Anda di halaman 1dari 198

MATERI PERSIAPAN OLIMPIADE GEOGRAFI

Asthina Novita Syanur


Teknik Geodesi dan Geomatika ITB
DEFINISI KARTOGRAFI
“cartographic is the discipline dealing with visualization of
geographic information, or as it can be said more popular
terms: a discipline involved in the science and art of map
design and production”

disiplin yang berhubungan dengan


ilmu, teknik, dan seni di dalam
proses produksi peta

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Apa itu PETA ?

Gambaran/bayangan muka bumi


yang disajikan pada suatu bidang
datar dengan memperhatikan
sistem proyeksi peta dan skala
peta.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


JENIS PETA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PETA UMUM PETA
KHUSUS/TEMATIK
ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
SOAL OSK 2013 NO.33
Peta Tata Guna Lahan adalah merupakan jenis dari:
a. Peta Topografi
b. Peta Tematik
c. Peta Teknis
d. Peta kadaster untuk pembuatan sertifikat tanah
e. tidak ada pilihan yang tepat

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2015 NO.71
Pernyataan yang paling tepat tentang manfaat peta topografi bagi Geograf
adalah :
a. Peta topografi memberikan gambaran visual dari lingkungan fisik dan
manusia dari suatu tempat
b. Peta topografi mempunyai informasi yang penting dari fenomena alam
yang muncul pada daerah tertentu
c. Peta topografi menyediakan informasi yang bernilai untuk membantu
Geograf mengerti lebih baik tentang hubungan antara lingkungan fisik dan
social pada suatu daerah
d. Peta topografi mencatat tentang perubahan lahan sehingga Geograf dapat
mempelajari perubahan tersebut pada lingkungan fisik yang disebabkan
oleh aktifitas manusia
e. Peta topografi memberikan gambaran posisi horizontal dan vertical suatu
daerah tentang lingkungan fisik

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PETA KADASTER
(1:100 – 1:5000)

JENIS PETA SKALA


BESAR
(1:5000 – 1:250.000)

PETA PETA SKALA


SEDANG
(1:250.000 – 1:500.000)

BERDASARKAN PETA SKALA KECIL


(1: 500.000 –
SKALA 1:1.000.000)

PETA
GEOGRAFI
(>1:1.000.000)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2016 NO.64
Pada proses pembuatan sertifikat tanah pada Kementerian Agraria dan
Tata Ruang, sebelum dikeluarkan sertifikat perlu dilakukan pengukuran
untuk memperoleh peta kadaster (pendaftaran tanah) yang mempunyai
skala antara:
a. 1: 100 s/d 1:500
b. 1: 1.000 s/d 1: 5.000
c. 1: 5.000 s/d 1: 10.000
d. 1: 10.000 s/d 1: 100.000
e. 1: 100.000 s/d 1: 500.000

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MODEL BUMI

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


BENTUK BUMI SEPERTI BOLA?

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TERDAPAT 3 MODEL PENDEKATAN
BENTUK BUMI

1. TOPOGRAFIS

2. GEOID

3. ELLIPSOID

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TOPOGRAFIS
Bentuk bumi yang kita lihat apa adanya (datar, landai, curam, dll). Terdiri
dari Daratan dan Dasar Laut

Daratan
Muka Laut

Dasar Laut

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


GEOID
Geoid merupakan permukaan ekuipotensial gaya berat dan dianggap
berimpit dengan permukaan laut rata-rata/ MSL (kedudukan muka laut
rata-rata hasil pengamatan pasut dalam jangka waktu tertentu)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


GEOID INDONESIA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


GEOID DUNIA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ELLIPSOID
Model matematis bumi, bumi dianggap ellips 3 dimensi sempurna

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Parameter
Parameter tersebut
dinyatakan dalam
ELLIPSOID
REFERENSI

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ELLIPSOID REFERENSI

Ellipsoid Referensi yang dipakai di Indonesia

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2013 NO. 42
Sistem proyeksi dan ellipsoid referensi yang umumnya
dipakai secara umum sebagai standar di Indonesia adalah:
a. Mercator dan Ellipsoid Bessel
b. Universal Tranverse Mercator dan WGS 84
c. Universal Transverse Mercator dan Ellipsoid Bessel
d. Mercator dan WGS 84
e. semua salah

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
SISTEM
KOORDINAT

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


SISTEM KOORDINAT
Sistem koordinat titik di permukaan bumi posisinya ditentukan oleh
perpotongan dua buah garis lengkung bumi, yaitu :
1. garis meridian (longitude)
2. garis paralel (latitude).

