Anda di halaman 1dari 21

Oleh

EKO PRIYONO
7111015
GAMBARAN PERILAKU KESEHATAN SANTRI PUTRA DI
ASRAMA PONDOK INDUK PONDOK PESANTREN DARUL
‘ULUM JOMBANG

 Perilaku kesehatan adalah tanggapan


seseorang terhadap rangsangan yang
berkaitan dengan sakit dan penyakitnya,
layanan kesehatan, makanan dan
lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian
ini adalah untuk mengetahui gambaran
perilaku santri putra di asrama pondok
induk pondok pesantern darul ulum
Jombang.
Latar Belakang

 mayoritas santri setiap tahunnya tidak


menunjukkan perilaku positif yang
mencerminkan citra pondok pesantren,
karena masih banyak santri tidak bisa
menjaga kebersihan lingkungan,
menjaga dan membersihkan kamar,
menjaga kesehatan diri seperti mandi
dua kali sehari, mengenal penyakit yang
diderita, tidak memeriksakan dirinya jika
sakit dan sebagainya.
. Konsep Perilaku Manusia

 Perilaku menurut biologis adalah merupakan suatu kegiatan


atau aktifitas organisme bersangkutan, baik dapat diamati
secara langsung atau secara tidak langsung. Sedangkan
Perilaku manusia menurut hakekatnya adalah suatu
aktifitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan
yang sangat luas, mencangkup berjalan, berbicara,
bereaksi, berpakaian, dan lain sebagainya (Notoadmodjo,
2007).

 Selanjunya dapat dipahami bahwa perilaku manusia adalah


aktifitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon
serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung
(Drs. Sunaryo, M.Kes.).
Respon dibedakan menjadi dua
yaitu :
 Respondent respon atau reflexive: ialah respon yang
ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan tertentu.
Pasangan-pasangan yang semacam ini disebut eliciting
stimuli, karena menimbulkan respon-respon yang relatif
tetap, misalnya : makanan lezat menimbulkan keluarnya air
liur, cahaya yang kuat akan menyebabkan mata tertutup,
dan sebagainya.

 Operan respon atau instrumental respon: adalah respon


yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang
tertentu. Perangsang seperti ini disebut reinforcing stimuli
atau reinforce, karena perangsangan-perangsangan
tersebut memperkuat respon yang telah dilakukan oleh
organisme.
Prosedur Pembentukan Perilaku
 Melakukan identifikasi tentang hal-hal yang merupakan
penguat atau rainforcer berupa hadiah-hadiah atau reward
bagi perilaku yang akan dibentuk.

 Melakukan analisis untuk mengidentifikasi komponen-


komponen kecil yang membentuk perilaku yang dikehendaki.

 Dengan menggunakan secara urut komponen-komponen itu


sebagai tujuan-tujuan sementara, mengidentifikasi reinforce
sebagai hadiah untuk masing-masing komponen-komponen
tersebut.

 Melakukan pembentukan perilaku, dengan menggunakan


urutan komponen yang telah tersusun itu.
Proses Adopsi Perilaku Baru
 Awareness, dimana orang tersebut menyadari dalam arti
mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus.

 Interest, merasa tertarik terhadap stimulus atau objek tersebut.


Sikap sudah mulai timbul.

 Evaluation, menimbang-nimbang terhadap baik tidaknya stimulus


tersebut bagi dirinya. Hari ini berarti responden sudah lebih baik
lagi.

 Trial, dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai


dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.

 Adoption, dimana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan


pengetahuan, kesadaran, terhadap stimulus.
Menurut Lawren Green yang dikutip oleh Notoadmojo (2003),
yang dipengaruhi oleh faktor-faktor pokok yaitu :

 Faktor predisposisi yang mencangkup


pengetahuan, sikap, kepercayaan, dan norma.

 Faktor pendukung yaitu yang memungkinkan


individu, kelompok, atau masyarakat keseluruhan
berbuat umumnya sektor ini meliputi sumber daya
contohnya pelayanan kesehatan.

 Faktor pendorong yaitu hal-hal mendorong


individu, kelompok, atau masyarakat keseluruhan
melaksanakan hidup sehat.
Bentuk Perilaku
 Bentuk Pasif

Artinya yang terjadi didalam diri manusia dan tidak


secara langsung dapat dilihat manusia atau orang lain,
misalnya berpikir, tanggapan atau sifat batin dan
pengetahuan.

