaran makroskopik :
– terlihat berwarna putih, keabu-abuan atau
kekuning-kuningan dan sedikit berlemak,
padat

• Gambaran mikroskopik :
– struktur sel dan jaringan masih jelas, inti sel
mengalami piknotik (menghilang), sitoplasma
lebih acidophilic
Nekrosis liquefaktif
• Ditandai oleh larutnya jaringan akibat lisis
enzimatik sel-sel yang mati.
• Proses ini biasanya terjadi di otak sewaktu terjadi
pelepasan enzim-enzim otokatalitik dari sel-sel
yang mati.
• Nekrosis likuefaktif juga terjadi pada peradangan
purulen akibat efek heterolitik leukosit
polimorfonuklear pada pus.
• Jaringan yang mengalami likuefaksi menjadi lunak,
mudah mencair, dan tersusun oleh sel-sel yang
mengalami disintegrasi dan cairan.
Nekrosis liquefaktif-infark otak
.
• Gambaran makroskopik :
– adanya benjolan berisi cairan dikelilingi
kapsula tipis dan ireguler.

• Gambaran mikroskopik :
– tampak ruang kosong dengan sisa kapsula
yang ireguler, terlihat fibrin dan neutrophil
disekitarnya.
Nekrosis lemak
• Terjadi akibat kerja enzim-enzim lipolitik pada
jaringan lemak.
• Proses ini biasanya terjadi pada nekrosis
pankreatik akut dan merupakan konsekuensi
pelepasan lipase pankreas ke jaringan
peripankreas.
• Lipolisis ditandai oleh hilangnya kontur sel-sel
lemak.
• Asam-asam lemak yang dibebaskan dari sel
lemak mengalami saponifikasi dengan mengikat
natrium, kalium dan kalsium.
NEKROSIS LEMAK-
PANKREATITIS AKUT
Nekrosis kaseosa (perkejuan)
• Memiliki baik gambaran nekrosis koagulasi
maupun likuefaktif.
• Biasanya nekrosis ini terjadi di bagian tengah
granuloma tuberkolusa, yang mengandung bahan
seperti keju yang putih atau kekuningandan
merupakan asal nama nekrosis tipe ini.
• Secara histologis, rangka luar sel tidak lagi utuh,
tetapi sebaliknya jaringan juga belum mencair.
• Sisa-sisa sel tampak sebagai bahan amorf
bergranula halus.
NEKROSIS KASEOSA-
TUBERCULOSIS PARU
• Gambaran makroskopik :
– terlihat berwarna putih, keabu-abuan atau
kekuning-kuningan dan sedikit berlemak, padat

• Gambaran mikroskopik :
– struktur histologi sudah tidak terlihat lagi
membentuk masa bergranulasi.
– Dengan pengecatan HE berwarna keabu-
abuan, dikelilingi oleh epiteloid dan limfosit.
Exercises III

No Penyakit Tanda-tanda Jenis nekrosis


1
2
3
Exercise IV

Lengkapilah pengkajian tanda, gejala klinis, pemeriksaan


laboratorium dan rencana asuhan keperawatannya pada
penderita: Ulcus diabetikum
a)Tanda : ...................................
b)Gejala Klinis :.......................................
c)Pemeriksaan laboratorium: ...........................
d)Rencana asuhan keperawatan:
(1) ...................
(2) ..................
(3) .....................
(4) ..........................
DAFTAR PUSTAKA
1. Nair, M., Peate, I. 2015. Dasar-dasar
Patofisiologi Terapan. Panduan Penting untuk
Mahasiswa Keperawatan dan Kesehatan.
Bumi Medika.
2. Marya, R. K. (2013). Buku Ajar Patofisiologi.
Binarupa Aksara. Jakarta.
3. HR, Hasidianah dan S. I. Suprapto. (2016).
Patologi dan Patofisiologi Penyakit. Edisi 2.
Medical Book. Yogyakarta.
4. Suyanto. (2016). Modul Patologi. Buku Ajar
Cetak Keperawatan. BPPSDM Kemenkes RI.
Jakarta.
Topik Pertemuan Berikut

1. Kelainan Kongenital, Herediter

Any Questions??
Penugasan SGD
Pilihan Materi Kajian
1.Penyakit Hemofilia (Materi I)
2.Penyakit Leukemia (Materi II)
3.Penyakit Thalasemia (Materi III)
Tiap kelompok terdiri dari 3 Mahasiswa
Pilihlah materi diskusikan, kemudian hasil diskusi di
Presentasikan
Tiap slide PPT harus ada sumber pustaka, dan pada
akhir PPT ada Daftar Pustaka (jangan
www.blogspot.com
SISTEMATIKA
1. Definisi
2. Etiologi
3. Tanda dan Gejala
4. Patofisiologi
5. Komplikasi
6. Prognosis
7. Pemeriksaan Penunjang
8. Penatalaksanaan Keperawatan dan Medis