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MERIDIAN

Meridian
Garis meridian adalah ellips
terbesar di permukaan bumi yang
melalui kutub-kutub bumi.
.Pengertian ellips terbesar disini
adalah ellips yang titik pusatnya
berimpit dengan titik pusat bumi.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PARALEL

Paralel
Garis paralel adalah lingkaran di
permukaan bumi yang bidang
lingkarannya memotong tegak
lurus sumbu putar bumi. Atau
dengan perkataan lain, titik pusat
lingkaran paralel terletak pada
sumbu putar bumi.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


SISTEM KOORDINAT
1. KOORDINAT GEOGRAFIS

2. KOORDINAT KARTESIAN

3. KOORDINAT UTM

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


A. KOORDINAT GEOGRAFIS
Koordinat geografi suatu titik di permukaan bumi ditentukan dari perpotongan
meridian dan paralel yang melalui titik tersebut, besarnya ditentukan dengan :

Lintang ( latitude = φ ) Bujur ( longitude = λ )


Panjang busur yang diukur pada suatu Panjang busur yang diukur pada suatu
meridian dihitung dari ekuator sampai ke garis paralel antara meridian titik
paralel yang melalui titik tersebut. pengamatan dengan meridian nol
Total Lintang bumi adalah 1800 yang (meridian Greenwich).
dibagi menjadi : Total Bujur bumi adalah 3600 yang
1. 00 – 900 LU dibagi menjadi :
2. 00 - 900 LS 1. 00 – 1800 BB
2. 00 - 1800 BT

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
BUJUR (λ)
Ada dua buah titik penting bujur bumi :

- Greenwich Mean Time (Meridian nol)


Merupakan titik 00 bujur timur maupun bujur barat. Letaknya di
Greenwich, london.

- International Date Line


Merupakan titik 1800 bujur timur dan bujur barat. Letaknya di tengah
Samudera Pasifik. .

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Mengapa disebut
International Date Line
(Garis Tanggal
Internasional)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LINTANG (φ)
Ada beberapa titik penting lintang bumi :

- Khatulistiwa (Paralel nol)


Merupakan titik 00 Lintang Utara maupun Lintang Selatan. Paralel ini
memiliki jari-jari terbesar diantara garis paralel lainnya.

- Tropic of Cancer dan Capricorn


Merupakan titik 23,50 Lintang Utara (Cancer) dan 23,50 Lintang
.
Selatan (Capricorn). Titik ini merupakan titik maksimum kedudukan
matahari dapat tepat tegak lurus dengan permukaan bumi (berada di
zenith)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


GERAK SEMU TAHUNAN MATAHARI

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


GERAK SEMU TAHUNAN MATAHARI

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


.

Lingkaran Arktik (66°33′ LU) Lingkaran Antartik (66°33′ LS)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2014 NO.96
Manakah pernyataan berikut ini yang tidak benar :

a. Lintang adalah garis horizontal dengan arah dari timur ke barat


melingkari bumi
b. Bujur adalah garis vertical dengan arah dari kutub utara ke
kutub selatan melingkari bumi
c. Garis garis bujur konvergen pada kutub utara dan kutub
selatan
d. Garis nol dari Lintang melalui Ekuator
e. Lingkaran Artic adalah bujur dan Lingkaran Antartic adalah
Lintang

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


B. KOORDINAT KARTESIAN
Pada sistem koordinat kartesian, koordinat suatu titik dinyatakan dengan :

 besaran absis (X)

 ordinat (Y)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PERHITUNGAN JARAK

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PERHITUNGAN AZIMUTH
Besar sudut suatu titik
diukur DARI UTARA
sebuah titik lain SEARAH
JARUM JAM

PERHATIKAN GAMBAR !!

• Azimuth AB merupakan sudut B


diukur dari utara A
• Azimuth BA merupakan sudut A
diukur dari utara B

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Cara Mengingat !!!

“Yang duluan ditulis


punya Utara”

Azimuth AB =>>>> utara A


Azimuth BA =>>>> utara B

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


AZIMUTH VS BEARING
Bearing adalah sudut arah diukur dengan garis pangkal utara
atau selatan ke arah barat atau timur sebesar 00 - 900 . Pangukuran
sudut dapat dilakukan menggunakan busur derajat.

Arah A = U 700 T
Arah B = S 350 T
Arah C = S 550 B
Arah D = U 300 B

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2015 NO.75
Dari gambar di bawah ini, manakah arah kompas berikut ini dari tempat
yang berbeda adalah tidak benar :

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2014 NO. 47

a. U 60° B
b. U 30° T
c. S 30° B
d. S 60° T
e. 120°

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2016 NO. 67
Seorang geografer sebelum ke lapangan merencanakan plotting sasaran di peta
topografi dari titik P mengukur azimut ke puncak Gunung Sumbing dan Gunung
Sindoro. Azimut dari titik P ke puncak Gunung Sindoro, dan azimut dari titik P ke
puncak Gunung Sumbing adalah:
a. 315° dan 30°
b. 30° dan 135°
c. 135° dan 210°
d. 315° dan 210°
e. 135° dan 30°

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2015 NO.47
Pelajar SMA 3 Bandung
melakukan orientering
dengan memakai kompas
dari Dago ke Lembang dan
melewati rintangan berikut
ini:
Segitiga EFG sama sisi
dengan sudut masing
masing 60 , Siswa tersebut
mengarahkan kompas agar
sampai ke Lembang
sebesar:

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2015 NO.48

Perhatikan kembali gambar pada soal nomor 47, nilai Back Azimuth dari lembang ke
Dago untuk arah AB, DE dan FG adalah:
a. 240°
b. 330°; 240°; 310°
c. 150°; 60°; 130°
d. 90°; 60°; 310°
e. 60°

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


KUADRAN KARTESIAN PADA PEMETAAN

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TIPE SOAL
1. DIKETAHUI : Koordinat 2 titik
DITANYA : Azimuth kedua titik?

