Anda di halaman 1dari 43

Erma Setiawati

* NEGATIF

RESIKO.

* KETIDAKPASTIAN
TINGKAT KARAKTERISTIK CONTOH
KETIDAKPASTIAN

TIDAK ADA (PASTI) HASIL BISA DIPREDIKSI HUKUM ALAM


DENGAN PASTI

KETIDAKPASTIAN HASIL BISA DIIDENTIFIKASI PERMAINAN


OBYEKTIF DAN PROBABILITAS DADU, KARTU
DIKETAHUI
KETIDAKPASTIAN HASIL BISA DIIDENTIFIKASI KEBAKARAN,KECE
SUBYEKTIF TAPI PROBABILITAS TIDAK LAKAAN MOBIL,
DIKETAHUI INVESTASI
SANGAT TIDAK HASIL TIDAK BISA EKSPLORASI
PASTI DIIDENTIFIKASI DAN ANGKASA
PROB.TIDAK DIKETAHUI
 RISIKO MURNI  RISIKO SPEKULATIF
Risiko dimana Risiko dimana kita
kemungkinan kerugian berharap terjadinya
ada tetapi kerugian dan juga
kemungkinan keuntungan
keuntungan tidak ada Mis. Pembelian saham
mis. Kebakaran,
banjir
 Seperangkat kebijakan , prosedur yang
lengkap yang dipunyai organisasi ,untuk
mengelola, memonitor, dan mengendalikan
eksposur organisasi terhadap risiko
(SBC Warburg, The Practice of Risk Management,
Euromoney Book, 2004)
 Suatusistem pengelolaan risiko yang
dihadapi oleh organisasi secara komprehensif
untuk tujuan meningkatkan nilai perusahaan
Mengelola risiko
sehingga organisasi
bisa bertahan, atau
mengoptimalkan
risiko
 Identifikasi misi : menetapkan tujuan
manajemen risiko.
 Penilaian risiko dan ketidak pastian :
mengidentifikasi dan mengukur risiko
 Pengendalian risiko : mengendalikan risiko
melalui diversifikasi, asuransi, hedging,
penghindaran dll
 Pendanaan risiko : bagaimana membiayai
manajemen risiko
 Administrasi program : administrasi
organisasi, seperti manual dsb.
 RETURN

Higher Rsk to ads to


higher return

RISK

PANDANGAN LAMA :
SEMAKIN TINGGI RISIKO, SEMAKIN TINGGI TINGKAT KEUNTUNGAN
 Risk Adjusted Return
ZONE 1 ZONE 2
Insufficient Optimal
Risk Taking ZONE 3
Risk Taking
Excessive
Risk Taking

RISK
Pandangan Baru :
Risiko Harus Dikelola
 Enterprise Risk Management (ERM)
 Organization Risk Management (ORM)
 Integrated Risk Management
 Total Risk Management.
 Adalah KERANGKA yang komprehensif ,
terintegrasi, untuk mengelola risiko kredit,
risiko pasar, modal ekonomi, transfer risiko,
untuk memaksimumkan nilai perusahaan
 Adalahsuatu proses, yang dipengaruhi oleh
manajemen , board of directors, dan
personel dr suatu organisasi, diterapkan
dalam setting strategi, dan mencakup
organisasi secara keseluruhan , didesain
untuk mengidentifikasi suatu organisasi,
untuk memberikan jaminan yang cukup
pantas berkaitan dengan pencapaian tujuan
organisasi.
 Prinsip-prinsip dasar :
 Setiap entitas , apakah nirlaba atau tidak ,
ada untuk mewujudkan nilai bagi para
stakeholder .

 Nilaidiciptakan , dipertahankan , atau


terkikis oleh keputusan manajemen dalam
semua kegiatan , dari pengaturan strategi
untuk operasi perusahaan sehari- hari .
 ERM
mendukung penciptaan nilai dengan
memungkinkan manajemen untuk :

 Menangani secara efektif dengan potensi


peristiwa masa depan yang menciptakan
ketidakpastian .

 Meresponsdengan cara yang mengurangi


kemungkinan hasil downside dan
meningkatkan terbalik .
 Manajemen risiko perusahaan
membutuhkan entitas untuk mengambil
pandangan portofolio risiko .

 Manajemen mempertimbangkan
bagaimana individu risiko saling
berhubungan .