 Bentuk Aktif

Artinya apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara


langsung.
Ciri-ciri Perilaku
 Kepekaan Sosial
 Artinya kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan perilakunya sesuai pandangan
dan harapan orang lain.

 Kelangsungan Perilaku
 Artinya antara perilaku yang satu ada kaitannya dengan perilaku lain, perilaku sekarang
adalah kelanjutan perilaku yang baru lalu dan seterusnya.

 Orientasi Pada Tugas


 Artinya bahwa setiap perilaku manusia selalu memiliki orientasi pada suatu tugas
tertentu.

 Usaha dan Perjuangan


 Artinya usaha dan perjuangan pada manusia telah dipilih dan ditentukan sendiri, serta
tidak akan memperjuangkan sesuatu yang memang tidak ingin diperjuangkan.

 Unik
 Artinya bahwa manusia yang satu berbeda dengan yang lainnya tidak ada dua manusia
yang sama persis di muka bumi ini, walaupun dilahirkan kembar.
Macam-macam Perilaku

Perilaku Tertutup
• Artinya respon seseorang terhadap
stimulus dalam bentuk tertutup
Perilaku Terbuka
• Artinya respon seseorang terhadap
stimulus dalam bentuk nyata atau
terbuka
Faktor-faktor Yang Memengaruhi Perilaku
Manusia

• Keturunan diartikan sebagai pembawaan yang merupakan karunia dari


Tuhan yang Maha Esa

Keturunan • Tiap sifat makhluq hidup dikendalikan oleh faktor keturunan.


• Tiap pasangan merupakan penentu alternatif bagi keturunannya
• Pada waktu pembentukan sel kelamin, pasangan keturunan memisah dan
menerima pasangan faktor keturunan.

• Lingkungan sering disebut miliu, environment atau


juga disebut nurture.
Lingkungan • . Lingkungan turut berpengaruh terhadap
perkembangan pembawaan dan kehidupan
manusia.

Lingkungan • Lingkungan Manusia


• Lingkungan Benda
dapat • Lingkungan Geografis
digolongkan
. HASIL PENELITIAN
Data umum menyajikan karakteristik responden berdasarkan
usia dan pendidikan.

11-14
≥ 19 Tahun
Tahun

15-18 Tahun
Pendidikan
Tabel responden berdasarkan tingkat pendidikan santri putra asrama
pondok induk PP. Darul ‘Ulum Jombang.

SMP
MAHASISWA

SMA
Perilaku terhadap pelayanan kesehatan

Responden berdasarkan perilaku seseorang terhadap pelayanan


kesehatan santri putra asrama pondok induk PP. Darul ‘Ulum
Jombang.

PERILAKU JUMLAH PROSENTASE

Posistif 69 41,2 %

Negative 90 58,8%
Perilaku terhadap pelayanan kesehatan
responden berdasarkan perilaku seseorang terhadap pelayanan kesehatan
santri putra asrama pondok induk PP. Darul ‘Ulum Jombang.

PERILAKU JUMLAH PROSENTASE

Positive 89 58.2%

Negative 64 41,8%
Terhadap lingkungan kesehatan
responden berdasarkan perilaku seseorang terhadap
lingkungan santri putra asrama pondok induk PP. Darul
‘Ulum Jombang.

PERILAKU JUMLAH PROSENTASE

Positive 69 45,1%

Negative 84 54,9%
. Gambaran Perilaku Kesehatan Santri Putra di
Asrama Pondok Induk PP. Darul ‘Ulum Jombang

Dimana terbentuknya
perilaku dipengaruhi oleh
pendidikan, karena
semakin tinggi
pendidikan semakin
Hal tersebut bisa
matang seseorang
mengakibatkan santri
berperilaku. Menurut
berperilaku negatif
Notoadmojo (2003),
terhadap perilaku
terbentuknya perilaku
kesehatannya,
dapat terjadi karena
proses kematangan dan
proses interaksi individu
dengan lingkungan
melalui proses belajar.
Kesimpulan

Gambaran perilaku kesehatan santri putra di


asrama pondok induk PP. Darul ‘Ulum
Jombang mayoritas masih berperilaku negatif
yaitu sebanyak 77 (50,3 %). Dengan demikian
dapat dicerminkan bahwa perilaku kesehatan
santri di lingkungan pondok induk PP. Darul
‘Ulum Jombang belum tercapai secara
maksimal. Oleh karena itu sangat penting
sekali bila kesadaran santri lebih ditingkatkan
dan diarahkan pada orah berperilaku
kesehatan yang lebih baik.
TERIMA
KASIH