2. DIKETAHUI : Koordinat 1 titik, jarak terhadap


titik lain, azimuth
DITANYA : Koordinat titik lain?

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TIPE SOAL 1

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Kuadran I

Kuadran II

Azimuth garis 2 = 1800 + 𝛼𝑜2


Kuadran III

Kuadran IV

Azimuth garis 4 = 3600 + 𝛼𝑜4


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
OSP 2014 No 41
Suatu titik A mempunyai koordinat A (100,100) dan titik B (-500,
-900), maka azimuth BA dan azimuth AB adalah
a. 450 dan 1350
b. 1350 dan 450
c. 450 saja
d. 1350 saja
e. Semua jawaban diatas tidak ada yang benar

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


JAWAB

Azimuth AB

Azimuth BA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


AZIMUTH AB

−1 −600
𝛼𝑂 = 𝑡𝑎𝑛 = 30, 96°
−1000

Kuadran III

Maka Azimuth AB adalah= 1800 + 𝛼0 = 210, 960

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


AZIMUTH BA

= 𝑡𝑎𝑛−1
600
𝛼𝑂 = 30, 96°
1000

Kuadran I

Jawaban E.
Semua salah
Maka Azimuth BA adalah= 𝛼0 = 30, 960

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LATIHAN
Jika koordinat Titik A (300,600) dan titik B (500,300). Kemudian
jarak AB 500 m. Tentukan azimuth AB dan BA!

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TIPE SOAL 2

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CARA MENCARI KOORDINAT B

XB = XA + (Dab x SIN (azimuth AB))

YB = YA + (Dab x COS (azimuth AB))

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LATIHAN
Diketahui sebuah titik A berkoordinat (100,100). Titik B
memiliki jarak 500 dari A. Jika diketahui azimuth AB adalah
300, maka koordinat B adalah ?

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


C. KOORDINAT UTM

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TRANSVERSE MERCATOR

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Meridian Sentral
SETIAP Ekuator

ZONA
3° 3°

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
ZONA UTM DI INDONESIA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PETA
KONTUR

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PETA KONTUR

Kontur adalah garis


yang menunjukkan
ketinggian yang sama.
Garis kontur biasanya
terdapat pada peta
topografi.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CIRI CIRI KONTUR
1. Tidak berpotongan
2. Satu garis menunjukkan satu ketinggian
3. Garis kontur rapat = lereng terjal/curam
4. Garis kontur renggang = lereng landai
5. Selisih angka kontur menunjukkan interval (CI)
6. Angka kontur dalam satuan meter

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


7. Setiap 4-5 garis kontur akan
disajikan dengan ukuran garis yang
lebih tebal, disebut indeks kontur
8. Pada daerah yang sangat curam
seperti tebing, garis kontur
disajikan sebagai sebuah garis
kontur
9. Garis kontur tertutup diberi gerigi
yang menunjukkan suatu depresi,
bukan tinggian.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


10. Garis kontur akan disajikan dengan bentuk pola V apabila melewati sungai dan
bentuknya akan menjorok ke arah hulu

11. Garis kontur akan menjorok ke arah jalan menurun apabila melewati jalan

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2014 NO.50
Di dalam peta topografi titik titik yang mempunyai
ketinggian yang sama digambarkan dengan garis yang
dinamakan garis kontur. Di bawah ini adalah sifat garis
kontur, kecuali . . .
A. rapat menunjukkan lereng yang curam
B. renggang menunjukkan daerah yang landau
C. tertutup menunjukkan daerah puncak bukit
D. garis kontur berpotongan pada ketinggian yang sama
E. bersirip menunjukkan daerah lembah

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2014 NO. 15 (Essay)
Perhatikan gambar Peta
Kontur ini !

Jika ditarik transect dari


titik A ke titik B,
gambarkan perkiraan
profil
melintang dari titik A ke
titiik B

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CONTOH SOAL
Manakah yang benar di antara peta
kontur di samping ini yang sesuai
dengan model 3 dimensi (3D)
sebelah kiri

e. Semua
jawaban
salah

a b c d
Jawaban
A

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2015 NO. 50
Suatu daerah dengan Topografinya merupakan pantai Terjal seperti gambar
dibawah ini, maka hubungan pola garis kontur dengan bentukan bumi yang
benar adalah:

A B

C D
E

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CONTOUR INTERVAL
CI adalah kontur interval / beda tinggi yang didapat dari pengurangan
angka ketinggian kontur di garis atas dikurangi angka ketinggian kontur di
garis yang bawahnya.