 Manajemen mengembangkan pandangan


portofolio dari dua perspektif : - tingkat
Unit Bisnis - Tingkat Entitas
• Ada 8 komponen ERM :
1) Lingkungan internal (Internal Environment)
2) Penentuan tujuan (Objective Setting)
3) Identifikasi kejadian (Event Identification)
4) Evaluasi (Assessment) risiko (Risk
Assessment)
5) Respon terhadap risiko (Risk Response)
6) Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
7) Informasi & komunikasi (Information &
Communication)
8) Monitoring (Monitoring)
Mengidentifikasi kondisi internal
perusahaan, meliputi kekuatan dan
kelemahan, pandangan entitas
risiko dan manajemen risiko
Sasaran manajemen risiko hrs
sama dg sasaran perusahaan,
serta konsisten dengan risk
appetite perusahaan
Kejadian internal dan
eksternal yg dapat
mempengaruhi sasaran
perusahaan harus
diidentifikasi, meliputi
resiko dg kesempatan yg
dpt muncul
Penilaian Risiko berkaitan
dengan proses organisasi
mengevaluasi dampak
dan kemungkinan
kejadian , dan
memprioritaskan risiko
terkait .
Respon risiko berkaitan
dengan menentukan
bagaimana manajemen akan
menanggapi risiko organisasi
menghadapi . Apakah mereka
akan menghindari risiko ,
berbagi risiko , atau
mengurangi risiko melalui
praktik dan kebijakan
diperbarui .
Membangun dan
mengimplementasi
kebijakan dan prosedur
untuk memastikan
perlakuan risiko diterapkan
dengan efektif
Informasi yang relevan
diidentifikasi, diperoleh dan
dikomunikasikan dalam
bentuk dan waktu yang
tepat agar personil dapat
melakukan
tanggungjawabnya dengan
baik
Seluruh kegiatan ERM harus
dipantau, dievaluasi dan
dikembangkan
1) Risiko strategis (STRATEGIC)
2) Operasi (OPERATION)
3) Pelaporan (Reporting)
4) Kepatuhan (Compliance)
Strategis :Sasaran yang mendukung dan selaras
dengan tujuan perusahaan
Efektivitas dan efisiensi dari penggunaan sumber
daya perusahaan
Pelaporan : keterpercayaan dan
pelaporan
Pemenuhan : pemenuhan terhadap
hukum dan regulasi yang berlaku
1) Level perusahaan keseluruhan (entity level)
2) Level divisi
3) Level unit bisnis
4) Level anak perusahaaan (Subsidiary)
Setiap komponen ini
dianggap pada berbagai
tingkat organisasi ,
bukan dalam satu fungsi
, unit, atau departemen .
 2010.A1 - Rencana Kegiatan audit internal tentang
keterlibatan harus didasarkan pada penilaian risiko ,
dilakukan setidaknya setiap tahun .
 2120.A1 - Berdasarkan hasil penilaian risiko , kegiatan
audit internal harus mengevaluasi kecukupan dan
efektivitas pengendalian meliputi sistem
pemerintahan , operasi , dan informasi organisasi .
 2210.A1 - Ketika merencanakan pertunangan ,
auditor internal harus mengidentifikasi dan menilai
risiko yang relevan dengan kegiatan yang sedang
diperiksa . Tujuan keterlibatan harus mencerminkan
hasil penilaian risiko .
 Menentukan filosofi risiko
 Budaya risiko
 survei Pertimbangkan integritas dan etika
nilai-nilai organisasi
 Memutuskan peran dan tanggung jawab
Example: ERM Organization

Vice President and


Chief Risk Officer

Insurance ERM Corporate Credit


Risk Manager Director Risk Manager

FES
ERM ERM Commodity
Manager Manager Risk Mg.
Director

Staff Staff Staff


 Penilaianrisiko (Risk Assessment) adalah
identifikasi dan analisis risiko terhadap
pencapaian tujuan bisnis . Ini membentuk
dasar untuk menentukan bagaimana risiko
harus dikelola .
 Environmental Risks
 Capital Availability
 Regulatory, Political, and Legal
 Financial Markets and Shareholder Relations

 Process Risks
 Operations Risk
 Empowerment Risk
 Information Processing / Technology Risk
 Integrity Risk
 Financial Risk

 Information for Decision Making


 Operational Risk
 Financial Risk
 Strategic Risk
Risk Analysis

Risk Risk Risk


Assessment Management Monitoring

Process
Identification Control It
Level

Share or Activity
Measurement
Transfer It Level

Diversify or
Prioritization Entity Level
Avoid It
 Risk appetite adalah jumlah resiko - pada
tingkat yang luas - entitas bersedia
menerima dalam mengejar nilai .
 Menggunakan istilah kuantitatif atau
kualitatif ( misalnya laba berisiko vs risiko
reputasi ) , dan mempertimbangkan toleransi
risiko ( berbagai variasi diterima ) .
High
Medium Risk High Risk

I
M
P Share Mitigate & Control
A
C
T Low Risk Medium Risk

Accept Control

Low PROBABILITY High


 Hedging adalah kegiatan yang dilakukan oleh
seorang investor untuk mengurangi atau
menghilangkan suatu sumber resiko. Dengan
hedging kita bisa mengurangi resiko valas
kita.
RISK APPETITE DAN RISK TOLERANCE

J David Dean dan Andrew E Griffin dalam bukunya What’s Your Risk
Appetite menyebutkan
Risk appetite adalah jumlah dari total risiko yang dihadap sebuah
organisasi yang bisa diterima atau dipertahankan berdasarkan imbal
hasilnya. Risk appetite juga mencerminkan strategi, strategi risiko dan
harapan pemangku kepentingan. Ditetapkan dan disetujui oleh Dewan
Direksi melalui diskusi dengan manejemen. Sedangkan risk tolerance
adalah jumlah risiko yang ingin diambil sebuah organsiasi secara
menyeluruh atau terkadang dalam unit bisnis tertentu atau untuk
kategori risiko yang spesifik.
Risk tolerance dinyatakan secara kuantitatif yang bisa dipantau dan
sering dinyatakan dalam outcome atau level risiko yang bisa diterima
atau tidak bisa diterima.