Anda di halaman 1dari 33

(Inst.

Radiologi dan Pencitraan Kardiovaskular)


• Dasar Hukum
• Prinsip dan Tujuan Kredensial
• Kredensial Tenaga Kesehatan Lain di RS
• Komite Kredensial RS
• Mekanisme dan Instrumen Kredensial
• Mitra Bestari Profesi
1. PMK No.755 Tahun 2011 Tentang Komite Medik
Kredensial adalah proses evaluasi terhadap staf medis untuk menentukan kelayakan diberikan
kewenangan klinis (clinical privilege).

2. PMK No. 49 Tahun 2013 tentang Komite Keperawatan


Kredensial adalah proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk menentukan kelayakan
pemberian kewenangan klinis

3. PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh indonesia)


Proses Kredensial didefinisikan sebagai proses evaluasi suatu rumah sakit terhadap seseorang
untuk menentukan apakah yang bersangkutan layak diberi kewenangan klinis (clinical privilege)
menjalankan tindakan medis tertentu dalam lingkungan rumah sakit tersebut untuk periode
tertentu.

4. Australia Council in Safety and Quality in healthcare


Credentialling by health service organisations is a process used to verify the qualifications and
experience of primarily medical practitioners to determine their ability to provide safe, high
quality healthcare services within a spesific health care setting
1. Kredensial adalah suatu proses evaluasi/ verifikasi
(keahlian/kompetensi, pengalaman dan professionalitas)

1. Pelaksananya adalah suatu organisasi atau Tim

1. Objek dari kredensial adalah Staf profesional kesehatan

1. Output dari kegiatan kredensial adalah Kewenangan Klinis


(Clinical Privilege) untuk periode tertentu
• Undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
KESEHATAN menyatakan bahwa Pemerintah mengatur perencanaan,
pengadaaan, pendayagunaan, pembinaan, dan pengawasan mutu tenaga
kesehatan.

• Undang – undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang TENAGA


KESEHATAN menyatakan bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab, memiliki etika
dan moral yang tinggi, keahlian dan kewenangan yang secara terus
menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan dan pelatihan
berkelanjutan, sertifikasi, registrasi, perizinan serta pembinaan,
pengawasan dan pemantauan agar penyelenggaraan upaya kesehatan
memenuhi rasa keadilan dan perikemanusiaan serta sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
 Salah satu upaya rumah sakit dalam menjalankan tugas
dan tanggung jawabnya untuk menjaga keselamatan
pasiennya adalah dengan menjaga standar dan
kompetensi para staf medis yang akan berhadapan
langsung dengan para pasien di rumah sakit
.
 Upaya ini dilakukan dengan cara mengatur agar setiap
pelayanan medis yang dilakukan terhadap pasien hanya
dilakukan oleh staf medis yang benar-benar kompeten.

 Kompetensi ini meliputi dua aspek, kompetensi profesi


medis yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan
perilaku profesional, serta kompetensi fisik dan mental
A. Memiliki ruang lingkup yang spesifik dalam pelayanan
kesehatan tertentu
B. Memberikan kepastian rasa aman dan menjaga keselamatan
pasien dalam pelayanan kesehatan yang diberikan dan
didukung dengan staf/ profesional yang handal
C. Memberikan payung hukum kepada tenaga kesehatan dalam
memberikan pelayanan kesehatan
D. Meningkatkan profesionalisme, keahlian dan kompetensi
tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan
berkelanjutan
E. Meningkatkan reputasi tenaga kesehatan dan institusi
fasilitas kesehatan
A. Mempertahankan dan meningkatkan mutu keahlian/keterampilan
tenaga kesehatan
B. Menetapkan standar pelayanan
C. Melindungi pasien serta tenaga kesehatan terhadap pelayanan
kesehatan yang dilakukan
D. Menentukan dan mempertahankan kompetensi tenaga kesehatan
E. Meningkatkan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan
F. Memberikan kepastian hukum terkait kewenangan tenaga
kesehatan
G. Memberikan perlindungan terhadap pelayanan yang diberikan
oleh tenaga kesehatan kepada pasien
H. Menjaga etika, disiplin dan perilaku budaya
STAF NON-KLINIS STAF KLINIS :
1. Staf Medis
2. Staf Keperawatan
3. Staf Tenaga Kesehatan
lainnya
 Seluruh staf Klinis dilakukan Kredensial

 Secara khusus proses kredensial staf medis dan perawat harus


hati-hati, kewenangan klinis harus terinci sebab mereka terlibat
dalam proses asuhan klinis dan bekerja langsung dengan pasien

 Rumah sakit seharusnya memberikan kesempatan bagi staf


untuk terus belajar dan mengembangkan kepribadian dan
profesionalitasnya. Oleh sebab itu, pendidikan in-service dan
kesempatan pembelajaran lain seharusnya ditawarkan kepada
staf.
DOKUMEN :
 Penetapan staf kesehatan profesional lainnya yang melakukan asuhan dan pelayanan
kepada pasien secara mandiri (SPK/ Surat Penugasan Klinis dengan RKK/ Rincian
Kewenangan Klinis, tersedia di file kepegawaian, file kredensial dan di unit pelayanan)
 Kebijakan, Proses dan Panduan serta data kredensialing
 Bukti verifikasi ijazah dan STR dari sumber aslinya
 STR, SIP, SPK dan RKK harus masih valid
 RS mempunyai proses yang efektif untuk mengumpulkan, memverifikasi dan
mengevaluasi kredensial satf kesehatan profesional lainnya

 RS mempunyai prosedur untuk :