𝑃𝐸𝑁𝑌𝐸𝐵𝑈𝑇 𝑆𝐾𝐴𝐿𝐴
Ci =
2000

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CONTOH SOAL (1)
Diketahui dari sebuah peta, selisih garis antar kontur adalah 100 meter. Berapa
skala peta tersebut?
a. 1 : 100.000
b. 1 : 150.000
c. 1 : 200.000
d. 1 : 250.000
e. 1 : 300.000

Jawab:
CI = 100 meter
Skala = CI x 2000 m
= 100 m x 2000 m Jawaban
C
= 200.000

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CONTOH SOAL (2)
Contoh:
Diketahui skala peta topografi adalah 1:100.000. Berapa beda tinggi antar
kontur dalam peta tersebut?

a. 5 meter
b. 50 meter
c. 55 meter
d. 500 meter
e. 555 meter

Jawab:
CI = 1/2000 x skala Jawaban
= 1/2000 x 100.000 B
= 50

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2015 NO. 72

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2016 NO. 68
Pada gambar di bawah ini, titik A, B, dan C adalah daerah depresi (cekungan),
curam, dan landai, maka ketinggian yang digambarkan pada urutan garis
kontur 1, 2, 3, 4, ketinggiannya adalah:
a. 1190 m, 1980 m; 1940 m; 1360 m
b. 1180 m; 1340 m; 1940 m; 1930 m
c. 1120 m; 1110 m; 1360 m; 1230 m
d. 1240 m; 1280 m; 1290 m; 1930 m
e. 1120 m; 1160 m; 1360 m; 1080 m

Keterangan gambar:
A = daerah depresi (cekungan)
B = daerah curam
C = daerah landai

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


SLOPE (KEMIRINGAN LERENG)
Dalam persen :
𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Slope (%) = 𝑥 100%
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘

Dalam derajat :
𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
tan (slope) =
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘

𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Slope (0) = arc tan ( )
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2013 No 40
Peta yang dihasilkan dari GIS dengan skala 1:5000, diperoleh kontur
dengan beda tinggi dari titik A ke B adalah 10 meter, sedangkan jarak A
ke B di peta adalah 10 cm. Maka slope dari titik A ke B adalah:
a. 5%
b. 1%
c. 2%
d. 2,5%
e. 10%

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


JAWAB
Jarak AB sebenarnya = penyebut skala x jarak di peta
= 5000 x 10 cm
= 50000 cm
= 500 m

𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Slope = 𝑥 100%
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘
10
= 𝑚 x 100%
500
Jawaban
=2% C

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2014 No 15
Gambar di bawah ini adalah peta skala 1:10.000, jika jarak datar A dan B
adalah 12 cm dipeta, maka kemiringan jalan ini:
a. 1/12 %
b. 8.3 %
c. 3 %
d. 2.5 %
e. 25 %

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


JAWAB
Beda tinggi AB = Kontur atas – Kontur bawah
= 400 – 100
= 300 m

Jarak sebenarnya = penyebut skala x jarak di peta


= 10.000 x 12 cm
= 120.000 cm
= 1.200 m

𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Kemiringan = 𝑥 100%
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘
Jawaban
300
=1200 𝑥 100% E

= 𝟐𝟓%
ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
OSP 2015 No 46
Kota A memiliki ketinggian +125 m di atas permukaan air laut, dan
ketinggian tempat kota C adalah 75 meter, Jika jarak A dan C diukur
dipeta adalah 5 cm. Hitung berapa persen kemiringan dari lahan dari A
ke C
a. 4 %
b. 10 %
c. 3 %
d. 2 %
e. 1 %

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LATIHAN
Diketahui titik kontur X berketinggian 225 meter dan titik Y
berketinggiann 125 meter. Jarak antara X-Y pada peta dengan
skala 1:50.000 adalah 4 cm. Berapa persen kemiringan lereng
X-Y ?
a. 25 %
b. 20 %
c. 15 %
d. 10 %
e. 5 %

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Apa itu Isoline ?
Isoline adalah terminologi generik untuk menyebutkan garis apapun
dalam peta yang menghubungkan titik-titik dengan nilai yang sama.
Isoline dapat merepresentasikan permukaan 3 dimensi dalam
bentuk 2 dimensi, ataupun dapat menggambarkan suatu pola
distribusi dari suatu fenomena atau kejadian.
Aturan Penting Isoline
Tidak Membentuk
Tidak Terputus
Sudut Lancip

• Isoline harus smooth


Tidak Membentuk Orientasi Test TIDAK • Orientasi Text :
Segi-N mengikuti arah isoline • Mengikuti arah isoline
Text pada isoline dan • Menghadap ke arah nilai
TIDAK mengikuti arah isoline isoline yg lebih tinggi
Menggambar Isoline
Menggambar Isoline
Menggambar Isoline
A. Tetapkan titik yang memiliki nilai yang akan digambarkan isoline nya (pada pinggir peta)

Sebagai contoh, gambar diatas isoline yang akan dibuat adalah nilai isoline dgn nilai 25,
maka ditentukan titik nya di pinggir peta.
Menggambar Isoline
B. Cari arah garis yang memiliki nilai, dengan melihat nilai di sekitarnya.

