Anda di halaman 1dari 14

Fisilogi Olahraga

Kelompok 12
Metabolisme Energi
• Untuk menghasilkan energi, proses
metabolisme glukosa berlangsung melalui 2
mekanisme utama yaitu proses anaerobik dan
proses aerobik
Proses anaerobik dan aerobik
• Proses anaerobik berlangsung di dalam
sitoplasma sedangkan proses metabolisme
aerobik akan berjalan dengan menggunakan
enzim sebagai katalis di dalam mitikondria
dengan kehadiran Oksigen.
Metabolisme glukosa
• Proses glikolisis
• Respirasi selular
o Produksi acetyl-CoA / proses Konversi Pyruvate
o Proses okksidasi acetyl-CoA ( citric-acid Cycle)
o Rantai transport elektron
Proses Glikolisis
• Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di
dalam tubuh akan berlangsung secara anaerobik melalui
proses yang dinamakan Glikolisis (Glycolysis).
• Pada proses Glikolisis, 1 molekul glukosa yang memiliki 6
atom karbon pada rantainya (C6H12O6 ) akan terpecah
menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat
(pyruvate) yang memiliki 3 atom karbom (C3H3 O3
).Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi
yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa
antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6-fosfat.
Con’t
• Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul
piruvat, proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul
ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Molekul ATP yang
terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel-sel tubuh
sebagai komponen dasar sumber energi. Melalui proses
glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6
ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan
mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP
akan dapat terbentuk.
Respirasi selular
• Tahap metabolisme energi berikutnya akan
berlangsung pada kondisi aerobik dengan
mengunakan bantuan oksigen (O2).
• Bila oksigen 2 tidak tersedia maka molekul
piruvat hasil proses glikolisis akan terkonversi
menjadi asam laktat.
Con’t
• Proses respirasi selular ini terbagi menjadi 3
tahap utama yaitu produksi Acetyl-CoA, proses
oksidasi Acetyl-CoA dalam siklus asam sitrat
(Citric-Acid Cycle) serta Rantai Transpor
Elektron (Electron Transfer Chain/Oxidative
Phosphorylation).
Latihan untuk mengembangkan
sistem energi
• Untuk mengembangkan sistem energi pada
latihan, ada beberapa metode yang
digunakan:
o Metode sharkey
o Metode fox
Metode sharkey
Energy training methods Aerobic ( % ) Anaerobic ( % )
Continuous training
• slow paced 90 5
• fast paced 90 10
Hill 80 20
Fartlek and repetition 75 25
Interval training
• aerobic : long 70 30
short 60 40
• anaerobic : medium 30 70
Short 20 80
Sprint
• aceleration 5 95
• Hallow sprinting 5 95
•Starts and shuttle runs 5 95
Metode fox
Metode latihan Cara Pelaksanaan
Accelerations sprints lari lambat 50 y – 120 y
lari cepat 50 y – 120 y
cepat 50 y – 120 y
jalan 50 Y – 120 y

Continous fast running Lari 8-10 mil dengan kecepatan 10 mil per
jam

Continous slow training Lari 12 – 18 mil dengan kecepatan 8 mil


per jam

Hallow sprint Lari cepat 60 y


Laaari lambat 60 y
Jalan 60 y
Metode latihan Cara pelaksanaannya
Interval Set I 4 x 220 y pada 0:27
Set II 4 x 110 y pada 0:13
Set III 8 x 110 y pada 0:13

Repetition running lari ½ mil diulangi 3-4 kali

Fartlex Lari lambat 5-10 menit


Lari ¾ - 1 ¼ mil ( kec tetap )
Jogging – lari berganti ( 65 – 75 )
Hill 175 -220 y
Lari lambat ¾ -1 ¼ mil

Jogging Lari kecepatan rata-rata 2 mil dalam 14


menit

Sprint training Lari dgn kec penuh 60 – 70 y , dengan


istirahat amtar repetisi
Melatih daya tahan otot
• Selama proses an aerobik bekerja dalam
itensitas tinggi tubuh akan bekerja sangat
keras untuk memperoleh energi dari otot.
• Hal ini disebut dengan laktat
ambang/timbulnya akumulasi laktat,sehingga
daya tahan dapat dikembangkan dengan
melakukan olahraga itensitas tinggi
Terimakasih