 Mengidentifikasi tanggung jawab dari setiap tugas
 Membuat penugasan staf kesehatan profesional lainnya berdasarkan
kredensial

 RS mempunyai standar prosedur untuk staf kesehatan profesional lainnya


berpartisipasi dalam aktifitas peningkatan mutu rumah sakit, termasuk
mengevaluasi kinerja individu
STRUKTUR ORGANISASI
KOMITE TENAGA KESEHATAN LAIN

Direktur Utama

Ketua Komite
Sekretaris

Ka. Sub Ka. Sub Ka. Sub


Kredensial Mutu Profesi Etika & Disiplin Profesi
Sub-komite terdiri dari:

 Sub-komite kredensial yang bertugas menapis


profesionalisme staf;

 Sub-komite mutu profesi yang bertugas


mempertahankan kompetensi dan profesionalisme staf;
dan

 Sub-komite etika dan disiplin profesi yang bertugas


menjaga disiplin, etika, dan perilaku profesi staf.
Komite Tenaga Kesehatan Lain mempunyai tugas
meningkatkan profesionalisme staf yang bekerja di
rumah sakit dengan cara :
 Melakukan kredensial bagi seluruh staf medis
yang akan melakukan pelayanan medis di
rumah sakit
 Memelihara mutu profesi staf medis; dan
 Menjaga disiplin, etika, dan perilaku profesi staf
medis.
1. Tenaga kesehatan membuat permohonan Surat Penugasan Klinis dan Rincian Kewenangan Klinis
kepada Direktur RS melalui Kepala SDM RS

2. Kepala SDM meneruskan surat permohonan tersebut kepada Direktur RS

3. Direktur RS memberikan disposisi proses kredensial ke Komite Tenaga Kesehatan Lain

4. Komite Tenaga Kesehatan Lain melalui Sub-Komite Kredensialnya melakukan proses kredensial
dan rekredensial terhadap petugas tenaga kesehatan tersebut

5. Ketua Sub-Komite Kredensial membuat surat rekomendasi untuk dibuatkan Surat Penugasan
Klinis dari Direktur RS dengan melampirkan Rincian Kewenangan Klinis yang telah di assesment
oleh Sub-Komite Kredensial kepada Ketua Komite Tenaga Kesehatan Lain

6. Ketua Komite Tenaga Kesehatan Lain membuat surat rekomendasi untuk dibuatkan Surat
Penugasan Klinis kepada Direktur RS dengan melampirkan rekomendasi dari Sub-Komite
Kredensial dan Rincian Kewenangan Klinis yang telah di assesment

7. Direktur RS menerbitkan Surat Penugasan Klinis (Clinical Appointment) untuk tenaga kesehatan
yang telah menyelesaikan proses kredensial dengan rincian kewenangan sesuai rekomendasi dari
Komite Tenaga Kesehatan Lain
Contoh Alur Kredensial
RSCM
• Kewenangan klinis (clinical privilege) adalah hak khusus seorang
staf Klinis untuk melakukan sekelompok pelayanan medis tertentu
dalam lingkungan rumah sakit untuk suatu periode tertentu yang
dilaksanakan berdasarkan penugasan klinis (clinical appointment )

• Penugasan klinis (clinical appointment) adalah penugasan


kepala/direktur rumah sakit kepada seorang staf Klinis untuk
melakukan sekelompok pelayanan medis dirumah sakit tersebut
berdasarkan daftar kewenangan klinis yang telah ditetapkan
baginya

• Rincian kewenangan klinis (delineation of clinical privilege) adalah


merinci semua jenis tindakan dalam lingkup pelayanan kesehatan
tertentu
• Buku yang memuat syarat-syarat kapan seseorang tenaga
kesehatan dianggap kompeten untuk melakukan pelayanan
kesehatan dengan aman

• Merupakan tolok ukur dalam proses assessment (credential)


seorang praktisi

• Memuat syarat-syarat kualifikasi pendidikan/ pelatihan,


jumlah kasus yang telah ditangani, keikutsertaan dalam
organisasi profesi/ seminat
• Mitra = Teman

• Bestari = Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas


dan dalam, berpendidikan serta budi pekertinya baik

• Mitra bestari profesi = Sekelompok orang dengan


reputasi dan kompetensi profesi yang baik untuk menelaah
segala hal yang terkait dengan profesinya

• Mitra bestari bisa diperankan oleh atasan langsung (orang


yang memiliki jabatan sebagai atasan langsung), supervisor
atau teman se profesi dengan keahlian/ kemampuan minimal
sama
• Mengkaji setiap pelayanan yang diajukan oleh
pemohon dalam bentuk rincian kewenangan klinis.
Pengkajian dilakukan dengan metode wawancara
• Menilai keahlian/ kompetensi pemohon
• Menilai kemampuan fisik dan mental
• Dapat memberikan rekomendasi, memberi saran
dan usulan terhadap tenaga kesehatan untuk
pengembangan potensi dan etika
Bagaimana Mitra Bestari Menilai
Kompetensi Pemohon..?
Dinilai dari berbagai aspek yaitu :

Kognitif
Berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yaitu
pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi

Afektif
Mencakup watak, perilaku, minat (partisipasi aktif atau pasif), sikap dinilai kepeduliannya, emosi
dan karakter

Psikomotorik
Aspek ini menilai terkait ketrampilan (skill) atau kemampuan bertindak. Mitra bestari dapat
memnerikan penilaian ketrampilan dari komptensi yang dimiliki pemohon melalui pengamatan
langsung

Fisik
Penilaian fisik dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan merupakan
salah satu penilaian dalam proses kredensial berupa resume keterangan sehat dari dokter penguji
kesehatan
Rincian Kewenangan Klinis