Sebagai contoh, gambar diatas isoline 25, dari titik yang akan dipilih akan melalui titik
dengan nilai 23 dan 26. Permasalahan selanjutnya adalah dimana letak posisi titik
dengan nilai 25 diantara kedua titik tersebut ? Untuk melakukanya buat garis maya antara
titik dgn nilia 23 dan 26, kemudian perkirakan posisi titik dgn nilai 25 dengan
perbandingan. Diperkirakan titik 25 akan lebih dekat dengan titik dgn nilai 26, karena
perbedaan nilainya lebih kecil jika dibangingan dgn nilia perbedaan antara 23 dan 25.
Menggambar Isoline
C. Lanjutkan mencari titik dgn nilai yang sama diantara titik sekitarnya.

Setelah diketahui, titik ke-2, selanjutnya mencari lokasi titik dgn nilai yang sama diantara
titik sekitarnya.
Menggambar Isoline
C. Lanjutkan mencari titik dgn nilai yang sama diantara titik sekitarnya.

Setelah diketahui, titik ke-3, selanjutnya mencari lokasi titik dgn nilai yang sama diantara
titik sekitarnya.
Menggambar Isoline
C. Lanjutkan mencari titik dgn nilai yang sama diantara titik sekitarnya.

Setelah diketahui, titik ke-4, selanjutnya mencari lokasi titik dgn nilai yang sama diantara
titik sekitarnya.
Menggambar Isoline
D. Setelah semua titik dengan niliai yang sama diketahui, maka semua titik dihubungkan
dengan garis yang halus.
PROYEKSI
PETA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


DEFINISI
Untuk dapat menyajikan unsur-unsur dipermukaan bumi (bentuk
ellipsoid) ke bidang datar (dalam hal ini, peta), dilakukan suatu
transformasi dengan menggunakan rumus matematis tertentu, cara ini
disebut Proyeksi Peta

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Berdasarkan Bidang Proyeksi
Bidang proyeksi adalah bidang
yang digunakan untuk
memproyeksikan gambaran
permukaan bumi. Bidang
proyeksi merupakan bidang
yang dapat didatarkan.

1. Proyeksi Silinder
2. Proyeksi Kerucut
3. Proyeksi Azimuthal/Polar

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Berdasarkan Kedudukannya Sumbu Simetri

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Proyeksi Azimuthal/Polar

C
A

B
A. Proyeksi GNOMONIK
B. Proyeksi STEREOGRAFIK
C. Proyeksi ORTOGRAFIK

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Berdasarkan Kedudukannya Bidang Proyeksi

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Berdasarkan Ketentuan Geometrik yang
Dipertahankan
1. Proyeksi Equidistant
2. Proyeksi Equivalent
3. Proyeksi Konform

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Pertimbangan Pemilihan Proyeksi Peta

1. Tujuan penggunaan dan ketelitian peta yang diinginkan


2. Lokasi geografis dan luas wilayah yang akan dipetakan
3. Ciri-ciri asli yang ingin dipertahankan atau syarat
geometrik yang akan dipenuhi

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


1. Universal Transverse Mercator (UTM)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
2. Transverse Mercator 3° (TM-3°)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Ada dua instansi yang menggunakan sistem
proyeksi Transverse Mercator untuk pemetaan
dasar nasionalnya dengan sistem grid UTM, yaitu :
1. Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional
(Bakosurtanal)
Sekarang sudah berubah menjadi BIG (Badan Informasi
Geospasial)
2. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
KOMPONEN
PETA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
SKALA PETA
Skala Peta adalah perbandingan antara jarak di peta dengan jarak
sebenarnya. Skala peta dapat disajikan dalam bentuk :
1. SKALA NUMERIK
◦ 1:50.000, 1: 5.000

2. SKALA GRAFIS

3. SKALA VERBAL
◦ One inch to one mile

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2015 NO.74
Pernyataan di bawah ini yang mewakili fraksi garis 1 cm di skala
pada peta yang sama dengan 250 meter jarak sesungguhnya di
lapangan adalah :
A. 1 : 25.000
B. 1 : 250.000
C. 1: 25
D. 1 : 250
E. 1 : 2500

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


SKALA BESAR vs SKALA KECIL

1 1
vs
100.000 100

Mana yang disebut Skala Besar?

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2013 NO.35
Contoh peta dengan skala besar adalah peta dengan skala:
a. 1 : 200.000
b. 1 : 50.000
c. 1 : 1.000
d. 1 : 10.000
e. 1 : 50.000.000

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2014 NO.94
Manakah dari pernyataan di bawah ini yang
menyatakan peta dengan skala paling besar :
A. 1: 10.000
B. 1: 25.000
C. 1: 50.000
D. 1: 100.000
E. 1: 500.000

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2014 NO.46
Sebuah peta Rupabumi yang memiliki skala 1:15.000 diperkecil
menjadi skala 1:50.000. Pernyataan berikut ini adalah benar, kecuali
...
A. Informasi yang disajikan semakin detail
B. Jenis simbol yang digunakan tetap sama
C. Informasi dalam peta berubah (ada proses generalisasi)
D. Perbedaan kontur dalam peta semakin besar
E. Cakupan wilayahnya semakin luas

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PERHITUNGAN YANG
MELIBATKAN SKALA
1. JARAK

Jarak Sebenarnya = Jarak di Peta X Penyebut Skala

2. LUAS

Luas Sebenarnya = Luas di Peta X (Penyebut Skala)2

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2013 NO.34
Luas suatu kawasan pertambangan hasil pengukuran diplot dalam Peta
skala 1 : 5.000 adalah 25 cm2, maka luas sebenarnya di lapangan adalah:
a. 250 m2
b. 12,5 Ha
c. 6,25 Ha
d. 62,5 Ha
e. 625 Ha

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSP 2014 NO. 48
Dalam suatu peta berskala 1:25.000 jarak lurus dari
Bandung ke Lembang panjangnya 20 cm. Jika dari Bandung
ke Lembang ditempuh melalui jalan raya yang jaraknya
diukur 2,3 kali lebih jauh dibanding jarak lurus tersebut.
Maka jarak sebenarnya dari Bandung ke Lembang jika
ditempuh melalui jalan raya adalah :
A. 5 km
B. 10 km
C. 11,5 km
D. 37,50 km
E. 120 km
ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
SIMBOL PETA
Simbol peta merupakan bentuk penyajian objek objek permukaan bumi
dalam peta. Penjelasan tentang symbol nantinya akan dicantumkan
dalam LEGENDA

Bicara tentang simbol, kita akan membahas tentang


1. Jenis simbol
2. Penyajian simbol
3. Ukuran simbol

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


JENIS SIMBOL PETA
1. Simbol Titik
2. Simbol Luas
3. Simbol Garis

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PENYAJIAN SIMBOL PETA
1. Piktorial/ Deskriptif

Menyerupai keadaan sebenarnya

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PENYAJIAN SIMBOL PETA
2. Geometrik/Abstrak

Bentuk reguler seperti lingkaran, segitiga,


segiempat dan lain sebagainya

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


PENYAJIAN SIMBOL PETA
3. Huruf

ABCD

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


UKURAN SIMBOL
1. Data nominal

Tidak mempunyai tingkatan

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


UKURAN SIMBOL
2. Data Ordinal

Mempunyai tingkatan

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


UKURAN SIMBOL
3. Data ratio/interval
Tingkatan/klasifikasi
mencantumkan harga yang
sebenarnya

Data ratio = titik nol harga


mutlak
Data interval = titik nol
bukan harga mutlak

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
VARIABEL VISUAL DALAM SIMBOL

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


KONSTRUKSI PETA
Pada setiap peta disajikan garis-garis kerangka atau yang dikenal sebagai
konstruksi peta, dalam bentuk garis gratikul (graticule) dan atau garis
grid.
Grid
Garis-garis pada muka peta yang tergambar saling tegak lurus, dan
perpotongannya merupakan koordinat sistem referensi kartesian.
Graticule
Garis-garis pada muka peta yang tergambar tidak saling tegak lurus,
dan perpotongannya merupakan koordinat proyeksi.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
TEKNIK PENULISAN GRID

1)Referensi Grid 4 Digit


a. Kotak hijau: 4817
b. Kotak merah: 4716
2)Referensi Grid 6 Digit
Simbol Gereja: 467173

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2014 NO 97

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ORIENTASI
Terdapat 3 jenis arah utara :
1. UTARA GEOGRAFIS
2. UTARA MAGNETIS
3. UTARA PETA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
INSET
A. Inset Penunjuk lokasi (letak daerah belum dikenali)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


INSET
2. Inset Penjelas (memperbesar daerah yang dianggap penting)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


INSET
3. Inset Penyambung (menyambung daerah yang terpotong
dalam peta utama)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ISTILAH
DALAM
PEMETAAN

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


GENERALISASI
Suatu proses mereduksi data yang sebenarnya pada peta agar tidak
terlalu detail dan mudah dibaca untuk kepentingan tertentu

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


CLASSIFICATION
Pengelompokkan data secara sistematis

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


EKSAGERASI
Penyesuaian ukuran objek di peta agar terlihat jelas namun tidak lagi
sesuai dengan skala

TOPONIMI
Pemberian nama pada objek objek di peta

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Menentukan kedudukan tempat yang tidak diketahui di
peta dimana kita berdiri dengan pertolongan 2 titik yang
dikenal baik di peta atau di medan

B
30° 30°
60°

60°
Menentukan kenampakan yang tidak ada di peta tapi di medan
ada dengan menggunakan pertolongan 2 tempat yang dikenal
baik di medan maupun di peta (diukur dari 2 tempat
pembantu)

U
U
Titik potong

50°

305°
B A
∆ℎ KESEBANGUNAN
𝐽𝑠 ∝
SEGITIGA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


SOAL PELATNAS 1 2014
Jelaskan bagaimana Erastosthenes mengukur
jari jari bumi ?

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ERASTHOSTENES

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
OSP 2015 NO 13 (ESSAY)
Jika anda ingin mengetahui tinggi suatu tower suatu provider, dimana
tower tersebut terletak sama tinggi dengan tempat dimana anda
berdiri. Dengan menggunakan alat pengukur kemiringan (clinometer),
diukur sudut miring sebesar 45° dari mata anda ke puncak tower
tersebut. Tinggi anda sampai mata 1,5 m. Jika diketahui jarak dari
tempat anda berdiri ke tower tersebut adalah 200 m. Berapakah tinggi
tower tersebut?

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


TIME ZONE

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


KONVERSI SATUAN
1 derajat = 60 menit busur (60’)
1 menit busur = 60 detik busur (60”)
1 derajat = 3600 detik busur (3600”)

Bumi berotasi selama 24 jam/1 putaran


1 putaran = 360°
360 ° = 24 jam
15° = 1 jam
1° = 4 menit

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
ZONA WAKTU DUNIA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ZONA WAKTU DUNIA

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


INTERNATIONAL DATE LINE
Sebuah garis vertikal
khayal yang
membentang dari kutub
utara menuju kutub
selatan dan berlawanan
dengan Greenwich
Meridian.

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Kehilangan 1 Hari dan Memperoleh 1 Hari

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
MMT Test IGeo 2015, Rusia

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MMT Test IGeo 2014, POLAND

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MMT Test IGeo 2012, JERMAN
Based on the information in this picture, in which direction
away from Amsterdam was this plane flying?
A. North
B. South
C. East
D. West

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2015 NO 7

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2014 NO 12

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


OSK 2016 NO 69
Pesawat tinggal landas dari Ambon pukul 07.00 waktu setempat menuju
Denpasar selama 3 jam. Transit selama 2 jam di Denpasar, kemudian menuju
Jakarta dengan perjalanan selama 2 jam, maka menurut anda pesawat tersebut
akan:
a. Tiba di Denpasar pukul 10.00 waktu setempat dan di Jakarta pukul 12.00
waktu setempat
b. Tiba di Denpasar pukul 09.00 waktu setempat dan di Jakarta pukul 13.00
waktu setempat
c. Tiba di Denpasar pukul 09.00 waktu setempat dan di Jakarta pukul 12.00
waktu setempat
d. Tiba di Denpasar pukul 11.00 waktu setempat dan di Jakarta pukul 15.00
waktu setempat
e. Tiba di Denpasar jam 10.00 waktu setempat dan di Jakarta pukul 14.00 waktu
setempat

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MMT OSN 2013 NO 8

Pukul Berapakah kira-kira di Kota Marauke pada waktu yang sama ketika foto ini diambil?
a. 21.07
b. 23.07
c. 09.07
d. 11.07
e. Tidak ada yang benar

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MMT OSN 2015 NO 4
Foto di samping adalah foto
worldtime clock yang terletak di
Alexanderplatz, Berlin. Manakah yang
tidak mendasari perbedaan waktu
dalam satu hari pada banyak tempat
di dunia?
a. rotasi Bumi
b. perbedaan lintang
c. perbedaan bujur
d. adanya zona waktu
e. posisi geografis

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LATIHAN
Suci pergi dari Singapura (1017’ LU 103051’ BT) pada pukul 13.00 hari
Minggu, 4 April. Suci tiba di London (42051’ LU 0003’ BB) setelah
menempuh perjalanan selama 10 jam. Kapan pesawat yang ditumpangi
Suci tiba di London?
a. 5.55 tanggal 5 April
b. 5.55 tanggal 4 april
c. 6.55 tanggal 4 april
d. 6.55 tanggal 5 april
e. 6.55 tanggal 3 april

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LAB TEST

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


APA YANG AKAN DI PELAJARI?
1. Membaca Koordinat Peta (Koordinat Geografis)
2. Interpolasi Peta
Koordinat UTM
Koordinat Geografis
3. Menghitung Luas Daerah dari koordinat Peta

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


1. MEMBACA KOORDINAT PETA
Menentukan koordinat titik di peta yang terletak pada salib
sumbu grid peta

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


1. MEMBACA KOORDINAT PETA
GUNAKAN HANYA
KOORDINAT GEOGRAFIS !

Salib Sumbu

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


BUJUR
14’00” 14’30”

110015’00 T
Satu kotak memiliki selisih 30”

110014’00” T 110014’30” T

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LINTANG
06052’30 S

Satu kotak
memiliki selisih
30”

06052’30” S 53’00”

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Contoh :
TENTUKAN KOORDINAT TITIK A

Koordinat A =

Bujur : 110014’00”
Lintang : 06053’00”

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Contoh : TENTUKAN KOORDINAT
TITIK B

Koordinat B =

Bujur : 110014’30”
Lintang : 06052’30”

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


2. INTERPOLASI PETA
Menentukan koordinat titik di peta yang TIDAK terletak
pada salib sumbu grid peta

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Terdapat 2 jenis koordinat pada peta
1. Koordinat geografis (Lintang dan Bujur )
2. Koordinat UTM (mU, mT)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


INTERPOLASI KOORDINAT GEOGRAFIS

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


LINTANG

06052’30 S
1 cm

06052’37 S

Misal, 4 cm mewakili perbedaan lintang sebesar


4 cm 30”, maka :

𝟏 𝒄𝒎
∆𝛗 = × 𝟑𝟎“ = 7,5”
𝟒 𝒄𝒎

(pembulatan sudut selalu kebawah)>> 7,5” ~ 𝟕"


06053’00 S
𝜱 = 𝛗𝐠𝐫𝐢𝐝 + ∆𝛗
= 06052’30” + 7” = 06052’37”

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


BUJUR

110014’00 T

110014’30 T
110014’07 T Misal, 4 cm mewakili perbedaan bujur
sebesar 30”, maka :

𝟏 𝒄𝒎
∆𝛗 = × 𝟑𝟎“ = 7,5”
𝟒 𝒄𝒎

(pembulatan sudut selalu kebawah)>>


7,5” ~ 𝟕"
1 cm
𝜱 = 𝛗𝐠𝐫𝐢𝐝 + ∆𝛗
= 110014’00” + 7” = 110014’00”
4 cm

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


KOORDINAT GEOGRAFIS

Koordinat titik A :
Bujur : 110014’07” T
Lintang : 06052’37” S

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


INTERPOLASI KOORDINAT UTM
Sistem Koordinat UTM (Universal Tranverse Mercator) merupakan
sistem koordinat yang membagi bumi menjadi 60 zona dengan
panjang busur masing masing sebesar 60

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


KOORDINAT UTM

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016
Zona UTM Indonesia

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


SETIAP ZONA

Meridian sentral
Ekuator

30 30

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


mU
92 40 004 mU
92 40

92 39

92 38

92 37

92 36

92 35

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


mT

04 17 152
04 11 04 12 04 13 04 14 04 15 04 16

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


Contoh :
Interpolasi koordinat A

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


mU
Contoh : Interpolasi koordinat A

92 39 000
92 38 750
4 cm = 1000 m
3 cm
92 38 000

Misal, 4 cm mewakili perbedaan mU =


1000 m

𝟑 𝒄𝒎
∆𝝋 = ×1000 m = 750
𝟒 𝒄𝒎

𝜱 = 𝝋𝒈𝒓𝒊𝒅 + ∆𝝋
= 92 38 000 + 750 =92 38 750 m

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


mT Contoh : Interpolasi koordinat A

1,5 cm

4 cm

Misal, 4 cm mewakili perbedaan mT


= 1000 m

04 15 000

04 15 375

04 16 000
𝟏,𝟓 𝒄𝒎
∆𝛗 = ×1000 m = 375
𝟒 𝒄𝒎

𝜱 = 𝛗𝐠𝐫𝐢𝐝 + ∆𝛗
= 04 15 000 + 375 =04 15 375 m

ASISTEN PENGANTAR PERPETAAN


Contoh : Interpolasi koordinat A

KOORDINAT A 04 15 375 Mt 92 38 750 mU

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


3. Menghitung Luas Daerah (UTM)
A (0445068; 9237030)

Hitung luas segitiga ABC


!

B (0445700; 9237000)
B (0445066; 9237000)

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


ALAT ALAT KARTOGRAFI

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016


MMT OSN 2016 No 11

Alat di atas disebut sebagai waterpas. Apa


fungsi dari alat tersebut?
a. menentukan ketinggian suatu titik dari
MSL secara eksak dimanapun berada
b. menentukan beda tinggi antara dua titik
di permukaan Bumi
c. mengukur jarak antara dua titik di
permukaan Bumi
d. mengukur sudut antara dua titik di
permukaan Bumi
e. mengukur jarak dan sudut secara
otomatis
MMT OSN 2016 No 12
Dalam sebuah pengukuran
sipatdatar, bacaan sebuah
rambu adalah seperti gambar
di samping. Berapakah nilai
benang tengah pada bacaan
rambu tersebut?
a. 24,55 dm
b. 24,64 dm
c. 25,23 dm
d. 24,70 dm
e. 24,37 dm
REFERENSI
Akhmad Riqqi. Kartografi. ITB
Ira Mutiara A, ST. Proyeksi Peta. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis
Pengukuran dan Pemetaan Kota. Surabaya.2004
PPT Suplemen OSN Geografi
Simons Adams. Earth Science. The Diagram Group. 2006

ASTHINA NOVITA SYANUR, 2016

Anda mungkin juga menyukai